Bab 11.

Menjelang petang hari yang masih terang oleh cahaya matahari musim panas yang sangat luar biasa panas mobil sport warna putih meluncur dari rumah seorang musisi miskin di pedesaan di luar kota Lazio.Mobil itu menuju ke arah timur yaitu kota kecil yang dikelilingi oleh pegunungan dan danau-danau yang luarbiasa cantiknya dan jernih mata airnya.

Mobil ini pun berhenti di depan pintu gerbang di sebuah rumah mewah yang bentuknya seperti kastil tua di era Kekaisaran Romawi Kuno dan seorang gadis muda yang cantik berdiri di dekat kolam air mancur di tengah-tengah halaman luas rumah tersebut.

Dan,ketika Adrian keluar dari mobilnya di depan tangga yang menuju ke dalam rumah mewah itu gadis cantik itu mengecupnya dengan kecupan lembut sampai Ia menatap tajam kepada gadis itu.

"Lourdes,tolong kamu tak perlu berpura-pura di depanku untuk menjadi seorang tunangan yang mencintai pasangannya karena Aku tahu kamu sama sekali tidak menyukaiku." kata Adrian nada sarkastis kepada Lourdes gadis cantik itu.

"Bagaimanapun juga Aku tak boleh melukai hati orangtuaku yang ingin Aku bertunangan dengan kamu demi penyatuan bisnis keluarga kita." kata Lourdes tersenyum manis kepada Adrian namun tatapannya menjelaskan isi hatinya yang sangat merendahkan Adrian.

"Adrian,kau sudah datang ke rumah O'om Leo." sapa pria paruh baya yang baru saja datang dari dalam rumah ke halaman untuk menyambut baik kedatangan Adrian.

"Ya, O'om Leo." jawab Adrian sopan.

"Kalau begitu mari kau masuklah ke ruang tamu rumah O'om dengan ditemani oleh Lourdes putri kesayangan O'om ini."kata Tuan besar Leo nada ramah kepada Adrian.

" Ya,O'om, terimakasih."kata Adrian sopan.

Mereka bertiga menaiki tangga bersama-sama ke dalam rumah, dan disana sudah ada kudapan untuk menyambut kedatangan Adrian yang telah disediakan oleh Mamanya Lourdes yang selalu menyambut Adrian dengan keramahannya yang palsu.

"Selamat datang di rumah kami untukmu, Adrian. Mari kau duduk di sofa dan menikmati kudapan kami yang sederhana ini." sapa Brenda dengan senyuman ramah kepada Adrian.

"Ya, Tante, terimakasih atas kudapan ini.Ohya, ku datang ke sini bukan untuk diriku sendiri tetapi Aku di minta tolong oleh Papaku untuk kunjungi Lourdes putri dari O'om dan Tante selagi aku ada di Italia." kata Adrian sopan.

"Adrian, berarti kamu tak pernah ada niat untuk mengakrabkan dirimu dengan Lourdes-kami ini yang telah menjadi tunanganmu? " tanya Brenda dengan senyuman ramah namun tatapannya itu menegur calon menantunya itu.

"Ya, Tante Brenda.Aku memang tak pernah suka dengan putri Anda, dan kami bertunangan bukan karena kami saling cinta." jawab Adrian lugas.

"Ehh, Adrian jaga nada bicaramu kepadaku jika kamu ingin bisnis keluargamu aman dan nama besarmu di dunia Entertainmentmu nyaman dan selalu dipuja oleh para fansmu." kata Brenda di sofa depan Adrian.

"Ma,dia memang sudah berniat untuk melawan kita untuk kebebasannya dari pertunangan ini.Ia sudah menghebohkan dunia dengan hubungan asmaranya dengan aktris seksi Daniella Rosalie lawan mainnya sendiri." kata Lourdes yang telah memperlihatkan semua gosip di internet melalui TV digital kepada kedua orangtuanya.

Leo memukul meja tamu dengan wajahnya yang memerah dan sepasang matanya marah kepada Adrian yang tetap duduk di sofa dengan tenang dan sabar untuk menghadapi kemarahan calon Papa mertuanya itu.

"O'om, semua ini adalah gosip rendahan semata, karena Aku dan Daniella Rosalie tak pernah ada hubungan apa-apa, kami hanya rekan setimnya di film terbaru kami."kata Adrian nada tenang di depan Leo.

"Papa, tolong jangan mempercayai ucapannya, ia itu aktor papan atas yang pandai berakting di depan semua orang untuk kepentingannya." kata Lourdes nada serius kepada Papanya agar Papa nya tak mempercayai Adrian.

"Ya, suamiku,kita tak boleh mempercayai anak itu yang hidupnya selalu penuh kepalsuan dan akting untuk mengelabui kita." kata Brenda cepat memprovokasi suaminya untuk membungkam Adrian.

Leo menatap tajam Adrian yang tetap bersikap tenang dan sabar menghadapinya bahkan pria muda ini selalu tersenyum percaya diri di depan sepasang matanya.

"Adrian, Aku akan mempercayainya bahwa dia itu adalah seorang pria muda baik-baik dan bisa dipercaya sebagai seorang yang bertanggung jawab atas segala tindakannya." kata Leo yang merangkul kedua pundak Adrian dengan senyum cerah untuk anak muda ini.

Istri dan anaknya terperangah melihat reaksinya terhadap Adrian yang terlalu pintar bersandiwara di depan semua orang untuk kepentingan anak muda itu sendiri.

"Brenda dan Lourdes, di seluruh dunia ini Papa hanya mempercayai laki-laki muda seperti dia, sebab dia seorang anak yang takut pada Tuhan dan Mamanya karena itu dia takkan pernah bisa berakting di depan kita." kata Leo dengan nada tenang menatap tajam Adrian.

"Ihh, Papa..! " teriak Lourdes yang membanting kaki kanan dengan kesal lalu menaiki tangga ke lantai atas tanpa pamit kepada kedua orangtua nya dan Adrian.

"Adrian,ku harap bisa sabar dalam menghadapi sikap manja dan kekanak-kanakan putriku itu, karena dia sesungguhnya adalah seorang gadis yang manis dan ramah kepada siapapun apalagi kepadamu tunangannya sendiri." kata Leo yang kini mengajak Adrian berkeliling rumahnya yang megah.

Adrian tersenyum dibibirnya mengikuti Leo pergi ke paviliun yang terdapat di ruangan lain dalam rumah itu. Ia mendengarkan tentang bisnis yang akan digabungkan dengan perusahaan keluarga Lucero apabila ia dan Lourdes sudah menikah nanti.

"Hmm,hidupku selamanya tidak pernah ada yang namanya cinta sejati karena semua orang di sekitarku selalu memikirkan kepentingan mereka sendiri tanpa memikirkan perasaanku.Hhh, cinta bagiku adalah ilusi belaka dan penuh kepalsuan yang seumur hidup takkan pernah ku percaya." batin Adrian.

Pemuda tampan itu menerima gelas berisi wine dari Leo yang mengajaknya untuk bersulang dan membicarakan tentang masa depan dengan ia menikah dengan Lourdes yaitu dirinya bisa jadi pemenang sejati.

"Adrian, kekayaanmu akan melimpah ruah dan popularitasmu sebagai selebriti papan atas akan selalu berada di atas semua orang bahkan tak akan pernah ada seorangpun bisa lebih baik dari kamu." kata Leo dengan senyumannya kepada Adrian yang membayangkan bagaimana hidup yang akan dihadapinya apabila dirinya benar- benar menikah dengan Lourdes.

"Aku akan menjadi seekor naga kecil yang selalu terkurung di dalam kurungan emas oleh pria ini jika hal ini terjadi di dalam hidupku nanti." batin Adrian.

Disaat, Ia memikirkan masa depan suramnya itu tiba-tiba ia teringat tentang Daniella Rosalie di dalam pikirannya dan tanpa sadar tangannya itu menyentuh bibirnya yang pernah di cium lembut oleh Daniella Rosalie.

Bersambung!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!