Bab 10.

Kota Lazio,Italia.

Sesampainya Adrian di rumah mewah Papanya, ia segera jumpa dengan Mama tirinya yang telah menyambutnya dan mengecup pipinya dengan senyum ramah seakan-akan ia tidak tahu apa isi hati dari wanita licik itu.

"Aha selamat pagi sayang dan selamat datang di rumah Papamu." sapa Rismaharini nama wanita cantik berambut pirang kepada Adrian di pintu ke ruang dalam rumah.

"Ya,terimakasih Mama Risma." kata Adrian yang menerima kecupan lembut di pipinya dari Papa kandungnya yang berdiri di samping kakak tiri nya yang menyeringai tak langsung kepadanya di depan empat orang di ruangan dalam rumah itu.

"Cucuku, kemarilah." sambut Grandpa-nya yang menghampirinya dengan menggunakan kursi roda.

"Ya, Grandpa,Aku sudah datang untuk melihatmu yang sudah lama tidak Aku jumpa." kata Adrian yang mengecup pipi Tuan besar Lucero yang kini menatapnya dengan airmata terharu olehnya.

Di ruang makan, Adrian menikmati sarapan pagi bersama keluarga Papanya dengan senyuman di bibirnya yang selalu menunjukkan kesopanannya yang sangat tinggi di dalam beretika.

"Adrian,Papa ingin kamu mengunjungi Lourdes di rumahnya setelah kamu sarapan pagi untuk menjalin keakraban dengan tunanganmu itu." kata Papanya dengan sikap tegas kepadanya.

"Ya, Papa, Aku juga ingin mengunjungi temanku Fabian di dekat daerah ini juga tempat tinggal dan tempat kerjanya." kata Adrian dengan sikap sopan kepada Tuan besar Willy Lucero.

"Hmm, Adrian kamu itu sebagai seorang aktor papan atas Hollywood apakah tidak malu untuk berteman dengan seorang penyanyi rendahan seperti Fabian?" tanya Bianca kakak tirinya nada mencemooh temannya.

"Tidak, dia itu bukan penyanyi rendahan biasa tapi dia itu seorang yang memiliki bakat tinggi di seluruh Italia hanya saja dia mempunyai orang- orang yang tidak pernah mendukungnya dalam mencapai cita-citanya."jawab Adrian dengan sikap tegas dan tulus memuji temannya yang di nilai rendah oleh kakak tirinya itu.

"Sama saja bagiku, dia itu seorang tak berguna di seluruh kota Lazio ini dengan penampilannya yang sangat persis seperti gelandangan saja." kata Bianca dengan ekspresi jijik di wajahnya itu membicarakan tentang teman dari adik tirinya.

"Kau tidak berhak untuk merendahkan temanku, Bianca." kata Adrian nada tegas kepada Bianca.

"Bianca, kau bisa diam atau tidak?!" perintah dari Tuan besar Lucero yang memihak kepada Adrian cucu laki-laki tunggalnya daripada Bianca yang tidak ada hubungan darah dengannya.

"Ya," jawab Bianca muram.

"Adrian, bisakah kau menemani Grandpa jalan -jalan di taman sebentar saja?" pinta Tuan besar Lucero nada lembut kepada Adrian.

"Ya, Grandpa bisa." jawab Adrian sopan.

Di taman, Tuan besar Lucero memberikan surat rahasia kepada Adrian yang diminta untuk jaga surat tersebut hati-hati karena surat itu adalah surat wasiat yang ingin Tuan besar Lucero kirim ke notaris atau pengacara keluarga Lucero yang baru agar seluruh kekayaan Tuan besar Lucero dapat diwariskan kepada Adrian seorang.

"Ya,Grandpa,Aku pasti akan melakukan apa yang Grandpa minta tolong kepadaku." kata Adrian di depan Tuan besar Lucero yang segera memeluk kakeknya dengan kasih sayang.

"Ya,cucuku.Nah, sekarang kamu pergilah untuk mengunjungi Fabian dan Lourdes atau siapapun yang ingin kamu kunjungi di seluruh kota Lazio ini." kata Tuan besar Lucero menggenggam erat tangan cucunya dengan senyuman sayang yang tulus dari hatinya.

Adrian mengendarai mobil warna putih menuju ke sebuah pedesaan yang berada di luar kota, ia menghentikan mobil di sebuah pagar kayu yang mengelilingi rumah sederhana namun asri dan indah dengan pemandangan alam yang berada di sekitar rumah yang bertuliskan.

"Rumah Alexander Fabian." senyuman menghiasi bibirnya ketika ia keluar dari mobil dan melihat seekor rubah putih yang cantik melompat dari rumah itu ke pelukannya

"Wahhhhhhh, kau masih ingat denganku,Viona." kata Adrian membelai rambut dan bulu rubah putih dipelukannya itu menjilati wajahnya seakan -akan rubah putih menjawab sapaannya.

"Adrian...!" seru Fabian yang berdiri di dekat pintu rumahnya dengan senyuman senang dikunjungi oleh Adrian.

"Kawan, Aku datang untuk melepaskan rinduku padamu dan Viona yang manis ini." Kata Adrian melangkahkan sepasang kakinya yang memakai sepatu mahal ke dalam rumah temannya dengan menggendong Viona yang bersandar di pundak kanannya dengan nyaman.

"Baiklah, mari kau masuklah dan silakan nikmati waktu santai di rumahku dengan melihat hasil perkebunan sayur dan buah-ku yang lebat dan ku akan membuatkanmu makanan lezat dari sayur yang ku tanam ini." kata Fabian tersenyum lebar menyambut kedatangan temannya yang tampan dan baik hati itu dengan memperlihatkan panen sayuran hijau kepada Adrian.

"Wah,terimakasih atas sambutan hangat darimu, kawan.Tapi, kurasa aku tidak ingin merepotkan kamu dengan membuatkan makanan lezat dari hasil perkebunanmu untukku karena aku datang bukan untuk menyusahkanmu lho." kata Adrian mengikuti Fabian ke dapur sambil menurunkan Viona dari gendongannya.

Rubah putih itu bermain di sekitar kedua kakinya dan mengelilingi Fabian yang sibuk memasak spagetti khas Italia untuk Adrian dari bahan- bahan sayuran hijau dan buah-buahan segar dari perkebunannya.

"Wah, ini yang namanya calon cheff kelas dunia yang paling jenius dengan membuatkan spageti warna hijau dan aromanya pun tak berbau daun mentah namun memberikan aroma yang luar biasa menggiurkan lidahku." puji Adrian dengan tulus sambil menikmati spagetti buatan teman baiknya.

"Adrian,bolehkah Aku bertanya tentang tujuanmu untuk mengunjungiku di rumahku yang bobrok ini?" Fabian menanyakannya dengan senyuman yang menyiratkan kepedihan hatinya namun pria tampan itu begitu terharu dengan kebaikan hati Adrian terhadapnya.

"Mengundangmu untuk menjadi komposer dan penyanyi untuk soundtrack film terbaruku yang akan dirilis belum lama ini namun kamu harus sabar untuk menunggu sampai filmnya selesai di garap oleh kami yang akan mulai syuting pada lusa depan.Fabian, tolong kamu bisa menerima tawaran dariku?" Adrian menjawab dengan nada tulus kepada Fabian yang sibuk menyuapi Viona di sekitar kedua kaki Adrian.

"Adrian,seumur hidupku belum pernah ada orang sebaik dirimu yang bersedia untuk menawarka pekerjaan yang sangat berarti bagiku."airmata di kedua bola mata Fabian jatuh ketika Adrian yang baik hati menepuk-nepuk bahunya untuk berikan semangat untuknya.

" Ayolah,kau tunjukkanlah kemampuanmu yang luar biasa kepada dunia ini agar dunia menjadi milikmu bukan kamu yang menjadi milik dunia." kata Adrian mengambil Viona dari kedua kakinya untuk rubah putih ini duduk di pangkuannya dan ia bisa membantu Fabian untuk memberi makan spagetti kepada rubah putihnya.

"Ya, Adrian,Aku akan melakukannya untuk masa depanku sendiri yaitu untuk aku bisa menggapai mimpi indahku sebagai seorang musisi ternama di dunia." kata Fabian tersenyum tegas kepada Adrian.

Viona melompat ke pangkuan Fabian seakan- akan memberikan dukungan untuk majikannya di dekat sahabat dekat majikannya sendiri dan hal ini mendatangkan kebahagiaan tersendiri untuk Fabian.

Bersambung!!

Terpopuler

Comments

Naruto Ganteng🌿Aries Hao🔱🎻

Naruto Ganteng🌿Aries Hao🔱🎻

lazio keren papa adrian tinggal disana

2023-06-01

1

Satoru.M🍀Yangkang🔱🎻

Satoru.M🍀Yangkang🔱🎻

semangat thor seru adrian

2023-05-16

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!