Anzel membuka mata dengan perlahan karena merasa lelah tidur terlalu lama, Namun baru pukul satu malam sekarang.
"Apa dia ada pekerjaan?" Batin anzel ketika di samping nya kosong.
Mata anzel mengedar mencari sosok istri nya, Di sofa sana terlihat angel bergelung dengan selimut tebal nya.
"Angel! Bangun ngel."
Angel yang di bangun pun terbangun spontan, Kini anzel sudah berdiri di hadapan nya sambil menatap tajam.
"Kamu ilfiel sama aku ya karena tadi aku jadi pengecut?!" Tuduh anzel.
"Enggak nzel." Menggeleng pelan angel.
"Bohong! Tuh bukti nya kamu tidur di sini." Seru anzel.
"Bukan gitu, Aku cuma enggak mau kamu terganggu." Jelas angel dengan suara serak.
"Alasan saja kamu! Bilang saja kamu jadi males atau jijik sama aku." Sinis anzel.
Di antara rasa ngantuk dan juga mulai dongkol, Angel masih berusaha sabar menghadapi suami manja nya.
Padahal angela baru saja bisa memejam kan mata, Sejak tadi ia begadang karena mencemas kan anzel.
"Ternyata kamu juga enggak tulus sama aku." Desis anzel sedih.
"Enggak gitu nzel!"
Dengan cepat angel menarik tangan anzel yang akan pergi, Bisa salah paham jika di biar kan. Seketika rasa ngantuk angel menguar entah kemana.
"Dengerin ya aku ngomong." Pinta angel.
"Lima menit waktu kamu." Anzel melipat tangan nya di dada.
"Aku takut kalau tidur di ranjang kamu tambah marah, Secara kan tadi kamu ketakutan karena aku yang ngajak keluar." Ucap angela.
"Aku enggak sejahat itu ya ngel sampai gak ngebolehin kamu tidur di ranjang." Kesal anzel.
"Iya aku tau kamu baik kok." Angel tersenyum.
"Tapi banyak yang jahat sama aku." Anzel menunduk sedih.
"Jangan di pikirin yang lain, Ada aku yang akan selalu baik dan melindungi kamu." Hibur angel.
"Seharus nya aku yang melindungi kamu, Tapi malah jadi terbalik." Sesal anzel.
"Enggak masalah dong, Aku kan wanita kuat." Gurau angel.
Anzel tersenyum manis mendengar ucapan istri nya, Perlahan anzel menarik istri nya naik keranjang dan mengajak tidur.
"Aduuh aku merinding gini." Lirih angel ketika nafas anzel menerpa leher nya.
"Apa?"
"Enggak!" Angel menggeleng cepat.
"Kita kayak suami istri beneran ya ngel." Ujar anzel tersenyum lucu.
"Lah kan kita memang beneran nikah." Jawab angel.
"Kamu ada enggak niat pengen gituan?" Tanya anzel tiba tiba.
Angel yang di tanya pun jadi gelagapan malu, Jujur saja ia terkadang bernasfu pada suami nya ini.
"Kalau kamu?"
"Pengen kadang, Tapi lebih baik nunggu dulu deh." Jawab anzel.
"Kata daddy kan malam itu kita begituan, Gimana kalau aku hamil?!" Tanya angel baru teringat.
Sontak anzel kembali duduk karena baru ingat juga, Di pandangi nya perut angel yang rata.
"Eeh mau ngapain?!" Teriak angel kaget.
"Mau coba dengerin, Apa bener ada baby nya di dalam." Jawab anzel.
"Issh! Kalau pun ada ya belum bisa di dengar dong nzel." Rutuk angel.
"Diem kamu, Baring saja biar aku yang periksa." Kekeh anzel menyingkap baju angela.
Di tempel kan nya telinga keperut angel yang tampak putih mulus, Nafas angel naik turun tidak karuan karena merasa canggung.
"Nih bocah bikin gue nafsu aja sih." Batin angel kelabakan.
"Enggak dengar apa apa." Lirih anzel mengelus elus perut angel.
"Mana mungkin ada." Jawab angel bergetar.
Tanpa sengaja anzel menyentuh bagian intim istri nya, Reflek anzel mengangkat tangan nya menjauh.
"Hmmmkk."
Suara anzel lenyap tertelan ciuman istri nya, Angel tidak kuasa menahan hasrat ingin menyentuh anzel.
Anzel yang semula berontak karena kaget sekarang diam saja menikmati ciuman angel, Bibir yang merah bagai kan di poles lipstik habis di ***** angel.
"Terima kasih."
"Eeh!"
Usai mencium suami nya, Angel mengucap kan terima kasih dan langsung masuk selimut menutupi semua tubuh nya.
"Buka ngel!"
"Enggak mau, Aku mau tidur." Angel memegang erat selimut.
"Kamu curang ikh, Masa habis cium aku langsung tidur." Rutuk anzel.
"Udah sana kamu tidur juga." Suruh angel.
Anzel pun berbaring sambil menggerutu, Ia masuk selimut dan mengalung kan tangan di pinggang angela.
...****************...
Hari ini mansion de lamozada cukup ramai karena kedatangan tamu sahabat lama nya jasson, Mereka datang sekeluarga.
"Hai anzel, Lama kita tidak bertemu." Sapa debora.
"Hmmm."
Seperti biasa si beruang hanya berdehem jika di sapa, Untung saja ia mau keluar dari sarang nya.
"Maaf ya aku tidak bisa datang kemarin pesta nya anzel." Ujar lidiya.
"Enggak pa pa lid, Nama nya juga lagi sibuk." Sahut bianca.
"Padahal aku berharap anzel bisa bersama debora." Sesal lidiya.
"Issh siapa juga yang mau sama dia." Cetus anzel.
"Anzel!"
Bianca menegur putra nya yang berucap sinis, Lidiya hanya tersenyum walau dalam hati nya dongkol.
"Mana sih angela kok enggak turun?" Tanya lidiya.
"Mungkin dia kelelahan." Sahut bianca.
"Kamu tuh jangan terlalu memanjakan menantu bi, Nanti ngelunjak." Ujar lidiya.
"Enggak lah, Dari kecil dia aku manjain kok. Toh angel tetap mandiri." Bela bianca.
Anzel mulai tidak nyaman dengan sahabat mommy nya ini, Ia pun pergi ruang keluarga saja.
"Kamu ngapain sih ngikutin aku?!" Kesal anzel.
"Aku juga bosan sendirian di sana nzel." Ujar debora.
"Cocok tu kamu sama aunty lidiya, Sama sama cerewet." Sinis anzel.
"Jangan gitu dong, Kita kan udah temenan dari kecil." Ujar debora.
Dengan tidak tahu malu nya debora duduk di samping anzel yang merengut masam, Sedang kan debora malah mengambil camilan.
"Enak loh ini, Enggak mau kamu nzel?" Tanya debora mengangsur kan.
"Mau lah, Kan emang punya aku." Ketus anzel.
"Hehehe, Nih aku suapi biar tangan kamu tidak kotor." Debora memasukan camilan dengan paksa.
"Apa sih kami deb!"
"Kok kamu jahat banget sih sama aku nzel." Debora menunduk sedih.
"Bukan gitu! Aku takut nanti angel marah karena aku deket sama kamu." Jelas anzel yang tidak bisa melihat wanita menangis.
"Hiks, Hiks."
Debora menangis mengelap air mata nya, Ia ingin mendapat kan simpati dari anzel bagai mana pun cara nya.
"Udah jangan nangis." Hibur anzel memegang pundak debora.
"Jangan galak lagi ya sama aku." Pinta debora.
"Iya."
Tidak anzel sadari jika sepasang mata menatap membara, Apa lagi tangan anzel masih bertengger di pundak debora.
"Dasar betina gatal!"
Buuak, Braak.
"Angela....
Tanpa basa basi untuk bertanya, Angel menendang debora hingga terjengkang kebelakang.
"Ngapain kamu sama dia?!" Teriak angel pada suami nya.
"Jangan main tendang gitu dong ngel, Ngeri tauk." Anzel bergidik melihat keganasan angel.
"Ada apa ini?!"
Lidiya dan bianca datang karena mendengar keributan dari ruang keluarga, Apa lagi setelah melihat putri nya terkapar kesakitan. Amarah lidiya langsung mencuat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments