Adrian duduk di sofa panjang dengan diapit oleh Daniella Rosalie dan Cecilia Bowie menghadapi sejumlah teman, rekan kerja,dan kru film yang sudah berkumpul bersama di ruangan rapat di apartemennya.
"Disini kamu akan berperan sebagai seorang pria sukses yang berprofesi sebagai CEO dan Mafia di dua sisi berbeda dari profesi di balik jati diri mu di film ini, Adrian." kata produser film kepada Adrian seraya memberikan naskah film kepada aktor papan atas di depannya itu.
"Baiklah,Tuan Wildan." kata Adrian ramah.
"Daniella, kau berperan sebagai pasangannya di film baru ini." kata produser film menjelaskan peran yang dimainkan oleh Daniella Rosalie.
Setelah produser film membagikan tugas untuk peran mereka masing-masing dilanjutkan latihan dialog untuk mendapatkan chemistry diantara para bintang yang bermain di film tersebut.
"Namamu Jessica di film ini, Dan." kata Adrian di depan Daniella Rosalie sedang berusaha untuk mendapatkan chemistry dengan gadis itu.
"Aku tahu nama peran yang Aku mainkan." kata Daniella Rosalie menarik kerah kemeja Adrian.
"Eits, kau jangan bermain secara kasar dong." kata Adrian menepis tangan Daniella dari kerah kemejanya namun ia malah menarik gadis ke arah dirinya sehingga gadis itu ketarik dan tidak sengaja ia telah mencium bibir gadis itu.
"Arghh!!! " pekik Daniella Rosalie.
Semua teman menoleh dan melihat keduanya di dekat yang lain bergerak saling menjauh satu sama lainnya namun keduanya merona dengan sepasang mata mereka saling menatap tajam.
"Hai, belum apa-apa kalian sudah ribut sendiri seperti kucing dan anjing saja." kata sutradara film tersebut yang memarahi keduanya.
"Dia duluan yang sudah menciumku." Kata Adrian menuding telunjuknya kepada Daniella di depannya.
"Hei..! Tidak! Dia yang sudah menciumku bukan Aku yang sudah menciumnya. " bantah Daniella melotot kepada Adrian.
"Sudah! Sudah! Kalian jangan ribut terus kapan kita selesai latihannya untuk lusa kita semua bisa turun ke lapangan untuk syuting."kata Pablo Picasso sutradara film tersebut menegur kedua orang itu.
Adrian membuang muka ke arah lain tanpa lihat ekspresi muka Daniella yang mendengus sebal kepada pemuda tampan itu lalu gadis itu telah melangkah untuk menjauh darinya.
"Adrian, ini minuman untukmu." kata Cecilia nada ramah memberikan sekaleng softdrink kepada Adrian di sudut ruangan rapat.
"Terimakasih Cecilia kau sungguh baik padaku." kata Adrian tersenyum ramah dengan menerima minuman tersebut dari Cecilia.
Daniella melalui ekor matanya melihat keduanya begitu dekat satu sama lain menimbulkan rasa iri namun ia harus profesional untuk dirinya bisa membuktikan bahwa ia bisa menjadi seorang aktris yang hebat dalam kondisi apapun juga.
"Dan,apakah kau ingin makan salad buah segar ini? " sapa Ronaldo ramah menawarkan sekotak salad buah kepada Daniella Rosalie di sudut kiri ruang rapat.
"Ya,Ronaldo terimakasih atas salad buah-mu." jawab Daniella tersenyum sopan kepada teman di depannya itu.
Adrian tak sengaja memperhatikan Ronaldo dan Daniella Rosalie begitu akrab satu sama lainnya menimbulkan rasa tak nyaman di hatinya saat ia melihat keakraban kedua orang itu dari sudut kanan ruang rapat.
Di tengah-tengah ruang rapat, ada aktris cantik Thalia yang melatih adegan berkelahi dengan aktris figuran dalam film tersebut dan di sisi lain ada aktor lain berlatih Thai boxing dengan para assisten film tersebut sehingga suasana di sana begitu ramai sekali.
"Dan, ayo kau dan Adrian kembali latihan akting lagi untuk adegan pertama kalian jumpa." kata Stephanie membujuk aktrisnya untuk sabar dan bertahan untuk mendapatkan chemistry yang baik dan sempurna sesuai dengan keinginan hati sutradara film tersebut.
"Baiklah, Stephanie." kata Daniella mendekat ke arah Adrian yang mulai berlatih bersama Cecilia di sudut kanan ruang rapat.
Cecilia sedang menaruh kedua lengan di pundak Adrian dan bersiap untuk melakukan chemistry sebagai sepasang kekasih yang termanis di film tersebut.
"Tunggu sebentar.. " kata Daniella memisahkan keduanya dengan sepasang tangan mendorong keduanya untuk saling berjauhan.
"Apa sih mu kami sedang latihan nih, tolong kau jangan mengganggu kami..?" pinta Cecilia nada tak suka dengan sikap arogan dan kasar aktris cantik yang viral di medsos belakangan ini.
"Gadis landak bisakah kau bersikap dewasa dan sopan terhadap orang lain di sekitarmu? " tegur Adrian mendekati gadis itu.
"Kau memanggilku apa barusan? " tanya Daniella pedih kepada Adrian.
"Gadis landak karena kau suka menusuk orang lain dengan duri mu yaitu caramu untuk menjadi seorang aktris yang baik dan profesional." jawab Adrian dingin kepada Daniella.
Daniella yang tersinggung dengan ucapan yang keluar dari mulut Adrian mengangkat tangannya untuk menampar Adrian namun diurungkannya di depan Adrian dengan mendekati pria muda itu dan bicara.
"Apakah serendah itu kau menilaiku,Adrian?" tanya Daniella dengan nada marah namun halus dan elegan kepada Adrian.
"Ya." jawab Adrian pelan namun menyakitkan di hati Daniella Rosalie.
Daniella membalikkan badannya lalu pergi dari ruang rapat dengan emosi sekali sampai semua orang menengok ke arah gadis itu yang telah melewati pintu masuk ke apartemen milik Adrian Pedrosa Lucero.
"Adrian, kenapa kamu membuat suasana latihan pertama menjadi kacau dengan kau membuat hati gadis itu tersinggung dengan ucapanmu?" tanya sutradara film tersebut dengan alis terpaut kepada Adrian.
"Karena Aku membenci sikapnya yang menilai seseorang dari luarnya saja dan ia selalu saja merendahkan orang lain dengan sikap dan nada bicaranya terhadap orang lain di sekitarnya, dan Aku sangat tidak suka diperlakukan seperti itu olehnya." jawab Adrian dengan raut wajahnya itu begitu keras dan dingin.
"Hmm, kalau kau dan dia seperti minyak dan air, kita semua takkan pernah bisa bekerjasama di film ini, Adrian.Ingat film ini adalah proyek yang harus kamu selamatkan untuk membahagiakan para fans kalian yang ingin kalian kembali bisa bekerjasama." kata produser film tersebut nada serius sekali kepada Adrian.
Adrian menghela napas panjang dan melihat dua pria yang memandangnya dengan teguran keras dan Ia tahu apa yang harus dilakukannya untuk membahagiakan semua orang yang terlibat di film terbarunya.
"Aku akan mengejarnya sekarang juga." kata pria ini yang segera berlari ke lift dan menyelinap ke lift lebih dahulu sebelum Daniella masuk ke lift.
"Mau apa kamu mengejarku? " tanya Daniella di depan Adrian tanpa melihat tatapan mata pria di depannya itu.
"Aku mau kamu menjadi pasangan di film baruku dan ku harap kita bisa bekerjasama dengan baik dan profesional untuk membahagiakan orang- orang sekitar kita."jawab Adrian meraih dagunya dengan merengkuh rahang gadis itu untuk gadis itu membalas tatapannya yang tulus meminta maaf kepada gadis itu.
Bersambung!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments