Eps10

Hujan membasahi jalanan aspal yang mengkilat, Angel melajukan motor nya dengan kencang. Rasa sakit akibat pukulan itu mulai terasa di pundak nya.

Apa lagi pundak tersebut bekas kena tembakan sebulan yang lalu, Sekuat tenaga angel menahan nya.

"Sakit banget sih." Batin angel bergetar tangan nya.

Untung saja angel tetap bisa melajukan motor, Dan tiba lah di mansion mertua nya yang megah.

"Simpan motor ku ya." Ujar angel pada bodyguard.

"Perlu kah di cuci nona?" Tanya bodyguard melihat motor angel yang lumayan kotor terkena cipratan lumpur.

"Boleh." Angguk angel.

Di lirik arloji nya, Sudah menunjukan pukul dua belas sebelas malam. Mungkin saja orang sudah pada tidur.

"Untung semua nya tidak ada." Batin angel girang.

"Dari mana kamu?!"

Suara yang tidak asing masuk telinga angel, Pria yang manja kini duduk di sofa sambil menatap nya sinis.

"Ada kerjaan tadi nzel." Ujar angel membuka sarung tangan.

"Buruan ganti baju, Nanti bisa demam." Ucap anzel.

"Iya."

Angel berharap anzel tidak ikut dulu kekamar, Tapi ternyata anzel malah mengekori nya kedalam.

"Jangan keluyuran malam terus! Kamu tuh udah punya suami." Anzel mulai ngomel.

"Ya gimana dong, Kerjaan aku kan sering malam." Jawab angel.

"Buruan di buka jaket kamu tuh." Desak anzel.

Tidak ingin anzel melihat luka pukulan yang tadi ia dapat, Angel cepat masuk ruang ganti untuk membuka jaket dan kaos nya.

"Sshhh sakit sekali." Keluh angel ketika mengangkat tangan.

"Ya sakit lah luka nya saja memar biru kayak gitu!" Cetus suara dari belakang.

"Astaga anzel! Buat kaget saja." Angel cepat menurun kan lagi kaos nya.

"Kenapa di tutup lagi, Baju kamu tuh basah." Ucap anzel.

"Keluar dong kamu nya." Pinta angel.

Bukan nya menurut untuk keluar dari ruang ganti, Anzel malah menduduk kan istri nya di kursi. Perlahan anzel membantu mencopot kaos nya angel.

"Aduh sakit." Rintih angel pelan.

"Udah tahan! Nanti aku kompres pakai es batu." Ujar anzel.

"Eehh jangan dong yang ini." Angel menahan tangan suami nya.

"Ini tank top kamu juga basah, Kenapa enggak di lepas?!" Tanya anzel.

"Aku bisa kok, Kamu keluar aja sana." Usir angel.

"Udah sekalian." Paksa anzel.

"Iikh jangan nzel! Aku enggak mau."

"Malu kamu ya? Aku ini suami kamu loh." Tebak anzel.

Angel memang malu jika anzel sampai melihat nya, Walau kadang angel suka berpikir mesum. Namun ia juga punya rasa malu.

"Aduuh! Pelan dong nzel!"

Tanpa aba aba lagi, Anzel cepat mencopot tank top istri nya. Kini terpampang jelas buah yang tergantung di sana.

"Buka juga tuh kaca mata nya." Suruh anzel yang kini bersemu merah.

"Kaca mata?!"

"Ini loh ngel." Tunjuk anzel.

"Ooh ini toh! Kamu kenapa kok jadi merah gitu?" Tanya angel niat menggoda.

"Udah cepetan! Nanti aku obati luka kamu." Anzel berniat keluar.

Namun angel cepat menahan tangan suami nya, Anzel kaget setengah mati ketika angel menaruh tangan nya di sana.

"Angel apaan sih?!"

"Kok marah? Aku kan istri kamu." Ujar angel.

"Ya bukan nya marah, Aku cuma canggung aja." Jawab anzel berpaling.

"Kenapa buang muka? Pengen ya." Goda angel menempel kan di lengan anzel.

"Enggak!"

"Tapi aku nya yang pengen, Sampai kapan nih mau di anggurin?" Tanya angel walau hanya bergurau.

"Emang kamu mau ahik ahik sama cowok yang belum cinta sama kamu?" Tanya anzel menatap serius.

"Apa beda nya sih udah cinta sama belum cinta?" Tanya angel pula.

"Kalau udah cinta maka melakukan nya dengan kasih sayang! Tapi kalau belum cinta pasti lah cuma nafsu doang." Jelas anzel.

Angel mengangguk mendengar kan penjelasan suami nya, Terkadang manusia satu ini sangat dewasa cara berpikir nya.

...****************...

Bergetar tubuh anzel ketika sudah berada di dalam mobil, Selama bertahun tahun baru ini lah anzel keluar mansion.

"Jangan takut dong, Ada aku di sini." Ucap angel menggenggam tangan suami nya.

"Jauh banget sih perjalanan nya, Bosan aku." Kesal anzel.

"Sabar yah, Bentar lagi sampai kok. Atau kamu mau bobok sini?" Tawar angel menepuk paha nya.

Anzel mengangguk dan merebah kan diri di pangkuan istri nya, Hari ini angel mengajak anzel keluar untuk melihat rumah yang ia miliki.

"Ada siapa di sana?" Tanya anzel.

"Cuma ada mbak lastri, Tukang bersih bersih." Jawab angel.

"Kamu enggak punya bodyguard? Gimana nanti kalau ada yang menyerang kita?!" Panik anzel.

"Ada aku anzel! Aku ini kuat dan pintar berkelahi." Angel menenang kan suami nya yang sangat parno.

"Ck! Pokok nya habis lihat terus pulang ya." Kesal anzel.

Hanya bisa mengangguk pasrah angel jika tidak ingin beruang hibernasi nya ngambek, Yang penting anzel sudah mau keluar rumah.

Karena angel bertekad akan menghilang kan rasa trauma sang suami, Agar anzel bisa merasa kan hidup bebas seperti orang pada umum nya.

"Nahh kita sudah sampai." Ujar angel ketika memasuki gerbang rumah nya.

"Apaan sih kamu? Masa pagar nya cuma kayak gitu." Anzel menatap dari dalam mobil saja.

"Lihat ada pistol di pinggang ku, Ada juga pisau di sini. Apa yang membuat mu takut nzel." Rayu angel agar suami nya mau turun.

Hampir sepuluh menit anzel berpikir di dalam mobil, Pada akhir nya ia pun turun meski menggandeng erat tangan istri nya.

"Nih kan enak punya rumah dengan suasana hutan begini." Ujar angel.

"Enak apa nya?! Ini mah sarang nya psychopat." Rutuk anzel.

"Kamu tuh kebanyakan nonton film, Jadi gini nih." Ejek angel.

"Waah kamu punya kuda ngel?!" Anzel menatap takjub pada kuda putih.

"Punya dong." Bangga angel.

"Kesana yuk, Aku mau lihat kuda." Ajak anzel bersemangat.

Angel tersenyum senang karena anzel kini bersemangat, Seolah lupa dengan rasa takut nya.

Namun satu jam kemudian angel merengut masam, Bisa bisa nya anzel memasukan kuda kedalam rumah nya yang bagus.

"Jangan cemberut gitu dong, Aku jadi enggak enak nih." Anzel menunduk.

"Ya masa kuda nya di masukin kesini nzel! Kan bisa di luar saja." Protes angel.

"Lebih aman kalau di dalam! Gimana nanti pas aku lagi lihat kuda tiba tiba datang penculik?!" Anzel bertanya serius.

Jauh di dalam hati angel ia merasa miris dan sedih dengan mental nya anzel, Pria ini hidup nya selalu dalam ketakutan yang amat besar selama sembilan belas tahun.

Kejadian yang menimpa nya ketika berumur tujuh tahun, Semejak itu pula anzel berubah menjadi manja dan penuh ketakutan. Sama sekali tidak pernah meninggal kan rumah!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!