~ Kesepakatan Kerja Sama~

...●○●○●...

..." Akan selalu ada yang datang di kehidupan kita, mau tidak mau, siap tidak siap.. Dan aku harap orang itu orang yang tepat "...

...~ Alana Ketlovy ~...

...●○●○●...

Weekend di pagi ini, Alana memutuskan buat bersepeda.

Alana bersepeda di taman kota.

"Udah lama juga rasanya gua nggak sepedahan gini" Ucap Alana sambil mengayuh sepedanya.

Alana terlihat menikmati udara pagi yang sejuk sambil tersenyum bahagia.

Alana mengayuh sepeda dengan kecepatan sedang.

Terdapat orang tak bertanggung jawab membuang botol minumannya sembarangan.

"Wah gila tuh orang" Ucap Alana lalu mengambil botol itu dan mengejar pesepeda tadi.

Alana berhasil memotong jalannya pesepeda itu.

Si pesepeda pun berhenti mendadak.

"Apa-apaan ini" Ucap pesepeda marah jalannya di halangi.

"Masih mau nanya kenapa, nih" Jawab Alana lalu melempar botol yang di ambilnya tadi.

Lemparan Alana pun tepat mengenai wajah si pesepeda.

"Ini tempat umum, lo nggak boleh buang sampah sembarangan" Jelas Alana dengan nada tegasnya.

Si pesepeda pun sedikit meneliti wajah Alana.

"Di bilangin malah bengong" Ucap Alana kesal dikacangin.

"Lo bukannya cewek yang di cafe waktu itu ya, yang minumannya ketukar" Ucap si pesepeda tadi setelah ingat dengan wajah Alana.

"Kok lo tau?" Tanya Alana.

"Gua yang kopinya ketukar sama lo" Jawab pesepeda tadi.

"Oh, gua nggak suka ya cowok buang sampah sembarangan. Dimana etika lo" Ucap Alana dan hendak pergi.

"Tunggu, nama lo siapa?" Tanya pesepeda tadi.

Alana tak menghiraukannya dan melanjutkan mengayuh sepedanya.

Si cowok pesepeda ini pun mengejar Alana dan mensejajarkan sepeda mereka.

"Jadi cewek cuek amat, perasaan kemarin nggak cuek-cuek amat" Ucap si cowok ini lagi.

Alana hanya menatap lurus ke depan.

"Kenalin nama gua Bastian, di sekolah cewek-cewek banyak yang ngincar gua asal lo tau" Ucap cowok tadi yang ternyata adalah Bastian.

"Gua nggak butuh info lo" Balas Alana dengan cueknya.

"Alah, palingan besok lo butuh" Balas Bastian yang makin kesini makin nyebelin.

Alana pun langsung menambah kecepatan sepedanya.

Untuk saat ini Bastian memilih buat berhenti dan nggak ngejar Alana lagi.

"Yang begini nih yang gua suka, itu cewek namanya siapa sih. Susah amat perasaan ditanya" Gumam Bastian lalu kembali mengayuh sepedanya.

Di Kediaman Keluarga Ketlovly

Alana telah selesai dengan sepedaannya.

"Wih bau apa nih, enak benar aromanya" Ucap Alana baru masuk ke dalam rumah.

Alana langsung menuju dapur dimana ini sumber aroma enak tadi.

Terlihat mama Alana yang tengah sibuk dengan masakannya.

"Wah mama masak apa nih, aromanya nyengat banget sampe luar" Ucap Alana sambil melihat apa yang di buat mamanya.

"Kamu udah balik, ini mama bikin resep cookies baru" Jelas mama Alana sambil mengangkat loyang dari oven.

Cookiesnya masak dengan sempurna, aromanya pun makin menyengat ketika di keluarkan dadi oven.

Alana yang nggak sabaran langsung mencomotnya satu.

"Aduh, sakit mom" Ucap Alana karena tangannya di jitak mamanya.

"Ini panas Alana, baru aja mama angkat dari oven. Kamu gimana sih" Ucap mamanya peduli.

"Ya Alana kan penasaran mom sama rasanya" Balas Alana dengan nada manjanya.

"Mending kamu mandi dulu deh, udah keringatan gini. Habis itu kita makan cookiesnya bareng" Suruh mamanya.

Alana pun menyium aroma badannya.

"Nggak bau, tapi yaudah deh. Alana ke kamar dulu mom" Pamit Alana lalu berlari menaiki anak tangga.

Sesuai janji, setelah selesai mandi Alana langsung turun ke bawah.

Alana menghampiri mamanya yang sedang duduk di ruang keluarga.

Alana pun mengambil satu cookies lalu duduk di sebelah mamanya.

"Mom, waktu SMA dulu mama pernah pacaran?" Tanya Alana yang membuat mamanya mengernyitkan dahi.

"Tunggu-tunggu, kok anak mama tumben nanya ginian. Hayo loh" Goda mamanya membuat Alana sedikit malu.

"Enggak, Alana penasaran aja sama masa muda mama" Jawab Alana membela diri.

"Dulu mama pernah punya pacar waktu SMA, kita pacaran selama 2 tahun. Waktu mau naik kelas 3 dia pergi ke luar kota, mama nggak tau dimana. Kita lost contact sampai sekarang" Jelas mama Alana sedikit bercerita.

"Mama nggak mau cari tahu gitu keberadaannya?" Tanya Alana.

"Udah, katanya temannya sih dia udah punya pacar" Jawab sang mama dengan ekspresi sedikit kecewa.

"Pasti mama sedih banget ya waktu itu?" Tanya Alana berusaha memahami keadaan.

"Banget, mama sampai nggak mau percaya lagi sama laki-laki. Untungnya waktu mama kuliah mama ketemu papa kamu. Papa kamu berhasil mengubah pandangan mama terhadap laki-laki" Balas mama Alana lagi yang membuat Alana sedikit baper sama kisah mereka.

"Bagus juga ya kisah mama sama papa" Puji Alana terharu.

"Kamu gimana?" Tanya mama Alana yang Alana nggak ngerti sama pertanyaan mamanya ini.

"Gimana apanya mom?" Tanya Alana kurang paham.

"Hubungan kamu gimana?" Tanya mamanya yang buat Alana sedikit tergelak.

"Hubungan apa sih yang mama maksud, dari dulu mana ada Alana niat pacaran" Balas Alana yang memang benar dari dulu jomblo.

"Itu kembali ke kamu, mama serahkan semuanya ke kamu. Yang pasti saran mama, kamu jangan terlalu mandiri jadi cewek. Suatu saat kamu bakal butuh seseorang juga buat melengkapi hidupmu" Ucap mama Alana memberi saran kepada Alana.

Exco Cafe

Terlihat Vania dan Bastian sedang duduk berdua di salah satu meja.

"Langsung aja, ngapain lo ngajakin gua ketemu disini?" Tanya Bastian to the point.

"Gua mau ngajak lo kerja sama" Ajak Vania.

"Lo kira gua bakalan mau?" Tanya Bastian meremehkan.

"Gua yakin lo bakalan tertarik sama kerja sama ini" Ucap Vania dengan percaya dirinya.

"Kerja sama apa yang lo maksud?" Tanya Bastian tak mau basa basi.

"Ini berhubungan sama Rafael" Balas Vania membuat Bastian yang tadinya lagi minum kopi sedikit tersedak.

"Tertarikkan lo, coba deh lo lihat ini" Ucap Vania sambil memperlihatkan satu foto.

"Ini kan foto, tapi tunggu deh, gua kenal ini wajah" Ucap Bastian setelah melihat foto yang di perlihatkan Vania.

"Lo kenal Alana?" Tanya Vania penasaran.

"Namanya Alana?" Tanya Bastian lagi.

"Lo sebenarnya kenal nggak sih sama nih cewek?" Tanya Vania kesal.

"Iya gua pernah ketemu dua kali, tapi dia nggak mau ngasih tau namanya" Jelas Bastian.

Vania tampak tersenyum tipis sama jawaban Bastian barusan.

"Bagus deh, gua mau lo-" Ucap Vania lalu melanjutkan dengan bisikan ke telinga Bastian.

"Gimana, lo tertarik?" Tanya Vania setelah selesai berbisik.

"Gua tertarik" Jawab Bastian yang sesuai sama ekspektasi Vania.

Mereka pun saling senyum setelah menyetujui kesepakatan.

...●○●○●...

Jangan lupa like, comment and votenya..

Sampai jumpa di bab berikutnya..

Follow juga ig @_irshghsti

Babayy👋👋

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!