Eps8

Matahari menyapa pasangan pengantin baru ini, Jam sudah menunjukan pukul sembilan siang. Namun mereka baru saja mengerjab kan mata.

"Kamu bilang aku mesum nzel! Tapi ternyata kamu juga." Teriak angel kaget dengan pemandangan pagi nya.

"Apa sih kamu? Masih pagi udah teriak teriak aja." Rutuk anzel.

"Kamu ngapain pegang itu?" Tunjuk angel pada tangan suami nya yang memegang aset negara.

"Ini memang kebiasan cowok tau." Jawab anzel menarik tangan nya dari sana.

"Jadi semalaman kamu pegang itu?" Tanya angel merinding.

"Kan hangat." Angguk anzel tanpa dosa.

"Issh! Jorok banget." Angel memiring kan bibir nya jijik.

"Jorok dari mana? Aku cuci bersih ya tadi malam sebelum tidur." Protes anzel.

Angel baru ingat kalau tadi malam anzel memang bilang mau pipis, Bisa saja itu sekalian mencuci bersih sang aset.

Tidak ingin membuat pertengkaran pagi ini, Angel pun bangkit dari ranjang menuju kamar mandi.

"Angel!"

Mendengar panggilan dari suami cute nya, Angel pun menoleh sambil tersenyum manis.

"Ada apa?"

"Aku minta maaf ya karena belum bisa sepenuh nya jadi suami, Aku minta maaf juga karena tidak melakukan itu." Ujar anzel menunduk malu.

"Ngapain minta maaf?!" Angel bingung sendiri.

"Aku merasa tidak becus sama sekali jadi suami untuk kamu." Sahut anzel.

"Duh manis nya." Batin angel gemas.

"Kita kan sudah pernah ahik ahik, Tapi aku dalam keadaan tidak sadar! Saat sadar gini aku belum siap menyerah kan diri untuk kamu." Ujar anzel lagi.

"Agak lain emang suami ku ini, Biasa nya yang ngomong gitu kan istri nya! Kok malah dia." Batin angel lagi.

"Jawab dong ngel! Kamu kok diam aja, Marah ya kamu sama aku?" Desak anzel.

"Enggak! Tunggu saja sampai kamu siap." Jawab angel sekena nya.

"Makasih ya istriku!"

Jantung angel seakan mau loncat keluar ketika anzel menghambur memeluk nya sambil mengucap kan kata istriku, Merah padam wajah gadis ini.

"Ya udah kamu mandi sana." Suruh anzel tersenyum girang.

"Iya..."

******

Saat makan siang mereka baru turun, Karena tadi angel menyusun baju dan juga membuka sebagian kado yang di dapat.

" Waah baru turun pengantin baru." Goda anyelir yang belum pulang.

"Iya dong." Jawab angel sumringah.

"Girang bener, Udah dapat jatah apa?" Tanya anye berbisik.

"Udah! Jatah pelukan tadi pagi." Jawab angel.

"Halah cuma pelukan doang." Cibir anye.

"Ya gak masalah lah! Yang penting dia manis sekali." Ujar angel tersenyum.

Mereka pun makan siang sekeluarga besar, Hanya jasson yang tidak ada karena sudah masuk kantor bersama juno juga.

"Uncle sama aunty nanti punya adek juga enggak?" Tanya seina yang kini sudah besar.

"Punya dong." Angguk anzel cepat.

"Cewek apa cowok?" Tanya seina lagi.

"Lengkap, Ada cewek dan cowok." Ujar anzel membuat angel salah tingkah.

"Kalian mau langsung punya anak kan sayang? Enggak ada niat mau nunda." Tanya bianca.

"Nunda mom! Sampai anzel siap dulu." Angel yang menjawab.

"Kenapa nunggu anzel yang siap dulu? Yang hamil kan kamu." Ujar anyelir.

"Tapi kan aku yang bekerja membuat nya." Jawaban anzel telak.

"Halah cuma maju mundur doang." Ucap anye pula.

"Anyelir!"

"Loh kan bener mom, Apa susah nya coba?" Anye malah bertanya tanpa dosa.

"Susah lah! Kan kita buat anak harus ada perasaan dan juga penuh cinta." Salak anzel cepat.

"Tanpa cinta juga bisa buat anak." Anye tidak mau kalah.

"Ya itu jadi nya seina! Dia kan di buat hanya cinta sebelah tangan." Ujar anzel tanpa filter mulut nya.

"Jahat banget sih kamu sama anak ku?!" Anye mulai naik darah.

"Ya kan benar kalian saat itu cuma cinta sebelah tangan! Ujung ujung pisah kan, Sedang kan aku enggak akan mau pisah atau pun cerai dari angel." Tegas anzel.

Angel tersenyum mendengar ucapan anzel yang sangat gintelman menurut nya, Sedang kan sang kembar kini siap perang.

"Aku cerai itu pilihan yang paling tepat! Bukti nya sekarang aku bahagia." Sentak anye.

"Kenapa kamu marah sama aku?! Omongan aku bener kok." Sengit anzel.

"Kamu tuh coba kalau ngomong di pikir dulu? Dasar mulut ember!" Kesal anyelir.

"Apa kamu bilang?!"

Anzel sudah siap menyerang anye yang berkacak pinggang, Untung saja angel berlari menengahi mereka.

"Padahal mommy mau makan loh sama kalian, Tapi malah ribut!" Bianca membanting sendok nya kesal.

"Anzel kan cuma mengatakan yang sebenar nya mom." Anzel menaik kan nada suara nya.

"Setidak nya di saring nzel!" Teriak anye pula.

"Seina ayo kita makan di luar saja syang." Ajak bianca pada cucu nya.

"Ayo grandma, Mama sama uncle biar leluasa bertarung nya." Ujar seina yang sudah hapal dengan sifat mereka.

"Kalian lanjut saja bertengkar nya, Atau bisa ambil pistol daddy di ruang kerja sana!" Suruh bianca.

"Mommy!"

Bianca yang sudah capek dengan kelakuan si kembar pun hanya melambai kan tangan, Ia pergi membawa cucu nya.

"Udah dong, Ayo kita makan saja." Ajak angel.

"Enggak mau! Aku malas makan sama dia." Anzel pergi masuk kamar.

"Loh kan jadi ngambek." Angel kelabakan melihat mood suami nya.

"Biarin aja dia! Mati kalau tidak makan seharian." Cetus anye.

"Jangan gitu dong nye, Dia kan kakak kamu." Angel mengingat kan.

"Kalau ngomong tuh loh ngel, Enggak mikirin perasaan orang." Kesal anye.

Anye menghempas kan pantat nya kekursi lagi, Kadang ia malas pulang karena anzel kalau ngomong tidak di saring.

"Kamu kan tau dia gimana nye! Jangan di masukin hati lah." Angel berusaha menenang kan anye.

"Aku tuh bisa sakit hati juga ngel, Ngapain ngungkit masalah big zaman dulu." Anye menghujam kan garpu nya menusuk daging.

"Udah jangan marah! Nanti kita jalan yok menghibur diri." Ajak angel.

"Emang boleh kamu keluar sama tuh beruang hibernasi?!" Tanya anye.

"Boleh, Nanti aku coba ngomong." Jawab angel memasukan nasi kemulut nya.

Akhir nya hanya tinggal mereka berdua yang makan siang, Namun usai makan angel membawa satu piring nasi beserta lauk pauk nya.

"Ngapain nyetok nasi dalam kamar?" Heran anye.

"Buat kakak kamu." Sahut angel.

"Dih beruntung banget dia punya istri kayak kamu." Ujar anye.

"Kamu tunggu saja, Nanti kalau udah dapat izin kita langsung pergi." Ujar angel.

Anye mengangguk kan kepala nya, Kini hanya tinggal dia sendirian. Anye pun bermain kebelakang mansion.

Sementara angel membawa nasi nya naik kekamar mereka, Tampak kosong karena anzel entah kemana.

"Kemana dia?" Heran angel menatap sekeliling.

Hingga mata angel menemukan sebuah pintu di ujung kamar, Perlahan angel mendekati nya untuk melihat isi kamar rahasia itu.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Big?? Jadi Suaminya Anyelir itu Big? Bapak angkatnya Angel?? 🤔🤔

2025-03-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!