Eps5

Angel dan anzel duduk berdampingan di sofa, Kini mereka tengah di sidang oleh para orang tua karena mereka tidur bersama dalam keadaan bugil.

"Bisa saja cuma tidur bareng kan mom! Toh angel mana mungkin memperkosa." Ujar angela.

"Jadi kamu pikir aku yang memperkosa!" Sengit anzel.

"Diem deh kamu! Bukan nya bantuin malah sibuk terus." Sentak angel.

"Mommy! Lihat dia membentak ku." Adu anzel manja.

Dalam mansion ini sama sekali tidak ada yang boleh membentak anzel, Bisa ngambek satu abad jika itu sampai terjadi.

"Pokok nya kalian harus menikah! Karena kalian udah tidur bareng." Tegas jasson.

"Menikah?!" Kaget anzel dan angel.

Hati angel bersorak girang karena bisa menikah dengan pria yang sangat ia cintai, Beda hal nya dengan anzel yang tampak syok.

"Aku tidak mau mom! Masa dari IU jadi jatuh keondel ondel gini." Celetuk anzel.

"Jahat banget sih kamu!" Ujar angel melengos kesal.

"Pokok nya menikah! Kamu sebagai laki laki harus punya tanggung jawab." Paksa jasson.

"Kan dia yang memperkosa aku dad." Ucap anzel.

"Maka nya aku mau tanggung jawab." Sahut angela.

"Emang kamu bisa tanggung jawab sama aku?" Tanya anzel.

"Tanggung jawab gimana nih?!" Angel bingung.

"Ya kamu harus bisa ngurus aku, Jagain aku dan juga memberi semua kenyamanan buat aku." Ujar anzel tanpa beban.

"Emang tidak kebalik ya? Kan harus nya yang begitu kamu." Ujar angel.

"Ya udah kalau tidak mau, Biar saja kamu hamil tidak punya suami." Ujar anzel tidak peduli.

Angel bergidik membayang kan hamil tidak punya suami, Apa lagi ini juga kesempatan nya untuk bisa hidup bersama anzel.

"Enggak masalah kalau gitu, Kan aku juga bayaran nya besar." Angguk angel setuju.

"Dan kamu juga harus paham kalau aku tidak akan kerja apa lagi sampai keluar rumah untuk mencari uang." Peringat anzel.

"Cih! Suami macam apa itu." Cibir big.

"Hei uncle! Suami macam apa juga kamu yang meninggal kan istri nya saat hamil." Sindir anzel.

"Sudah, Sudah! Yang perlu kita bahas itu masalah kalian berdua." Jasson menengahi perdebatan.

"Anzel sih oke saja kalau cuma ganti status jadi suami, Toh angel juga yang memperkosa ku." Ujar anzel.

Meski kesal karena di tuduh sebagai pemerkosa, Angel hanya diam karena dia juga senang akhir nya bisa menikah dengan anzel.

"Sebulan lagi kalian akan menikah, Daddy yang akan mengurus semua nya." Ucap jasson.

"Kalian cukup tenang dan laksana kan saja pernikahan ini, Jangan membuat ulah. Terutama kamu anzel!" Peringat bianca.

"Iya."

"Aku sebagai pihak dari perempuan, Anak ku juga harus di lamar." Pinta big.

"Ayah apaan sih!" Cegah angel.

"Kamu kan gadis angel, Tentu saja wajar jika ayah minta kamu di lamar." Sahut big.

"Pokok nya semua aman saja, Tiga hari lagi kami akan datang melamar angel." Ujar jasson bersemangat.

"Kenapa daddy dan mommy sangat bersemangat?!" Tanya anzel menatap tajam orang tua nya.

"Ya kan kamu mau nikah! Tentu saja kami senang sayang." Bianca memberi alasan.

"Tapi anzel menikah karena di perkosa mom!" Rengek anzel.

"Lihat pria idaman mu!" Bisik big pada putri nya.

Angel mencubit tangan ayah nya agar diam, Biar pun sikap anzel yang manja dan kekanakan. Namun tidak merubah rasa cinta angela.

...****************...

Setelah di lamar oleh keluarga de lamozada, Hari ini mereka pergi untuk figthing baju pengantin.

"Kamu tuh enggak pantes pakai baju pengantin, Pantes nya pakai sarung saja." Ledek anzel dari layar ponsel saat melakukan video call.

"Anzel jangan gitu dong." Cegah bianca.

"Dasar kamu tuh! Udah enggak menemani aku, Malah ngejek pula." Rutuk angel.

"Kamu kan tau aku tidak suka keluar!" Anzel menaik kan nada bicara nya.

"Oh iya aku lupa, Maafin aku ya." Angel cepat minta maaf karena itu cara ampuh.

"Ya udah aku maafin."

Bianca tersenyum mendengar kan perdebatan mereka berdua, Dalam hati ia berharap jika kedua anak nya bisa bahagia hingga tua.

"Jadi udah yakin yang ini?" Tanya bianca.

"Iya mom, Enggak terlalu ribet gaun yang ini." Angguk angela.

"Oke."

Akhir nya mereka pun selesai dari butik, Tak lupa bianca mengajak calon mantu nya makan siang terlebih dahulu.

"Angel, Mommy boleh kasih saran enggak sayang?" Tanya bianca pelan.

"Boleh mom, Ada apa." Tanya angel.

"Mommy tahu pekerjaan kamu itu resiko nya tinggi bahkan nyawa adalah taruhan nya, Bisa enggak selama menjelang pernikahan ini. Kamu jangan ambil pekerjaan dulu." Pinta bianca.

"Kalau yang lain sih bisa saja aku tolak mom, Tapi kalau dari daddy yang susah." Jawab angel.

"Kalau masalah daddy kan mommy bisa ngomong sayang." Ujar bianca.

"Ya tidak masalah sih, Aku malah senang kalau bisa ada cuti dulu." Sahut angel.

"Aduh bocah ini, Masa bunuh orang ada cuti nya." Batin bianca.

Bukan nya bianca tidak pernah melarang angel untuk terjun kedunia hitam sebagai pembunuh bayaran, Namun angel beralasan jika ia hanya membunuh penjahat saja.

"Ayo makan dulu." Ajak bianca ketika pesanan mereka tiba.

"Waah ini buat lemak semua, Angel harus diet besok." Ujar angel tersenyum.

"Ngapain diet, Nanti malah kayak tengkorak." Cegah bianca.

"Aku enggak gemuk apa mom?" Tanya angel mengunyah makanan.

"Enggak."

"Kalau gemuk tuh susah gerak nya mom, Apa lagi jika harus lewat jalan pintas." Ujar angela pelan.

"Iya sayang." Angguk bianca.

Bianca tidak ingin secara langsung menyuruh calon mantu nya berhenti, Ia berharap suatu hari nanti angel akan insaf.

Sampai lah mereka sudah di mansion de lamozada, Angel membawa kan tas belanjaan mommy nya masuk kedalam.

"Kurus kecil begitu tapi dia sangat kuat." Ujar bianca.

"Apa mom?"

"Enggak! Tuh bodyguard otot nya besar banget." Kilah bianca.

Angel tersenyum dan masuk kedalam, Usai meletak kan belanjaan ia ingin masuk kedalam kamar nya yang memang telah ada sejak dulu.

"Astaga!"

"Ngapain kamu kaget gitu? Kayak lihat setan saja!" Rutuk anzel yang berbaring di ranjang.

"Iihh gemes banget sih dia." Batin angel ingin menguyel uyel calon suami nya.

"Duduk sini." Suruh anzel.

Angel pun nurut saja duduk di tepi ranjang sambil menatap anzel, Ingin raza nya ia menubruk anzel.

"Astaga mesum nya aku." Rutuk angel pada diri nya sendiri.

"Emang kamu mesum kok!" Cibir anzel.

"Apaan sih!"

"Aku orang keberapa yang kamu perkosa?" Selidik anzel.

"Hah?! Kamu pikir aku apaan." Angel merasa terhina.

"Ya kan kita mau nikah, Jadi aku haru tahu dong. Nanti gima kalau pas kita nikah, Ada cowok yang minta tanggung jawab kamu juga." Ucap anzel.

Angel menggigiti tiang ranjang sangking geram nya dengan ucapan anzel, Jika saja tidak di tahan. Sudah habis di hajar nya si anzel.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!