Eps18

Sudah hampir dua jam angel selesai di operasi, Namun belum juga bangun. Sehingga membuat anzel kebingungan dan juga takut.

"Coba panggil dokter nya lagi mom." Suruh anzel.

"Astaga nzel! Tu dokter baru juga keluar." Rutuk big.

"Ayah kok enggak khawatir sih sama angel?!" Kesal anzel.

"Ayah juga khawatir, Cuma enggak selebay kamu." Cetus big.

"Lebay di mana nya coba? Aku takut kalau angel tidak bisa bangun lagi." Balas anzel.

Bianca merangkul putra nya agar diam, Namun anzel melepas kan diri dan menghampiri istri nya lagi.

"Bangun dong ngel! Udah lama banget ini." Ujar anzel menggenggam tangan istri nya erat.

Tidak ada reaksi dari angel, Tapi kata dokter tidak ada masalah. Mungkin saja angel sangat lelah.

"Nanti kalau kamu bangun, Aku janji akan mencintai kamu dan juga kita akan membuat baby yah." Rayu anzel tanpa filter.

"Buseet tuh bocah." Rutuk big.

"Ayo dong bangun, Aku pasti bisa kok buat baby untuk kamu." Bujuk anzel tanpa malu.

"Mulut anak mu dad." Bisik bianca pada suami nya.

"Biar kan saja, Nanti malah ngamuk kalau di larang." Sahut jasson.

Tak lama mata angel mengerjap pelan dan merasa silau oleh cahaya lampu, Orang pertama yang di lihat nya adalah anzel.

"Anzel...

"Kamu udah bangun ngel! Mommy angel bangun." Teriak anzel girang.

"Syukur lah nak." Bianca dan yang lain nya mendekat.

"Ada yang sakit sayang?" Tanya big lembut.

"Jahitan nya perih dan panas yah." Jawab angel.

"Itu wajar sayang, Kan obat bius nya sudah hilang." Jelas bianca.

Jika sebelum nya angel sudah bisa duduk, Sekarang ia tidak bisa bangun karena luka nya yang semakin lebar.

"Kamu nanti kalau udah sehat enggak usah lagi kerja kayak gitu! Bahaya untuk kamu." Ujar anzel.

"Ada seru nya juga." Sahut angel nyengir.

"Seru dari mana?! Nyawa mau hilang kok seru. Kalau kamu mati, Uang satu miliyar itu tidak akan bisa menyelamat kan mu." Rutuk anzel.

"Oh iya mom, Uang ku enggak di ambil lagi kan sama vegas?" Tanya angel takut kehilangan uang nya.

"Enggak! Mommy taruh di kamar kamu." Jawab bianca.

"Issh kamu tuh ya, Belum juga sembuh udah nanyain uang saja." Kesal anzel.

"Uang kan segala nya nzel, Mau makan apa kalau tidak punya uang." Jawab angel.

"Enggak! Bukan segala nya." Sangkal anzel.

"Tapi segala nya butuh uang." Jawab angel pula.

"Kamu kenapa sih selalu ngomongin uang, Fokus saja dulu sama kesehatan mu!" Anzel meninggikan suara nya.

"Aku gini ya karena butuh nzel! Enggak mungkin cuma mau minta sama daddy dan mommy kamu saja!" Angel jadi ikut emosi.

"Kamu ngomong nya gitu? Jadi kamu pikir aku tidak bisa mencari uang! Dari dulu kamu tau ngel kalau aku tidak bisa mencari uang." Anzel merasa terluka.

"Eeh enggak gitu maksud aku." Angel gelagapan melihat beruang hibernasi nya ngambek.

"Emmm,, Kan ada anzel di sini. Mommy saja daddy pamit dulu ya." Bianca menarik tangan suami nya pergi.

Bukan nya mereka tidak ingin menengahi pertengkaran anak nya, Namun mereka tahu jika angel pasti bisa meluluh kan hati anzel.

"Jangan lupa minum obat nya ya sayang, Ayah ada kerjaan." Big juga ikut pamit.

"Hati hati kalian." Jawab angel.

Tinggal di ujung sana sang beruang sedang ngambek, Wajah nya pun hilang keramahan. Angel sedang memutar otak bagai mana cara nya agar anzel tidak marah lagi.

"Aduuhh! Sakit sekali." Teriak angel memegang perut nya.

"Kenapa ngel?! Aku panggil dokter." Anzel bergegas bangkit dan ingin memencet tombol darurat.

Namun angel lebih dulu menarik tangan suami nya mendekat, Ia memang sengaja berbohong untuk mengetes rasa peka nya anzel.

"Apa nya yang sakit, Aku panggil dokter dulu." Anzel mengelus rambut istri nya.

"Ini yang sakit." Angel menunjuk dada nya.

"Kok di situ? Kan yang di operasi perut nya." Bingung anzel.

"Sakit karena kamu marah sama aku, Hati aku mau pecah rasa nya." Angel memasang wajah sedih.

"Bohong ya kamu ngel! Aku cemas beneran loh." Anzel kembali naik darah.

"Kalau kamu pergi lagi, Aku bangun loh biar jahitan nya robek." Ancam angel.

Anzel yang semula ingin kembali duduk di sofa pun mengurung kan niat nya, Takut pada ancaman angel yang akan menyakiti diri nya sendiri.

"Sini dong bareng aku." Ajak angel menepuk ranjang nya yang kosong.

"Enggak, Nanti sempit." Tolak anzel.

"Sempit gimana, Ranjang nya kan emang khusus untuk dua orang ini." Ujar angel.

"Udah deh kamu tidur saja lagi, Males aku ngomong sama kamu." Kesal anzel membuang muka.

Hening, Tidak ada percakapan lagi di antara dua anak manusia ini. Angel masih bingung untuk mencari topik.

"Maaf kalau aku ngomong nyakitin hati kamu, Tapi kan emang enggak mungkin nzel kita minta uang terus sama mommy dan daddy." Ujar angel.

"Aku buat aplikasi kan juga dapat uang ngel, Walau pun enggak bisa banyak kayak kamu! Lagian mommy sama daddy tidak keberatan kok kalau kita minta uang." Sahut anzel.

"Kamu enggak malu minta terus sama orang tua?! Kan harus nya malah kita yang memberi karena sekarang kita udah bisa cari uang." Rayu angel pelan.

"Ya udah nanti aku ngasih kemommy." Ujar anzel.

Angel diam tidak menyahut ucapan suami nya, Perlahan saja ia akan menasehati sifat kekanakan anzel. Semoga saja ia akan segera berubah menjadi dewasa.

******

"Kok kamu pulang juga big?" Tanya jasson di parkiran.

"Terus? Mau dengerin mereka berantem atau dengeri angel yang susah payah bujuk suami nya." Sinis big.

"Kamu kok kayak enggak suka banget sama anzel big?" Tanya bianca pelan.

"Bukan enggak suka sama anzel nya! Cuma kadang kesal sama sifat anzel itu." Jelas big.

"Maaf ya." Lirih bianca.

Big ingin menyahut lagi ucapana bianca, Namun terpotong karena kedatangan vegas dan istri nya.

"Kalian mau kemana?" Cegat jasson cepat.

"Mau lihat angel grandpa, Sekalian biar sarah kenalan sama dia." Jawab vegas.

"Malam grandpa." Sapa sarah ramah.

Bianca menyambut uluran tangan istri vegas, Jasson tampak bingung untuk menjelas kan dan melarang vegas masuk.

"Waktu senggang kamu cuma malam ini apa gas?" Tanya jasson.

"Ya enggak! Ini kan sekalian malam mingguan." Jawab vegas.

"Kalau begitu besok saja kamu datang lagi." Ujar bianca.

"Emang kenapa grandma? Angel udah tidur ya ." Tanya vegas.

"Anzel lagi merajuk di dalam, Bahaya kalau kamu masuk sekarang." Big yang menyahut.

"Hah? Anzel mau datang kerumah sakit." Kaget vegas.

Tiga orang tua ini mengangguk kan kepala, Akhir nya vegas pun mengurung kan niat untuk menjenguk angel.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!