Pagi harinya, Adrian menemui Daniella di pintu kamar untuk menjemput gadis itu ke gereja di dekat villa pribadinya.Disana ada pastur dan dua orang terdekat mereka sebagai saksi dari hari bahagia mereka berdua.
"Daniella, mulai hari ini kita resmi menjadi suami -istri setelah pemberkatan pernikahan yang luar biasa sederhana ini dan saksi dari pihak menteri lembaga pernikahan negara Amerika Serikat dari kedua wakil kedubes kita masing-masing di sini." kata Adrian ussi mereka berdua resmi menikah di gereja di dekat villa pribadi Adrian.
"Iya, Adrian." jawab Daniella menangis bahagia di pelukan Adrian.
"Baiklah, sekarang kita pergi untuk bulan madu di sebuah tempat paling cantik di daerah ini." kata Adrian menggendong pengantinnya dengan lembut lalu membawanya ke mobil limosin yang terparkir di halaman gereja.
Daniella terpesona dengan keindahan alam dari rumah keluarga Dawson yang seindah surga di dunia ini. Disana, gadis itu berkenalan dengan Tio, Isabella dan Martin Dawson yang sangatlah ramah menyambut kedatangan mereka berdua.
"Wah, selamat datang di rumah kami untuk guru dan ibu guru musikku." kata Martin Dawson nada riang gembira seraya memeluk keduanya.
"Terimakasih untuk sambutannya darimu,murid gantengku." kata Adrian mengangkat Martin dan mengecup pipi anak kecil itu dengan bahagia.
"Adrian, kami akan siapkan kamar pengantin dan pesta pernikahan untukmu dan Daniella di sini di rumah kami ini." kata Tio memberikan hadiahnya yang berupa jam tangan mahal untuk Adrian dan anting-anting mahal untuk Daniella.
"Ya,terimakasih banyak untuk hadiah-hadiah ini." kata Adrian terharu dengan kebaikan temannya itu.
Adrian dan Daniella terpana melihat kehadiran Gunawan dan Stephanie di pesta pernikahan di rumah keluarga Dawson yang menambah rasa haru mereka berdua terhadap kedua orang yang menjadi sahabat dan asisten pribadi mereka.
"Adrian, kau memang sudah gila ya dengan satu rencana terhebat mu untuk melawan orangtua dan keluargamu di Italy?" bisik Gunawan kepada Adrian usai pesta pernikahan berakhir.
"Ya,Aku ingin kebebasan dalam memilih apapun yang Aku inginkan di dunia ini di dalam hidupku." jawab Adrian tersenyum pedih untuk hidupnya.
"Kau memanfaatkan Daniella untuk kepentingan politik dirumah orangtua dan keluargamu sendiri juga kau ingin menghancurkannya untuk balas dendam kepada Papa kandung Daniella yang ku telah ketahui adalah penyebab utama perceraian antara Mama dan Papamu di usia mu masih anak-anak." desis Gunawan dengan napas yang seakan-akan ia tidak percaya bahwa Adrian di depannya sungguh berbeda dengan Adrian yang selama ini dikenalnya.
"Ya,kalau aku tak menggunakan kepercayaannya dan caranya untuk memilikiku juga,maka Aku ini tidak pernah bisa jumpa Mamaku dan Papanya di Indonesia." jawab Adrian tersenyum getir dan hampa.
"Adrian,tolong jangan bermain api nanti kamu sendiri yang akan terbakar dan menderita karena dendam mu itu." nasehat Gunawan.
"Kau tenanglah, kawan.Aku akan baik-baik saja sampai kapanpun juga." kata Adrian sambil jalan ke kamar pengantinnya.Dimana, Daniella sudah menunggunya dengan memakai gaun tidur yang menggoda iman pria manapun di dunia ini tapi ia tak tergoda dengan kecantikan dan keseksian di depannya itu.
"Adrian,gimana menurutmu gaun tidurku ini?" tanya Daniella malu- malu kepada Adrian yang berdiri di depannya.
"Luarbiasa menarik perhatianku." jawab Adrian di depannya lalu membaringkan dirinya di tempat tidur.
Adrian memeluknya erat lalu mengecup bibirnya berulang-ulang sebelum membuka gaun tidurnya dan memulai ritual malam pengantin dengannya sampai ia terlena oleh sentuhan lembut pria itu.
"Dan, kau sungguh cantik sekali malam ini." puji Adrian sesudah menunaikan tugasnya sebagai seorang suami kepada Daniella yang kini resmi menjadi istrinya.
"Iya,terimakasih Adrian kau juga sangat tampan dan gagah perkasa sampai Aku merasa nyaman di pelukan hangatmu." kata Daniella tulus hati menyerahkan dirinya seutuhnya kepada Adrian.
Adrian kembali melakukan hal itu sampai gadis itu merasakan tubuhnya sangat lelah dan sakit namun ia relakan demi cintanya yang besar pada suaminya.Gadis itu bangun lebih dulu untuk ia bisa mempersiapkan keperluan suaminya lebih dahulu sebelum mempersiapkan keperluannya sendiri.
"Dan, apakah kau sudah bangun tidur? kalau kau sudah, cepatlah bersiap untuk kerja." suara si cerewet Stephanie terdengar olehnya dari luar pintu kamar.
"Ya,Stephanie, Aku akan segera datang." jawab Daniella sambil mengecup bibir suaminya lalu ia menulis pesan untuk suaminya bahwa ia sudah pergi kerja dan akan menunggu suaminya di lokasi syuting mereka atau di rumah mereka jika suaminya tak ada jadwal kerja pada hari ini di kertas memo di meja samping tempat tidur.
Siang hari, Adrian baru bangun dan merapikan diri lalu pergi ke ruang musik untuk mengajarkan musik untuk Martin Dawson yang sudah hadir di ruang musik dengan sabar sekali.
"Kunci dari musik adalah cinta pada musik untuk musik bisa menyatu di dalam dirimu, teman kecil ganteng." kata Adrian mengajarkan cara bermain piano, gitar, drum, tamborin, seruling dan lain- lain kepada Martin Dawson yang mendengarkan perkataannya dengan patuh.
Di sepanjang hari itu Adrian sibuk dengan Martin Dawson sampai ia tidak membaca pesan memo di meja samping tempat tidur sampai ia harus di hubungi oleh Stephanie yang menanyakan soal dimana ia tinggal bersama dengan Daniella usai ia dan Daniella menikah secara diam-diam.
"Di apartemen pribadiku lah karena dia istriku." jawab Adrian melalui hpnya kepada Stephanie.
"Oke, Aku akan pindahkan semua barang pribadi Daniella ke rumahmu sekarang juga ya mungkin akan menghabiskan beberapa hari sih untuknya merapikan semua barang pribadinya." kata gadis asisten istrinya itu.
"Ya,terserah istriku saja biarkan dia yang dapat mengatur apapun diinginkannya untuk urusan rumahku.Ohya,tolong sampaikan pesanku, Aku akan pulang ke rumah pada esok hari dan minta dia untuk siapkan paspor untuk kami pulang ke Indonesia." kata Adrian yang menelepon asisten istrinya melalui hpnya usai mengajarkan musik untuk anak teman kerjanya itu.
Adrian yang sedang berjalan menuju ke pantai di belakang rumah keluarga Dawson tidak sengaja mendengar obrolan teman kerjanya tentang diri Martin Dawson yang sebenarnya adalah anak dari saudaranya Tio yang dititipkan sejak bayi oleh saudaranya Tio setelah orangtuanya anak itu bercerai karena masalah keuangan dan juga kepercayaan terhadap pasangan masing-masing dan hal ini membuat hati Adrian perih karena ia teringat tentang dirinya sendiri.
"Hmm, nasib setiap orang berbeda-beda dan tak pernah ada seorangpun yang berhak untuk pilih takdirnya di mana dan dengan siapa ia lahir di dunia ini karena semua itu adalah Tuhan yang menentukannya bukan manusia itu sendiri." batin Adrian.
Adrian duduk di dermaga sambil memandangi rembulan di malam hari ini yang berkabut oleh awan-awan putih yang menyelimutinya sehingga cahaya rembulan terlihat samar- samar oleh sepasang mata tajam Adrian.
Bersambung!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments
Cyrus Red🥀Bryan Kennedy🔱🎻
semangat terus thor
2023-05-24
0