~ Sok Dekat Bangat ~

...●○●○●...

..." Mungkin aku memang baru mengenalmu, tapi aku bisa memahami siapa dirimu.. tanpa mereka perjelas aku juga sudah menilai orang seperti apa kamu "...

...~ Rafael Danendra ~...

...●○●○●...

Di SMA Trisakti

"Kok akhir-akhir ini gua ngerasa ada yang ngebuntutin gua ya?" Gumam Alana yang sedang duduk di taman sekolah.

"Tapi siapa juga sih yang kepo sama gua, atau Bastian ya. Soalnya itu orang juga tau nama gua" Tebak Alana mencurigai Bastian.

"Kalo iya Bastian ngapain juga sih dia ngikutin gua, atau gua kasih tau Rafael aja ya" Gumam Alana lagi mengingat Rafael biasanya jago dalam urusan ginian.

"Woii" Teriak Keisha dari belakang sambil memukul bahu Alana.

"Ngagetin aja kalian" Ucap Alana terkaget sama lamunannya.

"Sendiri aja mbak, nggak ngajak-ngajak" Ucap Keisha yang tidak di respon Alana.

"Bagi gua" Ucap Alana merebut camilan yang di bawa Clarissa.

"Main rebut aja lu" Omel Clarissa.

"Pelit amat lu, orang pelit kuburnya sempit loh" Balas Alana tak mau kalah.

Skip pulang sekolah.

Kelas XI IPA 1

"Nungguin siapa Lan?" Tanya Lucas yang melihat Alana sedang berdiri di dekat puntu kelasnya.

"Biasa nungguin Rafael" Jawab Alana.

"Owh, tuh Rafael di dalam sama Revan juga Nico" Tunjuk Lucas yang diikuti Alana melihat ke arah mereka.

Mereka bertiga pun keluar bareng.

"Lan, nungguin gua?" Tanya Rafael yang diangguki Alana.

"Kalo gitu kita duluan ya bro" Pamit Revan yang diiyakan Rafael.

"Gua pulang bareng lo ya, ada yang mau diceritain" Ucap Alana langsung to the point.

"Yaudah nanti mampir di taman" Jawab Rafael.

Sampai taman, mereka berdua langsung duduk di bangku taman yang mengarah ke danau buatan.

"Mau cerita apa?" Tanya Rafael.

"Gua mau ngasih lihat seseorang ke lo" Balas Alana mulai bercerita.

"Seseorang ini-" Lanjut Alana yang terpotong sama dering ponsel Rafael yang berbunyi.

Rafael mengabaikan telponnya.

"Angkat dulu aja!" Suruh Alana.

Rafael pun mengangkat telpon dari nomor baru yang masuk itu.

"Halo" Salam pembuka Rafael.

"Papa masuk rumah sakit?" Tanya Rafael dengan nada khawatirnya.

Alana yang mendengar pun di buat kaget.

Telpon pun di tutup.

"Papa masuk rumah sakit, gua harus kesana sekarang" Ucap Rafael masih dengan tampang khawatirnya.

"Gua ikut ya!" Tawar Alana yang juga khawatir.

"Yaudah" balas Rafael lalu mereka pun bergegas ke rumah sakit

Skip di rumah sakit.

Rafael dan Alana berlarian menuju ruangan papa Rafael.

"Dok, papa saya kenapa bisa di rawat disini?" Tanya Rafael kepada dokter yang baru ke luar dari ruang rawat papanya.

"Papa kamu mengalami strok disebabkan gula darahnya naik" Jelas sang dokter.

"Kamu bisa lihat pasien ke dalam, tapi tolong jangan diajak banyak bicara dulu ya" Sang dokter pun berpesan lalu pergi meninggalkan Rafael sama Alana.

Rafael pun bergegas menemui papanya, Alana pun ngikut dari belakang.

"Pa, kok papa nggak telpon Rafael sih kalo ada apa-apa" Ucap Rafael setelah melihat papanya yang sudah siuman.

"Rafael.." Ucap papanya masih gagap.

Sang papa pun mengalihkan pandangannya melihat Alana.

"Ini siapa?" Tanya Papa Rafael.

"Saya Alana om, teman Rafael" Ucap Alana memperkenalkan diri.

"Rafael nggak mau pokoknya sekarang papa nggak boleh capek sama banyak pikiran lagi" Ucap Rafael meminta kepada papanya.

"Papa nggak papa kok" Ucap papanya meredakan ke khawatiran anaknya.

Alana hanya memperhatikan betapa saling menjaganya Rafael sama papanya.

Skip malam harinya.

"Gua antar pulang ya, udah malam, besok juga sekolah" Ucap Rafael kepada Alana yang kelihatannya udah lelah bangat.

"Lo disini aja nemanin papa lo, biar gua balik minta jemput papa aja" Balas Alana.

"Untuk kali ini lo nurut ya sama gua, papa juga udah tidur" Ucap Rafael lagi.

Alana pun menurut.

Keesokan harinya di sekolah.

Alana dan kedua sahabatnya juga Liam sedang menikmati waktu istirahat mereka di kantin.

Vania pun datang menghampiri Alana.

"Lan, Rafael kemana? Kok hari ini nggak hadir?" Tanya Vania tanpa basa basi.

Keisha dan Clarissa saling menatap satu sama lain.

"Rafael jagain papanya di rumah sakit" Jawab Alana apa adanya.

"Papa Rafael masuk rumah sakit, kok bisa?" Tanya Vania kepo.

"Lo tanya aja langsung ke orangnya" Suruh Alana yang membuat Vania kesal.

Vania langsung pergi tanpa sepatah kata pun.

"Cewek itu siapa sih, sok akrab bangat kayaknya sama lo?" Tanya Keisha juga Clarissa yang diwikili Keisha.

"Namanya Vania, mantan Rafael" Jawab Alana singkat.

"What, pantesan peduli amat kayaknya" Tambah Keisha kembali julid.

"Udah lah, julid amat kalian sama Vania" Ucap Alana menghentikan sikap julid sahabatnya.

"Oh ya, Liam nanti lo mau kan antar gua ke rumah sakit tempat papa Rafael di rawat?" Tanya Alana yangbdi angguki Liam.

Skip seperti yang diomongin di kantin tadi, Alana dan Liam pulang bareng.

"Wah, ini perlu gua dokumentasiin dan kirim ke Rafael" Ucap Vania setelah melihat Alana boncengan sama Liam.

Vania pun memotret mereka berdua.

"Rasain lo Lan" Ucap Vania senyum penuh kemenangan.

Skip di rumah sakit.

"Hai" Ucap Alana datang dari pintu rawat papa Rafael.

Rafael sedang duduk di sebelah papanya.

Rafael pun melihat kedatangan Alana bersama Liam.

Alana langsung meletakkan parsel yang berisi buah-buahan di nakas sebelah papa Rafael.

"Nih makan dulu, gua yakin lo pasti belun makan kan" Ucap Alana memberikan kantong berisi makanan dan minuman.

"Gua nggak lapar" Jawab Rafael.

"Jagain orang sakit juga butuh energi, kalo lo nggak makan bisa-bisa lo juga sakit. Siapa yang bakal jagain papa lo, untuk kali ini tolong jangan egois dulu ya" Ucap Alana sedikit memberi penerangan kepada Rafael.

"Nih makan dulu" Alana kembali menawarkan makanan.

Kali ini Rafael pun nurut, dan mengambil makanan yang di pegang Alana.

"Thanks Lan, lo udah makan?" Tanya Rafael yang diangguki Alana.

Liam hanya diam melihat Alana yang perhatian sama Rafael.

"Andai gua yang di posisi itu" Batin Liam.

Tring..

Notifikasi handphone Rafael pun berbunyi.

Rafael pun membuka pesan yang masuk.

Seseorang mengirimi foto Alana boncengan sama Liam.

"Lihatlah apa yang dilakukannya di belakang lo" Begitulah isi chat di bawahnya.

Rafael hanya tersenyum simpul dengan ketikannya.

"Lo pikir gua mudah di pengaruhi apa Van" Gumam Rafael yang tebakannya benar bahwa Vanialah yang mengirim pesan.

"Tanpa lo jelaskan, gua juga udah tau kali Alana seperti apa" Gumam Rafael lagi sambil menatap Rafael yang duduk di sofa bersama Liam.

...●○●○●...

Jangan lupa like, comment and vote..

Follow juga ig @_irshghsti

See you di bab berikutnya..

Babayy👋👋

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!