Bab 1.

Adrian menutup kopernya dengan rapat sebelum duduk di tepi ranjang dengan wajahnya itu agak merisaukan sesuatu yang tak bisa dijelaskan olehnya kepada siapapun di sekitarnya.

"Aku masih belum paham kenapa gadis itu dari dulu membenciku, apa salahku terhadapnya?" pikir Adrian.

Salah seorang dari temannya mendatanginya di kamar dan memberikan surat dari seorang yang pernah dikenalnya dulu kepadanya. Ia pun cepat membuka surat itu dan membacanya dengan raut wajahnya begitu marah.

"Anita, ini maunya apa? Aku sangat tidak bisa berpikir dengan jernih tentang orang itu setelah sepuluh tahun lamanya Aku vakum dari duniaku dan Aku paling tak suka untuk berurusan dengan orang itu untuk selamanya." kata Adrian yang membakar surat itu.

"Adrian,mungkinkah Anita ingin kamu bisa main film di dalam produksi film terbarunya?" tanya Gunawan sambil duduk di kursi depannya.

"Uh,malas banget untuk bekerjasama dengannya yang sudah aku kenal sebagai seorang produser paling tidak profesional." kata Adrian berdiri dan berjalan keluar dari kamarnya menuju ke ruang tengah.

Adrian menuang minuman dari botol minuman di meja kecil ke gelasnya lalu duduk di sofa pendek dan meminumnya dengan nikmat untuk dirinya dapat menghilangkan rasa risau di hatinya itu.

Dering suara hpnya menggugah kesadarannya.Ia pun cepat mengambil hpnya di meja depannya dan menerima pesan WA dari seorang temannya yang tinggal di daerah Ubud.

"Toro,Aku akan segera datang ke klub tempatmu dan teman-temanmu biasa nongkrong di daerah Bali." tulis Adrian pada WA.

Gunawan segera mendatanginya saat melihat dirinya sudah memakai jaketnya dan mengambil kunci mobil di samping meja minumannya yang selalu ada untuk menemaninya ketika ia sedang bosan.

"Mau kemana kamu besok pagi kita akan segera meninggalkan Bali untuk kembali ke Los Angeles tempatmu seharusnya berada?" tanya Gunawan di depannya dengan nada yang selalu membuat dirinya bosan.

"Berpamitan dengan Toro dan teman-temanku di Bali sebelum Aku meninggalkan pulau eksotik ini yang akan selalu ku cinta di sepanjang hidupku." jawab Adrian berjalan di samping sahabatnya.

Di sebuah klub yang sangat cantik dekorasi dan suasananya yang menggoda selalu menjadikan klub ini menjadi tempat paling favorit Adrian di Bali.

"Hai sobat akhirnya kamu mau juga datang ke klub terbaik di Bali untuk merayakan hari paling bersejarah bagi persahabatan kita yang berbeda negara namun kita tetap dapat bersahabat baik." kata Toro menyambutnya dengan gelas berisi tequila yang segar.

"Ya, Toro.Aku pun menyukai kehidupan yang luar biasa sederhana namun kedamaian ada didalam hatiku." kata Adrian menerima gelas itu.

"Jangan merasa khawatir, Kawan. Kita akan ada disini untukmu yang berarti kamu dapat pulang ke sini kapanpun kamu mau." kata teman- teman klubnya sambil bersulang minum tequila.

Mereka bersenang-senang dengan kegembiraan yang sangat berarti untuk dikenang oleh Adrian sebelum pria itu harus kembali ke negara asal untuk mulai dari awal lagi kehidupan yang telah lama ditinggalkannya itu.

*****

Las Vegas, USA.

Daniela melemparkan dadu ke atas meja kasino dengan mengiring beberapa koin untuk bertaruh di atas meja judi di depan semua lawannya yang semuanya adalah pria penggila judi.

"Gadis kecil apa kamu sungguh-sungguh untuk mempertaruhkan semua yang sudah kamu raih selama kamu bermain di sini bersama kami?" tanya semua pria itu dengan tatapan mata yang merendahkan Daniela.

"Ya, dan apabila kalian semua kalah dariku maka semua uang kalian adalah milikku." jawab Daniela membalas tatapan mata para pria itu.

"Dan,sebaiknya kita pulang dari tempat ini agar nama baikmu sebagai selebriti papan atas tak kau pertaruhkan juga di meja judi." kata teman di belakangnya.

"Eduardo,kamu bisa diam atau tidak? Aku akan menendangmu apabila kamu cerewet terus di telingaku." desis Daniela.

Daniela selalu tak pernah mau mendengarkan nasehat dari orang-orang di sekitarnya karena ia memiliki sifat yang angkuh dan menilai dirinya jauh lebih baik daripada orang lain.

"Aku menang."kata Daniela meraup semua uang yang berada di meja judi dengan satu tangannya saja lalu membalikkan badannya dengan pergi bersama dengan temannya itu.

" Gadis angkuh itu harus kita berikan pelajaran untuk dirinya dapat menghormati kita sebagai para pria terhormat di dunia perjudian kelas atas di Las Vegas ini."kata salah seorang dari pria itu yang tidak bisa menerima kekalahannya dalam bermain kasino melawan gadis itu.

"Ya, kau benar sekali. Mari kita ikuti saja dan kita akan menberikan pelajaran untuknya." kata yang lainnya.

Daniela sudah tiba di parkiran mobil dan bersiap untuk masuk ke mobilnya namun sebuah lengan telah menghalanginya dan Ia menengok kepada Eduardo yang di bekuk oleh para pria itu.

"Kalian mau apa? " tanya Daniela nada galak dan bengis terhadap para pria itu.

"Meminta kembali uang kami atau kamu akan rasakan kepalan tangan kami." jawab salah seorang dari pria itu menatap bengis pada gadis di depan mobil mewah merek Bugatti.

"Aku takkan pernah mengembalikan uang kalian semua yang sudah menjadi milikku." kata gadis itu nada tajam.

Salah seorang dari pria itu mengayunkan tinju ke arah wajah Daniela namun sebuah tinju dari arah samping telah memukul jatuh pria itu ke tanah dan para pria lainnya terkejut dengan kehadiran seorang pria tampan yang berdiri di depan gadis itu.

"Kauuuu?! "

Daniela terkejut dengan kehadiran musuhnya di depannya yang malah menolongnya dari para pria penjudi yang kasar itu.

"Iya, Aku. Kenapa?"

Pria tampan itu menatapnya dengan sinar mata yang membiusnya seketika itu juga karena gadis itu sudah lama tak pernah melihat ekspresi dan tatapan mata seperti yang dilakukan oleh pria tampan saat ini.

"Heii.. Bukankah kau selebriti papan atas yang bernama Adrian Pedrosa Lucero atau Sang Kaisar?"tanya Eduardo terpana melihat aktor top nomor satu di depannya.

" Bukankah kau Eduardo anak dari aktor Roberto Luis? "tanya Adrian tersenyum ramah kepada pria tampan yang telah diselamatkan olehnya dan Gunawan yang sudah mengamankan para pria itu dengan memanggil security guard yang menjaga gedung perjudian terbaik di dunia.

" Iya, dan Aku.. "jawab Eduardo menengok ke arah Daniela yang tersenyum manis kepadanya.

" Aku tak peduli apa hubungan antara kalian." kata Adrian acuh tak acuh kepada Eduardo dan Daniela sambil masuk ke mobilnya dan Eric yang cekatan telah melajukan mobilnya keluar dari area tersebut setelah Gunawan masuk ke mobil di bagian belakang.

Daniela geram sendiri karena Adrian masih saja sombong dan tak memandangnya bahkan tadi pun tak menyapanya dengan pergi begitu saja seakan-akan ia adalah makhluk bayangan saja.

Bersambung!

Terpopuler

Comments

Nona Bucin 18294

Nona Bucin 18294

masih nyimak hehe

2023-06-20

0

Sylius

Sylius

udah jdi artis malah main judi

2023-05-17

1

Sylius

Sylius

klub 🤭, setelah banyak nonton di IG, betapa eksotisnya suasana disana 😃, semua manusia pada wah"

2023-05-17

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!