"gue pergi dulu" Lea melepas pegangan tangan calvino lalu memeluk Gisel setelah itu kembali menggenggam tangan calvino mereka berdua pergi dari sana.
......................
di sebuah mansion.
"kau sudah pulang nak, kau tidak membuat masalah lagi seperti bolos, terlambat dll" Gisel berhenti berjalan menatap wanita yang merupakan mama.
"nggak" Gisel melanjutkan jalan ke kamar yang sempat tertunda karena mama.
di kehidupan Gisel atau Felicia saat belum masuk ke dalam dunia novel hampir sama dengan Lea membuat memiliki kepribadian yang acuh tak acuh kecuali dengan Lea dan memiliki kepribadian keibuan terhadap Lea. Gisel atau Felicia dulu di tuntut untuk menjadi sempurna oleh keluarga karena merupakan anak dan cucu perempuan satu-satunya yang membuat Felicia memiliki sifat tersebut. bukan hanya itu Felicia dan Lea sudah menjadi sahabat sejak kecil karena orang tua mereka yang juga bersahabat. Felicia bukan hanya di tuntut untuk sempurna tapi juga tidak pernah mendapatkan kasih sayang keluarga karena mereka semua mementingkan diri sendiri. Felicia tidak mengetahui apa arti keluarga, Felicia membangun perusahaan dengan usaha sendiri tanpa bantuan dari keluarga dan dia juga merupakan tangan kanan Lea di mafia yang di di juluki Angel of Death.
"Piuu, gue nggak nyangka kalo Lea juga akan masuk ke dalam novel ini" batin Gisel tersenyum merebahkan diri di kasur.
"tapi kenapa dia bisa tau kalo itu gue, apa jangan-jangan dia sudah memperhatikan gue sejak dia masuk ke VHS" gumam Gisel memikirkan hal tersebut.
"sudah" Gisel bangun pergi ke kamar mandi untuk mandi selesai mandi Gisel memakai pakaian santai lalu keluar dari kamar.
"Reyna kau sedang apa di sana" Gisel menghampiri Reyna yang sedang bermain di taman depan mansion sambil berlari-lari.
"leyna sedang kejar-kejaran dengan pelayan kak" Gisel tersenyum mengangguk sambil mengingat kenangannya dulu saat masih menjadi Felicia.
flashback
saat itu Felicia Sedang berada di taman mansion bermain bersama dengan para pelayan yang mengasuhnya saat masih kecil.
bruk
Felicia menabrak seseorang hingga membuat terjatuh dan terluka dia melihat siapa yang dia tabrak dengan wajah takut.
"feli jadi selama ini kau hanya bermain saja dengan pelayan pantas saja nilai-nilaimu menurun" Felicia kecil gemetar ketakutan.
"sekali masuk ke dalam kamar kau tidak di perbolehkan keluar selama satu Minggu dan hanya bisa keluar saat pergi ke sekolah, pelayan bahwa dia ke kamar" pelayan kasih kepada Felicia tapi tidak bisa melawan. pelayan tersebut menuntun Felicia untuk masuk jauh dari ayah Felicia terdapat seorang wanita yang merupakan bundanya.
flashback end
"piuu, kenapa gue harus mengingatnya sih" batin Gisel menghela nafas panjang.
"Kaka kenapa melamun?" Reyna yang melihat Gisel melamun langsung menghampirinya, Gisel yang melihat Reyna tersenyum mengusap ujung kepalanya.
"siapa juga yang melamun, mungkin Rey salah liat kali" elak Gisel berjongkok melaraskan tinggi tubuh Raina.
"mungkin, kalo begitu Rey kembali bermain yah kak dah dah" Reyna Melambaikan tangannya pergi dari sana.
......................
di sisi Lea sekarang sedang berada di mall bersama dengan Reva. sepulang dari sekolah Lea mendapatkan pesan dari Reva mengajaknya jalan-jalan ke mall.
"le kita ke sana yah" Reva menarik Lea ke toko perhiasan di sana sangat banyak orang yang memilih.
Lea melihat sebuah kalung berlian yang terlihat indah dimatanya, dia langsung mengambilnya lalu mengangkatnya di arah Reva.
"bungkus" pegawai toko perhiasan itu mengangguk mengambil kalung yang ada di tangan Lea untuk di bungkus.
"yang liat deh geleng ini cantik yah" Reva yang mendengar suara yang familiar di telinganya langsung menoleh ke arah suara tersebut.
setelah membayar Kalung yang dia minta Lea langsung menghampiri Reva dengan menepuk pundaknya membuat kaget.
"iiih, kk ipar ngagetin aja untung gue nggak punya riwayat jantung" Lea menatap Reva bingung bukan dia menepuknya pelan kenapa dia sebegitu kaget.
"tunggu Lo bilang kk ipar tumben banget tuh pasti ada mau Lo yah" Lea menatap penuh selidik ke arah Reva. Reva memutar matanya malas lalu kembali mengarahkan pandangannya ke yang tadi.
"Lea sepertinya Reva sedang melihat mantan crush nya dan sama dengan pacarnya deh, liat saja apa yang Reva liat kalo anda tidak percaya" Lea langsung mengikuti arah pandangan Reva seperti apa yang di katakan Icha.
"Rebel Lo liat apa sih serius banget kayaknya" Reva menatap Lea sejenak lalu menarik Lea sambil berlari dengan tertawa bahagia.
dua orang yang Reva liat tadi langsung menatap kearah Lea dan Reva yang berlari sambil tertawa bahagia seperti tidak punya beban.
"bukan itu Reva" tanya gadis tersebut terus menatap ke arah Lea dan Lea yang sedang berlari sambil tertawa.
"tunggu Rebel, gue punya sesuatu untuk Lo" Reva berhenti berlari mantap Lea lekat lekat, Lea tersenyum mengeluarkan kotak perhiasan yang tadi di beli.
"berbalik" Reva berbalik ke belakang, Lea membuka kotak perhiasan lalu memasangnya di leher Reva, Reva memegang leher dengan wajah terkejut karena Lea memberinya kalung mahal.
"siapa gadis itu dengan Gampangnya memberikan Reva Kalung berlian yang sederhana tapi mahal tersebut, walaupun gue berasal dari keluarga kaya dan juga mampu membelinya tapi gue harus pikir-pikir dulu" batin gadis tersebut yang masih melihat Reva dan Lea.
"Bella kenapa kau terus melihat ke arah Reva dan teman" Yap gadis yang menatap Lea dan Reva bernama Bella sahabat Reva yang jadian dengan crush Reva.
"aku hanya penasaran dengan siapa Reva jalan farel"
"kk ipar ini bukankah kalung yang ada di toko itu" Reva berbalik menatap Lea yang mengangguk pelan sambil tersenyum tipis menatap Reva.
"ini bukannya sangat mahal, kepada kk ipar memberikannya ke gue" Lea menunjukkan kalung emas bermata biru yang merupakan berlima kepada Reva.
"Revanya Anabelle white dan kau Lea Miranda Atmajaya bukan kau sudah aku antarmu sampai di mansion" Lea dan Reva langsung menghadap ke samping.
"sepertinya cowok itu marah dengan kedua cewek cantik itu deh"
"mukanya datar banget seperti tembok tapi di ganteng"
"aku diajak Rebel ke sini, bukan aku hanya menemaninya saja" Lea cepat membuat alasan.
"bukan kak ipar gue sumpah, mana ada Kakak ipar yang menjebak adik iparnya sendiri masuk ke lubang buaya" Reva menatap Lea kesal.
"pulang" calvino menarik untuk pergi dari sana, Lea tidak bergeming hanya diam disana.
"cewek Lo mau di gendong kali, gendong saja dia dari pada diam saja di sana"
"kenapa setiap cogan sudah punya pawang sih, mana cowoknya ngajak pulang lagi"
"ceweknya marah kali makanya dia diam saja"
"pulang Lea dan Lo juga pulang Revanya ini sudah malam" lagi-lagi Lea hanya diam, Reva yang melihat malas. calvino yang diabaikan oleh Lea kesal langsung mengangkat tubuh Lea untuk di gendong ala koala. Reva yang melihat menghembuskan nafas panjang mengikuti dua pasang itu dengan wajah yang sangat kesal.
"apa mereka nggak kasih ke gue yang jomblo ini, cih mana mereka nggak tau tempat bermesraan lagi" batin Reva kesal menatap kedua pasangan yang sudah bertunangan itu.
skip
Lea masuk ke mansion dengan wajah lesu masuk ke kamarnya.
"gue telpon Gisel saja deh" Lea mengambil hpnya mencari kontak Gisel, setelah mendapatkan Lea langsung menelponnya.
"sel Lea rindu"
^^^"apa sih Lo lebay, bisa gue tinggal selama berbulan-bulan nggak gini Lo sakit yah"^^^
"cih bisa nggak sih Lo bilang baek-baek ke gue, gue mau Lo temani gue bobok cantik"
^^^"baiklah sekarang berbaringlah lalu taruh hp Lo di samping bantal Lo lalu tidurlah gue akan menemani Lo dari sini gue nggak akan mematikan teleponnya sampai pagi"^^^
Lea langsung melakukan apa yang di ucapkan oleh Gisel sambil tersenyum tipis menurut matanya tanpa Menganti baju.
......................
Lea terbangun dari tidurnya, merentangkan kedua tangannya yang sedikit kaku sambil mengumpulkan nyawa melayang setelah itu langsung beranjak dari tempat tidur. Lea masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi setelah itu langsung memakai baju biasa karena ini hari Minggu.
"nggak nyangka kalo sih Gisel masih tau kebiasaan gue" gumam Lea tersenyum tipis menatap hpnya yang masih tersambung dengan telpon Gisel.
Dari dulu Lea dan Felicia memiliki kebiasaan yang selalu di temani tidur melalui telpon juga sedangkan kesal marah dll.
Lea mematikan teleponnya lalu menaruh di meja belajar lalu beranjak dari kamar ke lantai satu untuk ke dapur membantu bunda dan para pelayan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪💪🌹🌹🌹🌹
2023-10-06
1
Selly Rizki Melina
Next
2023-10-05
0
Ibuk'e Denia
lanjut, makin seru ceritamu thor
2023-10-05
0