Chapter 14
Sementara itu di sisi Lina, ia nampak sedang mencoba memerintahkan Roh panggilannya untuk tetap bertahan bertarung melawan Iblis Bunga.
"Kitsune, gunakan serangan terkuat mu!"
Lalu Kitsune mengangguk, dan ia mulai mengibarkan sembilan ekornya layaknya merak lalu menodongkannya layaknya tombak kepada iblis bunga. Dan memusatkan pada satu titik.
"Sekarang!"
Lalu ia menusukan seluruh ekornya pada iblis bunga, dan serangannya ternyata berhasil menembus perut iblis bunga. Melihat hal itu, Lina pun merasa ada harapan untuk bisa mengalahkan iblis itu.
Jleb!*
Jleb!*
Jleb!*
"Yosh! Ayo tetap lanjutkan Kitsune. Masih ada harapan untuk menang!"
Kitsune meraung keras, dan meneruskan serangannya berulang kali hingga puluhan kali. Tetapi Iblis bunga masih saja meregenerasi tubuhnya terus menerus tanpa henti, itu menjadi semakin cepat dan cepat.
Lebih cepat dari sebelumnya. Lina yang melihat itu terus semakin kesal, "Jangan menyerah Kitsune!"
Kitsune mulai melompat sangat tinggi dan menggigit leher iblis bunga dengan niatan untuk memenggalnya. "ROAAAAR!"
Tapi itu tak akan berguna, semua serangan yang di lancarkan Kitsune mulai tidak efektif lagi. Karena Iblis bunga menjadi semakin kuat, lebih kuat dan semakin mengerikan.
Tubuhnya menjadi lebih besar lagi, dua kali lipat dari sebelumnya. Sungguh mengejutkan, Lina yang melihatnya pun terdiam untuk sesaat, awalnya yang mana Kitsune yang ukurannya setengah dari iblis bunga.
Tapi sekarang, ukuran kitsune hanya 1/4 saja. Semua serangannya sepenuhnya sudah tidak efektif lagi. "Tidak mungkin..."
Lalu Iblis bunga melihat Kitsune yang masih menyangkut di lehernya. Lina yang menyadarinya langsung memerintahkan Kitsune untuk segera lari "Lari dari sana, Kitsune!"
Tetapi itu sudah terlambat, sesaat setelah Kitsune lari. Iblis menangkapnya dengan kedua tangannya. Lalu Iblis bunga berbicara. "Rubah yang menjengkelkan, akhirnya aku bisa menangkapnya!"
Lalu ia melihat Lina yang ada di bawahnya. "Yo Gadis bodoh, beberapa jam setelah kita bertemu. Sepertinya kau sudah membuat masalah padaku ya?"
Lina yang mendengar suara itu sangat terkejut, ia mengenali suara itu. "Jangan-jangan, kau!?"
"Benar, aku adalah Shin. Anak kepala desa ini!"
Mendengar hal itu Lina menjadi sangat marah. "Tak ku sangka manusia sepertimu menjadi iblis. Sungguh tercela sekali, kau bagaikan sampah di mataku!"
"Hoh... Begitu? Tapi, aku tak peduli." Shin terdengar menyirangi perkataan Lina.
"Akan ku bunuh kau! Kitsune kembalilah!"
Lina langsung memerintahkan Kitsune untuk kembali, seketika Kitsune yang tadi berada di genggaman iblis bunga langsung menghilang berpindah di sebelah Lina.
Cling!*
Swussh...
"Kitsune, ayo serang lagi!"
Mendengar itu, Kitsune mengangguk lalu matanya berfokus pada Iblis bunga. Shin yang melihat tingkah laku Lina pun tertawa mengejek, ia melihat Lina seperti serangga.
Serangga yang tak berguna, mudah untuk di bunuh hanya dalam sekali serang. "Tidak berguna..."
Tiba-tiba sebuah akar yang sangat panjang muncul dari jari iblis bunga. Dan melesat dengan sangat cepat ke arah Kitsune milik Lina, sangking cepatnya membuat mereka berdua bahkan tak sempat bertindak sama sekali.
Sleeeeeb!*
Seketika akar itu langsung menembus menusuk Kitsune, lalu menumbuhkan bunga-bunga di sekitar kulitnya. "K-kitsune!"
Tak lama kemudian Kitsune menghilang dan kembali ke dunia Roh yang seharusnya. Lina yang melihatnya sangat terkejut, ia bahkan tak sempat bertindak. Bahkan itu lebih cepat dari kedipan matanya.
Lina pun menatap Iblis Bunga dengan ekspresi tak percaya bercampur dengan rasa takut dan marah. "Shin...! Ku bunuh kau...."
Shin pun tertawa "Hahahaha! Sudah ku bilang kau tak dapat melakukannya. Sekarang matilah..."
Serangan iblis bunga yang mengalahkan Kitsune kini di lancarkan kepadanya, tapi itu jauh lebih Lambat dari sebelumnya. Lina pada awalnya ingin menghindari serangan itu tetapi "Apa? Kapan akar-akar ini ada di kakiku?"
Akar-akar muncul secara tiba-tiba, mengikat kaki Lina dan membuatnya tak bisa bergerak. Kini Lina menghadapi situasi yang benar-benar akan membuatnya mati.
Lalu di sisi lain, terlihat Rey dan Yiki berlari untuk menyelamatkannya. "Lina!!!!!"
Yuki terlihat mencoba memasang pelindung jiwa pada sekitar tubuhnya, namun itu tidak bisa dan langsung menghilang karena akar-akar yang mengikatnya.
Sementara itu, terlihat Rey melesat ke hadapan Iblis itu dengan kecepatan penuhnya. Menyerang iblis bunga dengan sekuat tenaga menghalangi serangan itu mengenai Lina.
"Shin!"
Tang!*
Tetapi serangannya tak mampu untuk melakukannya. Dirinya langsung terlempar jauh setelah pedang jiwanya mengenai tubuh iblis bunga itu hingga jatuh di atas puing-puing rumah.
BOOOOM!*
"Sial....! Aku harus segera..."
Rey terus mencoba untuk langsung bangkit, tapi akar muncul di belakangnya dan mengikat dirinya dan membuat Rey tak mampu untuk bergerak lagi. Melihat hal ini, Rey menjadi begitu kesal.
Sangat marah. "Sialan! Aku tidak bisa bergerak...!"
Yuki pun sama, ia pun terikat oleh akar-akar aneh yang muncul dari dalam tanah. Akar-akar itu juga menyebabkan semua kekuatan jiwanya hilang dalam seketika.
"Lina! Lina! Berhenti! Jangan lakukan!"
Yuki berteriak dan mencoba untuk bergerak menolong Lina. Tetapi ia tak bisa melakukannya, ia tak bisa melakukan apapun saat ini, sama halnya dengan Rey. Yang tak bisa bergerak dari tempatnya.
Sementara itu Lina pun pasrah dengan kematiannya, ia memejamkan matanya 'Sepertinya akan mati, di tempat seperti ini...'
'Teman-teman... Selamat tinggal...'
Serangan Iblis bunga semakin mendekatinya, ia merelakan dirinya untuk mati. Pada awalnya seperti itu, tapi tak di sangka, seseorang melindunginya dan memasang badan untuk menahan serangan itu mengenainya.
Jleeeb!*
"Ghaaaak!"
Muntahan darah mengenai rambut Lina, dan membuat separuh wajahnya tertutupi oleh darah merah segar itu. Saat ini ia membuka matanya, lalu ia sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya sekarang. "Sh-shigeo..."
Matanya membelak tak percaya, Shigeo datang melindunginya dan menerima serangan itu hingga membuat tubuhnya terluka parah.
Akar yang sangat besar menembus perutnya. "Yo... Lina... Maaf, sepertinya aku agak telat. Tapi syukurlah... Aku datang tepat waktu..."
Tanpa di sadari Lina meneteskan air matanya, melihat Shigeo rela mati demi dirinya... "Tidak... Jangan... Jangan mati Shigeo..."
Shigeo dengan padangan yang sudah kabur melihatnya, tangannya mulai mengelap air mata Lina. Dan mengatakan kata-kata ini untuk terakhir kalinya. "Maafkan aku..."
Shigeo kehilangan nyawanya, gugur dalam pertempuran melawan iblis bunga. "Tidak... Tidak... Tidak..."
Lalu Iblis bunga mengangkat tubuh Shigeo ke atas. Dan membuangnya layaknya sampah. "Heroik sekali, tapi sayang sekali. Pengorbananmu tak ada gunanya bodoh."
Rey menjadi begitu marah. "B*JINGAN KAU SHIN! KU BUNUH KAU! KU BUNUH KAU!"
Yuki juga menunjukan ekspresi yang sama, ia sangat marah sekarang ini
Rey berteriak begitu keras, memberontak dengan sekuat tenaga hingga membuat dirinya sendiri terluka. Dan terlihat Lina, ia sama sekali tak mampu untuk menunjukan ekspresinya, ia terlibat begitu putus asa.
Lalu menatap Iblis Bunga atau Shin dengan tatapan marah dengan berlinang air mata. "Ku bunuh ka---"
Jleb!*
"Ghak... Shigeo..."
Sebelum menyelesaikan kata-katanya. Akar dari belakang menusuknya hingga tembus, lalu Lina mematahkan darahnya, ia langsung mati karena serangan itu langsung menghancurkan jantungnya.
"Hm... Sisa kalian berdua saja, tapi biarlah. Aku akan membiarkan kalian tetap hidup untuk menyaksikan semua yang aku impikan terwujud."
"Jadi, rasakan penderitaan kalian berdua..."
Iblis bunga pergi berjalan menuju ke rumah kepala desa, dimana ayah shin berada.
.....
Sementara itu, di sisi Rey. Memperlihatkan sosoknya yang terlihat begitu putus asa, sangat marah bercampur dengan rasa sedih karena gagal melindungi teman-temannya. "Kenapa... Kenapa semua ini terjadi? Shin dan Lina sudah mati karena ku..."
"Sial... Kenapa semua ini bisa terjadi...!"
Tiba-tiba sosok kecil berupa kucing berdiri di atas tubuhnya. "Akulah yang melakukannya, apakah kau suka?"
Melihat itu Rey sangat terkejut, ia tak percaya apa yang sudah di lihatnya. Saat mendengar perkataannya ia langsung mengerti kenapa semua ini bisa terjadi.
"BAJINGAN! JADI KAU ADALAH PENYEBABNYA!"
"Ya, aku mengirim mu ke masa lalu dan membuatmu mengulangi kegagalan yang lebih parah. Menurutku itu hiburan yang sangat menyenangkan..."
Rey menggertakan giginya karena amarah yang begitu besar. "Aku adalah Daiki ,dewa yang telah menciptakan semua ini."
"Sekarang, beri hormat padaku. Manusia..."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments