~ Kok Gua Jadi Gini Ya? ~

...●○●○●...

..." Aku bukanlah orang yang gampang mengungkapkan rasa, yang pasti setiap bersamamu aku nggak pernah bisa menjadi diriku yang biasanya "...

...~ Rafael Narendra ~...

...●○●○●...

Di Kediaman Keluarga Ketlovly

"Sore-sore gini enaknya nyemil apa ya?" Tanya Alana kepada dirinya sendiri.

Alana membuka aplikasi go food lalu menscroll ke bawah sambil memilih makanan apa yang cocok baginya sekarang.

"Kebab enak nih kayaknya" Ucap Alana setelah menemukan makanan yang cocok.

Tanpa buang waktu, Alana langsung memesannya dan langsung turun ke bawah.

Alana duduk di sofa buat nungguin pesanannya tadi.

Ting.. tong..

Bel rumah pun berbunyi.

"Lah, kok cepat amat sih datangnya. Bukannya 10 menit lagi ya?" Tanya Alana bingung.

Alana langsung membuka pintu rumah.

Terlihatlah mama Alana di depan pintu.

"Lah mama, dari mana aja sih mom?" Tanya Alana sambil melihat sang mama yang berdiri dengan keadaan sedikit pincang.

"Ini kaki mama kenapa?" Tanya Alana cemas.

"Ini tadi mama kan lagi jogging, nggak sengaja kaki mama keseleo. Untung ada Liam yang bantuin mama" Jelas Mama Alana kepadanya.

Alana pun langsung melihat orang di sebelah mamanya.

"Liam" Ucap Alana yang baru sadar bahwa ada Liam yang dari tadi di sebelah mamanya.

"Oh hai Lan" Jawab Liam sambil melambaikan tangan.

"Kalian udah kenal?" Tanya mama Alana kepada mereka berdua.

"Teman sekelas Alana mom" Jawab Alana singkat dan jelas.

"Jadi rumah lo dekat sini Liam?" Tanya Alana kepada Liam.

"Iya Lan, kita se komplek" Jawab Liam yang buat Alana sedikit melongo.

"Tapi kok gua nggak pernah ya lihat lo di sekitaran sini?" Tanya Alana lagi kembali penasaran.

"Iya, sebab gua baru sebulan pindah sini" Jelas Liam yang di balas dengan jawaban ooh oleh Alana.

"Wah berarti kita tetangga ya Liam, bisalah nanti kalian ke sekolah bareng" Ucap Mama Alana sedikit menyela.

"Apaan sih mom" Ucap Alana sedikit ngode mamanya.

"Iya tant, nanti Liam ajak deh Alana berangkat sekolah bareng" Ucap Liam yang membuat Alana sedikit kesal.

"Oh ya kamu nggak mau ngajak Liam masuk nih, di luar aja perasaan" Ucap Mama Alana membuat Alana makin kesal.

"Oh iya, silahkan masuk mom, Liam" Ajak Alana yang diikuti keduanya.

"Thanks ya udah bantuin nyokap gua" Ucap Alana kepada Liam.

Alana pun ke dapur buat bikin minum sama ngambil camilan buat Liam.

Sementara mama Alana duduk di sofa bersama Liam sambil mengolesi minyak oles di kakinya.

"Baru tau gua Liam rumahnya dekat sini" Ucap Alana setelah sampai di dapur.

Di Sekolah Trisakti

Waktu istirahat sudah berjalan 20 menit yang lalu.

Di lapangan sekolah, terlihat para cowok-cowok basket tengah sibuk main basket.

Banyak cewek-cewek yang berdiri di tepi lapangan buat ngasih support kepada cowok yang mereka suka.

Keisha dan Clarissa juga tidak mau ketinggalan, mereka juga bersorak.

Alana juga termasuk cewek pecinta olahraga, terutama basket. Tapi Alana hanya memilih buat memperhatikan cara bermain para cowok daripada bersorak-sorak yang menurutnya menguras energi saja.

Di dalam permainan juga terdapat Rafael dan teman-temannya.

Bayak dari kaum hawa yang makin terpesona sama kemampuan bermainnya Rafael.

Permainan pun selesai, cewek-cewek pun menghampiri idola mereka dengan tujuan mau ngasih botol minum.

"Kelas yok!" Ajak Alana kepada Keisha dan Clarissa.

"Bentar Lan, gua ngasih minum buat Liam dulu" Ucap Clarissa lalu berlari menghampiri Liam.

Alana dan Keisha pun melanjutkan jalan mereka.

Tak terlepas dari tatapan Rafael, dia melihat Alana dan Keisha dengan santainya pergi meninggalkan lapangan.

"Dia pergi gitu aja?" Gumam Rafael kepada dirinya sendiri.

"Gak bisa dibiarin ini" Ucap Rafael lalu berjalan menghampiri Alana.

"WOII" Panggil Rafael kepada Alana.

Alana dan Keisha pun menoleh ke belakang.

"Lo manggil kita?" Tanya Alana sambil menunjuk diri sendiri.

"Iya, siapa lagi" Jawab Rafael simpel.

"Ada apa?" Tanya Alana yang juga singkat.

"Ada apa, ada apa. Lo nggak minat gitu ngasih gua minum?" Tanya Rafael to the point, membuat Alana merasa sedikit aneh.

"Emang kenapa gua mau ngasih lo minum. Kan udah ada mereka" Ucap Alana sambil menunjuk barisan para cewek yang dari tadi nungguin Rafael buat ngasih botol minum.

"Gua nggak mau. Gua maunya lo yang ngasih gua botol minum" Ucap Rafael yang buat Alana makin merasa aneh.

"Lah, kok harus gue. Emang untung bagi gua apaan coba?" Tanya Alana yang membuat Rafael juga bingung sama ucapannya sendiri.

"Ya nggak ada" Balas Rafael.

Rafael kembali mikir sama jawabannya.

"Minimal lo basa basi lah" Ucap Rafael lagi nggak mau kelihatan kalah.

"Gua nggak suka basa basi" Balas Alana lalu melanjutkan jalannya meninggalkan Rafael.

"Lo diabaiin nih bos ceritanya" Ucap Lucas yang baru datang dari arah belakang Rafael.

"Momen langka nih si bos diabaiin cewek. Dokumentasi, dokumentasi" Ucap Revan ikutan heboh sambil mengeluarkan handpone di kantong celananya.

"Apaan sih lo berdua" Ucap Rafael lalu meninggalkan lapangan.

"Yah si bos ngambekan" Ucap Revan lagi.

Mereka berdua pun tertawa melihat temannya kesal perkara cewek.

Setelah berganti pakaian, Rafael meletakkan kembali pakaian basketnya di loker.

"Kok gua kesal ya sama itu orang. Bisa-bisanya dia bikin malu di hadapan teman-teman gua" Gumam Rafael yang masih kesal.

"Tapi tadi bukan gua bangat. Kok bisa ya gua bertingkah seperti bukan gua di hadapan dia" Ucap Rafael bingung sama diri sendiri.

Di lain sisi, Alana sedang diinterogasi oleh Keisha sama Clarissa.

"Gua nggak mau tau, yang pasti gua mau penjelasan dari lo Lan" Ucap Keisha dengan tampang seriusnya.

"Penjelasan apa sih Kei?" Tanya Alana nggak paham.

"Itu yang tadi" Jawab Keisha masih mode seriusnya.

"Yang tadi apaan?" Tanya Alana yang membuat Keisha tambah geram.

"Itu lo sama Rafael" Jawab Keisha hampir habis kesabaran.

"Nggak ada apa-apa" Balas Alana yang tidak sesuai ekspektasi mereka.

"Lo udah jadian ya sama Rafael" Tuduh Keisha yang langsung membuat Alana melotot ke arahnya.

"Jangan ngadi-ngadi deh Kei, nggak mungkin gua jadian sama tuh orang" Balas Alana benar apa adanya.

"Tapi kan.." Belum sempat Keisha menyelesaikan ucapannya, Alana menutup mulutnya pakai jari tangan.

"Nggak ada tapi-tapi" Ucap Alana lalu melepas jarinya tadi dari bibir Keisha.

Pembicaraan mereka tadi pun tak terlepas dari pandangan Liam.

Liam juga melihat aksi Rafael menghampiri Alana di lapangan tadi.

...●○●○●...

Gimana guys di bab ini?

Kalo suka jangan lupa like and comment ya..

Tungguin juga aku up bab-bab berikutnya..

Follow juga ig @_irshghsti

Babayy👋👋

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!