Tiba di mansion vegas, Angel keluar dari mobil sambil menahan rasa sakit di perut nya akibat luka tembakan.
Jelas luka ini masalah serius, Karena baru kali ini angel merasa lemas dan pandangan nya buram.
"Ada perlu apa nona?" Tanya bodyguard yang berjaga karena belum mengenal angel.
"Panggil kan vegas kemari." Pinta angel.
"Katakan saja ada perlu apa, Nanti kami yang akan menyampai kan." Bodyguard ternyata tidak percaya pada angel.
"Ck! Katakan pada vegas kalau angel datang membawa uang nya." Kesal angel.
Bodyguard tadi pun langsung masuk untuk menyapai kan pesan pada tuan nya, Sementara angel menunggu dengan keadaan yang semakin parah.
"Sial! Seperti nya aku harus kerumah sakit." Rutuk angel menekan luka nya.
Tak lama vegas keluar dengan di iringi bodyguard yang tadi, Tampak jika vegas baru bangun tidur. Wajar saja karena sekarang sudah lewat tengah malam.
"Uang mu di mobil, Berikan bayaran ku sekkarang." Pinta angel lemas.
"Wah kau memang hebat." Puji vegas ketika sudah melihat uang nya dan bukti rigent mati.
"Heh baru tau kau." Ujar angel.
Vegas mengambil beberapa gepok dan menghitung nya dengan cepat, Satu miliyar bayaran untuk angel akan di berikan.
"Ternyata itu guna tas mu." Lirih vegas ketika angel memasukan uang kedalam ransel.
"Aku selalu meminta cash." Sahut angel pelan.
"Kau bau darah ngel! Apa kau terluka?" Tanya vegas mendekat.
"Nama nya pembunuh ya pasti bau darah lah, Kalau bau shampo ya kerja di salon." Ujar angel.
"Tapi kau terluka! Lihat darah mu." Panik vegas.
"Tidak masalah, Hanya luka kecil saja kok." Angel melambai kan tangan.
"Sungguh?! Kau tidak ingin ku antar saja." Vegas menawar kan diri.
"Tidak."
Angel melangkah cepat untuk pergi naik motot nya, Tapi tinggal beberapa langkah ia hilang keseimbangan.
Bruk.
"Angela!"
Vegas berlari menghampiri angel yang jatuh pingsan, Sekuat apa pun angel menahan sakit nya. Akhir nya gadis ini tumbang juga.
"Cepat bawa dia kerumah sakit." Perintah vegas.
"Baik tuan."
"Haiss, Aku harus ikut juga." Vegas pun masuk mobil.
Tiga puluh menit perjalanan kerumah sakit xxx milik bianca, Kini angel langsung masuk ruang operasi untuk mengeluar kan peluru yang bersarang di perut nya.
"Hallo grandapa."
"Hallo, Ada apa vegas kau menelfon ku semalam ini." Sahut jasson dari seberang telefon.
"Angel sekarang di rumah sakit, Dia terkena tembakan grandpa." Beritahu vegas.
"Shiit! Kenapa anak ini bisa terluka." Jasson panik dan langsung bangun.
"Aku menunggu nya selesai operasi sekarang." Ujar vegas.
"Di rumah sakit mana?!"
"Rumah sakit xxx milik grandma." Jawab vegas.
Sambungan telefon terputus seketika, Jasson yang sudah tidur itu pun segera meembangun kan istri nya untuk memberi kabar buruk ini.
"Ada apa dad?" Tanya bianca dengan suara serak.
"Kita kerumah sakit kamu sekarang." Ajak jasson menarik bianca.
"Siapa yang sakit dad?!"
"Angel sekarang sedang operasi, Ayo ajak anzel juga." Sahut jasson.
"Tidak mungkin dia mau, Biar tunggu kabar saja dia." Ucap bianca.
Jasson baru ingat jika putra nya tidak akan mau keluar dari mansion, Apa lagi tujuan nya adalah rumah sakit yang pasti banyak orang.
"Kalian mau kemana?" Tanya anzel melihat orang tua nya terburu buru.
"Kamu tidur sini sayang? Kenapa tidak di kamar." Tanya bianca.
"Nungguin angel pulang mom, Kok dia belum pulang juga ya." Ujar anzel.
"Angel terluka sayang, Kami mau kerumah sakit menemani dia! Kamu tunggu saja di rumah." Sahut jasson.
Anzel hanya bisa mengangguk kan kepala walau pun ia sangat kaget mendengar istri nya terluka, Tadi ia sudah mendapat firasat yang tidak enak.
...****************...
Pukul sembilan pagi angel terbangun, Ia menatap tembok yang berwarna putih dan penuh dengan aroma obat.
"Sial! Aku malah nginap di rumah sakit." Rutuk angel mencoba duduk.
"Jangan sayang! Nanti luka kamu robek lagi." Cegah bianca.
"Aku di operasi ya mom?" Tanya angel pelan.
"Iya! Kamu terluka tadi malam dan vegas yang bawa kamu kesini." Cerita bianca.
"Mom ransel ku mana?!" Angel kaget karena takut uang nya hilang.
"Dasar kamu ya! Baru juga sadar malah sudah mikirin uang." Omel bianca menyentil telinga menantu nya.
Angel nyengir karena malu, Hanya bianca yang ada di sana menemani nya. Jujur saja angel berharap ada sosok suami yang datang kemari.
"Sarapan dulu ya." Ujar bianca.
"Mommy sendirian dari kapan?" Tanya angel.
"Baru saja daddy pulang untuk ngurusin uang kamu, Mommy enggak sendiri kok ngel." Ucap bianca.
"Iissh tidak enak makanan nya." Keluh angel yang hanya makan bubur.
"Nama nya juga orang sakit, Makanan nya mana ada yang enak." Bianca kembali menyuap kan bubur.
"Anzel tau ya mom kalau aku di sini?" Tanya angel.
"Tau lah sayang, Tapi kamu ya harap maklum. Tidak mungkin kan tuh anak mau datang kesini." Ujar bianca.
Angel mengangguk kan kepala walau sejujur nya mengharap kan kehadiran sang suami, Untung saja mertua angel sangat baik.
Ceklek.
"Loh kok cepat banget datang nya dad?" Tanya bianca menoleh.
Baik bianca atau pun angela, Mereka melongo melihat sang putra mahkota mau datang walau pun kepala nya di tutupi oleh jaket hitam dan bodyguard lima orang menuntun nya berjalan.
"Anzel!"
"Waah luar biasa anak nya mommy!" Girang bianca.
"Tuan muda yang memaksa ingin kemari nyonya." Ujar bodyguard.
"Tidak masalah, Mommy seneng anzel mau datang." Sahut bianca.
"Anzel tuh khawatir sama angel mom, Jadi terpaksa keluar mansion." Jawab anzel.
Angel yang mendengar ucapan suami nya pun tersenyum senang, Berarti anzel sangat menyayangi nya sehingga sampai mau keluar rumah.
"Mana yang sakit ngel?" Tanya anzel mendekati.
"Ini, Aku di tembak nzel." Adu angel bergaya manja.
"Maka nya kamu tuh enggak usah kerja kayak gitu lagi, Kan bisa kerja yang lain." Rutuk anzel.
Tidak ada jawaban dari angela mendengar sang suami menyuruh nya berhenti, Karena jujur saja angel merasa senang bisa membunuh orang orang biadap itu.
"Sini biar anzel saja yang menyuapi mom, Mommy istirahat lah." Anzel mengambil mangkuk bubur.
"Ya udah kalau gitu mommy mau kekantin ya, Mau sarapan nih." Ujar bianca.
"Asiik di suapin ayang." Batin angela girang bukan main.
Dengan telaten anzel menyuapi makan untuk istri nya, Angel semakin cinta pada pri ini setelah melihat keberanian anzel meninggal kan mansion hanya demi diri nya yang sedang sakit.
"Pinter, Makan nya sudah habis." Sorak anzel.
"Minum dong." Pinta angela.
"Air putih atau yang lain." Tawar anzel.
"Wine kalau ada." Gurau angel.
Tatapan mata anzel langsung tajam mendengar jawaban sang istri, Angel tertawa karena berhasil menggoda sang suami.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments