...●○●○●...
..." Disaat gua udah mulai damai sama masa lalu, kenapa dia kembali datang dan mengasuk kehidupan gua "...
...~ Rafael Danendra ~...
...●○●○●...
Di Kediaman Keluarga Ketlovly
"Hai mom, Alana balik" Teriak Alana yang baru saja datang sambil menutup pintu
Mama Alana pun langsung menoleh ke Alana diikuti wanita seumuran di sebelahnya.
Mama Alana langsung mengode Alana karena seorang tamu perempuan yang lagi duduk di ruang tamu.
"Ada tamu mama rupanya" Gumam Alana.
Alana menghampiri mamanya buat bersalaman begitu juga dengan tamu mamanya.
"Malam tante" Ucap Alana sambil bersalaman yang di jawab malam juga.
"Ini anak kamu Mir?" Tanya wanita ini kepada Elmira (mamanya Alana).
"Iya ini anakku Alana" Jawab mama Alana.
"Cantik ya anak kamu" Ucapnya lagi memuji Alana.
"Tante bisa aja, Alana nggak secantik itu juga tant" Balas Alana berusaha rendah hati.
"Kamu sepertinya seumuran deh sama anak tante" Ucap wanita tadi ingat anaknya yang seumuran sama Alana.
"Yang benar tant?" Tanya Alana penasaran juga.
"Iya, nanti deh kalo dia udah nyampe tante kenalin" Jawab wanita tadi.
Ting.. tong..
Bel rumah pun berbunyi.
"Nah itu kayaknya dia yang udah nyampai" Ucap wanita tadi lagi.
Bi Ira pun membukakan pintu.
Nampak seorang cewek seumuran Alana memasuki rumahnya.
"Itu bukannya.. Vania" Batin Alana setelah melihat wajahnya.
"Ini anak tante?" Tanya Alana yang diangguki tentenya itu.
Vania yang menyadari keberadaan Alana pun sedikit terkaget.
"Alana" Ucap Vania yang di balas senyum tulus oleh Alana.
"Kalian udah saling kenal?" Tanya mama Vania.
"Baru kenal kemarin ma" Jawab Vania yang di respon oo oleh mamanya dan mama Alana.
"Dunia emang sempit ya, padahal baru aja kita mau kenalin anak kita, eh mereka udah saling kenal ternyata" Ucap mama Alana.
Alana dan Vania saling natap satu sama lain. yang terlihat hanyalah kebingungan di raut wajah mereka.
"Ini semesta lagi rencanain apa sih?" Batin Alana.
"Bisa-bisanya gua ketemu Alana disini, di rumahnya sendiri. Ini takdir atau gimana sih?" Vania pun ikut ngebatin dengan keadaan ini.
"Oh iya Mir, katanya tadi kamu mau bikin brownis. Kita bikin yuk! biar anak-anak pada ngobrol disini" Ajak mama Vania yang paham sama keadaan.
Mama Alana pun setuju dan mereka berdua pun berjalan ke dapur buat bikin brownis.
Sekarang tinggalah Alana sama Vania. Tampak kecanggungan di keduanya.
"Lo mau minum apa? Biar gua bikinin" Tawar Alana biar terbebas dari kecanggungan ini.
"Apa aja deh" Jawab Vania ngasal.
"Gua nggak tau minumam apa aja kayak gimana" Balas Alana yang membuat Vania kesal dan harus mikir lagi.
"Jus jeruk aja" Ucap Vania.
"Yaudah" Ucap Alana lalu bergegas ke dapur.
Skip keesokkan harinya.
Di Kelas XI IPA 1
"Selamat pagi semuanya" Ucap Pak Jono yang baru saja masuk ke dalam kelas dengan beberapa buku di bawanya.
"Pagi pak" Jawab semua murid serentak.
"Pagi ini sebelum mulai belajar, bapak mau memperkenal murid baru di kelas kita" Ucap Pak Jono mengasih tahu semuanya.
"Murid baru pak? Cewek atau Cowok?" Tanya salah seorang murid.
"Cewek" Balas Pak Jono yang membuat kaum adam yang ada langsung tersenyum.
"Cantik nggak pak anak barunya" Tanya salah seorang murid cowok lagi.
"Silahkan masuk!" Suruh Pak Tono kepada murid barunya.
Cewek itu pun masuk.
"Gila cantik juga nih anak baru, udah punya pacar atau belum ya?" Terdapat banyak pertanyaan ketika itu.
Rafael yang sibuk dengan gambarnya pun disiku oleh Vero.
"Apa?" Tanya Rafael kesal karena aktifitas menggambarnya di ganggu.
"Lihat tuh ada bidadari di depan" Tunjuk Vero ke arah anak baru tadi.
"Apaan sih lo, alay obsesi bangat jadi cowok" Ucap Rafael lalu melanjutkan aktifitasnya tanpa melihat ke depan.
"Silahkan perkenalkan nama kamu!" Suruh Pak Jono kepada siswi baru tadi.
"Kenalin nama gua Vania Aresti, bisa di panggil Vania" Ucap Vania memperkenalkan diri.
Vania yang dari tadi menatap ke meja Rafael merasa sangat kesal.
Rafael terlalu sibuk sama aktivisnya sehingga tidak menoleh ke arahnya.
"Woii" Panggil Lucas kepada Rafael.
"Apaan?" Tanya Rafael.
"Liat noh, mantan lo ada di depan" Ucap Lucas menjelaskan.
Ucapan kali ini sedikit menarik perhatian Rafael.
Rafael akhirnya menoleh ke depan.
"Vania.. dia ngapain kesini?" Batin Rafael.
Setelah perkenalan tadi Vania di persilahkan duduk.
Vania memilih duduk di kursi belakang yanv sebarisan sama kursi Rafael.
Vania pun berjalan dengan pede menuju kursinya.
"Kok dia tau sih Rafael sekolah disini?" Tanya Revan kepada Lucas dan juga Nico.
"Dah balikan kali" Tebak Nico ngasal.
Mood Rafael langsung di buat down pagi ini oleh kedatangan Vania.
"Frustasi gua lama-lama sama ini hidup" Batin Rafael sambil mengacak-acak rambutnya.
Sedangkan Vania, dia terlihat senang karena sekelas sama Rafael.
"Akhirnya gua bisa lebih dekat lagi sama Rafael" Batin Vania sambil senyum-senyum.
...●○●○●...
Jangan lupa like, comment and vote..
Mohon dukungannya agar aku bisa bikin cerita yang rajin up cerita Kamulah Takdirku ini..
Follow juga ig @_irshghsti
Sampai jumpa di bab berikutnya..
Dengan semangat dan cerita yang lebih menarik lagi..
Babayy👋👋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments