Gisel datang ke mansion Atmajaya

"yah sorry, namanya juga refleks" dengan wajah tanpa dosanya Gracia meminta maaf kepada Kanya yang kesal padanya.

"liat saja tuh wajah Lo kayak kagak ikhlas gitu" Kanya kesal kembali ke tempat duduk.

......................

"gitu aja ngambek dasar Kanya tukang ngambek kan" Tiana pun kembali ke tempat duduknya yang dekat dengan Kanya.

"perhatian untuk Lea Miranda Atmajaya, Gisel Aurora Veenhuis, Alex Rudiart dan Gracia Akira untuk datang ke ruang olimpiade"

"Lea Lo di panggil tuh ke ruang olimpiade sana Lo" Lea berdiri keluar dari kelas untuk ke ruang olimpiade yang ada di dekat ruang osis.

sesampainya di sana sudah ada Gisel, Alex dan Gracia yang duduk di sana menunggu guru untuk memberikan latihan soal olimpiade untuk latihan.

"Lea sini duduk di dekat Gue" Lea berjalan menghampiri Gisel sambil tersenyum tipis, Lea duduk di samping Gisel lalu memeluk pinggangnya dengan erat.

"bayi gede gue nggak pernah berubah dari dulu sampai sekarang yah" Gisel mengelus rambut Lea Pelan, Lea menyembunyikan wajahnya di leher Gisel karena malu.

"Lea bukan bayi gede yah, Lea udah becar liat Lea sudah inggi" Alex mengerutkan keningnya saat Lea seperti anak kecil.

"sifat children Lea keluar" Gisel langsung mengeluarkan susu kotaknya yang ada di laci lalu memberikannya ke Lea.

"Lea punya sifat children ternyata" Alex menatap Lea sambil tersenyum tipis.

"ehm dasar caper, pasti dia mau caper dengan Alex diliat saja nanti gue nggak biarin hal itu terjadi, Alex adalah milik gue satu-satunya nggak yang bisa merebut dari Gracia" Gracia membatin memutar matanya malas menatap Lea yang menja ke Gisel.

"wah cucu kotak rasa coklat" Lea langsung merebut susu kotak yang ada di tangan Gisel dan langsung meminumnya, Gisel menggeleng pelan mengelus rambut Lea.

tidak lama kemudian seorang wanita cantik datang sambil membawa buku yang tebal berjalan ke meja yang paling diatas.

"baiklah sekarang keluarkan pulpen kalian" Lea langsung menghentikan minum susu coklat mengambil pulpen.

"sebelum saya bagikan kertas jawaban dan soal, berkenalan nama saja bu Mita" Lea dan Gisel memutar pulpen yang ada di tangan dengan memutar matanya malas.

Bu Mira membagi kertas jawaban dan soal di depan Lea dan yang lain, Lea dan Gisel yang membaca soalnya langsung kaget.

"sel mata gue nggak salahkan yah, ko soalnya seperti ini bukan ini soal kelas satu" Lea berbisik ke Gisel, Gisel mengangguk membenarkan.

Lea dan Felicia sekolah di highest mafia school (HMS) di mana sekolah tersebut mengajar tentang pelajaran anak perkuliahan. di sekolah tersebut menerapkan sistem asrama yang membuat Lea dan Felicia sedikit tenang. mereka bisa pulang selama 2 Minggu tapi tetap harus masuk ke sekolah yang membuat mereka berdua sangat berpendidikan.

"karena soal ini gue ke ingat dengan kejadian Bokap sialan gue menghukum gue nggak boleh keluar kamar kecuali sekolah karena kejar-kejaran dengan pelayan, cih bikin gue kesal saja tau nggak kalo ingat kejadian itu" bisik pelan Gisel agar yang lain tidak mendengarnya.

"sabar ini cobaan, yang pasti sekarang Lo sudah bebas begitu juga dengan gue yang sudah bebas dari tekanan orang tua sialan itu" Gisel mengangguk pelan mendengar bisikan Lea.

"nah, sekarang saya akan menjelaskan bagaimana cara kalian menemukan jawaban bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla" Bu Mita menjelaskan cara kerjanya sebelum mereka berempat menjawab pertanyaannya.

"kalian semua sudah mengerti" mereka berempat mengangguk pelan "baiklah karena kalian berempat sudah mengerti maka silakan kerja soal yang saya bagikan tadi" mereka berempat langsung mengerjakan soal di kota kertas jawaban.

tidak lama Lea dan Gisel mengangkat tangan tidak lama disusul oleh Alex dan Gracia yang mengangkatnya tangan.

"kalian sudah selesai, silahkan kumpulkan dan juga sudah bisa istirahat tapi inget kalian harus kembali lagi ke sini setelah itu Jangan kembali dulu ke kelas" mereka berempat mengumpulkan kertas jawaban dan soal lalu keluar.

"ayo ke kantin pasti yang lain nunggu kita berdua" Gisel menarik tangan Lea lalu berlari pergi dari sana meninggalkan Gracia dan Alex.

"Lea Gisel" teriak Kanya nyaring membuat Gisel malu menarik Lea ke sana dengan muka merah malu karena Kanya.

"Lo malu-maluin tau nggak sih Kanya" kesal Gisel menatap tajam Kanya yang hanya menatapnya seperti orang yang tidak punya dosa.

"Anya, Vanya sini duduk dengan kita berlima" Gisel memangil Vanya Anya yang sedang mencari meja yang kosong.

"hai semua sudah ada yang pesan tidak?" Anya langsung bertanya saat sampai di meja Lea dkk.

"belom kami baru saja mau pergi pesan" Tiana langsung menjawab pertanyaan dari Anya sambil menatap ke Kanya dan Gracia.

"apa" serempak Kanya dan Gracia yang merasa di tatap langsung oleh Tiana, Tiana yang meneguk ludah kasar.

"nggak ada" Tiana memalingkan wajahnya ke samping membuatnya menjadi bahan tertawaan oleh mereka.

"gue saja yang pesan cepat mau pesan apa?, kalian berdua duduk saja nanti gue juga yang pesan untuk Lo pade" Gisel berdiri dari tempat duduknya, Anya dan Vanya mengangguk pelan duduk di tempat yang kosong.

"gue bakso sama jus es panas satu" Tiana bersemangat langsung memesan.

plak

"mana ada jus es panas yang benar doh pesannya Tia" Tiana mengelus kepalanya sakit akibat Gisel memukul kepala.

"ada ko akan gue baru kasih nama minumannya jadi pastinya nggak ada" Gisel menatap tak percaya dengan Tiana.

"kalo Lo nggak pesan yang benar gue pesanin jus sirsak saja kalo begitu" Tiana yang mendengar membulatkan matanya.

"iya-iya gue" sebelum Tiana kembali pesan Anya memotong.

"gue mau bakso bakarnya 10 sama es teh gula batu" setelah mendapat semua pesan mereka Gisel langsung pergi dari sana tanpa mendengar pesan Tiana karena kesal.

Beberapa saat kemudian Gisel kembali bersama dengan tiga pelayan Kantin yang membawa pesan mereka. pelayan menyajikan makanan di depan mereka semua, setelah mendapat makanan mereka langsung memakannya dengan lahap.

"Tiana, cia, dan Kanya jalan-jalan ke mall yuk sepulang dari sekolah" Anya mengajak mereka bertiga untuk ke mall. mereka semua sudah berkenalan tadi saat Gisel pergi memesan makanan dan mereka juga memutuskan untuk jadi sahabat.

"yok kebetulan gue juga mau beli sesuatu nih, Lo berdua ikut juga kan" Gracia dan Kanya mengangguk pelan.

"kami berdua nggak di ajak" Gisel menunjuk dirinya dan Lea.

"bukan Lo dan Lea sedang persiapan untuk olimpiade, jadi nggak usah gue ajak Lo dan Lea urus saja olimpiade kalian nanti, kalo Lo berdua menang ke ajak Lo dan Lea ke Korea yok guys pergi" Anya mengajak mereka berempat pergi dari kantin.

"dasar teman nggak ada akhlak gue sumpah Lo pade nggak jadi ke mall, yok Lea kembali ke ruang olimpiade" Gisel menarik tangan Lea pergi dari kantin.

mereka berdua pergi dari sana ke ruang olimpiade di dalam ruang olimpiade sudah ada Alex dan Gracia yang terlihat berusaha mendekati Alex tapi mendapatkan penolakan.

Gisel menatap Lea, Lea yang mengerti dengan tatapan mata Gisel menggeleng pelan. Gisel dan Lea berjalan ke bangkunya yang tadi tidak lama Bu Mila datang.

"baiklah sekarang saya akan menjelaskan materinya tapi sebelum saya membagikan kertas jawaban dan soal" Bu Mila membagikan kertas jawaban dan soal setelah itu langsung menjelaskan cara kerja soalnya.

setelah menjelaskan bu Mila langsung memberikan mereka berempat menjawab pertanyaan yang ada di kertas soal.

skip pulang.

Gisel sekarang mengikuti Lea dari belakang karena ingin berkunjung ke mansion orang tua Lea yang sekarang.

sesampainya di mansion mereka mendapatkan sambutan seorang wanita yang tak lain adalah bunda yang duduk menunggu di sofa yang di luar lebih tepatnya sofa yang sejajar dengan pintu masuk mansion.

"anak bunda pulang dengan siapa sayang?, sini duduk dulu pasti kau sangat capek yah" Lea dan Gisel berjalan lalu di duduk di sofa.

"Bun dia Gisel sahabat masa kecilku dia sangat mengerti tentangku" Lea memperkenalkan Gisel ke bundanya.

"kau sahabat kecil Lea yah, cantik seperti namanya bisa bunda tau apa saja kesukaan Lea dan yang tidak di sukai" Gisel mengangguk pelan sambil tersenyum.

"Lea lebih suka dengan ayam bakar, sate, udang, dan steak daging lalu yang tidak dia sukai oleh Lea itu kepiting katanya sih kalo makan kepiting sakit perut, hati ayam, sama makanan yang terlalu manis dan makanan yang pedes" bunda mengangguk pelan

"Bun Lea mau naik ke kamar dulu, gerah mau mandi" Lea pergi dari sana karena dia tidak tahan dengan gerah.

"oh iya Tante Lea itu sangat tidak suka orang yang berbicara berbelit-belit dia itu harus langsung ke intinya, dan Lea itu sangat suka membawa buku kecil untuk menulis apa yang dia mau ucapkan"

"Lea ternyata orang seperti itu yah, seandainya dulu bunda bisa menjaga Lea baik-baik waktu itu pasti dia tidak akan di culik oleh musuh" bunda meneteskan air mata sedih.

"Gisel bisa tidak kau memangku dengan bunda tidak usah embel-embel Tante" bunda menghapus air mata menatap Gisel.

"baiklah tant eee maksudku bunda" Gisel tersenyum lembut menatap bunda.

"bi, tolong antar Gisel ke salah satu kamar yang ada dilantai dua" bunda langsung memanggil pelayan yang lewat.

"baik nya, mari Nona saya antar" pelayan tersebut menunduk dengan tangan di samping.

"pergilah mandi dan ganti seragammu pasti kau sangat lelah jika ingin pergi ke kamar Lea naiklah ke lantai tiga yang pintu berwarna hitam biru yang tertulis nama Lea" Gisel mengangguk pelan pergi dari sana lalu berjalan mendahului pelayan.

malam pun tiba sekarang semua orang sedang makan malam bersama kecuali Sena dan Kyler yang tidak ada di sana. Kyler kembali ke negara H siang tadi karena ada urusan mendadak sedangkan Sena sedang berkumpul di markas bersama dengan teman-teman.

Terpopuler

Comments

IndraAsya

IndraAsya

lanjut 💪😘

2023-10-10

1

Sribundanya Gifran

Sribundanya Gifran

lanjut thor💪💪💪💪💪

2023-10-10

0

Selly Rizki Melina

Selly Rizki Melina

Next

2023-10-09

0

lihat semua
Episodes
1 novel
2 misi pertama
3 menjenguk Samuel
4 TES DNA
5 awal pertemuan dengan antagonis
6 hari pertama
7 kantin
8 cincin
9 jamkos
10 Rebel sahabat Lea
11 pertunangan
12 kembalinya Kyler
13 bertemu kembali dengan sahabat masa kecil
14 mall
15 berkunjung ke camer
16 berkenalan Dengan sahabat antagonis
17 Gisel datang ke mansion Atmajaya
18 pantai
19 meretas mafia no satu di benua
20 membahas mafia black blood
21 ayah kecelakaan
22 menang olimpiade
23 perkembangan perusahaan dan mafia
24 marga yang sama seperti kehidupan sebelumnya
25 sifat children
26 balapan liar
27 kemarahan sena
28 kenangan indah dan buruk
29 Queenza Zenara Weber anak baru di hvs
30 pertandingan basket calvino dan Hersa
31 Lea dan Felicia bertemu dengan tia, Gisel, Mira, dan wujud manusia Icha
32 Lea dan Gisel sadar
33 keluarga Gracia
34 alur yang melenceng jauh
35 kesedihan dan rencana untuk meningkatkan keluarga
36 detik-detik kematian protagonis
37 kematian protagonis dan kepergian
38 Tangan dewa lea dan felicia
39 kesedihan Kyler
40 kebahagiaan dan kesedihan keluarga Atmajaya
41 Dante dan felicia
42 Felicia bertemu camer
43 Mengoperasi Kakek Martin
44 Kucing Putih Mirip Dengan Icha
45 Flashback pertemuan Felicia Dan Dante
46 Khawatir Bunda Karena Tidak Mendapatkan Surat Dari Lea
47 Keadaan Calvino
48 Pantai Dan Mengangkat seseorang menjadi adek angkatnya
49 Naura Sudah Muak
50 Ana Digerebek Di Hotel Bersama Dengan Laki-laki Lain
51 Nomor Lea
52 Balapan Liar
53 Ternyata Shella Tau
54 Penyerangan
55 Lea kembali ke keluarga atmajaya
56 tamat
57 deskripsi saeson 2
Episodes

Updated 57 Episodes

1
novel
2
misi pertama
3
menjenguk Samuel
4
TES DNA
5
awal pertemuan dengan antagonis
6
hari pertama
7
kantin
8
cincin
9
jamkos
10
Rebel sahabat Lea
11
pertunangan
12
kembalinya Kyler
13
bertemu kembali dengan sahabat masa kecil
14
mall
15
berkunjung ke camer
16
berkenalan Dengan sahabat antagonis
17
Gisel datang ke mansion Atmajaya
18
pantai
19
meretas mafia no satu di benua
20
membahas mafia black blood
21
ayah kecelakaan
22
menang olimpiade
23
perkembangan perusahaan dan mafia
24
marga yang sama seperti kehidupan sebelumnya
25
sifat children
26
balapan liar
27
kemarahan sena
28
kenangan indah dan buruk
29
Queenza Zenara Weber anak baru di hvs
30
pertandingan basket calvino dan Hersa
31
Lea dan Felicia bertemu dengan tia, Gisel, Mira, dan wujud manusia Icha
32
Lea dan Gisel sadar
33
keluarga Gracia
34
alur yang melenceng jauh
35
kesedihan dan rencana untuk meningkatkan keluarga
36
detik-detik kematian protagonis
37
kematian protagonis dan kepergian
38
Tangan dewa lea dan felicia
39
kesedihan Kyler
40
kebahagiaan dan kesedihan keluarga Atmajaya
41
Dante dan felicia
42
Felicia bertemu camer
43
Mengoperasi Kakek Martin
44
Kucing Putih Mirip Dengan Icha
45
Flashback pertemuan Felicia Dan Dante
46
Khawatir Bunda Karena Tidak Mendapatkan Surat Dari Lea
47
Keadaan Calvino
48
Pantai Dan Mengangkat seseorang menjadi adek angkatnya
49
Naura Sudah Muak
50
Ana Digerebek Di Hotel Bersama Dengan Laki-laki Lain
51
Nomor Lea
52
Balapan Liar
53
Ternyata Shella Tau
54
Penyerangan
55
Lea kembali ke keluarga atmajaya
56
tamat
57
deskripsi saeson 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!