Malam harinya,Terlihat seorang gadis cantik bermata biru safir itu menatap langit-langit kamarnya,Gadis itu bernama Clara.
"Hmm...pemuda itu,Siapa yaa namanya??"Gumam gadis itu tersenyum-senyum sendiri.
"Non,bibi mengantarkan makan malam."Ucap salah satu maid milik gadis itu yang datang membawa se-nampan makanan.
"Oh iya bi,Gimana bi sama paman Zen,Apa ia sudah mengetahui identitas pemuda yang aku minta?"Tanya gadis itu dengan wajah berbinar.
"Bibi tidak tahu non,Bibi belum bertemu dengan paman Zen."Ucap sang maid.
Gadis itu pun mendesah kecewa,Padahal baru kali ini ia tertarik dengan seseorang.Pemuda itu begitu menarik,Walaupun penampilannya terkesan biasa saja.
...----------------...
Di pagi harinya,Haidar baru saja sampai di sekolahnya,Ia berangkat seperti biasa menggunakan sepeda,Berbeda dengan briyan dan Amara yang masih di antar oleh Fira.
"Yo Haidar!"
Haidar menatap seorang pemuda berpenampilan badboy itu,Siapa lagi kalau bukan Alex teman sekelasnya.
"Tumben Dateng pagi?"Haidar menatap dingin Alex,Karna biasanya pemuda itu selalu telat.
"Ya emang kenapa?Gw pengen Dateng pagi aja,Lagian hari ini gak belajar juga."Ucap Alex dengan santai.
"Gak belajar?"Haidar bergumam sambil terus berjalan menuju kelas bersama Alex yang mengimbangi langkahnya.
"Iya,Lo gak tau....sekarang para guru lagi pada siap² buat rapat,Karna abis pemilihan osis,Semua guru bakal rapat."Ucap alex.
"Pemilihan osis?Hari ini?"Haidar memang jarang membuka handphonenya,Karna ia terlalu fokus belajar.
"Iyaa,Btw...Lo harus menang dar."Ucap Alex sumringah.
"Hmm..."Haidar segera memasuki kelas dan langsung menaruh tasnya.Alex tetap mengikuti dengan senang,Ia pikir Haidar tak mudah di dekati.
"Kenapa?"Haidar menatap dingin Alex yang hanya diam menatapnya dengan senyuman tengilnya.
"Gpp... emang gw ga boleh senyum?"Ucap Alex heran.
"Lo normal kan?"Haidar menatap Alex dengan wajah sedikit ngeri,Alex pun langsung merubah ekspresinya.
"Normal lah...gila Lo!"Jawab Alex
"Hmm....Gw ke belakang dulu deh,Kalo Lo butuh temen panggil gw aja ya."Ucap Alex tersenyum dan langsung berlari keluar kelas.
Haidar menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya,Ia kembali duduk dan memilih untuk membaca buku.
...----------------...
Setelah sampai di sekolah,Briyan dan Amara bergegas pergi menuju kelasnya masing-masing.
"Selamat pagi Amara!"Sapa Aira yang tersenyum lebar menyambut kedatangan Amara.
"Iya pagi."Jawab Amara tanpa ekspresi.
"Dingin deh kaya kutub,Tapi gpp...aku akan menghangatkan mu."Ucap Aira tersenyum senang memeluk Amara yang hanya mengeluarkan wajah tertekan.
"Woy,Ngapain Lo peluk-peluk adek gw!"Ucap Briyan yang baru saja memasuki kelas adiknya sambil membawa sekotak bekal.
Para siswi di kelas itu pun terlihat sangat senang dan mulai memasang wajah genit,Ada juga yang berhias.
"Ngapain juga Lo ke sini!"Kesal Aira dengan wajah judes.
"Ini kelas adek gw."
"Ini kelas gw."
"Bac*t Lo!Jangan berani-berani peluk adek gw."Ucap Briyan dengan wajah marah,Biasanya para gadis akan takut,Berbeda dengan Aira yang memang sejak dulu selalu membenci Briyan.
"Dia temen gw!"Teriak Aira menarik Amara ke sisinya.
"Gw abangnya."Briyan menarik Amara ke pelukannya.
"Lepasin sialan!"Teriak Aira menarik paksa Amara,Amara hanya memasang wajah tertekan,Bagaimana tidak.Tenaga kedua orang itu seperti kuli bahkan tubuhnya hampir seperti mainan.
"Bang mau ngapain ke sini?"Tanya Amara dengan wajah datar dan tenang.
"Abang mau nganterin bekal,Tadi Kan bekal kamu di tas Abang."Ucap Briyan tersenyum.
"Ooh...iya lupa."Ucap Amara dengan datar,Aira masih tetap memeluk Amara dengan santai tetapi tatapannya akan tajam apabila bertatapan dengan briyan.
"Yaudah Abang ke kelas dulu yaa,Jangan sampe telat makan...nanti istrirahat Abang cek lagi,Klo sampe gak makan awas yaa."Ucap Briyan.
"Iyaa...aku makan kok nanti."Ucap Amara.
Briyan pun bergegas keluar,Tetapi sebelum itu ia kembali menatap Aira dengan air muka permusuhan.Begitu pun Aira yang juga memasang wajah judesnya.
...----------------...
Tepat pukul 07.00 pagi,Semua siswa di kumpulkan di aula untuk melakukan pemilihan osis,Dan kini Haidar sudah duduk di antara bangku aula bersama dengan beberapa teman kelasnya dan kelas lain.
"Okey!Karna yang ngumpul udah lumayan banyak,Kita bisa yaa mulai acaranya!"Teriak sang MC dengan mignya.
"Jadi pertama,Disini gw mau perkenalan dulu,Yaah mungkin lu pada semua udah kenal gw....Ya kan!??"Ucap seorang pemuda yang tadi berdiri sebagai MC.
Gak kenal!
Rizaaal gilaa!
Ketos jaman purba!
"Okey,Karna kayaknya kalian mau kenalan lagi,Jadi gw kenalan lagi yaa....Nama gw Rizaldi Faisal,Gw ketos angkatan kelas 11,Dan di sini gw bakal pilih anak kelas 10 buat nanti gantiin gw jadi ketos,Yah Karna gw agak kesulitan yaa ngurusin murid yang pada gila kaya kalian semua ini."Ucap Rijal dengan cengengesan.
Huuuu!!!
"Oke gak usah banyak bac*t,Jadi ayo mulai aja kita ke acara...Di sini kalian gak perlu takut,Semua guru cuma mantau doang gak bakal hukum walaupun kalian ngereog sekalipun di mari."Ucap Rijal dengan berani menatap beberapa guru yang hadir di acara tersebut.
"Pertama buat kandidat yang ke pilih di kelasnya masing-masing,Harap maju ke atas podium,Karna kita mau ada pemilihan voting siapa yang bakal jadi ketos di angkatan kalian."Ucap Rijal sang ketos.
Beberapa orang pun maju,Seketika ruangan sangat berisik...Haidar yang tak suka keramaian pun merasa tak nyaman,Tetapi ia tak punya pilihan lain selain maju.
"Okey...udah maju semua,Oh...iya satu lagi nih Ayo Haidar maju!"Teriak Rijal,Haidar pun menatap Rijal yang berada di podium.
"Wih dar,Lo kenal sama kak Rijal?"Tanya Alex heran,Padahal ia pikir Haidar hanya terkenal di kalangan para siswi.
"Gw gak tau."Ucap Haidar sambil membenarkan kaca matanya.
Haidar pun maju menuju podium,Seketika semuanya diam.Haidar semakin yakin bahwa semua siswa-siswi sekolah itu tak menyukainya.
"Kita gak boleh berisik,Nanti Haidar gugup."Bisik para siswi.
TBC
like dan komen.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments
Demarince Padakari
lanjut
2023-06-25
0