Bab 15.

Kota Milan,Italia.

Adrian bersama Fabian dan Viona mengunjungi salah satu dari pabrik dan toko pakaian dalam pria yang di produksi oleh perusahaan keluarga Lucero yang berada di kota ini.

"Sepertinya produksi pabrik keluargaku terlihat masih aman dan terpercaya di dunia mode di kota ini dan menjadi salah satu pakaian dalam pria merek branded di dunia." kata Fabian yang mengambil beberapa produk dari keranjang di sebelah mesin packing barang tersebut dan pria muda ini menunjukkan kualitas dari barang yang diproduksi oleh perusahaan keluarga Lucero di tangannya kepada Adrian.

Adrian mengambilnya untuk memeriksa dengan cermat lalu pemuda tampan itu menganggukkan kepalanya dan tersenyum bahagia melihat hasil kerja para karyawan di perusahaan keluarganya.

"Bagus sekali." puji Adrian untuk kinerja seluruh karyawan di sana.

"Adrian, selanjutnya mari kita lihat-lihat tokonya di dekat daerah ini juga sebelum kita menghadiri acara peragaan busana musim ini yang digelar di sebuah toko busana terbaik di dunia yang ada di kota Milan ini." kata Fabian tersenyum ramah kepada Adrian yang memegang kartu undangan untuk menghadiri acara tersebut.

Maka,Adrian pun di hari itu juga benar-benar luar biasa sibuk dengan pekerjaannya sebagai cucu dari Tuan Besar Lucero di kota Milan sampai ia tak ada waktu untuk mengecek pekerjaannya di kota San Francisco's.Dimana ia menjadi seorang aktor papan atas yang di gemari jutaan kaum hawa dunia. Ia juga bahkan nyaris super sibuk di kota Milan selama beberapa hari kedepannya.

"Adrian,kapan kamu ada waktu untuk syuting di kota San Francisco's?" tanya Gunawan di WA nya pada akhir musim panas kepada Adrian.

"Oh,lusa.Aku pasti akan kembali ke duniaku, jadi kau tak perlu khawatir dengan kegelisahan hati para fansku dan juga para kru film." jawab Adrian yang langsung video call dengan asistennya.

"Ahh,syukurlah.Karena kalau kamu sampai bulan esok tak hadir di film ini maka peran utama akan diganti oleh aktor lain oleh sutradaranya." kata Gunawan dengan napas lega dan hpnya sengaja memperlihatkan suasana di lokasi syuting film tersebut kepada Adrian yang bisa melihat gadis landak sedang berakting dengan aktor figuran di sebuah padang pasir tandus.

"Emm, ya, Gunawan.Kau tenang sajalah karena ku tahu apa yang harus aku lakukan untuk fans dan kalian yang mendukung karya-karyaku di dunia showbiz ku."kata Adrian yang terlihat letih di wajahnya yang tampan oleh Gunawan.

" Hei,ada masalah apakah di sana?Kenapa raut wajahmu begitu letih sekali?"tanya Gunawan di dalam ruangan seperti tenda kepada Adrian.

"Tak ada masalah apapun di sini karena masalah sudah ku selesaikan dengan baik cuma ada satu masalah yang belum bisa aku selesaikan sama sekali sampai detik ini." jawab Adrian menghela napas dalam-dalam sambil berbaring di tempat tidur yang memperlihatkan ruangan hotel di kota Milan kepada Gunawan.

"Masalah apa yang sampai detik ini belum dapat kamu selesaikan?" tanya Gunawan merasa iba kepada Adrian sambil memerhatikan suasana di kota Milan dari hpnya Adrian perlihatkan.

"Aku harus menemukan pengacara keluargaku di suatu tempat di belahan dunia ini supaya Aku bisa membantu Opa- ku dan juga diriku sendiri." jawab Adrian memejamkan sepasang matanya.

"Oh,Aku paham maksudmu, Adrian. Aku di sini akan mendoakanmu agar urusanmu cepat bisa diselesaikan secepat mungkin agar hidupmu itu bisa tenang dan bahagia." kata Gunawan dengan raut wajahnya yang begitu tulus menjadi salah seorang yang paling dekat dengan Adrian.

Fabian masuk ke kamar hotel dengan membawa bungkusan makan siang untuk Adrian setelah ia melihat Adrian menutup HP usai bicara dengan Gunawan.Ia duduk di sofa yang membelakangi pemandangan alam di kota Milan yang fantastis.

"Adrian,Aku mau mengundangmu untuk nonton pertandingan sepak bola di stadion pada malam hari ini untuk kamu bisa istirahat sejenak untuk menjaga kesehatanmu sendiri yang terutama." kata Fabian menatap Adrian dengan tatapannya yang memaksa untuk sahabatnya itu menerima undangannya.

"Ya, Fabian.Aku juga siang ini ingin berbelanja di pusat perbelanjaan termewah di kota ini untuk mengisi waktu terakhir ku di kota ini untuk hari terakhir musim panas ku di kota Milan sebelum kita pergi ke kota San Francisco's untuk masa depan kita bersama-sama." kata Adrian senyum cerah untuk sahabat sambil makan siang berupa hotdog panggang dan softdrink yang dibelikan oleh Fabian untuknya.

Maka,sesudah menghabiskan makan siangnya di kamar hotel.Ia mengambil tas jalan-jalannya di tempat tidur lalu meninggalkan kamar hotel bersama dengan Fabian yang membawa Viona si rubah putih kecil di pundak kiri.

*****

Kota San Francisco's, USA.

Kilatan lampu blitz tertuju pada seorang gadis di sebuah panggung yang lantainya itu memakai karpet merah dan gadis itu tersenyum agung di bibirnya dengan berjalan begitu anggun sekali.

"Cecilia cantik dan kalem banget ya orangnya..!' pujian netizen untuk aktris cantik yang berjalan di karpet merah itu menuju ke ruangan acara di salah satu gedung mewah di kota tersebut.

" Ya, dia berbeda jauh dengan Daniella yang liar dan arogan. "kata beberapa netizen yang bicara tentang kedua orang aktris cantik itu.

" Lihat ada Thalia yang imut banget.. Ih gemas deh lihatnya..! "komentar postingan baru oleh para netizen di medsos mengenai aktris- aktris cantik yang baru saja melewati pintu masuk ke ruangan acara.

Daniella Rosalie harus menahan emosinya usai mendengar komentar soal dirinya baik di tempat pesta maupun di luar tempat pesta.Ia sudah tahu berita hangat mengenai hubungan asmara antara dirinya dengan aktor Adrian Pedrosa Lucero dan skandalnya dengan mantan- mantan kekasihnya.

" Keterlaluan mereka itu ingin menjatuhkan nama baik ku dengan membuka berita skandalku." batin Daniella.

Ia duduk di kursi barisan selebriti papan atas di bagian kedua yang menandakan bahwa ia telah turun pamornya karena orang-orang yang tidak suka dengan hubungan asmaranya dengan si Kaisar Zombie yang disebabkan kesalahan tak disengaja olehnya dan Adrian.

"Aku dan dia pernah ciuman di dalam lift gedung apartemen pria itu dan di parkiran gedung studio pemotretan cover.Ah, mereka para hatters tak terima kalau aku dan Adrian menjalin hubungan asmara." batin Daniella.

"Rasakan kau sekarang gadis murahan yang tak tahu diri." ejek Thalia dengan seringai kepada Daniella di kursi belakang kursi yang diduduki oleh temannya.

"Thalia,kamu akan menggantikan posisinya esok lusa lho di film terbaru kalian dan ini adalah satu kesempatan bagimu untuk mendekati Adrian." bisik temannya tanpa mengecilkan suara agar di dengar oleh Daniella Rosalie di kursi belakang.

Bersambung!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!