...●○●○●...
..." Gimana gua nggak merasa nyaman sama lo, sedangkan senyum lo adalah sebuah kebahagian buat gua "...
...●○●○●...
Hari ini Alana memilih pulang sekolah pakai bus.
Alana berjalan menuju halte yang jaraknya tidak jauh dari sekolahnya.
"Kok gua ngerasa ada yang ngikutin ya?" Batin Alana karena merasa ada yang mengikutinya dari belakang.
Sesekali Alana menoleh ke belakang, tapi tidak ada siapapun.
Alana pun melajukan langkahnya.
"Liam" Teriak Alana setelah melihat Liam lewat dengan motornya.
"Pulang bareng gua ya!" Ucap Alana menawarkan diri.
"Lo kesambet apaan sih, nggak biasanya ngajak balik bareng" Ucap Liam merasa aneh sama Alana.
"Nggak ada apa-apa, yaudah yuk cepatan" Ajak Alana langsung memasang helm di kepalanya.
Liam pun melajukan motornya.
Skip keesokkan harinya.
Alana bersepeda di taman biasanya.
"Mampir dulu deh" Ucap Alana menghentikan sepedanya di depan penjual bubur ayam.
"Bang buburnya ayamnya satu ya" Teriak Alana yang di jawab oke oleh penjual bubur ayam.
"Nih neng" Ucap penjual bubur ayam lalu meletakkan bubur ayam tadi di meja Alana.
Alana langsung menyuap bubur ayam miliknya.
Seseorang duduk di meja depan Alana.
"Hai" Ucapnya sambil melambaikan tangan.
"Lo lagi" Balas Alana setelah melihat Bastian di depannya.
"Udah penuh, nggak mungkin kan gua makan sambil berdiri" Ucap Bastian.
"Asal nggak ganggu gua aja" Balas Alana dengan ketusnya.
"Galak amat sih, masih pagi lo Alana" Ucap Bastian.
"Tau dari mana lo nama gua" Tanya Alana ingin tau.
"Seseorang, makanya kalo gua ajak kenalan nggak usah jutek-jutek" Jawab Bastian masih dengan tampang nyebelinnya.
Alana terlihat menghela napas dengan tingkah Bastian.
Star Cafe
Alana, Keisha dan Clarissa sedang belajar bareng.
Tapi di lihat dari penampakan mereka, hanya Alana yang sibuk dengan laptopnya, sedangkan Keisha sibuk dengan handphonenya begitu juga Clarissa.
"Kalian berdua nggak ada niatan gitu bantu mikir" Ucap Alana capek dengan kedua sahabatnya ini.
"Iya, ini dari tadi gua mikirin ide yang bagus tapi nggak dapat-dapat" Jawab Keisha yang matanya masih menatap layar handphone.
"Mikir ide sambil scrool ig, mana dapat idenya" Ucap Alana kesal.
"Lan, kami tau lo mampu. Jadinya kami serahkan semuanya sama lo, karna kami yakin apapun ide lo pasti yang terbaik buat kita" Ucap Clarissa menyela.
"Kita kata lo, enak bangat ya kalian" Alana semakin di buat kesal oleh keduanya.
"Jadi sahabat nggak boleh perhitungan gitu dong" Keisha dengan tidak tau malunya menceramahi Alana.
"Dahlah capek gua" Ucap Alana frustasi.
Di sela Alana kembali sibuk sama laptopnya, Keisha kembali ngajak Alana ngobrol.
"Oh iya Lan, lo sama Rafael udah jadian atau belum sih?" Tanya Keisha yang biat Alana berhenti dengan aktifitasnya.
"Kok nanya itu sih?" Alana nanya balik ke Keisha.
"Nggak, penasaran aja. Soalnya kalian kelihatan dekat banget" Ucap Keisha.
"Nggak ada yang jadian, cuman dekat gegara olimpiade waktu itu aja" Jelas Alana yang diragukan oleh Keisha dan Clarissa.
"Lo nggak ada niatan buat pacaran Lan? perasaan lo cantik, pintar, sultan, komplit deh" Ucap Calrissa yang di respon tawa oleh Alana.
Keisha dan Clarissa pun saling natap.
"Nggak usah berlebihan, yang sultan mah orang tua gua, gua masih banyak kurangnya juga" Jawab Alana merendah.
"Ngerendah mulu lo, awas aja kalo tiba-tiba Rafael jadian sama gua" Ucap Keisha berusaha ngasih peringatan.
"Ya nggak papa, asal lo bahagia aja" Jawab Alana simpel.
**Di Kediaman Keluarga Ketlovly
...●○●○●...
💬** Rafael 💬
Rafael : Lan
: Pergi pasar malam yuk
^^^Alana : Emang ada?^^^
Rafael : Ada, malam ini buka
^^^Alana : Yaudah ayok^^^
...●○●○●...
Di Area Pasar Malam
"Wah rame bangat ya" Ucap Alana setelah melihat sekeliling yang di penuhi pengunjung dan penjual, juga beberapa wahana.
"Kesana yuk!" Ajak Rafael menunjuk wahana komedi putar.
"Mau coba nggak!" Tawar Rafael setelah sampai.
"Mau lah" Jawab Alana.
Alana pun naik komedi putar dengan Rafael juga di sebelahnya.
Tampak keceriaan di wajah Alana.
Tidak hanya komedi putar, mereka juga mencoba beberapa wahana lainnya. Seperti biang lala, permainan lempar batu, dan beberapa lainnya.
"Lo senang kan?" Tanya Rafael.
"Banget" Jawab Alana sambil menggendong satu boneka yang berhasil di dapat Rafael dari permainan lempar batu tadi.
"Thanks ya" Ucap Alana dengan tulusnya.
"Buat?" Tanya Rafael yang belum paham.
"Ya buat malam ini, makasih udah ngajak gua kesini" Jelas Alana lagi masih belum selesai dengan tampang bahagianya.
"Biasa aja kali Lan, kapan lagi coba" Balas Rafael lagi yang di respon senyum oleh Alana.
"Thanks ya, udah hadir di hidup gua. Berkat lo hidup gua nggak semonoton dulu, jauh lebih berwarna" Batin Alana sambil menatap wajah Rafael.
"Kenapa natap gua kayak gitu?" Tanya Rafael penasaran.
"Nggak ada, kalo di lihat dari dekat lo imut juga ya. Nggak se cool awal gua ketemu lo" Ucap Alana apa adanya.
"Gua cool ya, nggak ada imut-imutan, ini perkara dekat lo aja" Balas Rafael tak terima.
"Maksudnya?" Tanya Alana bingung.
"Nggak ada, lupakan. Lo pasti lapar kan, cari makan yok!" Ajak Rafael berusaha mengalihkan pembicaraan.
Alana pun mengangguk.
...●○●○●...
Seperti biasa jangan lupa like, comment and vote nya..
Follow juga ig @_irshghsti
Sampai jumpa di bab berikutnya..
Babayy👋👋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments