~ Sedikit Menarik ~

...●○●○●...

..." Lo menarik, tapi sayang orang di masa lalu gua tetap menepati tempat terbaik di dalam hati gua "...

...~ Rafael Narendra ~...

...●○●○●...

Di SMA Trisakti

Jam menunjukkan pukul 10 pagi, seperti biasa semua siswa banyak berada di kantin buat ngisi energi yang sudah digunakan buat belajar tadi. Begitu juga dengan Alana dengan kedua sahabatnya.

Hari ini, Clarissa yang memesan makanan untuk kedua sahabatnya. Keisha sibuk main hp, sedangkan Alana selalu setia sama novelnya.

"Gua boleh gabung nggak?" Liam datang menawarkan diri ke meja Alana dan Keisha.

"Boleh, gabung aja" Jawab Keisha yang juga diangguki Alana.

Liam pun duduk di kursi yang berhadapan dengan Alana.

"Dari dulu hobi banget ya baca novel" Ucap Liam memecahkan suasana hening mereka.

"Oh ini, gabut aja. Daripada main hp mulu mending baca novel ya kan" Jawab Alana yang secara tidak langsung menyindir Keisha.

"Lo nyindir gua nih?" Tanya Keisha karena merasa tersindir dengan jawaban Alana.

"Nggak, tapi kalo lo ngerasa bisa jadi juga sih" Balas Alana lagi tanpa merasa bersalah dan melanjutkan membaca novelnya tadi.

Tampak kekesalan di wajah Keisha dan Liam hanya tertawa kecil melihat perdebatan Alana sama Keisha.

"Guys.. guys.." Clarissa dengan buru-buru nya datang menghampiri Alana dan Keisha.

"Eh Liam, ada disini juga ternyata. Cariin Clarissa ya?" Ucap Clarissa dengan pedenya.

"Ini mau gabung aja, soalnya gua malas makan sendiri" Jawab Liam.

"Lo kenapa sih Cla buru-buru?" Tanya Keisha bingung.

"Itu gua mau nyampaiin informasi ke kalian" Jawab Clarissa yang membuat Keisha tambah penasaran, tapi tidak dengan Alana.

Alana hanya menyimak tanpa bertanya lebih.

"Informasi apa?" Tanya Keisha.

"Itu lo tadi kan gua lagi mesan, jadi ada anak IPA 1 yang bilang kalo di kelas mereka ada 4 orang anak baru" Jelas Clarissa yang belum selesai udah di potong sama Keisha.

"Cewek atau cowok?" Tanya Keisha saking penasarannya.

"Cowok sih" Jawab Clarissa lagi.

"Ganteng nggak?" Tanya Keisha yang paling suka kalo udah membahas cowok.

"Ga tau juga sih" Jawab Clarissa yang nggak sesuai ekspektasi Keisha.

"Teman lo emang kayak gini?" Tanya Liam kepada Alana.

"Bukan teman gua sih" Jawab Alana lalu mendapat pelototan dari Keisha dan Clarissa.

"Duduk sini aja yok!" Ajak seorang cowok kepada ketiga teman cowoknya.

Mereka duduk bersebelahan dengan meja Alana.

"Gila, ganteng bangat. Itu ga sih mereka" Ucap Keisha melihat ke arah meja sebelahnya tadi.

Clarissa pun ikut menoleh kesana.

Suasana kantin yang tadinya cukup damai sekarang berubah menjadi riuh.

Banyak teriakan histeris dari kaum hawa yang ada disana. Mereka semua terpesona setelah melihat kedatangan empat orang cowok tadi.

Banyak cewek-cewek yang caper bahkan nekat meminta nama ig mereka.

"Alay bangat sih" Ucap salah seorang cowok tadi.

"Ini non pesanannya" Ucap Bi Sri selaku ibu kantin kepada Alana dan teman-teman.

Bu Sri meletakkan beberapa pesanan mereka satu per satu di atas meja. Pesanan mereka terdiri dari satu nasi goreng, satu mangkok mie ayam, dua mangkok bakso dan empat teh es.

"Makasih ya Bi" Ucap Alana yang diberi senyum oleh Bi Sri.

"Cla kesana yuk!" Ajak Keisha kepada Clarissa.

Keisha mengajak Clarissa ke meja di sebelahnya yang sudah di penuhi cewek-cewek.

Alasan Keisha nggak ngajak Alana karena dia tau Alana nggak bakal mau diajak.

"Makan dulu makanannya" Ucap Alana menghentikan kedua sahabatnya.

"Bentar doang Lan" Jawab Keisha lalu langsung berjalan kesana diikuti Clarissa.

"Dasar mereka" Gumam Alana yang masih di dengar Liam.

"Lo nggak kesana Lan?" Tanya Liam kepada Alana.

"Ngapain? Mending disini makan. Buang-buang waktu aja tau nggak" Jawab Alana spontan.

"Iya juga sih" Balas Liam setuju dengan Alana.

Sesekali Liam memperhatikan sebelah mejanya itu lalu berpindah ke Alana.

"Lo emang beda Lan" Batin Liam setelah melihat betapa banyaknya cewek yang caper kepada anak baru itu.

Empat orang cowok tadi kelihatan risih dengan keadaan sekarang. Terutama satu yang sepertinya pemimpin dari ketiga orang ini.

Secara tidak langsung dia menoleh ke arah meja disebelahnya.

Dia melihat Alana dan Liam yang tinggal berdua.

"Itu cewek kok nggak kayak yang lain ya, apa karena ada pacarnya" Batin cowok ini.

"Tapi kok mereka ga kayak pacaran ya, eh ngapain sih gua peduli gini" Batinnya lagi lalu kembali memalingkan wajah.

Di Kelas XI IPA 1

Empat orang cowok tadi memasuki kelas mereka dengan tampang cool dan datarnya.

Sepanjang koridor, tidak sedikit pujian yang di lontarkan oleh cewek-cewek yang berdiri di sana.

Seorang cowok menghampiri meja dari ketua cowon cool tadi.

"Hai, kenalin nama gua Vero" Vero mengulurkan tangannya buat kenalan.

Setelah sedikit memperhatikan Vero, sang pemilik meja pun membalas uluran tangan tadi.

"Gua Rafael" Balasnya dengan nada datar.

"Gimana hari pertama lo sekolah disini? Gua harap kita bisa berteman" Ucap Vero berusaha bersikap friendly.

"Biasa aja, ga ada yang spesial disini" Jawab Rafael yang sangat menguji kesabaran Vero.

"Sorry ya cewek-cewek disini banyak yang caper ke kalian" Ucap Vero lagi.

"Ngapain lo yang minta maaf?" Tanya Rafael merasa aneh.

Vero pun juga bingung kenapa berkata begitu.

"Ya secara kan gua lebih dulu sekolah disini" Jawab Vero berusaha tidak gugup.

Rafael tidak menjawab dan bertanya apapun lagi.

Sudah setengah jam guru belum masuk di kelas XI IPA 1.

Semua siswa pun beranggapan kalo hari ini jam kosong.

Rafael berdiri di ambang pintu dengan Vero di dekatnya.

Secara tidak sengaja matanya menangkap sosok Alana yang sedang main basket di lapangan.

"Itu cewek namanya siapa?" Tanya Rafael kepada Vero.

Vero pun merasa senang karena Rafael yang memulai bertanya terlebih dahulu.

"Oh itu Alana anak kelas XI IPA 3" Jawab Vero.

"Oh" Balas singkat Rafael.

"Hebat ya dia main basket" Puji Vero kepada Alana.

Rafael pun kembali memperhatikan Alana.

"Ga hanya itu, Alana juga pintar tau soal pelajaran" Ucap Vero kembali memuji Alana.

"Pintar kok kelas IPA 3?" Tanya Rafael karena emang siswa pintar biasanya di tempatkan di IPA 1 atau nggak IPA 2.

"Ya gitu deh, dia sendiri yang minta di gabungin sama sahabatnya di IPA 3. Dan karena dia siswa berprestasi jadi bukan masalah besar bagi guru-guru" Jelas Vero yang memberi Rafael sedikit informasi mengenai Alana.

...●○●○●...

Makasih buat yang masih stay di cerita ini..

Gimana menurut kalian di bab ini?

Kalo ada masukan silahkan tulis ya di kolom komentar..

Kalo suka jangan lupa like and comment..

Tungguin terus up berikutnya..

Kalau ada kesalahan kata jangan lupa komen okayy..

See you in the next bab..

Follow juga ig @_irshghsti

Babayy👋👋

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!