Di apartemen lain, Daniella manyun duduk di tepi tempat tidurnya saat ia mengingat dirinya telah membiarkan dirinya terlena dengan ciuman yang telah dilakukannya dengan Adrian cowok paling di bencinya itu.
"Uh, bibir ku sudah ternodai oleh bajingan sinting yang sangat ku benci dari aku masih anak-anak hingga sekarang ini."gerutu gadis itu.
Daniella membuka file lamanya untuk membaca berita tentang mundurnya Adrian secara tiba- tiba dari dunia showbiz di masa keemasan pria itu.
" Aneh sekali dia itu memutuskan kontrak dan ia tak memedulikan perasaan para fansnya di masa itu."kata Daniella yang penasaran dengan Adrian.
Daniella menggelengkan kepalanya untuk dirinya tak perlu memikirkan laki-laki itu selama sepuluh tahun ini karena laki-laki itu tak pernah hiraukan dia.
"Hmmm, tunggu apakah Aku sampai detik ini tak pernah melupakannya di hatiku?"batin Daniella.
Gadis itu menutup laptopnya lalu naik ke tempat tidurnya dan tidur pulas sampai pagi hari dengan dibangunkan oleh Stephanie yang sudah datang ke rumahnya.
" Hari ini ada jadwal pemotretan cover film ini di studio."kata Stephanie memberitahu jadwalnya di hari rabu ini.
Daniella pergi ke kamar mandi dan sekitar lima belas menit, ia sudah rapi dan wangi lalu turun ke lantai bawah di gedung apartemennya untuk menemui para tim agensinya yang sudah datang di lobi untuk pergi bersamanya ke studio.
"Dimana orang itu? Kenapa dia tidak terlihat dari kerumunan teman-temannya? " tanya Daniella di dalam hatinya ketika ia sudah sampai di studio.
Ronaldo memberikan senyuman menyambutnya di seberang lalu berjalan menemuinya di pintu ruang ganti kostum khusus untuk para aktris wanita.
"Kau mau menemaniku minum kopi sebelum jam kerja dimulai?" sapa Ronaldo menawarkan kopi di cangkir warna orange kepada Daniella.
"Boleh,terimakasih untuk kopinya." jawab gadis itu tersenyum senang ada orang menyambutnya dengan ramah.
Dari pintu ruang ganti khusus untuk para aktor di tempat lain di studio.Adrian bisa melihat teman dekatnya sedang mengobrol dengan Daniella di pintu ruang ganti khusus untuk aktris
"Adrian, kostum yang kamu inginkan telah siap untuk dipakai untuk cover film ini." kata salah seorang Kru kepada Adrian sambil mendorong troli sejumlah kostum khusus untuk Adrian ke depan cermin untuk Adrian.
"Ya, terimakasih kawan." jawab Adrian ramah.
"Adrian,bolehkah Aku pinjam celana panjang ini untuk pemotretan cover bersamamu?" tanya salah seorang dari rekan kerjanya dengan penuh harap kepadanya.
"Ya, boleh silakan saja." jawab Adrian ramah.
"Adrian, Aku juga mau kamu temani Aku live di instagramku dong." kata salah seorang dari artis pendukung yang mendatanginya di ruang ganti khusus untuk para aktor setelah ia merias diri.
"Oke, silakan." jawab Adrian ramah.
"Eiii!Kau tak boleh sembarangan untuk live tanpa izin dari pihak agensimu,Adrian." kata Gunawan cepat mengingatkan Adrian tentang peraturan di agensi aktor itu.
"Tak apa, Gunawan.Aku senang melakukannya untuk menghibur temanku." kata Adrian yang kini mengabaikan peraturan yang berlaku di agensi nya untuk teman barunya nyaman di dekatnya.
Setelah ia melakukan live di instagram temannya itu, temannya mendapatkan respon luar biasa di instagram temannya sehingga followers yang mengikuti temannya itu bertambah dan manajer tim agensinya segera minta bayaran dibagi dua dengan agensi temannya dan agensinya sendiri.
"Ahh, baiklah keuntungan dari live di instagram kamu harus dibagi menjadi dua bagian untuk kami juga." kata Gunawan mendelik ke temannya Adrian yang masih artis baru.
Adrian menggelengkan kepalanya melihat teman dekatnya begitu ketat dalam peraturan yang berlaku di agensinya dengan meminta bayaran untuk live nya itu.
"Ahhhh.. "
"Kenapa kamu menghela napas seperti itu?" tanya Gunawan nyengir lebar melihat aktornya di pintu ruang ganti khusus untuk para aktor begitu masam pada dirinya.
"Kau terlalu pelit jadi orang." jawab Adrian yang melewati Gunawan untuk bergabung dengan tim pemotretan cover film tersebut.
Ia jumpa dengan Daniella untuk pemotretan di studio lain khusus untuk mereka berdua sebagai pasangan di film tersebut lebih dahulu sebelum mereka berdua harus melakukan pemotretan cover bersama dengan artis lain dan kru film ini di studio utama.
"Adrian, peluk pinggangnya. " kata kru dari balik kamera.
Adrian memeluk pinggang Daniella lalu mereka di haruskan saling berhadapan satu sama lain ke depan kamera yang langsung memotret mereka dengan terampil sekali.
"Adrian duduk di sofa dan Daniella duduk di atas pangkuanmu dengan merangkul lehermu dengan sikap manja." kata kru lagi.
Adrian melakukan sesuai dengan keinginan para kru terhadap Daniella yang menatapnya dengan sikap profesionalisme yang tinggi namun ia bisa melihat Daniella tampak gugup ditatap olehnya.
"Kau tak pernah bisa menolak pesonaku." kata Adrian melalui tatapannya kepada Daniella di pangkuannya.
"Diam kau." bisik Daniella yang malah menggigit daun telinganya sampai ia menoleh dan geram oleh sikap gadis itu terhadapnya.
"Kauu?? "
"Kenapa?? " tanya Daniella menantangnya.
Adrian mendorong gadis itu untuk turun dengan cepat dari pangkuannya setelah pemotretan di adegan ini selesai lalu ia melangkah keluar dari studio khusus ke studio utama untuk bergabung dengan yang lain.
Daniella cekikikan sambil mengikutinya sampai ia menoleh ke belakang dengan raut wajahnya amat jengkel kepada Daniella yang memalingkan wajah dengan cepat kepada Ronaldo.
"Dan, setelah pemotretan ini selesai, apakah kau mau pergi makan malam bersamaku di restoran paling mewah di kota San Francisco's?" tanya Ronaldo yang segera menghampiri gadis itu di dekat Adrian.
"Adrian.. " panggil Cecilia yang menghampiri pria ini yang segera mendatangi sahabatnya dengan senyuman ramah.
"Ihh, dia mengacuhkanku lagi." batin Daniella di dekat Ronaldo namun pandangannya tertuju pada Adrian yang duduk di bangku panjang di dekat bartender bersama dengan Cecilia.
Cecilia mengambilkan segelas wine untuk pria ini dari tangan salah seorang kru yang bertugas sebagai seksi konsumsi para pemain di film ini dengan senyuman manisnya.
"Terimakasih Cecilia." jawab Adrian ramah sekali kepada Cecilia yang mendekatkan dirinya ke dekat Adrian sampai pria ini mundur tanpa harus di beritahukan oleh Gunawan untuk menjaga diri dari gosip tak sedap yang akan menghebohkan medsos nantinya
"Aku harus temui Thalia di studio lainnya untuk pemotretan majalah promosi film ini," kata pria ini segera meninggalkan Cecilia di bartender.
Thalia di studio lain sedang dirias oleh asisten pribadi aktris cantik itu sendiri ketika Adrian tiba di studio itu. Gadis itu cepat menghampiri Adrian untuk menberikan sapaan melalui kecupan di pipi pria ini yang mendorong halus gadis itu dari tubuhnya.
"Lain kali kalau kamu ingin menyapaku janganlah kamu mengecup pipiku sembarangan tanpa izin dariku cukup dengan senyumanmu saja." tegur Adrian sambil mengelap lipstik merah di pipi nya dengan tisu yang diberikan oleh Gunawan untuk dirinya.
"Ah, maaf deh, Tuan sempurna." kata Thalia nada masam di tegur oleh Adrian di depan umum di studio itu.
Bersambung!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments