Eps9

Tampak di kursi anzel sedang menghadap kumputer dengan serius, Angel mendekati dengan perlahan karena penasaran apa yang suami nya sedang kerjakan.

"Makan dulu ya." Ujar angel meletak kan piring.

"Nanti saja." Tolak anzel tanpa menoleh.

"Tadi pagi kamu udah enggak sarapan, Masa makan siang juga enggak." Ucap angel mengambil kursi.

"Suapin!"

Angel mengambil sendok dan mulai menyuapi bayi besar nya, Anzel melirik istri nya yang berhenti tersenyum sejak tadi.

"Kenapa sih?!"

"Aku seneng aja pas kamu bilang kalau kita tidak akan bercerai." Jawab angel.

"Ya ngapain nikah kalau mau cerai." Ucap anzel serius.

Meski kadang anzel sangat manja dan kekanakan, Namun ada juga sisi dewasa nya dari pria manis ini.

"Aku mau keluar belanja ya sama anye." Angel meminta izin.

"Mau beli apa?" Tanya anzel menatap istri nya.

"Belum tau sih, Lihat lihat saja dulu." Sahut angel.

"Sekalian lah belikan aku boxer ya." Pinta anzel.

Angel mengangguk senang karena mendapat kan izin, Kemudian anzel berdiri mengambil sesuatu dari dalam laci meja nya.

"Ambil saja uang di sini." Ujar anzel memberikan kartu salah satu bank.

"Kamu punya?!" Kaget angel melongo.

"Punya lah! Kamu pikir aku miskin banget apa." Rutuk anzel.

"Hehehe."

"Walau pun tidak banyak tapi ada isi nya." Ujar anzel.

"Daddy tiap bulan apa tiap minggu ngasih kamu?" Tanya angel.

"Sembarangan saja! Aku tuh kerja juga walau pun cuma di rumah." Kesal anzel.

"Kerja apaan?"

"Buat aplikasi untuk ponsel, Game lah nama nya." Ujar anzel.

"Wahh! Keren juga suami aku." Kagum angel.

Anzel tersenyum senang karena angel terlihat bangga pada nya, Meski tidak terlalu banyak. Namun anzel bisa menghasil kan uang.

"Jangan belikan apa pun untuk anye! Kalau seina boleh lah." Peringat anzel.

"Iya."

"Ganti baju sana, Jangan yang terbuka." Suruh anzel.

"Siap tuan muda."

Angel pun berlalu dan masuk keruang ganti, Adalan nya hanya celana jeans dan kemeja lengan panjang.

"Aku pergi ya nzel." Pamit angel.

"Cium tangan kalau mau pergi tuh." Anzel keluar dari kamar kerja nya.

"Hehehe."

"Hati hati, Pakai mobil apa motor kamu?"

"Pakai mobil kayak nya, Anye enggak mau kena panas." Jawab angel.

"Lebih aman juga kalau pakai mobil, Jangan malam malam ya pulang nya." Ucap anzel.

Setelah berpamitan dengan sang suami, Angel turun kebawah dan melihat anye yang sudah ready dengan stelan cantik nya.

"Coba pakai dress lah ngel sekali kali." Ujar anye.

"Ribet ikh! Susah gerak." Tolak angel.

"Jangan tomboy terus, Gimana nanti kalau anzel tertarik sama cewek yang feminim? Dia kan suka lihat drakor, Pasti banyak cewek sexy juga." Ujar anye.

"Dia kan enggak pernah keluar rumah, Gimana mau selingkuh?" Tanya angel saat sudah di dalam mobil.

"Kalau sudah ada niat selingkuh maka keluar rumah bukan halangan! Banyak artis cantik yang di selingkuhi, Karena cowok tidak ada yang bisa di percaya!" Tegas anye.

Angel terdiam memikir kan ucapan anyelir yang memang ada benar nya, Banyak cowok spek pulu pulu namun selingkuh juga.

"Pilihin dong nanti dress yang agak nyaman dikit." Pinta angel.

"Oke."

"Ponsel kamu bunyi tuh." Ujar anye menunjuk ponsel angela.

Di layar ponsel mahal nya tidak tertulis nama, Karena angel memang hanya menamai beberap kontak saja.

"Hallo."

"Aku ingin kau menyelesai kan tugas malam ini." Sahut dari seberang telepon.

"Tidak bisa! Aku tidak menerima pekerjaan dalam waktu dekat ini." Tolak angel.

"Tolong lah nona! Aku akan bayar berapa saja yang minta." Ujar penelepon.

"Lima ratus juta, Katakan siapa yang harus di urus." Pinta angela.

"Park liora, Dia melarikan harta ku dan sekarang dia tinggal bersama selingkuhan nya di apartement A." Jelas penelepon.

"Nanti malam akan ku kabari."

"Terima kasih nona, Aku berharap kau bisa melakukan nya." Penelpon penuh harap saat berkata.

Percakapan mereka pun terhenti setelah angel menjanjikan nanti malam, Anye menatap sahabat dan juga kakak ipar nya.

"Kau masih tidak berhenti dari dunia itu?" Tanya anye.

"Kenapa aku harus berhenti?" Tanya angel pula.

"Itu beresiko ngel! Lagi pula membunuh adalah dosa besar." Nasihat anye.

"Aku tidak pernah membunuh manusia anyelir! Semua yang ku bunuh adalah hewan berwujud manusia." Tegas angel.

"Aku cuma takut kalau kau sampai mati." Desis anye.

"Setiap akan melakukan itu, Aku selalu bertanya lebih dulu alasan nya kenapa dia harus mati." Ujar angel.

Anye pun memilih untuk menutup mulut, Sesungguh nya anye tahu jika angel bekerja sebagai pembunuh bayaran hanya untuk melampias kan rasa trauma dengan kematian kedua orang tua nya.

******

Malam pukul sembilan malam angel berjalan gesit memasuki sebuah perusahaan yang di katakan penelfon tadi, Dia ingin melakukan pertemuan lebih dulu.

Masker hitam dan juga topi menyamar kan wajah angela, Tidak ada yang pernah tahu wajah pembunuh bayaran kelas atas ini.

"Kau orang nya?" Tanya angel ketika bertemu seorang pria.

"Bisa kah aku melihat wajah mu?" Pinta pria itu.

"Berikan bayaran ku, Aku akan membunuh nya sekarang." Tegas anye.

Pria ini malah tertawa kencang mendengar ucapan angel, Tak lama beberapa pria muncul dan mengepung angela.

"Kau yang membunuh putriku kan! Maka kau juga harus mati." Geram pria ini yang ternyata punya dendam kepada angel.

"Cih! Hanya sekelompok tikus." Ejek angel.

Klek.

Pistol yang sudah di isi pun di todong kan kearah kepala belakang angela, Mau tak mau angel pun angkat tangan.

"Buka masker nya!" Perintah pria ini yang ternyata bernama Sam.

Sreet.

Masker angel terbuka dan terlihat lah wajah cantik nya, Sontak saja sam terkejut karena mengenali jika angel adalah menantu nya jasson.

"Kau terkejut melihat ku atau kau terkejut melihat malaikat yang akan mencabut nyawa mu." Seringai angel.

"Jangan sombong kau biadap! Walau aku tidak bisa membunuh mu, Namun aku bisa menghajar mu." Geram sam.

Sreet, Krak.

"Arkkhh."

Jeritan panjang keluar dari bodyguard sam ketika tangan nya di patah kan oleh angel sedemikian rupa, Gerakan angel sangat gesit sehingga ia tidak sempat melawan.

"Aku bukan nya tidak tahu kalau kau sangat ingin melihat wajah ku." Sinis angel.

Buaak, Buaak.

Angel lengah sehingga pundak nya di hantam dengan linggis besi, Terhuyung sebentar angel dan langsung mengambil pistol nya.

Dor, Dor.

Dua orang jatuh tewas terkena tembakan angel, Kini hanya tinggal tiga orang dan mereka melarikan diri.

Angel tidak berniat mengejar nya karena ia ingin memberi sam pelajaran, Sam ketakutan ketika angel semakin dekat.

"Setidak nya ada tanda dariku." Seringai angel.

"Jangan mendekat! Atau ku tembak juga kau." Ancam sam yang memegang pistol juga.

"Kau yakin ada peluru di dalam nya?!" Ejek angela.

Klek.

Pistol sam ternyata kosong, Tidak ada peluru di dalam pistol itu. Karena tadi angel bergerak menukar pistol sam dengan yang kosong.

Dor.

Angel menekan pistol nya kepaha kanan sam, Sehingga pria ini terpekik kesakitan bersamaan dengan darah yang mengucur keluar.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!