Bab 12.

San Francisco's, USA.

Cahaya gemerlap di sebuah diskotik yang sinar lampunya agak redup namun eksotik dengan suara lagu disko yang dimainkan oleh Dj di sudut tempat hiburan malam itu. Ada seorang gadis cantik yang berdansa dengan liar di tengah- tengan ruangan bersama dengan seorang pria muda yang merangkul pundak dan pinggangnya yang aduhai.

"Thalia,ada apa kamu menghubungi Aku dengan mengatakan bahwa Aku harus menemuimu di tempat seperti ini? " tanya Ronaldo mempererat pelukannya di pinggang Thalia.

"Aku ingin mengajakmu bekerjasama denganku untuk memperoleh seseorang yang sudah lama ku inginkan dan kau juga menginginkan orang yang selalu digosipkan dengan orang yang Aku inginkan itu." jawab Thalia merengkuh wajah pria muda itu dan menggigit leher pria didepannya.

"Kau ingin Aku membantumu untuk meraih hati Adrian, dan Aku akan mendapatkan bantuan dari kamu untuk meraih hati Daniella?"tanya Ronaldo yang menggunakan mulutnya memainkan bulu mata lentik Thalia dengan tiupan nakalnya.

"Pintar." jawab Thalia yang membalas pemuda ini dengan kecupan lembut namun menggoda iman laki-laki itu.

"Aku tak percaya bahwa kamu jatuh cinta pada Adrian setelah Aku melihat caramu membuatku tergoda oleh rayuan mautmu." kata Ronaldo.

"Percaya atau tidak, ya Aku tak peduli karena ku hanya ingin kesepakatan darimu jika kamu ingin namamu sampai ke puncak popularitasmu di dunia Entertainmentmu." kata Thalia merapatkan diri ke tubuh Ronaldo yang kekar.

"Mmm, sayang sekali, Aku tak mau menjadi pria terkenal dengan memanfaatkan seorang wanita sepertimu untuk membantuku. Thalia, Aku jatuh cinta pada Daniella bukan sekadar main-main sepertimu terhadap Adrian. Aku sungguh ingin menikahinya karena cinta bukan hal lainnya di hatiku." kata Ronaldo yang meregangkan tubuh dari Thalia.

"Dasar, laki-laki bodoh kau.. " kata Thalia dengan kasar melepaskan pelukannya pada Ronaldo.

Gadis cantik itu meninggalkan Ronaldo disana, Ia menemui salah seorang bartender lalu gadis itu memesan minuman paling keras dan mahal harganya untuk dirinya dan Ronaldo.

"Baik, Nona cantik." jawab bartender tersenyum senang hati melayani pesanan dari gadis cantik di depan mejanya.

Ronaldo menghampiri gadis cantik itu dan duduk di kursi depan meja bartender sambil menikmati lagu-lagu Dj dengan wajahnya bersumringah di dekat Thalia yang segera menawarkan minuman tersebut kepada pria muda di dekatnya itu.

*****

Di sebuah gedung yang terdapat kolam renang berukuran besar dan luas terlihatlah Daniella yang sedang berenang sendirian di dalam kolam renang itu.Gadis cantik itu menikmati waktunya untuk bersantai di akhir pekan.Ia tipe yang tidak memperdulikan omongan orang-orang mengenai dirinya maupun orang-orang disekitarnya karena itu dia tak memusingkan soal pemberitaan yang sedang heboh di internet mengenai dirinya dan Adrian.

"Dan.. " panggil Stephanie dari tepi kolam renang di atap gedung.

Daniella berenang dari atap gedung sampai ke lantai dasar di gedung tersebut lalu berenang kembali ke atap gedung dan duduk di tepi kolam renang dengan tangannya mengambil handuk di sebuah kursi dekat kolam renang.

"Ada telepon dari Mamamu di Indonesia untuk kamu." kata Stephanie menyodorkan hpnya yang ditaruh di meja kecil dekat kursi.

"Aku tak mau menerima telepon dari wanita tua itu." kata Daniella nada dingin.

"Ehhhh? Apakah kau masih marah dan tidak mau bicara dengan Mamamu?" tanya Stephanie yang segera menyusulnya ke kamar mandi.

"Ya." jawab Daniella getir.

"Ahhh, kacau! Sampai kapan kamu dan Mamamu perang dingin? Bukankah Beliau sudah bersabar untuk menghadapi penolakan darimu yang tetap teguh pada prinsipmu?" tanya Stephanie dari luar kamar mandi.

"Entahlah." suara Daniella seperti seorang yang ingin menangis keras tapi ditahan karena rasa malu pada usianya yang sudah dewasa.

Stephanie tak lagi memaksanya untuk menerima panggilan telepon dari Mamanya. Sahabatnya itu sangat memahaminya.Ia pun menghela napas dalam-dalam dan membasuh tubuhnya dengan air hangat dari shower.

"Rose,Aku ingin memesan makanan online untuk Daniella makan malam di ruangan pribadinya, apa kamu bisa membantuku? " ucap Stephanie di ruang tamu kepada salah seorang dari staf gedung apartemen mewah tempat tinggal Aktris cantik itu.

"Ya,tentu saja. " jawab Rose segera.

"Terimakasih kawan." kata Stephanie yang duduk di sofa ruang tamu sambil menonton film di TV dan minum sekaleng softdrink dingin.

Daniella datang ke ruang tamu dengan memakai baju tidur bahan sutra halus warna putih.Gadis itu mengambil tempat duduknya di dekat jendela untuk melihat pemandangan malam hari di kota ini yang sangat cantik sekali.

"Dan,kamu sudah mempelajari skenario untuk film berikutnya yang akan dibintangi oleh aktor ganteng Roberto yang rambutnya selalu keren di belah samping seperti seorang bangsawan dari Kerajaan Inggris." kata Stephanie tanpa melihat sahabatnya yang termenung memandangi kota san Francisco dari kaca jendela ruang tamu.

"Belum."

"Kau harus mempelajarinya untuk kamu takkan pernah terlihat kaku di film yang bergenre mafia kece."

"Aku mau fokus pada film yang dibintangi oleh Adrian yang bergenre CEO dan Mafia Dingin." kata Daniella yang membayangkan Adrian dari kaca jendela ruang tamu.

Stephanie melihat ekspresi lembut yang belum pernah dilihatnya pada wajah Daniella saat gadis itu bicara tentang Adrian sehingga ia menyadari bahwa aktrisnya telah jatuh cinta kepada Adrian.

"Emm,akhirnya cinta telah menyentuhnya." batin Stephanie.

Daniella mengambil hpnya untuk melihat WA nya agar bisa mengetahui apa saja yang dilakukan oleh Adrian di akhir pekan namun tidak ada apa- apa di WA nya dan status WA untuk nomor HP Adrian juga tak ada.

"Ahhhh, dia cowok paling anti medsos baik di WA nya sendiri sekalipun tak pernah eksis atau narsis foto atau video." batin Daniella.

Stephanie membuka hpnya dan membuka akun twitternya sambil asyik menonton film favoritnya di TV. Gadis itu mengetik status barunya untuk pacarnya yang tinggal di Indonesia. Ia langsung tersenyum bahagia ketika status twitternya di respon pacarnya.

"Ugh,pacaran terus yang bisa kamu lakukan."

Daniella memutar sepasang bola matanya saat ia melihat asistennya sekaligus sahabatnya ini sibuk chatingan di depannya.Gadispun memilih untuk pergi ke kamarnya untuk tidur lebih awal di kamarnya.

Klingg!

Suara pesan WA di hpnya terdengar dan wajah cantiknya yang tadinya muram berubah menjadi cerah lalu dengan tergesa-gesa mengambil HP dan membaca pesan dari Adrian khusus untuk dirinya.

"Hei,gadis landak apakah kamu sudah membaca skenario film kita untuk adegan perdana?" tanya Adrian melalui WA.

"Ugh.. " gerutu Daniella sebal karena Adrian tak menanyakan kabarnya namun menanyakan soal pekerjaan mereka, gadis itu menghapus pesan WA dari Adrian dan menutup hpnya lalu memilih untuk berbaring dan memejamkan kedua mata untuk tidur.

Bersambung!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!