Mobil sport terbuka untuk seorang pemuda yang berpenampilan yang sangat mengagumkan tiap orang yang melihat kehadirannya di pertemuan yang digelar di sebuah gedung perfilman kelas atas dunia.
"Lihat Adrian Pedrosa Lucero sudah datang ke acara ini..!"
Kilauan lampu blitz kamera yang jumlahnya luar biasa mengarah langsung kepada pemuda itu yang hanya berjalan dengan tenang melewati pintu menuju ke dalam ruangan gedung itu.
"Hai, Adrian senang sekali kami bisa berjumpa kembali denganmu." sapa sejumlah aktor dan aktris yang datang ke acara tersebut.
"Ya,Aku juga luarbiasa bahagia dapat berjumpa dengan kalian semua kawan-kawanku." kata pria ini yang menyalami tangan semua temannya.
Seorang gadis cantik mendatangi pemuda ini di dekat pintu masuk ke ruangan acara pertemuan para aktor dan aktris untuk membahas tentang film terbaru yang akan di perankan oleh pemuda ini dengan aktris cantik yang menyapa pemuda ini.
"Hai, senang berkenalan denganmu Adrian." sapa Thalia aktris cantik itu mengulurkan tangan kepada Adrian.
"Ya, salam kenal dariku." jawab Adrian ramah.
Lalu mereka berkumpul bersama dengan semua tim produksi film yang telah hadir di ruangan itu dan produser film memberikan naskah kepada Adrian yang segera membaca naskah tersebut.
"Lokasi syuting film hollywood yang akan Aku bintangi di jalanan Manhattan untuk episode perdananya." kata Adrian menutup naskahnya di meja.
"Adegan yang akan kamu lakukan adalah action untuk menguji seberapa besar kemampuan dari aktingmu di usiamu sekarang ini." kata sutradara film tersebut menatap wajah tampan Adrian.
"Baiklah, tapi aku menolak untuk akting adegan romantis untuk film ini." kata Adrian melakukan kesepakatan dengan sutradara film tersebut.
"Aiya,Adrian kau masih sama seperti dulu selalu menolak untuk adegan romantis kecuali dengan gadis kecil itu di serial anak-anak yang pernah kamu bintangi bersamanya. " kata Gunawan di sampingnya usai pertemuan tersebut berakhir.
"Dan, hal ini adalah penyesalan terbesarku yang membuatnya selalu mengharapkan balasanku." kata Adrian menerima secangkir kopi dari salah seorang rekan kerjanya.
"Gadis kecil mu ada dua lho? Siapakah diantara mereka yang kamu kenang dan suka?" tanya pria imut di depan kursinya.
"Oh, keduanya adalah rekan kerjaku saja tak ada yang aku kenang dan suka." jawab Adrian nada serius.
"Hei,coba kamu lihat berita terbaru hari ini di medsos." kata rekan kerja yang lainnya yang kini duduk di meja dekatnya sambil makan donat.
"Oh, berita skandal percintaan dari aktris cantik itu lagi. " kata Gunawan dengan raut wajahnya bosan.
Adrian melihat berita ini di hpnya dan terbersit di hatinya untuk mencoba untuk menaklukkan hati Daniella Rosalie yang selalu membuat masalah di dunia perfilman dengan skandal percintaan tak jelas.
"Gunawan, hubungi staff managementnya untuk Aku bisa mengajaknya untuk bekerjasama di film ini." kata Adrian yang mengejutkan semua rekan kerjanya.
"Hei apa kau sudah gila untuk mengundangnya di film ini? " tanya Douglas aktor rekan kerjanya di kursi meja seberang kepada Adrian.
"Ya, Aku ingin menjadikannya sebagai seorang aktris yang baik dan profesional seperti apa dan perilaku sebagai aktris papan atas haruslah bisa memberikan contoh tauladan kebaikan untuk masyarakat dunia." jawab Adrian nada tegas dan tenang kepada Douglas.
"Baiklah, jika itu maumu Adrian." kata Gunawan temannya yang segera melakukan perintahnya.
Thalia membawakan sepiring camilan ringan ke dekat Adrian yang sedang ngobrol dengan tiga orang teman lainnya untuk membahas tugas di lokasi syuting film tersebut yang akan dilakukan pada akhir musim panas.
"Adrian,silakan kamu cobain kue enak dariku." kata Thalia menyodorkan piring kue rasa apel dan keju kepada Adrian.
"Ya, terimakasih Thalia." jawab Adrian sopan dan ramah kepada Thalia yang terpesona dengan ketampanan dan keramahannya.
Adrian menulis pesan di WA nya untuk temannya yang sudah lama tidak berjumpa dengannya lagi semenjak sepuluh tahun yang lalu namun ia dan temannya selalu berhubungan kontak jarak jauh melalui internet.
"Sobat, yuk kita ketemuan kembali di kafe lama di kota ini." tulis di WA nya.
"Boleh, kapan? "
"Minggu besok siang, bagaimana?"
"Oke, kebetulan Aku ada wawancara eksklusif di stasiun radio kota ini."
"Oke, Aku akan menemuimu di sana."
Adrian tersenyum membaca WA nya sendiri di layar hpnya lalu terkejut dengan telepon dari si gadis penuh skandal itu secara langsung kepada dirinya.
"Ehh..? "
"Kenapa? Ada apa?" tanya Gunawan dan yang lainnya melihat ekspresi mukanya yang kaget.
"Tak ada apa-apa. " jawab Adrian cepat.
Adrian segera memisahkan dirinya dari teman- temannya ke kamar mandi lalu mengaktifkan HP dan menjawab panggilan telepon genggam dari Daniella Rosalie.
"📱Adrian apa maksud kamu untuk mengundang aku untuk bekerjasama di film terbarumu?" tanya Daniella Rosalie tanpa sungkan kepada Adrian.
"📱 mengetes kemampuan aktingmu yang telah lama tidak Aku lihat secara langsung." jawab Adrian nada ringan.
"📱Oh, sombong sekali kamu selalu saja kamu merendahkan kemampuanku." kata Daniella nada galak kepada Adrian.
"📱kalau begitu apakah kamu mau atau tidak nih menerima tantangan dariku? " ucap Adrian nada menantang gadis angkuh itu.
"📱 Oke, Aku mau. " jawab Daniella Rosalie nada tegas.
"📱Baik, kamu akan ku tunggu di apartemenku pada malam hari ini untuk rapat membahas tentang film dan peran kamu dan aku di film ini." kata Adrian yang tersenyum sendiri mendengar suara terkejutnya gadis itu dengan ajakannya itu.
"📱Hmm, baik tapi kita tidak mengadakan rapat berdua kan di apartemenmu?" tanya Daniella Rosalie nada ragu.
"📱Tidak, kita akan ajak teman-teman kita juga. Ah lagipula Aku tak mau terlibat skandal dengan kamu."jawab Adrian nada menyakinkan.
Adrian menutup telepon genggamnya lalu pergi dari kamar mandi dengan langkah cepat ke arah pintu belakang gedung ini untuk segera temui mobilnya.
Gunawan melihat sikap sahabatnya itu dengan raut wajahnya begitu mencemaskan nasib apa yang akan menimpa sahabatnya itu jika sahabat itu mencoba untuk mengakhiri permusuhannya dengan Daniella Rosalie.
" Ah, jangan sampai dia kalah dengan taruhan ini untuk permusuhannya dengan aktris cantik itu dapat berakhir dan mereka dapat bekerjasama untuk memajukan dunia perfilman yang mulai redup dengan adanya persaingan perfilman di seluruh dunia."kata Gunawan pada dirinya.
"Adrian masih single kan? Apakah dia itu masih perjaka ting ting? " tanya Thalia tanpa malu -malu kepada Gunawan.
"Ya,masih.Dia itu seorang laki-laki yang baik dan terhormat." jawab Gunawan mengerutkan kening mendengar pertanyaan dari Thalia.
"Wah, sungguh langka sekali di dunia perfilman Hollywood ada aktor semuda dan setampan dia masih seorang laki-laki hijau dalam percintaan dengan wanita. " kata Thalia mendekatkan ke arah Gunawan yang berkeringat dingin dengan godaan gadis cantik dan seksi ini.
Bersambung!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments