~ Saling Kenal? ~

...●○●○●...

..." Jalan sering, jadian nggak "...

...●○●○●...

Di Taman Kota

Seperti biasa, Alana selalu bermain sepeda setiap weekend.

"Semoga aja gua nggak temu sama kang nyebelin" Ucap Alana sambil mengayuh sepedanya.

"Kang nyebelin yang mana?" Tanya Bastian tiba-tiba datang dan menyamakan laju sepedanya dengan Alana.

"Baru juga berdo'a, lo nguntitin gua ya?" Tuduh Alana.

"Ini tempat umum, siapapun bisa aja kesini. Tapi kalo lo nuduh gua nguntitin lo bisa jadi sih" Balas Bastian dengan santainya.

Alana hanya menatap sebal Bastian.

"Masalah hidup lo apaan sih? benci amat kayaknya sama gua" Tanya Bastian yang diabaikan Alana.

Alana manambah kecepatan sepedanya.

"Perkara sampah waktu itu, gua kan udah minta maaf" Ucap Bastian menyamakan laju sepeda mereka lagi.

Alana hanya diam tanpa mengubris.

"Gimana sebagai maaf berikitnya gua kutip semua sampah yang berserakan disini?" Tawar Bastian.

Alana pun menoleh ke Bastian.

"Gua serius, asal habis ini lo nggak benci lagi sama gua" Ucap Bastian lagi meyakinkan Alana.

"Okee" Balas Alana singkat.

Terlihatlah Bastian dengan kemaunnya sendiri mengutip sampah-sampah yang berserakan.

Terdapat sedikit senyum di sudut bibir Alana setelah melihat aksi Bastian.

Alana pun sesekali membantu Bastian mengutip sampah.

"Capek juga ya" Ucap Bastian dengan keringat yang sudah bercucuran di dahinya.

"Tapi senangkan taman jadi bersih" Balas Alana lalu mengasih sebotol mineral keoada Bastian.

"Thanks ya, benar kata lo bahagia juga ternyata ngelihat taman bersih gini" Ucap Bastian setelah menerima air yang di kasih Alana.

"Sekarang udah nggak benci lagi?" Tanya Bastian penasaran.

"Menurut lo?" Alana pun nanya balik.

"Sebarusnya sih nggak" Jawab Bastian menebak.

Alana pun tersenyum.

"Kok senyum sih?" Tanya Bastian sedikit bingung.

"Gua nggak pernah benci kok sama lo, gua cuman kesal aja" Ucap Alana apa adanya.

"Kesal kok nggak mau kenalan?" Tanya Bastian lagi.

"Gua nggak suka basa basi" Jawab Alana santai.

"Yaudah, gimana kalau sebagai awal pertemanan kita ini gua teraktir lo bubur ayam" Ajak Bastian.

"Emang kita teman?" Tanya Alana yang lagi-lagi buat Bastian bingung.

"Gua becanda kali, serius amat. Yok!" Sekarang giliran Alana yang mengajak setelah membuat Bastian bingung dengan sikapnya.

"Ini bubur ayam spesial buat Non Alana sama Den Bastian" Ucap penjual bubur ayam lalu meletakkan bubur ayam tadi di meja Alana dan Bastian.

"Makasih" Balas Alana dengan senyum tulusnya.

Tak luput dari tatapan Bastian yang dari tadi memperhatikan aura tulus Alana dari tadi.

"Woii, lihatin apa sih?" Tanya Alana sadar Bastian memperhatikannya.

"Nggak ada" Jawab Bastian lalu menyantap bubur ayamnya.

Tring..

Notofikasi handphone Alana pun berbunyi.

...●○●○●...

💬 Rafael 💬

Rafael : Lan

: Lagi dimana??

^^^Alana : Di taman^^^

^^^ : Sepedaan^^^

Rafael : Gua kesana ya

^^^Alana : Yaudah^^^

...●○●○●...

"Makan dulu, sibuk amat kayaknya" Tegyr Bastian yang dari tadi melihat Alana sibuk dengan handphonenya.

Alana pun menghentikan aksi main handphonenya.

Ketika Alana dan Bastian hendak mengandarai sepeda mereka, Rafael pun datang.

"Lan" Panggil Rafael.

Alana pun langsung menoleh.

"Hai, cepat amat datangnya" Alana pun membalas panggilan Rafael.

"Iya, tadi kebetulan dekat sini" Jelas Rafael.

Mata Rafael pun menangkap sosok Bastian di sebelah Alana.

Alana yang paham pun langsung memperkenalkan Bastian ke Rafael.

"Oh iya, kenalin ini Bastian teman sepedaan" Ucap Alana memperkenalkan mereka berdua.

Rafael dan Bastian pun saling tatap-tatapan.

Mereka yang nggak mau merusak mood Alana pun pura-pura salaman meskipun hanya sekilas.

"Lan, gua balik duluan ya" Pamit Bastian dengan mata masih menatap Rafael.

"Langsung balik aja, yaudah" Jawab Alana.

Bastian pun langsung mengayuh sepedanya.

Alana dan Rafael melanjutkan jalan-jalan di sekitaran taman.

"Lo kenal dia udah lama?" Tanya Rafael penasaran.

"Dia siapa?" Tanya Alana sedukit bingung.

"Bastian" Jawab Rafael singkat.

"Belum berapa lama sih" Balas Alana.

"Saran gua, lo sebaiknya jangan terlalu akrab ya sama orang baru di kenal" Ucap Rafael memberi pesan Alana.

"Kayak sama siapa aja, gua udah besar kali. Gua juga tau mana yang jahat sama yang nggak. Lo kenapa sih?" Tanya Alana yang bingung sama sikap Rafael.

"Nggak ada, gua cuman nggak mau lo kenapa-kenapa aja" Jawab Rafael khawatir.

"Khawatir ya" Goda Alana.

"Mana ada, biasa aja" Rafael tetap ngeles.

"Tampak dari raut wajah lo" Ucap Alana ceplas ceplos.

Di Kediaman Keluarga Ketlovly

"Kok telat bangat sekarang pulangnya" Ucap mama Alana yang sedang duduk di ruang keluarga.

"Jalan-jalan dulu tadi" Jawab Alana lalu mengambil minum yang ada di meja.

"Hidup kamu penuh jalan-jalan mulu perasaan, nggak ada yang lain apa" Ucap mama Alana menyindir Alana.

"Trus mama maunya Alana ngapain, lompat dari gedung" Balas Alana ngasal.

"Ya nggak lompat juga, sesekali pergi ngedate kemana gitu" Ucap mama Alana lagi mengutarakan isi hatinya.

"Belum ada yang cocok" Balas Alana lalu pergi menuju tangga kamarnya.

"Itu yang sering jalan-jalan sama kamu nggak cocok juga?" Tanya mama Alana lagi membuat langkah Alana terhenti.

Tak lama, Alana pun melanjutkan langkahnya.

Sampai kamar, Alana langsung mandi.

"Tadi kenapa Rafael posesif bangat ya sama Bastian?" Tanya Alana keoada dirinya sendiri.

"Atau mereka pernah bertemu, ada masalah, atau gimana sih. Kok gua jadi penasaran ya?" Begitu banyak pertanyaan yang ada di pikiran Alana untuk saat ini.

"Bukan Alana namanya kalo nggak bisa cari tau masalah kek gini" Ucap Alana dengan senyum simpulnya.

Star Cafe

"Lo ngapain ngajakin gua ketemu disini?" Tanya Bastian penasaran.

"Ngajakin kerja kelompok" Jawab Alana ngasal.

Lagi-lagi Bastian di buat bingung sama jawaban Alana.

"Tampang lo kebiasaan deh, kok serius mulu sih. Gua becanda doang, ya kali gua ngajakin belajar kelompok. Kita kan beda sekolah" Ucap Alana menertawai Bastian.

"Lah kok lo tau?" Tanya Bastian lagi yang membuat Alana semakin mengakak lihatnya.

"Ya tau lah, kan lo nggak pernah kelihatan di sekolah gua, otomatis beda kan" Ucap Alana sedikit di tekankan.

Bastian hanya tersenyum dengan kegoblokannya saat bersama Alana.

"Kok gua malu-maluin mulu sih" Batin Bastian kesal sama dirinya sendiri.

"Gua ngajakin lo kesini, mau nanya sesuatu" Ucap Alana mulai serius.

"Nanya apa Lan?" Tanya Bastian mulai penasaran.

"Lo sama Rafael saling kenal?" Tanya Alana langsung to the point.

Bastian pun di buat mati kutu oleh pertanyaan Alana.

"Kok lo nanya gitu Lan?" Bastian balik nanya.

"Gua mau lo jawab aja, kalian saling kenal?" Alana yang dari tadi bersiteguh sama pertanyaannya.

...●○●○●...

Jangan lupa like, comment and vote..

Follow juga ig @_irshghsti

Sampai jumpa di bab berikutnya..

Babayy👋👋

^^^ ^^^

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!