...●○●○●...
..." Lo emang sempurna dan diidolakan banyak orang, saking sempurnanya lo nggak pernah sama sekali memperhatikan gua yang berada di dekat lo " ...
...~ Alana Ketlovy ~...
...●○●○●...
Di Kantin
Alana dan teman-temannya terlihat sedang menikmati makan mereka.
"Lan, kok lo sesuka itu banget sih sama nasgor?" Tanya Keisha penasaran sama kesukaan temannya yang satu ini.
"Iya nih, perasaan lo kalo mesan nasgor mulu" Tambah Clarissa yang sefrekuensi sama Keisha.
Alana sedikit tersenyum menanggapi pertanyaan kedua sahabatnya barusan.
"Kalian ga tau aja betapa terobsesinya gua sama nasi goreng ini. Dulu waktu kecil, buat makan aja susah. Kadang adanya cuman beras sama garam. Nah, nyokap suka bikin nasgor putih bumbu garam doang. Tapi tetap aja kalo nikmatinnya bareng-bareng rasanya selalu nikmat.Makanya sekarang gua suka bangat sama nasgor, di tambah nasgor sekarang lebih beragam" Jelas Alana sedikit bercerita.
"Keluarga cemara satu ini emang beda ya" Ucap Keisha sedikit terharu.
Selain Keisha dan Clarissa yang mendengar cerita Alana barusan, ternyata ada satu orang yang dari tadi juga nyimak di sebelah meja mereka.
Di Ruang Guru
Terlihat Alana dan dua orang guru sedang duduk di dalam.
Tok.. tok.. tok..
Seseorang mengetuk pintu dari luar.
"Silahkan masuk" Teriak Bu Sarah dari dalam.
Orang itu pun masuk ke dalam.
"Ada apa buk manggil saya kesini?" Tanyanya kepada Bu Sarah.
"Kok kayak kenal ya sama ini suara?" Batin Alana lalu menoleh ke sumber suara.
"Kamu duduk dulu sebelah Alana" Pinta Bu Sarah yang diikutinya.
"Ternyata dia" Batin Alana lagi setelah melihat wajah Rafael.
"Ibu tinjau dari nilai-nilai keterampilan dan pengetahuan kamu pintar matematika ya?" Tanya Bu Sarah langsung to the point.
Rafael hanya sedikit nyengir tanpa menjawab pertanyaan Rafael.
"Untuk itu ibu mau kamu mewakili sekolah kita buat olimpiade matematika tingkat nasional bersama Alana" Lanjut Bu Sarah sambil meliht ke arah Alana.
Rafael pun menoleh sebentar ke Alana.
"Apa kamu bersedia?" Tanya Bu Sarah.
Rafael terlihat sedikit berpikir lalu mengangguk.
"Ya sudah, untuk lombanya dua minggu lagi, maka kalian harus persiapkan diri dari sekarang, besok kalian sudah mulai belajar sama pembimbing" Ucap Bu Sarah lagi memberi amanat.
Keduanya sama-sama mengangguk.
Keluar dari ruang guru tadi, Alana membiarkan Rafael buat jalan lebih dulu.
Rafael yang tersadar Alana berjarak di belakangnya pun menoleh ke belakang.
Terlihat Alana mempelankan langkah kakinya.
"Cepatan jalannya" Teriak Rafael.
"Lo duluan aja" Balas Alana yang membuat Rafael bingung.
"Lo kenapa?" Tanya Rafael lagi.
"Ga enak dilihat sama yang lain" Jawab Alana.
Rafael pun menghampiri Alana.
"Nama lo siapa sih?" Tanya Rafael sambil menyamakan langkahnya dengan Alana.
"Kenalan nih?" Tanya Alana balik yang bikin Rafael sedikit kesal.
"Yaudah kalo lo ga mau jawab" Balas Rafael yang buat Alana sedikit merasa bersalah.
"Bukannya lo udah tau ya tadi" Ucap Alana yang membuat Rafael bingung.
"Tau darimana?" Tanya Rafael nggak tau maksud Alana.
"Tadi kan Bu Sarah sering sebut nama gua" Jelas Alana yang buat Rafael ingat.
"Nggak nyimak gua" Balas Rafael yang sekarang membuat Alana sedikit kesal.
"Ngesalin lo" Ucap Alana lalu jalan cepat menuju kelasnya.
Alana meninggalkan Rafael tepat di depan kelasnya. Percakapan mereka barusan tidak terlepas dari penglihatan Revan, Nico dan Lucas.
"Udah dekat aja nih ceritanya?" Ucap Nico bertujukan kepada Rafael.
"Nggak, cuman jalan bareng aja" Balas Rafael yang membuatnya tambah di tertawakan teman-temannya.
"Jalan barengkan termasuk dekat bos" Tambah Revan.
"Udah nggak lama lagi nih" Ucap Lucas nggak mau kalah.
"Maksud lo?" Tanya Rafel gagal nyimak.
"Nggak usah pura-pura nggak tau deh bos" Ucap Revan yang membuat Rafael tambah bingung.
"Ga jelas kalian" Ucap Rafael yang udah kesal dari tadi.
Di Kelas XI IPA 3
"Kok gua jadi kesal banget ya sama tu orang?" Tanya Alana kepada dirinya sendiri.
"Dia bisa aja bilang nggak tau kalo gua ga duduk du sebalahnya. Lah ini nama gua udah sering disebut, tetap aja dia nggak nyimak" Gumam Alana kesal.
Alana pun tersadar dengan omelannya barusan.
"Lah gua mikir apaan sih, ngapain kesal sama masalah sepele tadi sih. Lagian kan dia juga bukan siapa-siapa gua" Gumam Alana menenangkan diri setelah tersadar.
...●○●○●...
Gimana bab barusan?
Ngebosanin ya?
Maaf ya guys bab nya kependekan, soalnya aku lagi ujian teori nih di sekolah..
Janji deh bab berikutnya bakal lebih panjang lagi..
Seperti biasa jangan lupa like and comment..
Follow juga ig @_irshghsti
Babayy👋👋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments