...●○●○●...
..." Gua nggak tau kenapa harus lo.. yang gua tau hanyalah ketika bersama lo gua bebas berekspresi.. gua nggak perlu jadi orang lain biar kelihatan keren"...
...~ Alana Ketlovy ~...
...●○●○●...
Di SMA Trisakti
"Lan " Panggil Keisha dari belakang.
Keisha yang merasa namanya terpanggil pun membalikkan badannya ke belakang.
"Tumben lo datang pagi?" Tanya Keisha heran.
Alana sedikit menghelan napas.
"Gara-gara si Liam nih" Jawab Alana dengan ekspresi kesalnya.
"Kok gara-gara Liam?" Tanya Keisha lagi.
"Biasa, pagi-pagi tuh anak dah nongol aja di rumah gua" Jelas Alana.
"Rumah kalian dekat?" Tanya Keisha yang benar tidak tau sama sekali.
"Oh iya gua lupa cerita, Liam tetanggaan sama gua" Jawab Alana.
"Yang benar?" Tanya Keisha lagi.
"Iya, itu orang sering ke rumah" Ucap Alana.
"Buat ketemu lo" Tebak Keisha yang di gelengkan kepala oleh Alana.
Terus..
"Buat ketemu mama, udah berstie an mereka" Jelas Alana.
"Lah kok bisa?" Tanya Keisha yang nggak habis-habisnya bertanya.
"You know lah, mami hobinya masak dan yaps mereka sefrekuensi" Ucap Alana menjelaskan.
Keisha pun mengangguk setelah mendapat beberapa informasi tentang Liam dari Alana.
Di Kantin
"Kita boleh gabung nggak?" Tanya Rafael ke meja Alana dan teman-temannya.
Alana pun melihat sekeliling.
"Semuanya udah penuh" Ucap Rafael mengerti dengan tingkah Alana.
"Boleh aja" Jawab Alana singkat.
"Udah satu partner juga kok masih cuek-cuekan sih" Ucap Keisha menyindir Alana dan Rafael.
"Siapa yang cuek-cuekan" Balas Alana dan Rafael secara bersamaan.
"Itu tadi apa?" Tanya Keisha.
"Nggak kok biasa aja" Balas Alana sambil bersikap biasa.
Tring..
Notifikasi handphone Alana pun berbunyi.
...●○●○●...
💬 Rafael 💬
Rafael : Lan, nanti pulang bareng gua ya
: Buat ketemua Vania
^^^Alana : Harus bangat gua ikut?^^^
Rafael : Harus
: Gua mau nyelesaiin urusan gua sama dia
...●○●○●...
Alana dan Rafael pun saling melihat satu sama lain.
Di Exco Cafe
Rafael dan Alana pun sampai di Exco Cafe.
Mereka ke cafe buat ketemu Vania.
"Sorry telat" Ucap Rafael baru datang diikuti Alana di belakangnya.
Vania pun menoleh ke belakang.
Terlihat wajah Vania yang semulanya senang berubah jadi biasa aja setelah melihat Alana di belakang Rafael.
"Kalian kesini berdua?" Tanya Vania kepo.
"Iya, gua sengaja bawa Alana kesini buat nyelesaiin semuanya" Ucap Rafael yang sudah tau maksud dari pertanyaan Vania.
"Gua tau apa yang mau lo sampaiin, lo mau bilang kalo lo-" Ucapan Vania terpotong gegara handphonenya berbunyi.
Vania meminta izin buat angkat telpon.
"Halo" Ucap Vania sebagai kata pembuka.
Tak beberapa lama, Vania langsung terkaget dengan apa yang di bilang di dalam telpon.
"Baiklah, saya akan kesana sekarang" Ucap Vania lalu menutup telponnya.
"Sebelumnya gua minta maaf, gua harus pergi sekarang. Ada hal penting bangat dan gua harus kesana" Pamit Vania kepada Rafael dan Alana.
Belum di jawab, Vania langsung pergi meninggalkan keduanya.
"Itu orang gimana sih, main pergi-pergi aja" Omel Rafael kesal.
"Ada hal penting katanya" Jawab Alana nggak mau memperburuk suasana.
Skip di perjalanan pulang. Rafael dan Alana pulang pakai motor yang biasa di bawa Rafael.
"Lan, kok lo diam aja nggak bilang apa-apa?" Tanya Rafael.
"Lo nggak peka" Jawab Alana yang membuat Rafael bingung.
"Nggak peka gimana, maksud lo apaan sih?" Tanya Rafael lagi yang buat Alana tambah cemberut.
"Lo nggak ingat sehabis Vania pergi kita langsung pergi-" Alana belum selesai tapi sudah di sela Rafael.
"Gua ingat kok, letak nggak pekanya dimana?" Tanya Rafael lagi.
"Gua belum selesai juga, kita main balik aja. Lo nggak ada nawarin gua buat makan sesuatu gitu" Ucap Alana mengutarakan kekesalannya.
"Lah, berarti dari tadi cemberut perkara itu, lo lapar?" Tanya Rafael.
"Masih nanya juga, iyalah" Balas Alana hampir hilang kesabaran.
"Mau makan dimana?" Tanya Rafael.
"Terserah, yang penting dekat" Jawab Alana.
Rafael pun menepikan motornya di tempat penjual nasi goreng pinggir jalan.
"Disini mau?" Tanya Rafael yang diangguki Alana.
"Yakin?" Tanya Rafael lagi yang kurang yakin dengan anggukan Alana.
"Yakinlah, kan ini yang dekat" Jawab Alana dengan gampangnya.
"Lo nggak ngeluh makan di pinggir jalan gini?" Tanya Rafael lagi nggak percaya.
"Buat apa ngeluh, kan masih sama-sama makanan, sama-sama ngenyangin. Jadi nggak ada bedanya" Jawab Alana lagi singkat tapi bermakna.
Rafael pun akhirnya percaya, mereka langsung cari tempat duduk.
"Bang nasi gorengnya satu ya" Ucap Rafael memesan.
"Kok cuman satu?" Tanya Alana bingung.
"Gua nggak lapar, lo aja yang makan" Jawab Rafael.
Alana pun menambah request an nya pake telor ceplok setengah matang.
Tak sampai lima belas menit nasi gorengnya pun jadi.
"Ini nasi goreng pake telor setengah matangnya buat non Alana" Penjual nasi goreng pun meletakkan nasi goreng Alana di atas meja.
"Makasih" Ucap Alana yang di jawab sama-sama oleh abang nasi gorengnya.
"Lo yakin nggak mau? Enak loh ini" Ucap Alana memanas-manasi Rafael.
Rafael tetap berpegang teguh terhadap pendiriannya.
"Apa enaknya sih telor setengah matang?" Tanya Rafael tak habis pikir.
"Enak tau, lo aja yang nggak tau. Ini telor banyak kasiatnya tau" Jelas Alana lalu mulai memakan nasi gorengnya.
Alana terlihat kalap makan.
"Lo kelaparan bangat ya sampai-sampai segitunya makan" Ucap Rafael yang dari tadi memperhatikan Alana makan.
"Iya, nasi gorengnya enak bangat tau" Ucap Alana kembali makan.
"Lo nggak ada kalem-kalem nya jadi cewek ya" Ucap Rafael heran.
"Nggak perlu kalem, bahagia yang paling utama" Jawab Alana.
"Lo mau coba nggak, enak tau" Tawar Alana yang tetap di tolak Rafael.
"Cobain aja dulu" Tambah Alana lalu langsung memasukkan nasi goreng tadi ke mulut Rafael.
Rafael yang dipaksa pun menelan makanannya.
Terlihat wajah Rafael menikmati suapan tadi.
"Giman? Enakkan?" Tanya Alana yang diangguki kecil Rafael.
"Makanya nggak usah gengsian jadi cowok" Ucap Alana mengejek Rafael.
"Bang, tambah satu porsi lagi ya" Teriak Rafael kepada penjual nasi goreng.
"Tuh kan, gua bilang juga apa" Ucap Alana senang.
Alana pun kembali menyuapi Rafael.
Penjual nasi goreng yang melihatnya pun sedikit ketawa.
"Lucu juga mereka" Gumam penjual nasi goreng sambil tersenyum.
Tampak senyum yang mengembang di sudut bibur Rafael.
"Udah lama gua nggak kayak gini" Gumam Rafael.
"Lo bilang apa barusan?" Tanya Alana yang sedikit mendengar.
"Nggak ada" Jawab Rafael ngeles.
...●○●○●...
Jangan lupa like, comment and vote ya..
Masih mau lanjut nggak nih?
Kalo iya jangan lupa follow juga ig @_irshghsti
Sampai ketemu di bab berikunya..
Babayy👋👋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments