...●○●○●...
..." Aku udah ikhlas, ikhlas banget malah.. tapi, kenapa kamu kembali dan membuat hati ini kembali kacau "...
...~ Rafael Narendra ~...
...●○●○●...
Sudah berjalan dua minggu Alana dan Rafael belajar buat persiapan olimpiade.
Sekarang tibalah waktu olimpiade.
Alana, Rafael dan dua orang temannya lagi bersiap-siap untuk berangkat ke tempat olimpiade.
Tak hanya mereka, juga terdapat 10 orang yang bakal menjadi sporter mereka.
Olimpiade berlokasi di Jakarta pusat. Jarak SMA Trisakti ke sana adalah satu jam kalo nggak macet.
Mereka di sana dua hari. Satu hari lomba dan satu hari nya lagi final dan pengumuman serta pemberian hadiah.
Peserta dan sporter berangkat menggunakan bus sekolah.
Perjalanan pun di mulai, bus pun berangkat meninggalkan area sekolah.
"Yah, bakal sepi nih kalo nggak ada Alana" Ucap Keisha kepada Clarissa setelah melepas Alana pergi.
"Iya nih, kita kenapa nggak ikut aja ya bareng Alana?" Tanya Clarissa yang membuat Keisha teringat akan sesuatu.
"Ini semua gara-gara lo tau nggak, kemarin waktu daftar jadi sporter lo malah bilangnya nanti-nanti. Sampai itu kuotanya habis" Ucap Keisha kesal dengan kejadian beberapa hari lalu.
"Ya maaf, habisnya gua lagi belajar bareng ayang Liam" Balas Clarissa tanpa merasa bersalah.
Di Tempat Olimpiade Berlangsung
Semua siswa Trisakti pun turun dari bus.
"Akhirnya nyampe juga" Ucap Alana sambil sedikit peregangan.
Rafael hanya memperhatikan tanpa berkata.
Olimpiade antar sekolah pun di mulai.
Alana, Rafael dan dua orang temannya langsung mengambil tempat.
Olimpiade diadakan perbidang di empat ruangan.
Di saat mau memasuki ruangannya, Rafael melihat salah seorang yang tak asing menurutnya lagi mencari tempat duduk.
"Dia kok kayak-" Ucap Rafael berusaha mengingat.
Tak lama kemudian, yang dimaksud pun berbalik badan.
"Vania" Batin Rafael lalu dengan cepat mengalihkan pandangannya.
"Rafael, lo Rafael kan" Ucap Vania menghampiri Rafael.
Rafael pun pura-pura berbalik badan.
"Benar, lo Rafael. Lo ikut olimpiade juga ternyata" Ucap Vania yang tak di respon sama sekali oleh Rafael.
"Udah lama ya nggak ketemu" Ucap Vania lagi yang hanya di respon dingin oleh Rafael.
"Udah mau mulai" Ucap Rafael lalu duduk di kursi kosong dekatnya berdiri tadi.
"Kenapa ketemu dia disini sih" Rafael membatin sambil menulis nama di kertasnya.
Waktu olimpiade diberi 60 menit.
Para peserta pun bekerja dengan serius.
Baru berjalan 40 menit, Alana pun selesai mengerjakan semua soal-soalnya.
"Buk saya sudah siap" Ucap Alana sambil mengangkat tangan.
"Udah di cek kembali jawabannya?" Tanya panitia tadi yang diangguki Alana.
"Kalo gitu kamu boleh ngumpulin disini" Ucap panitia tadi sambil menunjuk meja di sebelahnya.
Alana pun dengan kalemnya mengumpulkan lembar jawaban miliknya.
"Kamu udah yakin nggak mau cek lagi selagi ada waktu?" Tanya panitia lagi kembali memastikan.
"Enggak buk, saya udah cek semuanya tadi" Jawab Alana dengan santainya.
Setelah waktu habis, semua peserta di haruskan mengumpul lembar jawaban siap nggak siap.
Alana langsung ke luar ruangan.
Rafael pun juga baru keluar dari ruangannya.
Ruangan mereka bersebelahan, jadi pintunya pun dekat.
"Gimana soal-soalnya tadi?" Tanya Alana kepada Rafael.
"Ya gitu deh" Jawab Rafael ngasal.
"Gitu deh gimana?" Tanya Alana belum puas sama jawaban Rafael.
Di saat Rafael baru mau membalas ucapan Alana, Vania pun ke luar ruangan dan menghampirinya.
Rafael pun kembali diam dan datar seperti biasanya.
"Gimana menurut lo soal-soal tadi?" Tanya Vania sok akrab.
"Biasa aja" Balas Rafael datar.
"Kalian samaan?" Tanya Alana menyela.
"Iya nih, lo temannya Rafael?" Tanya Vania penasaran.
Baru saja Alana mau jawab iya Rafael langsung memotong ucapan Alana.
"Nggak, kita nggak teman" Ucap Rafael sedikit membuat Alana kecewa dengan jawabannya.
"Oh bukan" Balas Vania sambil tersenyum tipis.
"Iya kita nggak teman, kita lebih dari teman" Ucal Rafael yang membuat Vania dan Alana terkaget.
"Maksudnya?" Tanya Vania makin kepo.
"You know deh maksudnya" Jawab Rafael lalu menarik Alana pergi dari Vania.
Vania pun kembali mencerna ucapan Rafael barusan.
"Maksud lo apaan sih, barusan?" Tanya Alana yang juga masih bingung.
"Sorry ya gua bilang kayak gitu, gua mau minta tolong sama lo" Ucap Rafael lalu menatap Alana.
"Minta tolong apaan?" Tanya Alana.
"Lo mau ya pura-pura jadi pacar gua" Ucap Rafael kembali membuat Alana kaget.
"Lah, nggak deh" Jawab Alana menolak.
"Lan, tolongin gua ya" Ucap Rafael kembali membujuk Alana.
"Emang ini semua buat apaan sih?" Tanya Alana mulai penasaran.
"Nanti gua ceritain, yang pasti dia mantan gua" Jelas Rafael yang diangguki kecil Alana.
"Maksudnya pura-pura pacaran apa juga coba" Ucap Alana lagi masih belum paham.
"Besok gua jelasin, lo mau kan bantuin gua" Ucap Rafael dengan tampang mata yang di imut-imutinnya.
"Iya deh" Jawab Alana singkat.
Keesokan harinya, semua peserta olimpiade sudah bersiap di sebuah aula.
Olimpiade kali ini adalah final dari olimpiade Sains.
Yang bakal bertanding adalah 4 sekolah yang berhasil masuk babak final.
Alana pun berhasil masuk babak final.
Para sporter pun, berteriak mendukung sekolah mereka.
"SEMANGAT LAN" Teriak dua orang yang Alana sendiri nggak asing sama teriakan mereka.
"Keisha, Clarissa, mereka kesini?" Gumam Alana setelah melihat ke arah sporter sekolahnya.
Olimpiade pun di mulai, Alana tampak aktif di final ini. Hampir semua soal Alana yang menjawab.
Yang membuat orang-orang kagum adalah kesantaian Alana.
Alana dengan tampang santainya berpikir dan menjawab pertanyaan.
"Bangga gua punya teman sesantai Alana" Ucap Keisha berbangga diri.
"Ada ya orang sesantai dia" Ucap Clarissa nggak kalah heran lihat Alana.
Seperti yang sudah di ketahui, Alana pemenang dari olimpiade Sains ini.
Para sporter dan guru-guru dari SMA Trisakti pun bersorak bangga atas kemenangan Alana.
"Selamat Lan" Ucap teman-temannya bergantian.
"Selamat ya sayang" Ucap Mama Alana yang ternyata juga datang.
"Mom, mama datang juga?" Tanya Alana nggak percaya.
"Iya dong, masa anak mama lomba mama di rumah aja" Jawab Mama Alana yang membuatnya makin senang.
"Kalian berdua kok bisa kesini?" Tanya Alana kepada Keisha dan Clarissa.
"Berkat mama lo" Jawab Keisha sambil menunjuk Mama Alana.
"Kok bisa mom?" Tanya Alana penasaran.
"Ini, dari kemarin mereka mendatangi mama. Memaksa mama ngajak mereka serta bikin surat izin sekolah" Jelas Mama Alana membuat Alana geleng kepala terhadap kedua sahabatnya ini.
"Benar-benar ya kalian" Ucap Alana sambil tersenyum senang.
"Selamat Lan" Ucap Rafael datang menghampiri Alana.
"Thanks Ya" Jawab Alana sambil tersenyum.
"Ini bukannya yang nganterin Alana waktu itu ya?" Tanya mama Alana setelah sedikit mengingat.
"Yang benar tante?" Tanya Keisha nimbrung.
"Iya, tante lihat waktu itu" Jawab mama Alana yang buat Alana sedikit geram dengan tingkah ceplas ceplos mama nya ini.
"Iya tan" Jawab Rafael sedikit tersenyum.
"Nah kan benar" Ucap mama Alana senang tebakannya benar.
Alana yang nggak mau suasana makin buruk, langsung mengajak mamanya pergi.
...●○●○●...
Seperti biasa jangan lupa like and comment..
Follow juga ig @_irshghsti
Babayy👋👋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments