Bab 7.

"Sungguhkah kamu ingin minta maaf kepadaku?" tanya Daniella nada sarkastis kepada Adrian di depannya.

"Ya, untuk kerjasama di film yang akan kamu dan aku bintangi demi semua orang yang terlibat di dalamnya dapat menjadi tenang." jawab Adrian nada kalem namun tatapannya membekukan si gadis landak.

"Berarti kamu tak mau minta maaf kepadaku jika kamu tak mau melakukannya untuk mereka di film ini?" Daniella menepis tangan Adrian dengan sikap arogan di dagunya.

"Benar." jawab Adrian nada tegas kepada gadis landak yang sangat menyebalkan baginya.

"Uh,kau menjauhlah dariku dan biarkan Aku pergi dari sini." kata Daniella yang ingin keluar dari lift yang telah terbuka pintunya itu telah ditutup lagi oleh Adrian dengan cepat dan tangannya di tarik dari belakang yang membuatnya harus berbalik dan menghadapi pemuda ini.

"Kau tak boleh pergi dari sini." kata Adrian yang menundukkan wajahnya ke dekat Daniella lalu mencium bibir manis Daniella dengan lembut.

Daniella terperangah dengan perilaku pemuda di depannya itu namun ia merespon dengan cepat dan membalas ciuman di bibir Adrian dengan tak kalah lembutnya dengan ciuman yang telah di berikan oleh Adrian untuknya.

"Apakah ini sudah cukup untuk meredakan sakit hatimu terhadapku selama sepuluh tahun kamu pendam seorang diri saja?" tanya Adrian dengan tatapannya kepada Daniella.

"Tidak, Aku belum cukup untuk meredakan sakit hatiku terhadapmu karena Aku.."Daniella tak bisa meneruskan perkataannya karena Adrian telah kembali menciumnya dan membuatnya terpaku di depan pemuda itu yang menunjukkan ke CCTV di lift yang berarti semua orang di gedung telah melihat mereka berciuman di lift.

" Jika kamu tak mau kembali ke rumahku untuk latihan dengan mereka di sana maka Aku akan mengatakan kepada semua orang kalau kamu ini mempermainkan perasaanku dan menjebak Aku dengan caramu untuk menaklukkan aktor- aktor yang pernah masuk dalam skandal asmara mu."kata Adrian yang menekan tombol lift yang langsung terbuka di lantai delapan yaitu depan rumahnya.

"Ehhh, dia yang telah menciumku tapi dia malah seakan-akan ia adalah korbanku." kata Daniella nada jengkel sendiri karena Adrian terlalu pintar untuk ditaklukkan olehnya dan dijatuhkan nama baiknya.

Daniella terpaksa harus kembali latihan akting di rumah pemuda itu sehingga semua orang di sana begitu gembira melihatnya telah berbaikan dengan Adrian si Kaisar Zombie.

"Terimakasih untuk kebaikanmu,Adrian.Kami di sini sangat berhutang budi terhadapmu yang telah berhasil untuk mengajak gadis itu kembali latihan akting bersama kami."kata produser film tersebut dengan wajah lega kepada Adrian yang menganggukkan kepalanya dengan sopan.

Cecilia yang melihat hal ini terlihat masam pada raut wajahnya yang cantik dan elegan karena ia merasa bahwa ia akan tersingkir dari hati Adrian yang selama ini menilainya sebagai sahabat baik dan terpercaya bagi Adrian.

" Kenapa Aku tidak suka melihat Adrian berlatih bersama Daniella si gadis landak yang sangatlah tak pantas untuk berdampingan dengan seorang Adrian Pedrosa Lucero sang Kaisar Berbahaya." batin Cecilia.

Cecilia berlatih bersama Ronaldo yang berperan sebagai lawan mainnya di film tersebut dengan nama peran dari Ronaldi adalah James Charles dan Cecilia sebagai Kelly. Mereka berdua terlihat kaku saat latihan akting bersama namun tidak ada seorangpun yang merespon latihan mereka di sudut kanan ruang rapat.

"Baiklah,cukup untuk latihan akting untuk malam ini dan kita semua akan berjumpa kembali di lokasi syuting pada lusa di alamatnya sudah Aku kirim melalui WA pada HP kalian masing-masing dan ku harap kerjasama kita akan sukses besar dan di cintai publik." kata sutradara film tersebut dengan senyuman puas dengan latihan mereka.

Setelah rumahnya sepi dan sunyi kembali.Adrian menghela napas dalam-dalam sambil berbaring di tempat tidurnya dengan memakai baju tidur favoritnya.Ia terngiang-ngiang akan ciuman yang dilakukannya dengan Daniella di lift pada pukul delapan tiga puluh menit malam tadi.

"Adrian, ada telepon dari Mamamu di kota Lazio, Italy..!" suara teriakan dari Gunawan di ruang lain menggugah kesadarannya untuk mengambil HP di meja kecil di samping tempat tidurnya.

"📱Halo, Ma.Ada apa meneleponku?" tanya Adrian di hpnya dengan senyuman lembut untuk Mamanya.

"📱Nak, Papamu ingin kamu datang ke acaranya untuk Grandpa kamu bisa merasa tenang karena acara ini untuk mendapatkan kerjasama dengan perusahaan yang memproduksi sepatu keren di seluruh dunia khusus untuk kaum pria." jawab Mamanya nada halus.

"📱Ya, baiklah Ma.Tapi kapan acaranya di gelar di kota Lazio?" tanya Adrian sambil tiduran di tempat tidurnya dan memeluk guling.

"📱Akhir pekan ini, Nak." jawab Mamanya di hp.

"📱Oke, Aku akan mengatur jadwalku di tempat kerjaku agar Aku bisa datang ke acaranya Papa di kota Lazio.Ohya, apakah dia juga diundang ke acaranya Papa? " Adrian terdengar kurang suka kalau ada orang yang paling dibencinya datang ke acaranya Papanya nanti.

"📱Entahlah, semoga Tuhan menghendaki untuk kedamaian di hati kita sekeluarga di acaranya Papamu." Mamanya sepertinya mengerti dirinya yang tidak menyukai kehadiran Mama tirinya dan Kakak tirinya.

"📱Ya, Ma.Sekarang aku ingin tidur karena Aku sangat lelah seharian ini sibuk dengan urusan film baruku." kata Adrian mengakhiri percakapan di hpnya.

Kilasan sebuah kenangan pahit di masa kecilnya yang menyebabkannya harus vakum dari dunia yang membesarkan namanya di masa-masa keemasannya dahulu.

"Adrian.. " panggil Papanya pada saat itu telah mendatanginya di sekolahnya di saat ia masih SD kelas empat SD.

"Ya??"

Adrian di pertemukan dengan wanita dan anak perempuan asing oleh Papanya di sebuah vila di Hawaii dan ia dikejutkan dengan informasi yang disampaikan oleh Papanya mengenai kedua orang itu.

"Anakku, kenalkan mereka adalah Mama Risma dan Kakak Bianca-mu. " kata Papanya mengajak dirinya untuk menyalami tangan Mama tirinya di samping Papanya.

"Mama? Dia bukan Mamaku..! " teriak Adrian.

"Adrian, jaga sikapmu.. " tegur Papanya menatap dirinya dengan ketegasan yang membuat dirinya harus menerima kenyataan pahit di dalam hidup nya.

Adrian baru tahu kalau Papa dan Mamanya telah bercerai secara diam-diam dan di hari itu dirinya diharuskan untuk memanggil wanita asing di depannya sebagai Mamanya.

Airmata kesedihan mengalir dari sepasang mata Adrian di dalam tidurnya saat ini yaitu di masa sekarang ketika ia sudah dewasa.Ia terbangun dari tidurnya di jam tiga pagi dini hari menatap langit di luar jendela kamarnya dengan sedih dan kecewa dengan keputusan Papa dan Mamanya tanpa menghiraukan perasaannya di masa usia nya masih labil sekali.

"Hmm,Aku sangat kecewa dengan orangtuaku di masa anak-anakku yang meninggalkan luka di hatiku mengenai cinta." batin Adrian.

Bersambung!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!