...●○●○●...
..." Thanks ya udah bikin gua overthinking seperti dulu lagi.. thanks juga udah membuat hari-hari gua yang abu-abu kembali berwarna lagi "...
...~ Rafael Danendra ~...
...●○●○●...
Setelah selesai makan tadi, Rafael mengantar Alana sampai rumahnya.
"Nggak mau mampir dulu nih?" Tawar Alana setelah turun dari motor Rafael.
"Lain kali aja, udah malam" Jawab Rafael menolak tawaran Alana.
"Oh yaudah, hati-hati" Ucap Alana sambil melambaikan tangan.
Rafael pun memyalakan motornya dan meninggalkan pekarangan rumah Alana.
Setelah melihat punggung Rafael yang sudah tidak kelihatan, Alana pun masuk ke dalam.
Di Kediaman Subagja
Rafael yang baru sampai rumah memilih langsung ke kamarnya dan tepar.
"Itu orang emang banyak bedanya ya, kok ada sih cewek kek dia" Gumam Rafael membayangkan Alana.
Rafael yang tadinya sedikit bengong akhirnya pun tersadar.
"Gua kenapa sih, mikirin Alana mulu. Ya gimana nggak mikirin, dianya terlintas mulu di waktu kosong gua" Tanya Rafael yang di jawab oleh dirinya sendiri.
Di Rumah Vania
Vania duduk di bar rumahnya dengan ekspresi badmoodnya.
"Untung aja gua berhasil pergi" Ucap Vania sambil menatap datar ke arah di depannya.
"Gua ngira Alana bakal marah sama Rafael, terus putus setelah apa yang gua sampaiin kemarin. Ini malah kayaknya mereka baik-baik aja" Ucap Vania lagi.
"Rafael ngapain ngajak Alana sih tadi? Bikin kesal aja. Padahal gua udah ngebayangin balikan sama Rafael setelah ketemuan tadi" Vania terus-terusan kesal dengan yang terjadi sore tadi.
Skip keesokan harinya.
Star Cafe
Alana dengan fokusnya menegetik di laptop yang ada di hadapannya.
Alana ke cafe hanya sendiri, katanya biar fokus ngerjain tugas.
Kalo bareng Keisha sama Clarissa yang ada mereka hanya akan bergosip dan tugasnya pun nggak bakal kelar.
"Ini mbak" Ucap seorang waiter dengan nampan yang berisi dua cangkir kopi di atasnya.
"Tarok depan aja mbak" Ucap Alana yang tetap fokus menatap layar laptopnya.
Waiter tadi pun meletakkan kopi Alana di meja depan Alana lalu mengantar kopi yang satunya lagi ke meja yang berbeda.
"Ini bukannya pesanan saya mbak, saya mesan yang Americano bukan latte" Ucap seorang customer cowok kepada waiter yang mengantarnya tadi.
"Tapi yang tertulis tadi di note nya ini mas, soalnya semua pesanan udah pada benar" Ucap waiter tadi yang merasa tidak salah.
"Coba deh mas lihat note nya, pas kok meja 4 yang latte" Jelas waiter tadi sambil memperlihatkan note nya.
"Perasaan tadi gua mesan nggak salah deh" Gumam cowok tadi.
Alana yang mendengar kebisingan tadi pun menoleh kesana.
"Ribut apa sih?" Tanya Alana ke dirinya sendiri.
Alana pun mengambil cangkir kopinya.
Ketika hendak meminum Alana pun tersadar dengan penampakan kopinya yang kelihatannya beda.
"Lah bukannya tadi gua mesan latte ya, kok ini kayak semacam americano?" Tanya Alana ke diri sendiri sambil meneliti kopinya tadi.
"Mbak" Panggil Alana kepada salah seorang waiter.
Waiter nya pun menghampiri meja Alana.
"Ada yang bisa saya bantu mbak?" Tanya waiter.
"Mbak kayaknya pesanan saya salah deh. Tadi saya mesan latte tapi kok yang datang malah americano ya?" Tanya Alana.
Waiter pun menemukan jawaban atas kedua problem barusan.
"Sebelumnya saya minta maaf mbak, kayaknya pesanan mbak sama mas yang disana ketukar" Jelas waiter kepada Alana.
Alana pun menoleh ke cowok yang di tunjuk waiter barusan.
"Tunggu saya tukar kembali ya mbak" Ucap waiter lalu menghampiri meja cowok tadi.
"Mas sebelumnya mas, ini yang americano. Itu yang latte punya mbak disana" Jelas waiter pun kepada si cowok.
Si cowok pun menoleh dan melihat kearah Alana.
Tanpa diminta si cowok pun mengantar yang latte tadi ke meja Alana.
"Maaf mbak pesanan kita ketukar, saya salah ngambil nomor meja tadi" Ucap si cowok meminta maaf.
"Nggak papa, thanks ya" Jawab Alana lalu fokus kembali ke laptopnya.
si cowok pun kembali ke mejanya.
...●○●○●...
Jangan lupa like, comment and vote..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments