...●○●○●...
..." Bukannya pemilih atau nggak mau buka hati.. munafik juga bila aku nggak menyukaimu.. hanya saja aku nggak mau naruh ekspektasi yang nantinya bakal bikin kecewa " ...
...~ Alana Ketlovy ~...
...●○●○●...
Setelah selesainya pengumuman pemenang tadi, semua siswa siswi SMA Trisakti langsung bersiap-siap buat kembali ke rumah mereka.
"Rafael" Panggil Vania kepada Rafael yang hendak menaiki bus.
Rafael berbalik badan.
"Apa?" Tanya Rafael singkat dan datar
"Ada yang mau gua bicarain sama lo, gua mau ngejelasin-" Belum sempat Vania selesai dengan ucapannya Rafael langsung menyela.
"Gua mau balik" Ucap Rafael lalu langsung naik bus.
"Rafael, gua mau ngejelasin semuanya sama lo" Teriak Vania yang tak di respon sama sekali oleh Rafael.
Alana yang dari tadi menyalsikan aksi mereka dari dalam bus hanya memilih diam tanpa ikut campur.
Di SMA Trisakti
Hari ini cuaca sangatlah bagus.
Pak Bondan selaku kepala sekolah meminta semua siswa siswi SMA Trisakti buat berkumpul di lapangan.
"Cek.. cek.." Suara Pak Bondan mengecek mic yang di pegangnya.
"Selamat pagi semuanya, hari ini sengaja bapak kumpulin kalian di lapangan ini. Bapak akan memberikan apresiasi kepada siswa kita yang udah mewakili sekolah kita di olimpiade tingkat nasional kemarin" Ucap Pak Bondan langsung to the point.
"Untuk itu, bapak memanggil Alana Ketlovy, Rafael Narendra, Indri Natalie dan Jonas Ranaldo buat maju ke depan" Panggil Pak Bondan.
Mereka pun langsung maju ke depan.
Guru-guru yang dari tadi sudah mempersiapkan medali langsung memasangkan di leher mereka.
"Selamat ya Alana, ibu bangga sama kamu dan teman-teman" Ucap Bu Sarah setelah Alana bersalaman dengannya.
"Tepuk tangan dulu dong, buat teman-teman kalian!" Suruh Pak Bondan kepada semua siswa.
"Selain pintar, mereka pasangan yang serasi ya" Ucap Pak Bondan yang di luar nalar.
"Iya kan Alana, Rafael. Bapak dukung kalian" Ucap Pak Bondan merestui.
"Udah di restui nih" Teriak Nico sambil tertawa.
Alana juga ikutan tersenyum sama ucapan Pak Bondan.
Bukan karena Alana bangga di comblangin sama Rafael, tapi karena menurutnya Pak Bondan hanyalah ngelawak seperti biasanya.
Setelah penyerahan medali, mereka pun berfoto dulu sebagai dokumentasi.
Di Kantin
"Ini benaran?" Ucap Keisha kaget ketika melihat handphonenya.
"Lo kenapa sih Kei?" Tanya Clarissa penasaran.
"Lan, lihat deh ini benaran Rafael ngepost foto lo berdua" Ucap Keisha lalu memberikan handphonenya kepada Alana.
Clarissa yang kepo pun mendekat ke Alana buat melihatnya.
"Ohh ini foto tadi pagi" Jawab Alana dengan santainya.
"Kok lo santai amat sih?" Tanya Keisha heran.
"Trus gua harus gimana? Histeris foto bareng gua di post, iya?" Tanya Alana kepada Keisha.
"Minamal senanglah" Balas Keisha kesal.
"Itu biasa aja, lagian kami juga hanya partner dalam sebuah olimpiade. Jadi di post pun orang-orang juga tau kalo kami hanyalah seorang partner" Ucap Alana santai.
"Gua nggak mau berekspektasi tinggi Kei" Batin Alana.
Sepulang sekolah, Alana dan dua sahabatnya langsung bersiap-siap buat pulang.
Tring..
Notifikasi handphone Alana pun berbunyi.
Alana langsung mengecek handphonenya.
...●○●○●...
💬 Rafael 💬
Rafael : Lan
: Pulang bareng gua ya
: Sebagai ucapan terima kasih udah bantuin kemarin
^^^Alana : Sorry ya sekarang nggak bisa^^^
^^^Gua udah janji pulang bareng Keisha sama Clarissa ^^^
...●○●○●...
"Chat sama siapa sih, sibuk banget kayaknya" Ucap Keisha yang dari tadi memperhatikan Alana.
"Nggak sama siapa-siapa kok" Jawab Alana singkat.
Alana pun langsung memasukkan kembali handphonenya ke dalam kantong bajunya.
Di Kediaman Keluarga Ketlovly
Keesokan harinya, terlihat Alana yang dari tadi mondar-mandir ngecek kulkas sama lemari makanan.
"Udah dari tadi lo Lan mama perhatiin kamu mondar-mandir, cari apa sih?" Tanya mama Alana bingung sama tingkah Alana.
"Mama nggak ada nyetok camilan apapun?" Tanya Alana kepada mamanya.
"Oh iya mama lupa stok, kok kamu nggak ingetin sih?" Ucap mama Alana balik nanya.
"Alana mana tau mom, makanya Alana bolak-balik ngecek" Jawab Alana.
"Nanti deh mama beli di supermarket sekalian beli buah-buahan" Ucap mama Alana sambil berjalan ke ruang keluarga.
"Gimana kalo Alana aja yang ke supermarket sekarang mom, sekalian ada yang mau di beli" Ucap Alana memberikan solusi.
"Oke deh kalo kamu mau" Balas mama Alana setuju.
Skip sampai supermarket, Alana langsung comot beberapa camilan yang di sukainya tanpa mandang harga.
Setelah dirasa cukup, Alana pun langsung ke kasir buat bayar.
"Totalnya tiga ratus enam puluh dua ribu mbak" Ucap mbak kasirnya setelah memasukkan belajaan Alana ke dalam kantong.
"Owh iya, tunggu bentar ya mbak" Balas Alana lalu mengambil uang di tas kecil yang di pakenya.
"Ya ampun, kebiasaan banget sih gua ceroboh kek gini. Kok bisa ya gua lupa bawa dompet" Batin Alana setelah mengecek tasnya yang kosong.
Alana pun mengingat tadi betapa ceroboh dirinya. Tadi Alana langsung pergi dan asal ngambil tas.
Antrian sudah mulai panjang. Alana pun mulai panik dengan apa yang menimpanya.
"Ini mbak" Ucap seorang laki-laki yang baru saja datang.
Laki-laki itu membayar belanjaan Alana.
Alana langsung menatapnya.
"Rafael" Ucap Alana.
"Buruan, antriannya udah panjang" Ucap Rafael menyuruh Alana meninggalkan meja kasir.
"Kok lo bisa disini?" Tanya Alana penasaran.
"Beli minum, habis jogging" Jawab Rafael sambil menunjukkan botol minumnya.
"Oh iya, thanks ya udah nyelamatin gua dari kecerobohan gua barusan" Ucap Alana sambil mengangkat kedua tangannya.
"It's okey, seorang Alana kok bisa ya ceroboh gini?" Ucap Rafael sedikit nyindir Alana.
"Gua buru-buru tadi, tapi janji deh besok gua bayar ya uang lo" Ucap Alana dengan tampang penyesalannya.
"Nggak usah, kayak sama siapa aja" Balas Rafael dengan nada santainya.
"Nggak bisa gitu, gua nggak mau hutang budi. Besok gua bayar" Ucap Alana menolak.
"Terserah lo deh, keras kepala soalnya" Ucap Rafael malas berdebat.
Setelah beberapa menit berjalan, Alana pun ngeh mengapa dari tadi mereka jalan bareng.
"Oh iya, lo nggak balik?" Tanya Alana.
"Gua antar lo dulu" Jawab Rafael.
"Nggak usah, gua bisa pulang sendiri" Balas Alana yang dari tadi bikin kesal.
"Keras kepala amat sih jadi orang, biar gua antar. Nanti lo di culik, disini rawan penculikan anak" Ucap Rafael.
"Gua bukan anak-anak ya" Ucap Alana tak terima disamakan sama anak-anak.
Lima menit berjalan, akhirnya mereka sampai di depan rumah Alana.
"Nggak mampir dulu?" Tanya Alana kepada Rafael.
"Nggak deh, udah keringatan" Jawab Rafael menolak tawaran Alana.
"Yang benar, tadinya gua mau bikinin jus lo karena udah nganterin sama bantuin gua" Ucap Alana kembali mengajak dengan versinya sendiri.
"Lain kali aja" Balas Rafael tetap menolak.
"Yaudah deh, thanks ya. Hati-hati pulangnya" Ucap Alana yang diacungi jempol oleh Rafael.
...●○●○●...
Jangan lupa like and comment..
Follow juga ig @_irshghsti
Babayy👋👋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments