~ Perkelahian ~

...●○●○●...

..." Kita bukan siapa-siapa, tapi aku nyaman ketika saat bersamamu "...

...●○●○●...

Parkiran SMA Trisakti

"Lan" Panggil Rafael yang baru datang dengan motornya.

"Rafael, lo ngapain disini?" Tanya Alana lalu menghampiri Rafael.

"Pulang bareng gua ya" Pinta Rafael.

"Tunggu, tunggu, lo kesini cuman buat jemput gua? Papa lo di rumah sakit sendirian dong" Ucap Alana.

"Nggak papa, yok!" Ajak Rafael lagi.

Alana pun setuju dan langsung naik ke motor Rafael.

Alana tidak langsung pulang ke rumahnya, Alana ikut Rafael ke rumah sakit.

Alana dan Rafael jalan-jalan di taman rumah sakit.

"Kata dokter papa lo kapan balik?" Tanya Alana.

"Dokter bilang besok papa udah bisa di bawa balik" Jelas Rafael.

Di sisi lain, terlihat Bastian yang sedang memantau mereka.

"Benar kata Vania, Rafael sekarang sama Alana" Gumam Bastian sedikit kesal.

Skip di ruang rawat tepatnya di koridor depan ruang papa Rafael.

"Yaudah gua balik ya, jangan lupa makan sama istirahat juga" Pesan Alana kepada Rafael.

Rafael pun terlihat mengangguk.

"Mau gua antar nggak?" Tanya Rafael memberi tawaran.

"Nggak usah, lo disini aja. Papa juga mau jemput soalnya satu arah sama kantornya" Jelas Alana menolak tawaran Rafael.

"Yaudah hati-hati ya" Balas Rafael tak mau kalah memberi pesan.

Setelah Alana balik, Rafael langsung masuk ke ruangan papanya.

Ceklek..

Bunyi suara pintu.

"Lah kok balik lagi Lan" Ucap Rafael lalu menoleh ke belakang.

Ekspresi yang tadinya ceria berubah menjadi datar.

"Lo ngapain kesini?" Tanya Rafael setelah melihat kedatangan Vania bukan Alana.

"Aku kesini cuman mau jenguk papa kok, eh papa kamu maksudnya. Emang nggak boleh ya jenguk orang sakit?" Tanya Vania dengan tampang menyebalkannya.

Papa Rafael pun terbangun.

"Vania" Ucap Papa Rafael.

Sebelumnya Rafael memang pernah mengenalkan Vania ke papanya, makanya papa Rafael tahu Vania.

"Hai om, keadaan om sekarang gimana? Ini Vania bawain buah, Vania kupasin ya" Ucap Vania berusaha mengambil hati papa Rafael.

"Nggak usah, kamu ngobrol aja sama Rafael" Balas Papa Rafael.

Rafael pun menarik Vania ke luar ruangan.

"Kamu ngapain tarik-tarik sih" Ucap Vania di lebay-lebaykan.

"Nggak usah sok baik, papa nggak butuh lo jenguk dia" Bentak Rafael.

"Lo berubah sekarang Fel" Ucap Vania kecewa.

"Iya, gua berubah, puas lo" Balas Rafael kembali membentak Vania.

"Eh, lo nggak boleh ya ngebentak cewek kayak begini" Ucap Bastian tiba-tiba datang.

"Ini lagi satu, ngapain lo kesini?" Tanya Rafael dengan emosinya.

"Niat kita baik ya ngejenguk bokap lo" Balas Bastian lagi diangguki Vania.

"Udah di jengukkan, sekarang lo berdua boleh balik" Suruh Rafael membuat Vania makin kecewa.

"Aku belum selesai jenguk papa kamu, aku masih mau disini" Ucap Vania bersikeras.

"Lo, tolong bawa dia balik" Tunjuk Rafael kepada Bastian.

"Sekali pecundang, tetap pecundang" Ucap Bastian membuat omosi Rafael memuncak.

"Apa lo bilang ha?" Tanya Rafael sambil menarik kerah baju Bastian.

"Lo pengecut tau nggak, beraninya kabur doang" Balas Bastian lagi.

Kali ini kesabaran Rafael tidak bisa di tahan lagi, Rafael langsung memukul wajah Bastian hingga tersungkur.

"Berdiri lo" Ucap Rafael mengangkat Bastian kembali.

Bastian yang nggak mau kalah pun, membalas memukul Rafael.

Terjadilah perkelahian di antara mereka.

Vania yang cemas pun berusaha menghentikan mereka, tapi percuma keduanya lebih kuat.

Karena tak ada jalan lain lagi, dan orang-orang pun sudah ramai menyaksikan perkelahian mereka. Vania memilih buat memanggil security.

Security pun datang dan menghentikan mereka.

"Ini rumah sakit bukan tempat perkelahian, kalian pernah sekolah nggak sih" Ucap security bersikap tegas kepada Rafael dan Bastian.

Rafael dan Bastian tidak menghiraukan perkataan security sama sekali.

Mereka saling memberikan tatapan membunuh.

"Lo lihat aja nanti" Ucap Bastian lalu pergi.

Vania pun mengejar Bastian.

Semua orang pun bubar, tinggal Rafael sendiri.

Rafael duduk di bangku dengan perasaan yang masih emosi.

...●○●○●...

Jangan lupa like, comment and vote..

Follow juga ig @_irshghsti

Sampai jumpa di bab berikutnya..

Babayy👋👋

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!