Chapter 20
Walaupun Astaroth sangat terpukul, namun ia bisa menenangkan pikirannya dan tak bertindak sembarangan. Ya meskipun sekarang ini tak ada yang bisa ia lakukan pada tubuhnya. 'Hah... Begitu, dan jika benar aku ada di dunia lain. Bisa kau jelaskan isi dari dunia ini?'
[Tentu saja.]
[Dunia ini sangat berbeda dengan dunia asal Anda. Nama Planet ini adalah "Bumi" yang mana dunia ini memiliki sistemnya sendiri.]
[Sekarang anda bertempat di Negara "Indonesia". Salah satu negara paling berpengaruh untuk planet ini.]
System mulai menjelaskan semua tentang dunia yang Astaroth tempati dengan sangat jelas. Tak hanya dunia ini saja, ia juga mengetahui siapa nama tubuh pemuda yang ia tempat ini.
'Jadi namanya Lian Argantara, berusia 17 Tahun, aku sekarang berada di sebuah Dunia yang berplanet Bumi. Sekarang aku paham, dunia ini memiliki banyak sekali sesuatu yang tak ada di dunia lamaku.'
Lalu ia mulai berfikir sejenak. 'Tapi masalah utamanya adalah, bagaimana aku bisa sembuh dari penyakit lumpuh ini?'
[Bagaiman jika anda gunakan sihir Anda untuk menyembuhkan Penyakit lumpuh ini?]
'Aku tidak tahu apakah sihir bisa bekerja di dunia ini atau tidak. Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba.'
Kemudian, Astaroth mulai merapal kan sihir di dalam hati. '
Setelah itu, tak terjadi apa-apa kepada tubuhnya. Hal itu membuatnya menghela nafas di dalam hatinya. 'Hah... Sudah kuduga tidak berhasil, di dunia ini tidak ada yang namanya
Astaroth mulai menyerah untuk mengandalkan sihir. Namun setelah jeda beberapa detik, tiba-tiba tubuh nya mulai bercahaya. Hal itu membuatnya sangat terkejut.
'Huh? Yang benar saja...'
Astaroth sama sekali tak percaya apa yang baru saja terjadi. Karena tanda-tanda sihir tadi berhasil di gunakan telah ia lihat dengan mata kepalanya sendiri, hal itu sangat mustahil untuk terjadi.
Sangking bingungnya, itu membuat dirinya tertawa "Hahaha... Haha...." Mulutnya bisa di gunakan untuk tertawa, hal itu menandakan bahwa sihirnya berfungsi.
Ia pun mulai menggerakkan tubuhnya dan duduk di atas ranjang. Saat ini, ia merasa begitu senang dengan apa yang baru saja terjadi. "Apakah aku sedang beruntung atau Law Of Identity sengaja. Yang pasti, dunia ini ada yang namanya
"Pusatnya bukan dari planet ini, tetapi... Dari bulan."
Saat ini, adalah tengah malam dimana bulan purnama terlihat begitu jelas di langit. Cahaya bulan menyinari sebagian besar wilayah bumi yang gelap, namun di balik cahaya bulan ini.
Terdapat energi yang sangat akrab bagi Astaroth, yaitu "Energi Sihir". Astaroth menyadarinya saat ini juga, dan sepertinya System telah mengetahui akan hal ini.
[Sihir dapat berfungsi saat sinar bulan bersinar saja, namun kualitas Energi Sihir yang di salurkan dari sinar bulan tidak sebagus dengan Dunia anda. Sehingga, itu akan memperlambat atau membatasi potensi dari sebuah sihir yang di keluarkan.]
Apa yang di katakan System benar, nyatanya saat Astaroth menggunakan sihir
Mungkin saja, itu adalah masalah yang sangat fatal. Itulah yang di pikiran Astaroth.
"Mungkin sudah saatnya aku pergi dari sini."
Astaroth mulai mencoba untuk berdiri, ia melakukannya dengan cukup usaha karena sangking kakunya tubuh pemuda ini. Meskipun pada akhirnya ia berhasil melakukannya.
Lalu ia mulai membuka jendela rumah sakit, ia sekarang berada di lantai teratas dimana ia sekarang berada di ketinggian 50 meter.
[Walaupun anda bisa keluar dari kondisi ini, namun hukuman "Law Of Identity" tidak hanya sebatas ini saja. Masih banyak hukuman yang menanti anda. Raja Astaroth.]
Saat mendengar perkataan dari System, ia hanya tersenyum lebar melihat pemandangan malam dari atas ketinggian. Ia mulai melebarkan tangannya dan angin bertiup cukup kencang hingga membuat bajunya serta rambutnya berkibar kebelakang.
'Apapun hukumannya, sekuat apapun itu. Aku akan melampauinya dengan caraku sendiri! Itulah prinsip ku!'
Kemudian ia melompat dari lantai teratas. Ia mulai melebarkan tangan dan kakinya yang memiliki arti sebuah kebebasan. 'Tidak ada yang dapat menghentikan!'
"
Ia menggunakan sihir terbang, namun anehnya dia tak kunjung terangkat dan terbang layaknya burung. Hal itu membuatnya sangat terkejut "Aku lupa! Ada jeda di sihirku! Sial... Aku akan mati!!!" Ia pun menutup matanya karena sangking tak ingin melihat dirinya mati konyol karena kecerobohan nya.
Detik-detik sebelum ia terbentur jalan raya. Sihirnya bekerja di detik terakhir, ia terbang bebas dan melesat dengan kecepatan tinggi.
Swuuuuuusssssshhhhh...!
Saat itu juga, ia mulai membuka matanya perlahan. Seketika ia menjadi sangat senang "Benar! Tidak ada yang bisa menghentikan jalanku!"
Ia mulai melanjutkan pidatonya, lalu ia terbang ke atas langit hingga menembus awan. Dan menatap dunia dengan tatapan penuh ambisi.
Ia terlihat sangat berwibawa layaknya seorang raja. "Dengarkan wahai manusia-manusia dunia ini. Namaku adalah Raja Astaroth, mulai saat ini aku akan menjadikan dunia kalian menjadi milikku."
Matanya mengeluarkan sinar merah seolah-olah itu menggambarkan ambisi barunya. "Saksikanlah, wahai
Dan system mulai menyanggah pidato Astaroth.
[Bukannya itu terlalu memalukan?]
"Ghek..."
Seketika ia tersedak, pidatonya terhenti setelah mendengar perkataan dari System.
"Padahal lagi keren-kerennya. Dasar kau ini!" Raja Astaroth sangat kecewa pada system karena mengganggu pidato kerennya.
[Dan...]
"Hm?"
[Aku adalah System, The Law System! Mulai saat ini saya akan mengabdi kepada anda Raja Astaroth dan akan membantunya mewujudkan ambisi besarnya itu.]
System mengikuti apa yang di lakukan Astaroth, dan saat mendengarnya, Astaroth sedikit menelan ludahnya, ia sedikit ngeri tapi sangat menyenangkan. Ia tersenyum lebar saat ini seolah-olah ia tak sabar menunggu kejutan yang akan terjadi kepadanya
"Marilah! Saksikanlah! Ini adalah Kisah Raja Astaroth di dunia lain!"
**********
Sementara itu di sisi ruang rawat Pemuda bernama Lian. Terlihat seorang suster sedang membawakan sebuah makanan untuk pasien ruang nomer 179. Dan saat itu, ia mulai membuka pintunya.
"Tuan Lian, makanannya telah datang...."
Seketika, suster itu sangat terkejut. Karena saat ini, Lian sudah tidak ada di atas ranjang dan entah pergi kemana. Suster itu menjatuhkan makanannya di lantai hinga membuat suara yang cukup keras.
"Tuan Lian hilang!"
Saat itu, seisi rumah sakit menjadi begitu panik atas hilangnya Lian. Karena pemuda itu adalah anak dari seorang konglomerat kaya raya yang sangat berpengaruh di Indonesia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments