Eps3

Halaman belakang dan juga danau yang berair jernih, Hanya itu tempat yang sering anzel kunjungi. Sejak tragedi penculikan itu, Anzel sama sekali tidak pernah keluar dari mansion megah nya.

Bermain gitar dan juga menyanyi sudah bisa membuat hati anzel terhibur, Walau kadang sesekali ia juga merasa kan yang nama nya bosan.

"Main yuk nzel." Ajak angel yang tiba tiba datang.

"Ngapain kesini?" Tanya anzel cuek.

"Lagi bosen aku, Enggak ada kerjaan." Sahut angel.

Hening, Anzel tidak ada membuka percakapan lagi. Selain bermulut pedas, Pria ini juga sangat pendiam.

"Nikah yok nzel!" Ajak angela tanpa basa basi.

"Kamu kena tembak kan di pundak, Kenapa otak mu juga terkena masalah." Heran anzel.

"Masalah apaan! Aku serius ngajak kamu nikah." Jawab angel.

"Kamu di suruh daddy sama mommy ngajak aku nikah?!" Tanya anzel menatap tajam.

"Mereka dari dulu nyuruh aku nikah, Walau pun bukan sama kamu." Jawab angel.

"Maka cari lah yang lain." Ujar anzel cuek.

"Aku mau nya sama kamu kok." Kekeh angel.

"Apa yang kamu mau dari aku?! Jangan ngaco kamu ngel!" Gertak anzel namun terlihat lucu di mata angela.

"Enggak ada yang aku mau dari kamu! Karena aku mau nya kamu, Bukan apa apa nya." Jawab angel.

"Jadi kamu mau punya suami yang makan tidur tanpa bekerja?" Pancing anzel.

"Tidak masalah asal kan itu kamu." Angguk angel tanpa ragu.

Anzel tertawa sehingga membuat angel jadi gemas sendiri, Kulit nya yang sangat putih dan juga bibir nya berwarna pink. Membuat angel ingin mencubit nya.

"Otak mu mesum sekali." Anzel menjitak kening angel.

"Apa?!"

"Kau pikir aku tidak tahu kalau kau ingin mencium ku." Ejek anzel.

Angel melengos malu dan juga heran, Bagai mana mungkin pria ini bisa tahu isi kepala nya yang memang sangat mesum jika berhadapan dengan anzel.

"Bagai mana tawaran ku? Ayo lah kita menikah." Paksa angel.

"Tidak tahu malu sekali kau ini angel! Mana ada perempuan memaksa pria menikah jika tidak terdesak karena hamil." Rutuk anzel.

"Maka hamili lah aku." Tantang angel.

"Astaga!"

Anzel memegang aset nya secara spontan mendengar tantangan angel, Sedang kan angel tersenyum tanpa dosa.

"Aku walau pun seperti ini juga punya selera, Bentuk mu saja seperti itu." Cemoh anzel sinis.

"Yah! Memang nya standar mu yang seperti apa?" Sentak angel tersinggung.

"Seperti lalisa gadis korea." Jawab anzel mengingat idola nya.

"Tapi lalila orang thailand." Ujar angela pelan.

"Maka seperti IU." Ujar anzel lagi.

Angel menunduk sedih karena standar pria yang ia cintai sangat tinggi, Bagai mana mungkin pembunuh bayaran seperti nya bisa bersaing dengan IU.

"Kau mau kemana?" Teriak anzel ketika angel pergi.

"Kekorea." Ketus angel.

"Ngapain?!"

"Operasi plastik biar mirip IU." Jawab angel pula.

"Heh bentuk mu saja barangasan begitu, Mana mungkin bisa mirip IU." Ejek anzel berlari.

"Dasar sialan! Bentuk nya saja kalem begitu, Tapi sekali ngomong nyakitin banget." Rutuk angel sendirian.

Dengan langkah lemas angel naik kemotor nya, Kesal dan juga cemburu karena anzel mengagumi wanita lain walau pun hanya di layar televisi.

"Non angel di panggil tuan jasson." Beritahu maid.

"Haissh!"

Mau tak mau angel turun lagi dari motor dan masuk lagi, Saat berpapasan dengan anzel ia membuang muka karena kesal.

...****************...

Jasson menatap putri angkat nya yang masuk dengan wajah kesal, Entah apa yang membuat nya jadi demikian.

"Ada apa dad?" Tanya angel langsung.

"Enggak, Cuma pengen ngobrol sama kamu." Jawab jasson menepuk sofa sebelah nya.

"Angel lagi ada urusan nih." Ujar angel memberi alasan.

"Sebentar saja." Paksa jasson.

Tidak enak jika menolak, Maka angel pun duduk di samping jasson. Dari lantai atas anzel melihat mereka sekilas.

"Kamu udah ajak anzel ngomong tentang nikah?" Tanya jasson agak berbisik.

"Udah, Dia nolak karena angel bukan standar nya dia." Jawab angel jutek.

"Emang standar nya anzel yang kayak gimana?" Tanya jasson penasaran.

"Lalisa atau IU." Jawab angel malas.

"Siapa sih mereka?" Tanya jasson lagi.

"Idol korea."

"Buseet, Tinggi sekali selera anak ku." Gumam jasson tidak percaya.

"Udah deh, Angel males ngomongi itu." Kesal angela.

"Kamu tadi gimana ngomongin masalah nikah nya?" Selidik jasson lagi.

"Ya langsung saja angel ajak dia nikah." Sahut angel.

Jasson menepuk jidat nya karena merasa dua bocah ini sangat rumit, Yang satu tanpa bas basi. Sedang kan yang satu nya standar terlalu tinggi.

"Inti nya dia nolak kamu?!" Tanya jasson memastikan.

"Iya daddy." Angel menangis memeluk jasson.

"Loh kok jadi nangis." Jasson gelagapan bingung.

"Huaaaaa! Angel mau operasi biar mirip IU." Ujar angel sambil menangis.

"Udah jangan nangis dong, Masa pembunuh bayaran nangis karena cowok." Hibur jasson.

"Dia kan cinta pertama ku dad." Isak angel.

"Ingus tuh di elap ngel." Seru jasson.

Srrroot.

"Angela!"

Jasson berdiri menjauh sambil berseru jijik karena angel mengelap ingus dengan kemeja milik nya, Memang tingkah bocah ini sangat random.

"Angel mau pulang saja lah." Ujar angel mengelap air mata.

"Hati hati di jalan." Teriak jasson.

"Iya."

"Haish, Kemeja ku baru beli padahal." Rutuk jasson melepas kemeja nya.

Usai melepas kemeja nya, Jasson kembali duduk sambil memikir kan rencana yang matang untuk anak mereka.

"Shiit!"

Akhir nya hanya umpatan saja yang keluar karena otak jasson tidak mau di ajak bekerja sama, Bingung harus pakai cara apa untuk menyatukan mereka.

Sedang kan menurut nya hanya angel yang bisa menerima kekurangan putra nya, Karena gadis lain belum tentu tulus dalam mencintai anzel.

"Daddy kenapa?" Tanya anzel melintas dengan stelan gym.

"Mau kemana kamu nzel?" Jasson malah bertanya.

"Kalau di tanya tuh di jawab dad! Bukan nya malah balik nanya." Rutuk anzel.

"Ooh ini daddy lagi pusing mikirin kerjaan." Jawab jasson akhir nya.

"Anzel mau olah raga dulu." Pamit anzel.

Meski anzel anak rumahan, Namun ia tetap berolah raga. Tentu nya di rumah juga, Karena jasson membelikan semua alat yang di perlukan untuk gym.

"Haissh, Masa aku di lamar." Anzel menggeleng kan kepala teringat ajakan angel tadi.

"Kenapa anda tuan muda?" Tanya deprian mendekat.

"Mau tau saja kau urusan orang." Ketus anzel.

"Barang kali anda butuh teman untuk bercerita." Ujar deprian yang sudah hapal sifat anzel.

"Aku habis di lamar sama gadis." Ucap anzel pelan.

Deprian langsung menoleh karena mendengar tuan nya di lamar, Apa lagi oleh seorang gadis pula.

"Apa anda menerima nya?" Tanya deprian.

"Kau itu kalau di ajak cerita jangan banyak tanya! Dengar kan saja dulu." Rutuk anzel manyun.

"Aakh iya maaf kan saya."

Deprian baru sadar jika tuan muda nya ini agak lain, Jika bicara dengan nya hanya butuh iya dan iya saja.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

🤣🤣🤣🤣😜😜kocak..

2025-03-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!