Eps2

Seperti biasa angel sesudah makan pun mendatangi jasson keruang kerja nya, Mereka membahas masalah pekerjaan.

Sedang kan kini anzel sedang nonton idol korea favorit nya, Sang mommy pun datang mendekati nya.

"Mau camilan enggak nzel?" Tawar bianca pada sang putra.

"Nanti lah mom." Jawab anzel cuek.

Pada siapa pun pria ini memang sangat cuek, Apa lagi pada adik kembar nya yang kini telah pindah ikut juno sang suami.

"Kamu tuh jangan jutek banget lah nzel sama angela." Nasihat bianca.

"Enggak! Anzel biasa aja kok." Elak anzel.

"Dia itu baik loh nzel, Cocok kalau jadi menantu." Bianca berucap sambil melirik putra nya.

"Apa sih mom? Jangan ngayal yang bukan bukan lah, Tidak ada yang mau menikah dengan ku." Ketus anzel mulai sengit.

Anzel tidak percaya diri sejak remaja, Ia beranggapan tidak ada mungkin ada wanita yang mau pada pria seperti nya.

"Kok gitu ngomong nya, Semua mahluk hidup itu pasti punya jodoh sayang." Ujar bianca.

"Udah mom jangan bahas itu." Anzel memeluk mommy nya.

Bianca mengelus kepala sang anak yang berbaring di pangkuan nya, Dunia luar dan juga orang luar sangat anzel benci.

"Mau kemana ngel? Enggak nginap di sini." Tanya bianca ketika melihat angel keluar dari ruang kerja jasson.

"Enggak mom, Lain kali saja." Jawab angel.

"Terus mau tidur di mana sayang?" Tanya bianca lagi.

"Rencana mau kemansion ayah big." Sahut angel mendekat.

Tentu saja angel mendekat hanya untuk mengamati wajah anzel yang tampan, Apa lagi pria pujaan nya telah terlelap.

"Ganteng ya anak mommy?" Goda bianca.

"Eehh iya mom." Angguk angel gugup dan malu.

"Kamu hati hati ya di jalan, Jangan keluyuran terus." Ujar bianca.

Angel mencium tangan bianca dan berjalan meninggal kan mansion, Pandangan bianca sangat kagum dan juga bangga pada putri angkat nya.

"Sayang!"

"Iya sayang." Bianca menoleh.

"Ada yang mau daddy bicara kan sekarang." Ajak jasson.

"Bicara lah dad." Ujar bianca.

"Enggak! Ayo keruangan daddy." Jasson mengajak istri nya.

Melihat ada hal serius yang akan di bicarakan suami nya, Bianca perlahan menaruh kepala anzel kebantal.

Mereka berdua pun masuk kedalam ruang kerja jasson yang sangat mewah, Bianca duduk di samping suami nya.

"Ada apa dad?" Tanya bianca.

"Daddy ingin bertanya tentang pandangan mu terhadapa angela." Jawab jasson.

"Angela anak yang baik dan juga penurut, Terlebih lagi dia sangat pintar dalam hal apa pun." Ujar bianca.

"Apa dia baik juga untuk anzel?!" Tanya jasson tiba tiba.

Bianca cepat menoleh karena terkejut dengan pertanyaan suami nya, Walau jujur saja ia suka jika angel sampai menjadi menantu nya.

"Sejak kecil angel merasa berutang budi pada anzel karena di selamat kan atas penculikan itu, Namun perlahan dengan berkembang nya usia. Rasa hutang budi itu berubah jadi cinta." Jelas jasson.

"Jadi daddy ingin menikah kan mereka berdua? Itu atas inisiatif daddy atau permintaan angela?" Selidik bianca menatap suami nya.

"Mana mungkin dia berani meminta seperti itu! Daddy tadi cuma bertanya tentang perasaan nya pada anzel." Sahut jasson.

"Mommy seneng banget kalau angel bisa jadi menantu, Tapi alangkah baik nya kita runding dulu sama anzel." Saran bianca.

"Hanya dia yang mau dan tulus pada putra kita sayang, Meski ada wanita lain yang mau menikah dengan anzel. Mungkin saja dia hanya ingin harta." Ujar jasson.

"Iya dad, Aku juga berpikir demikian." Angguk bianca setuju.

"Biar daddy saja yang bicara duluan sama anzel." Ucap jasson berdiri.

Bianca mengangguk sambil tersenyum, Jasson keluar dari ruangan nya dan mendatangi anzel di ruang nonton.

...****************...

Anzel melirik mommy nya yang kini juga ikut datang, Tadi ia sudah di ajak bicara oleh sanga daddy.

"Lagi ngapain sayang?" Sapa bianca tersenyum lebar.

"Mommy kalau senyum gitu pasti ada mau nya." Ujar anzel.

"Waah kamu memang anak nya mommy." Jawab bianca sedikit malu.

"Udah langsung saja, Mommy mau apa?" Tanya anzel.

"Emmm gini sayang, Usia kamu kan sekarang udah dua puluh enam..

"Usia anzel udah dua puluh enam dan sudah sewajar nya menikah! Dan lebih bagus jika anzel menikah sama angel." Sambar anzel cepat.

Bianca gugup untuk tersenyum, Sifat judes putra nya langsung keluar. Mungkin saja tadi pembahasan dengan jasson membuat anzel sedikit naik darah.

"Angel kan gadis baik sayang, Dia juga udah kenal baik sama kamu sejak kecil." Ujar bianca.

"Justru karena dia gadis yang baik, Maka sudah sepatut nya angel mendapat kan suami yang baik juga." Jawab anzel pula.

"Loh kan kamu juga baik sayang, Siapa yang bilang kamu tidak baik?!" Tanya bianca mengelus pundak putra nya.

"Kenapa mommy masih bertanya?! Tidak bisa kah mommy lihat sendiri." Sinis anzel.

"Anzel! Tidak ada yang salah dalam diri kamu." Nasihat bianca.

"Mommy! Aku ini cowok namun lembek dan penakut seperti bencong, Aku juga kuper dan tidak tahu dunia luar! Tidak ada gadis yang tulus padaku." Teriak anzel.

"Eemm iya sayang, Maaf kan mommy ya." Bujuk bianca tidak mau jika anzel kumat ngamuk nya.

Memang anzel sangat tidak stabil jika emosi sudah menguasi jiwa nya, Ia akan melempar sambil berteriak kencang pada orang tersebut.

Bianca segera keluar dari kamar putra nya, Mungkin saja sekarang waktu nya tidak tepat untuk membahas masalah itu.

******

Big yang baru selesai mandi dan siap dengan stelan kantor nya jadi kaget karena rumah nya kedatangan tamu, Apa lagi tamu nya sepasang suami istri.

"Kapan kalian datang kak?" Tegur big duduk di sofa.

"Baru saja, Kau mau ngantor?" Tanya bianca balik.

"Pasti nya." Angguk big.

"Angel masih di sini big?" Tanya jasson menatap sekeliling.

"Udah pergi dia, Kata nya mau liburan sebentar." Ujar big.

"Bagus lah jika dia sudah pergi." Gumam jasson.

"Apa maksud mu kak?" Tanya big heran.

Jasson berdehem sebentar untuk mengatakan sesuatu pada big, Biar bagai mana pun ia merasa big juga harus berpendapat sebagai ayah angkat nya angel.

"Menurut mu bagai mana jika anzel dan angel menikah?" Tanya jasson.

"Menikah?! Emang mereka mau." Tanya big.

"Kalau angel kamu tahu sendiri lah dari dulu dia mencintai anzel." Jawab bianca.

"Iya sih! Bahkan dari bocil dia tergila gila pada anzel." Angguk big.

"Aku yakin jika angel bisa menjaga anzel dan juga mencintai dengan tulus." Ucap jasson.

"Anzel nya bagai mana?" Tanya big.

"Ini dia masalah nya big! Anzel tidak percaya diri dan merasa akan jadi beban nya angel." Cerita bianca.

Mereka terdiam mengingat anzel yang sangat keras kepala, Wajar saja ia merasa tidak percaya diri.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Nah kalo gitu kamu emang cocok sama Angel..Karena sifat mu terbalik dengan Angel..😁

2025-03-19

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Waahh jangan2 Anzel mau di Jodohin sama Angel..👏👏👏👍👍😄😄😄

2025-03-19

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Nah kan..jiaahaaa 💃💃💃💃💃

2025-03-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!