...●○●○●...
..." Bukan nggak mau buka hati, takut aja yang kemarin ke ulang lagi "...
...~ Rafael Narendra ~...
...●○●○●...
Di SMA Cempaka
"Sial, berani sekali para b*jingan itu kabur" Seorang laki-laki berbadan jangkung sedang emosi di hadapan empat orang temannya.
"Gua barusan di kasih tau sama teman sekelasnya kalo mereka sudah pindah sekolah dua hari yang lalu" Jelas salah seorang diantara empat orang tadi.
"Lo yang tenang Bas, mereka pasti ga bisa kabur" Ucap yang sebelah kepada laki-laki yang marah tadi.
Namanya adalah Bastian, ketua geng motor yang diberi nama Aodro. Terdiri dari Bastian sebagai ketua dan teman-temannya yang bernama Jio, Reno, Ares dan Baskara.
"Lo tenang aja, Jakarta ga seluas itu buat mereka kabur. Kita pasti bisa temuin para b*jingan itu" Ucap Baskara berusaha meredakan amarah Bastian.
Amarah Bastian sedikit mereda.
"Awas aja lo Rafael" Gumam Bastian yang ternyata ditujukan kepada Rafael.
Parkiran SMA Trisakti
Terlihat Alana yang sedang sibuk mengutak-atik ponselnya.
"Duh, papa mana ya? Dari tadi di hubungi nggak masuk-masuk" Ucap Alana yang sudah berulang kali menelpon papanya.
"Tau gini mending bawa motor aja tadi" Ucap Alana lagi lalu menghentikan aksi telponannya.
Di sisi lain, terlihat Rafael dan tiga orang temannya sedang siap-siap pake helm untuk pulang ke rumah.
"Ada cewek tu" Tunjuk Nico kepada Alana diikuti oleh teman-temannya.
"Lagi nungguin jemputan kayaknya" Ucap Revan menebak.
"Udah sepi tau nih sekolah, ajak balik bareng aja yuk!" Ajak Lucas kepada Rafael dan lain-lain.
Ketika hendak menghampiri Alana, mereka melihat satu motor berhenti di depan Alana.
"Belum balik Lan?" Tanya orang itu yang ternyata adalah Liam.
"Belum, lagi nungguin bokap" Jawab Alana singkat.
"Udah sepi tau, pulang bareng gua aja yuk!" Ajak Liam.
"Nggak usah Liam, bentar lagi juga datang kayaknya" Balas Alana menolak ajakan Liam.
"Udah sepi lo Lan, mana ada cewek lagi" Ucap Liam sedikit membujuk Alana.
Alana sedikit berpikir.
"Iya juga sih, cuman gua doang cewek disini satu-satunya" Batin Alana sambil melihat sekeliling.
"Mau nggak nih?" Lagi-lagi Liam menawarkan tumpangan kepada Alana.
"Yaudah deh" Jawab Alana lalu menaiki motor Liam.
Aksi mereka barusan tidak terlepas dari pandangan Rafael dan teman-temannya.
"Mereka benaran pacaran ternyata" Batin Rafael.
"Udah ada pacarnya, yuk balik!" Ajak Rafael yang disetujui Revan, Nico sama Lucas.
Di Kediaman Subagja
Rafael menggantung tasnya di dinding kamar khusus gantungan.
Tring..
Notifikasi hp berbunyi, Rafael langsung mengangkat dan melihatnya.
...○●○●○...
💬 Unknow 💬
....... : Woi b*angsat..
: Ini gua Bastian
: Bisa ya lo kabur
: Kalo lo emang gentle temui gua malam ini di taman xxxx
...●○●○●...
Hah..
Rafael hanya tersenyum simpul setelah membaca chat masuk tadi yang ternyata dari Bastian.
Rafael dan Bastian adalah ketua dari dua geng motor Alaska dan Aodro yang saling bermusuhan.
"Dapat dari mana nih orang nomor gua?" Tanya Rafael kepada dirinya sendiri.
Malam pun datang, sesuai isi chat tadi, Rafael nggak jadi menemui Bastian.
Baginya menemui Bastian adalah suatu hal yang buang waktu dan energi saja.
Sudah bisa dipastikan Bastian nantinya pasti bakal bawa rombongan buat nyerang dan ngeroyok Rafael.
Bukannya takut, hanya saja Rafael sudah memutuskan buat jauh-jauh dari perkelahian. Berurusan dengan Bastian nggak bakal ada habisnya.
Di SMA Trisakti
Pagi ini tepatnya pukul 8, terlihat koridor yang sangat sepi. Ini dikarenakan jam pelajaran sudah masuk 30 menit yang lalu dan semua siswa berada di dalam kelas.
Pagi ini, seorang Alana Ketlovy datang terlambat dengan alasan bangun kesiangan akibat begadang semalaman.
Alana berlari kencang di sepanjang koridor.
"Gini amat nasib gua, ngapain tu kelas jauh bangat sih. Tertekan batin gua" Alana tetap aja mengoceh sambil berlari.
Ketika menaiki tangga dan hampir di anak tangga paling atas Alana menabrak seseorang.
"Ya ampun" Teriak Alana yang hampir kebalik kebelakang. Untung yang ditabrak cekatan menahan dan menarik punggung Alana.
"Lah kok nggak jadi jatuh?" Tanya Alana kepada dirinya sendiri.
"Ya iyalah, kan gua tarik" Ucap seseorang di depan Alana.
Alana pun menatap sang pemilik suara.
"Thanks ya udah bantuin. Gua kira umur gua bakal sampai hari ini aja" Ucap Alana sedikit ngasal.
"Iya, barusan gua gagalin malaikat maut nyabut nyawa lo" Balas Rafael.
Jadi yang ditabrak Alana barusan adalah Rafael.
"Oh ya kok gua kayak pernah lihat lo ya?" Tanya Alana sambil sedikit mengingat.
"Tapi ya sudah deh, dah telat banget. Sekali lagi maaf gua nabrak lo dan maksih udah bantuin" Ucap Alana lagi dan langsung berlari ke kelasnya.
Rafael hanya geleng kepala lihat tingkah Alana.
"Ga jelas" Gumam Rafael lalu melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga.
Sesampainya di depan pintu kelas, terlihat Pak Aris (guru seni budaya) yang sedang menulis di papan tulis.
Alana mengode Keisha yang juga menangkap mata Alana yang baru datang.
Dengan kemampuan sefrekuensi mereka, Keisha pun memulai aksinya.
"Pak" Keisha mengangkat tangan, Pak Aris pun menoleh ke arah Keisha.
"Ada apa Keisha?" Tanya Pak Aris.
"Pak saya nggak ngerti yang ini pak" Ucap Keisha sambil menunjuk buku paket di depannya.
Pak Aris pun menghampiri meja Keisha.
"Yang mana kamu nggak ngerti?" Tanya Pak Aris lagi.
Keisha pun menunjukkannya membuat Pak Aris menatap hanya ke meja Keisha.
Alana pun memanfaatkan momen ini buat berlari ke kursinya.
Dengan sigatnya, Alana pun sampai di kursinya.
"Yang mana kamu nggak paham?" Tanya Pak Aris lagi karena Keisha dari tadi hanya menunjuk asal.
"Nggak jadi deh pak" Jawab Keisha simpel.
"Kamu ini gimana sih, katanya nggak paham" Ucap Pak Aris mulai kesal.
Ketika Pak Aris membalikkan badan, matanya langsung menatap keberadaan Alana.
"Loh, kamu dari tadi kemana aja?" Tanya Pak Aris langsung to the point.
"Nggak ada kok pak. Dari tadi saya duduk disini aja. Bapak nggak lihat emangnya?" Alana pun bertanya balik.
"Dari tadi saya mengajar nggak ada lihat kamu" Balas Pak Aris.
"Mata bapak aja kali yang udah mulai tua, makanya nggak lihat saya disini" Balas Alana yang buat Pak Aris kembali kesal.
"Apa katamu? Saya di bilang tua? Berani ya kamh?" Tegas Pak Aris tak terima.
"Makanya bapak percaya ajalah sama saya. Saya nggak bakal nipu bapak juga" Ucap Alana yang membuat Pak Aris merasa di pojokkan.
Pak Aris merasa dirinya benaran udah terlalu tua. Bahkan untuk melihat Alana saja sudah susah.
...●○●○●...
Seperti biasa jangan lupa like and commentnya..
Oh ya mau di spill nggak nih visual Alananya?
Kalo iya komen di bawah ya..
Sampai jumpa di bab berikutnya..
Follow ig @_irshghsti
Babayy👋👋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments