Chapter 15
"Aku tidak akan tunduk padamu brengsek! Akan ku bunuh kau, walau kau adalah dewa sekalipun!"
Rey begitu marah kepadanya, matanya menatap tajam ke arah kucing yang ada di di atasnya dengan niat membunuh yang terpancar begitu besar kepadanya.
"Manusia, leluconmu sangat lucu. Aku suka, menyenangkan..."
Tetapi bukannya marah, kucing itu melebarkan mulutnya dan mata melotot seakan dia puas dengan apa yang di katakan Rey. Melihat hal itu, Rey semakin marah. Mengertakan giginya dan memberontak bangkit untuk membunuh kucing di hadapannya.
"KU BUNUH KAU! APAPUN YANG TERJADI, AKAN KU BUNUH KAU BERULANG KALI!"
Kucing itu malah tertawa, lalu berjalan dan menginjak wajah Rey dengan begitu santainya. "Hm, berusahalah. Selanjutnya Ini pasti akan menyenangkan..."
"BAJINGAAAAAAN!"
Swuuussssh!...
Namun tiba-tiba, sosok hitam juga terlihat sangat mengerikan datang dengan sangat cepat ke arah Rey. Menyerang kucing yang menganggap dirinya adalah dewa.
Seketika kucing itu langsung hancur di hadapannya layaknya abu, lalu sosok hitam itu menunjukan wajahnya kepada Rey dan menghampirinya, melihat itu ia langsung mengenali sosok hitam yang menghancurkan kucing itu. "Yuki?"
"Rey kau tak apa? Tenang saja, aku akan segera menolong mu!"
Mereka kira kucing itu sudah mati akibat serangan Yuki, namun sebaliknya. Kucing itu baik-baik saja. Sekarang ini dia berada di kepala Yuki dengan begitu santainya dengan senyum lebar yang ia tunjukan pada ekspresinya.
Rey melihatnya, ia menatap kucing itu dengan mata tak percaya. Lalu Rey berteriak "Awas Yuki! Kucing itu masih hidup!"
"Hehe... Kekuatan raja iblis, mengerikan, menakutkan. Tapi sayang sekali manusia, kau akan mati di sini "
Yuki terlambat menyadarinya, "Apa?"
Craaat!*
Kucing itu menghancurkan kepala Yuki dalam seketika, hal itu membuat Rey begitu terkejut akan hal itu. Bagaimana tidak terkejut, seseorang yang sangat ia cintai mati di depan matanya dengan sangat tragis, dirinya bahkan tak mampu melakukan apapun.
Penyesalan yang tidak bisa di maafkan oleh dirinya sendiri, gagal melindung orang yang paling berharga baginya. Tidak berguna, itulah kata-kata yang pantas untuk dirinya sendiri.
Bruk!*
Lalu tubuh Yuki terjatuh bersimbah darah di atas Rey, sekarang ini terlihat matanya hanya bisa menatap tak percaya, tatapan putus asa penuh kesedihan,amarah,penyesalan dan berbagai emosi lainnya.
"AAAAAAAAAAAAAA! YUKI....!"
Air matanya mengalir deras, memeluk mayat Yuki tanpa kepala dengan begitu erat. "Tidak...! Tidak...! Yuki...!"
Kesedihan ini lebih buruk dari pada sebelumnya, semua temannya mati di depan matanya, ia tak mampu melakukan apapun untuk mencegahnya. Perasaan ini tidak mampu untuk menahannya lagi.
Kematian demi kematian terngiang jelas dalam pikirannya. 'Yuki... Shigeo... Lina... Maaaaf! Maaaaaf!!'
Terlihat, kucing itu masih berada di sana. Melihat Rey menangis memeluk erat mayat yuki tanpa kelapa itu. Ia terlihat tersenyum ceria di sana, Rey sangat marah namun dirinya sekarang tak mampu memperlihatkan kemarahan besarnya
Kucing itu pergi dan menghilang bersama mengucapkan kata-kata itu kepada Rey. Namun suaranya masih terdengar, "Akan ku berikan kekuatan
"Sampai jumpa, Rey."
Suaranya sudah tidak terdengar lagi, Rey masih menangis memeluk Mayat Yuki tanpa kepala itu. Dan tak lama kemudian,
"Aaaaaaaaaaaaa!!!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments