Bab 18.

Adrian juga merasakan ada yang tak beres dari tatapan mata Cecilia kepadanya saat ini yang tak berdasarkan akting semata mata namun ia seakan-akan tahu bahwa teman masa kecilnya itu jatuh cinta kepadanya.

"Ehmm, Aku tak boleh terlibat kasus percintaan segitiga seperti ini." batin Adrian.

"Kevin, tunggu Aku..!" teriak Cecilia mengejarnya sesuai dengan skenario filmnya namun ia tidak mau berhenti di lokasi yang ditentukan oleh kru film tersebut.

"Ehh, Adrian malah berlari ke arah stasiun kereta api bukannya berhenti di halte bus di dekat kita." kata kru film tersebut geleng-geleng kepala lihat aktor utama mereka begitu kacau.

Adrian berhenti di stasiun kereta api dan melihat sosok Daniella yang sedang berjalan di dalam kereta api untuk adegan berduaan dengan aktor lain dan tanpa sadar Adrian menerobos masuk ke dalam kereta api dan merangkul Daniella.

"Hei kenapa kau ada disini?" tanya Daniella kaget karena ia tiba-tiba di rangkul Adrian.

"Karena Aku.. "

Adrian tampak gugup di tanya Daniella lalu pria itu segera melepaskan gadis itu dan kembali ke luar kereta api dengan tertunduk bingung sendiri dengan perasaannya sendiri.

"Aneh banget tuh anak." kata Daniella bingung.

"Dan,ayo kita kembali akting untuk adegan kita di kereta api." kata aktor lain itu yang merangkulnya seperti Adrian tadi namun ia kaget karena aktor lain itu meraba bagian dalam tubuhnya.

"Hei, jaga kesopananmu ya?!" bentak Daniella.

"Apa maksudmu, Daniella? " tanya aktor lain itu yang menyangkal perbuatannya terhadap gadis itu.

"Kau melecehkan ku..!" bentak Daniella dengan geram mendorong aktor lain ke pintu kereta api.

"Siapa yang melecehkan kamu?" bantah aktor lain itu yang kali ini terkejut karena sebuah tinju dan tendangan telak menghantam dirinya dan ia makin terkejut dengan kehadiran Adrian di depan Daniella seraya memakaikan jaket untuk gadis di belakang gerbong kereta api.

"Kau akan ku keluarkan dari film ini atas perilaku mu yang tak bermoral..!" bentak Adrian yang kini menghebohkan semua kru film dan sutradara film pun datang ke lokasi syuting ini.

"Adrian ada apa ini?Kenapa kau semarah ini dan apa kesalahan Erwin padamu?" tanya sutradara film tersebut dengan bingung kepada Adrian.

"Dia melecehkan Daniella di sela-sela adegannya di sini, Pak sutradara." jawab Adrian memberikan bukti rekaman pelecehan terhadap Daniella pada sutradara film tersebut.

"Erwin kau keterlaluan sekali karena itu kau aku pecat sekarang juga." kata sutradara film yang mengusir aktor itu keluar dari film tersebut dan pihak agensi Adrian mengirimnya ke polisi.

"Adrian,terimakasih atas pertolonganmu tadi." kata Daniella menundukkan kepalanya dengan malu.

"Kau tak perlu berterimakasih kepadaku karena Aku menolongmu dengan tulus." kata Adrian di depan Daniella dengan suaranya yang lembut.

"Ya,sekali lagi terimakasih."kata Daniella meraih ujung lengan kemeja Adrian.

Adrian meraih jemarinya lalu menunduk untuk ia bisa menatap senyuman manis yang diberikan oleh Daniella untuknya. Ia pun mengajak gadis itu meninggalkan lokasi syuting dengan gunakan mobil pribadinya.

" Tempat apakah ini yang kau tunjukkan padaku? Apakah Aku mengenal tempat ini?"tanya Daniella begitu mereka berdua sampai di sebuah villa di luar kota San Francisco's.

"Villa rahasiaku dan kau memang belum pernah mengenal tempat ini karena itulah aku kenalkan kepadamu." jawab Adrian menawarkan minuman wine kepada Daniella ketika mereka sudah di dalam villa.

Daniella menerima gelas kaca berisi wine yang di berikan oleh Adrian untuknya namun ia tidak meminumnya melainkan menaruh minumannya di meja depan sebuah tempat tidur yang terlihat nyaman.

"Adrian, apa maksudmu dengan mengundangku ke villa mu? " tanya Daniella menatap pria muda di depannya.

"Mengajakmu liburan akhir pekan bersamaku di villa ku." jawab Adrian yang berjalan ke ruangan lain untuk mengambilkan pakaian wanita untuk Daniella.

"Hei, pakaian wanita mu kau berikan kepadaku?" tanya Daniella terkesiap.

"Bukan, ini pakaian wanita pembantuku yang tak pernah dipakainya lagi." jawab Adrian tersenyum mengesalkan Daniella.

"Ihhh,kau samakan aku dengan pembantumu..! Ih tak sopan kamu..!" bentak Daniella.Gadis itu berbalik ke arah lain untuk kembali ke ruangan di sisi timur villa.

Adrian terkekeh senang gadis itu merajuk pada dirinya. Ia pun menyusul gadis itu ke ruangan di sisi timur villa. Lalu, memberikan sebuah cincin berlian motif bunga mawar kepada Daniella yang terperangah melihat cincin berlian itu.

"Apa maksudmu dengan memberikan cincin ini kepadaku?" tanya Daniella membalikkan badan untuk menghadapi Adrian.

"Menikahlah denganku. " jawab Adrian mencium bibirnya dengan kelembutan yang menyentuhnya begitu dalam.

"Me.. Menikah denganmu? Hei,Aku belum bilang bahwa kita pacaran resmi lho kepada orangtua ku di Indonesia, dan Aku juga belum mengenal orangtuamu dan keluargamu. " kata Daniella tak percaya bahwa seorang Adrian Pedrosa Lucero melamarnya begitu saja.

"Ya,Aku tahu karena itulah Aku ingin meresmikan hubungan kita dari dugaan orang-orang selama ini terhadap kita menjadi kenyataan, dan kalau mengenai diri kita yang belum pernah mengenal keluarga kita masing-masing.Kita bisa saling mengenal mereka setelah kita menikah dengan resmi di hadapan Tuhan dan saksi dari gereja di dekat villa ini." jawab Adrian tersenyum tulus hati kepada Daniella.

"Emm, kau jangan menyesal ya kalau suatu saat nanti Aku tak sebaik yang kamu duga selama ini, Adrian." Kata Daniella mendekatkan dirinya pada Adrian yang memeluknya dan memakaikannya cincin berlian di jemari manisnya.

"Ya,Daniella.Aku tidak akan pernah menyesali apapun yang telah menjadi keputusanku sendiri." kata Adrian lembut di telinga Daniella.

Daniella membalas senyuman lembut Adrian di depannya lalu menganggukkan kepalanya untuk menjawab lamaran Adrian untuknya dan Adrian memberikan hadiah ciuman yang sangat lembut dan manis sekali untuknya.

"Nah,baiklah kau mandi, ganti baju mu lalu tidur di kamar ini untuk malam ini, dan Aku akan pergi tidur di kamar lain." kata Adrian meninggalkan gadis itu ke kamar lain.

Daniella tersentuh hatinya dengan cara pria itu menghormatinya dengan luar biasa yang tak pernah ia dapatkan dari para mantannya dahulu sebelum dirinya yakin bahwa selama ini dirinya hanya mencintai seorang Adrian Pedrosa Lucero seorang dari dirinya masih anak-anak sampai di saat ini.

"Adrian, jangan khawatir karena Aku akan selalu setia untukmu seorang dan yakinlah bahwa Aku masih seorang gadis murni yang akan ku berikan kepadamu setelah esok hari kita menikah sesuai dengan keinginanmu yang tulus kepadaku." kata Daniella sambil menangis bahagia seorang diri sebelum berjalan ke kamar mandi.

Adrian di kamar lain duduk seorang diri di sofa di samping tempat tidur dengan senyuman lembut di bibirnya meskipun ia masih memikirkan apa yang akan terjadi pada keluarganya jika mereka tahu bahwa ia menikah dengan Daniella Rosalie gadis yang bukan pilihan dari keluarganya.

Bersambung!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!