Chapter 03

Ch 03

Di dalam Domain buatan Rey, memperlihatkan ia sedang bertarung dengan Yui--- Tidak, sebenarnya ini bukanlah pertarungan, ini hanyalah sebuah hiburan kecil yang sedang di lakukan oleh Rey.

Sring!*

Sring!*

Yui terus menyerang, menebas Rey dari berbagai arah dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Tetapi anehnya, semua serangan itu tidak ada yang mengenai Rey.

"Bagaimana? Kau tidak akan bisa mengalahkan aku jika tidak ada serangan yang kena!" Ucap Rey yang mengejek.

Mendengar hal itu, Yui menjadi sedikit kesal. "Jangan sombong dulu Rey!"

Stap!*

Yui melompat dengan begitu tinggi, dan sebuah Energi merah menjulang tinggi muncul dari bilah katana miliknya. "Terima ini!"

Serangan itu adalah salah satu Teknik serangan yang cukup kuat, di perkirakan bahwa serangan itu mempu untuk membelah satu gedung dalam satu kali tebasnya.

Serangan itu di lancarkan cukup cepat ke arahnya, Rey yang melihatnya hanya tersenyum. Lalu ia mulai menunjukan miliknya.

"Lumayan juga."

Rey mulai mengangkat tangannya, lalu mulai menggenggam sebagin kecil ruang yang ada di depannya. "Tapi, itu masih belum dapat untuk menyentuhku. Yui."

Ruang yang baru saja ia genggam mulai di bentuk menjadi sebuah perisai yang cukup kokoh. Atau bisa di bilang, Rey mampu memanipulasi ruang serta waktu sesuka hati dengan miliknya.

Pyar!*

Perisai itu pecah layaknya cermin saat menyentuh serangan Yui, namun serangan Yui uga ikut hancur dalam waktu yang sama.

Melihat hal itu, Yui berdecak kesal "Cih, curang sekali."

"Hanya memanfaatkan keuntungan yang telah tersedia, itu bukanlah sesuatu yang curang. Namun strategi."

Yui menyadari bahwa menantang Rey memanglah sesuatu yang bodoh, tetapi akan tetap melakukannya demi mengetahui rahasia yang di sembunyikan Rey.

'Jika bukan karena kakek yang menyuruhku, aku pasti tidak akan melakukan ini.'

Benar, kemarin saat Yui membicarakan seseorang yang tidak ada hubungannya dengan Pemburu Iblis namun memiliki "Seven Eyes". Hal itu membuat Kakeknya sedikit penasaran.

Lantas ia langsung menyuruh Yui untuk menyelidiki pemuda yang di maksudkan. Dan mengorek semua rahasia yang di miliki olehnya, ya walaupun Kakeknya tidak menyuruh dirinya untuk bertarung untuk mendapatkan informasi itu.

Tapi Yui tak bisa memikirkan hal lain selain itu. Atau bisa di bilang, Yui itu "Agak Bodoh"

"Mungkin ini sudah saatnya kau menyerah Yui," ucap Rey sembari menatap Yui dengan tatapan angkuh.

Namun Yui tak mendengarkannya, dan kembali memasang kuda-kudanya dengan begitu kokoh. Lalu ia tersenyum "Coba saja jika kau mampu,"

Yui melesat kedepan dengan sangat cepat, lebih cepat dari sebelumnya. Seketika ia berada di depan Rey dan langsung mengayunkan bilah katana nya ke arah leher Rey.

Sring!*

Tetapi itu langsung di hindari oleh Rey, sedangkan Yui tidak berhenti menyerang dan terus menyerang tidak ada henti di setiap detiknya.

'Aku harus menang! Aku harus menang! ini akan membuktikan bahwa aku layak sebagai pewaris keluarga!'

Walaupun begitu, Rey masih dengan mudah menghindari semua serangan. Kadang ia juga menahannya dengan tangan kosong karena semua serangan yang di lancarkan Yui padanya itu sama saja pukulan dari seorang balita.

Tapi ada masanya Rey merasa bosan, ia tak punya niatan untuk meladeni permainan yang membosankan ini. Sehingga dengan wajah dingin serta tatapan tajam, ia menangkap katana milik Yui.

Tak!*

"Eh?"

"Aku sudah bosan, mari akhiri ini. Yui "

Yui lumayan terkejut dengan apa yang di lakukan Rey. Sesaat ia mulai melihat wajahnya dan ternyata ia merasakan suasana tidak mengenakan di sekitar Rey, ia merasa mau muntah saat merasakan aura yang ada di sekitarnya.

Ia tersungkur gemetaran, tidak ada yang tahu apakah ini rasa takut atau kebencian. Namun, yang pasti sekarang ini Rey adalah sosok yang sangat bahagia.

"Ahk...! A-apa ini?"

Rey mulai menendang Yui dan membuatnya terlempar beberapa meter.

Buk!*

BOOOM!*

Saat itu, Yui merasakan sakit yang sangat luar biasa di perutnya. Ia memuntahkan sedikit darah dari mulutnya. Dan saat ia akan berdiri, ia merasa tak mampu saat melihat Rey mulai mendekat itu.

Seakan ada paksaan yang membuatnya tak mampu untuk bangkit. 'Paksaan yang begitu kuat, jadi ini kekuatan dari . Aku mengakuinya...'

Lalu Rey mulai mengangkat tangannya dan menyelimuti tangannya itu dengan aura sehingga membuat itu tajam layaknya pedang.

'Aku bukan tandinganmu...'

Sring!"

Rey menebasnya dan seketika, kesadaran Yui langsung hilang.

**********

Di kediaman keluarga Hayumi, yang berada di daerah Okinawa. Memperlihatkan sebuah rumah tradhisional jepang yang begitu megah dan luas. Yang mana semua aspek di di dalamnya terbuat dari ukiran kayu serta patung yang memiliki ciri khas tertentu.

Di sana, sebuah mobil mewah hitam mulai berhenti di depan gerbang rumah. Dan gadis yang begitu cantik turun dari mobil lalu ia masuk ke dalam rumah.

'Aku harus segera memberitahu kakek, aku masih bingung apa yang terjadi tadi.'

Ia segera menemui seseorang yang beridentitas sebagai kakeknya. Dan kalian pasti bisa menebak bahwa gadis itu adalah Ayumi Yui atau biasa di panggil Yui.

Di Engawa/Koridor rumah, ia melihat sosok pria tua yang memakai kimono hitam dimana ia terlihat sedang minum segelas teh dengan begitu tenang.

Saat itu ia mulai berlari ke arahnya, lalu memanggilnya. "Kakek, ternyata kau di sini. Aku mencari mu kemana-mana."

Namanya adalah Hayumi Shigeo. Yaitu Kakeknya.

Lalu ia menyambut cucunya yang baru saja pulang. "Oh, salam datang Yui. Jadi bagaimana? Pengalaman pertamamu saat berburu iblis?" Tanya Shigeo sembari menyeruput tehnya.

"Sangat buruk dan mengejutkan," jawab Yui dengan cukup lesu.

"Ada apa? Apakah terjadi sesuatu?" Tanya Shigeo yang cukup penasaran serta bingung.

"Ya. Karena ada seseorang yang menganggu tadi, benar-benar merepotkan..." Jelas Yui sembari berekspresi lelah seakan dirinya tak mau mengulanginya lagi

Mendengar hal itu, Shigeo merasa tersenyum karena ia mengira bahwa Cucunya berusaha menyelamatkan orang biasa yang tidak sengaja masuk dalam pertempuran.

"Baguslah, kau pasti kerepotan saat menyelamatkan orang di pengalaman pertamamu. Kakek bangga padamu..."

Mendengar hal itu, Yui memasang wajah sedikit canggung dengan senyuman yang cukup ragu.

"Ahaha... Tidak kakek, sebenarnya orang itu juga seorang pemburu iblis. Ia membantuku mengalahkan iblis itu... Tidak. Ia membunuhnya sendirian..."

Setelah mendengar penjelasan dari Cucunya, Shigeo menjadi penasaran orang itu. "Hoh... Apakah kau tau siapa?"

"Namanya Rey, sepertinya ia akan menjadi teman satu sekolahku besok. Dan apakah kakek tahu, ada sesuatu yang membuatku sedikit penasaran padanya." Jelas Yui pada kakeknya.

"Apa itu?"

"Dia... Memiliki "

Saat itu, waktu seakan terhenti, sangat hening hingga tetesan air memecahkan suasana itu. "Kakek?"

Yui memanggilnya karena dirinya tadi terdiam beberapa saat karena mendengarnya. "Ah.. maaf. Jadi Seven Eyes ya? Apakah kau yakin?"

"Benar kakek. Aku sangat yakin, ia memilikinya." Jawab Yui dengan wajah pasti.

"Mungkin ia dari salah satu keluarga utama dari pemburu iblis. Sama seperti kita, jadi tak perlu sampai sebingung itu Yui."

Ya, Shigeo mengira bahwa pemuda yang bernama Rey itu adalah keturunan dari keluarga utama dari pemburu iblis. Namun Yui ragu denga hal itu. "Tapi... Aku tidak yakin kakek, aku tak pernah mendengarnya."

"Jika kau ragu, kau perlu menyelidikinya saja. Dan jika kau begitu penasaran, kakek akan membuat dirimu sekelas dengannya. Bagaimana?"

Mendengar hal itu, Yui menjadi begitu senang. "Baik, Terimakasih kakek!"

Setelan itu ia pergi masuk ke dalam rumah. Tak lama kemudian, sang kakek menghela nafasnya dengan begitu panjang.

"Hah... Sudah waktunya ya?"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!