Flashback:
Sepuluh tahun lalu saat itu dilokasi syuting dari serial televisi yang dibintangi oleh gadis kecil dan pemuda cilik terlihat ramai dengan suasana di lokasi yang strategis dan menyenangkan yang takkan pernah bisa dilupakan sampai kapanpun di hati para bintang serial televisi tersebut.
"Sean.. " suara gadis kecil yang berlari ke arah pemuda cilik yang duduk di atas gedung sekolah yang digunakan untuk lokasi syuting.
Pemuda cilik itu mengabaikan panggilan gadis kecil untuknya karena pemuda cilik itu sedang di liputi perasaan sedih karena orangtua harus bercerai.
"Cut..! " suara sutradara serial televisi tersebut di belakang kamera.
Pemuda cilik itu segera melompat turun ke jalan raya untuk bermain dengan para artis lainnya di lokasi tersebut. Terlihatlah semua orang disana memanjakan dan memuja pemuda cilik itu dan mengabaikan gadis kecil.
"Ugghh, menyebalkan." gumam gadis kecil itu.
Lalu gadis kecil itu dipanggil oleh salah seorang dari staff produksi untuk berganti kostum di ruang ganti.Disana ia mendengar berita heboh di internet mengenai serial televisi mereka ternyata booming dan banyak sekali fans mereka berdua yang ingin mereka menjadi pasangan.
"Adrian, apakah kamu sudah baca beritamu dan Daniella Rosalie di internet? " tanya rekan kerja mereka di taman tempat lokasi syuting.
"Belum, kenapa? "
"Lihatlah, banyak sekali orang-orang diluar sana ingin kamu dan Daniella Rosalie menjadi kekasih real lho. " kata teman kerja mereka dengan amat antusias.
"Ah, tidak Ronaldo.Aku tidak tertarik dengannya juga Aku tidak tahu apa itu kekasih dan cinta yang seperti orang dewasa?" ucap Adrian saat itu yang didengar oleh gadis kecil.
Gadis kecil itu awalnya memahaminya dengan baik namun di lokasi konser tur untuk promosi serial televisi tersebut ke seluruh kota yang telah mereka datangi tak ada satupun para fans di sana yang menyerukan nama gadis kecil itu dan hanyalah nama pemuda cilik itu yang terus saja di serukan dari para fans.
"Adrian Pedrosa Lucero..!! Kami mencintaimu..! "
"Kau ganteng banget...!"
Rasa iri semakin lama semakin besar di hati si gadis kecil itu terhadap Adrian Pedrosa Lucero dan yang paling menyakitkan bagi Daniella saat itu adalah ketika dia melihat kedekatan Adrian Pedrosa Lucero dengan artis lainnya di kantor produksi serial televisi tersebut.
"Cecilia,kemarilah ada yang ingin kuperlihatkan kepadamu." Kata Adrian mendekati gadis kecil lain yang terlihat lebih cantik dan menyenangkan yang mendatangkan rasa sakit hati dan iri di hati Daniella Rosalie.
"Apa, Adrian? " tanya Cecilia tersenyum ramah.
"Lihat kotak musik yang kupegang ini dan kamu bisa dengar lagu apa yang dimainkan oleh kotak musik ini." jawab Adrian mendekatkan kotak musik itu ke telinga Cecilia.
Daniella Rosalie melihat hal ini dari ruang ganti kostum dan airmata kesedihan runtuh ke pipi gadis kecil itu.Ia menggenggam erat bandul di tangannya yang merupakan hadiah perkenalkan antara dirinya dan Adrian Pedrosa Lucero di awal pertama kali mereka jumpa di ruang latihan akting sebelum mereka syuting di lokasi syuting yang sudah ditentukan oleh pihak produksi dari serial televisi tersebut.
Kembali ke masa sekarang yakni, dimana gadis kecil itu berubah menjadi gadis dewasa begitu cantik dan anggun namun memiliki sepasang mata yang sangat angkuh sekali.
"Dan, Aku sudah menaruh pakaianmu di ranjang kamu ya untuk kamu pakai pada malam hari ini." kata Stephanie dari luar kamarnya.
"Ya, Stephanie terimakasih banyak." jawab gadis cantik itu yang segera berdiri di depan cermin rias untuk melihat kecantikannya sendiri.
*****
Adrian Pedrosa Lucero mengendarai mobilnya di sore hari itu menuju ke apartemen pribadinya di dalam kota Los Angeles, dan disana ia sudah lihat kehadiran teman-teman seperjuangannya di masa lalu dan para kru film barunya di ruangan khusus untuk rapat. Ia melihat kehadiran mereka itu dari CCTV di arloji pintarnya yang dikenakan olehnya pada hari itu.
Sebuah mobil mewah meliuk-liuk mendahuluinya dan mobil itu terparkir di sebelah mobilnya yang mentereng lalu seorang Daniella Rosalie keluar dari mobil di sebelah mobilnya.
"Aku tidak terlambat kan tiba di rumahmu." kata Daniella Rosalie tersenyum di depan Adrian yang baru saja keluar dari mobilnya sendiri.
"Tidak, " jawab Adrian ramah.
"Oh, syukurlah." kata Daniella Rosalie berjalan di depannya dengan langkah anggun.
Adrian mengangkat bahunya karena pria muda ini terheran-heran dengan sikap ramah gadis itu terhadapnya usai ia dengar bahwa gadis itu telah bicara soal dirinya di depan para wartawan dengan komentar negatif yang dapat merusak nama baiknya di depan publik.
"Adrian.. " panggil wanita cantik dari arah lain ke arah Adrian yang sudah berjalan menuju ke arah gedung apartemen.
"Cecilia, wah..Kau semakin dewasa semakin luar biasa cantiknya." puji Adrian menyalami tangan wanita cantik berpakaian anggun dan rapi yang berdiri di depannya.
"Kau juga semakin dewasa semakin menggoda iman kaum hawa sedunia." balas puji Cecilia di depan Adrian seraya memberikan kecupan kecil di pipi Adrian.
"Terimakasih untuk kecupan kecil darimu,Cecilia sahabatku." kata Adrian tersenyum ramah sekali lalu mereka berjalan bersama-sama ke gedung apartemen.
Daniella Rosalie yang tahu akan hal itu tidak bisa menahan diri untuk berbalik ke arah Adrian yang telah tiba di depan pintu lift,dan gadis cantik itu mengejutkan Adrian dengan mendekati pria itu dan mengecup bibir Adrian sampai pria muda ini termangu di depan pintu lift.
"Ehh, selamat malam untuk kamu, Adrian.Mari kita masuk ke lift bersama-sama." kata Daniella Rosalie seraya tersenyum ramah kepada Cecilia di sebelah Adrian.
"Ya, Daniella." kata Cecilia membalas senyuman Daniella Rosalie dengan kesabaran diwajahnya yang cantik.
"Ku rasa aku juga mau ikut masuk ke dalam lift bersama dengan kalian."kata Ronaldo berlari ke lift dan menarik lengan Adrian sambil mengedip kecil kepada sahabatnya itu.
"Keduanya akan membuat namamu masuk top trending topics malam ini di medsos dengan apa yang sudah mereka berdua lakukan terhadapmu, sobat." bisik Ronaldo.
Adrian tetap bersikap cool untuk menenangkan hatinya yang sempat berdebar ketika Daniella mengecup bibirnya begitu saja tanpa meminta izin darinya.
"Mmmm.. " gumam Adrian.
Pintu lift terbuka dan semua teman, rekan dan kru produksi film baru telah menyambut mereka di depan pintu masuk ke rumah apartemen milik Adrian dengan ditemani oleh Gunawan asisten pribadi Adrian.
"Kalian bertiga sungguh luar biasa malam hari ini dengan karisma yang kalian miliki masing- masing." puji semua teman mereka dengan sinar mata begitu mengagumi mereka.
"Ronaldo juga keren banget sehingga ia dapat lebih mempesona daripada Aku." kata Adrian di dekat Ronaldo sambil mengajak sahabatnya itu berjalan masuk ke dalam rumahnya bersama- sama dengannya.
Bersambung!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments