Chapter 10

Chapter 10

Shin terlihat berjalan di dalam rumahnya, dan ia mulai membuka sebuah pintu rahasia yang ada di dalam kamarnya itu. "Sebentar lagi, impianku akan segera terwujud. Aku tidak sabar untuk menantikannya."

Pintu rahasia itu hanya bisa di lihat olehnya, dan pintu itu menghubungkan sebuah tempat asing yang tak bisa di bayangkan oleh manusia. Tetapi, saat dirinya masuk ke pintu rahasia itu.

Ia sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya. "Aku sudah menunggumu bocah kurang ajar, tak ku sangka kau bersekongkol dengan iblis menjijikan seperti ini."

Ternyata ia adalah Rey, namun Shin tak tahu siapa itu. Karena dirinya belum pernah bertemu dengannya. Namun berbeda dengan Rey, ia ingat betul bagaimana Shin hampir menjebaknya dulu.

Hal itu hampir membuat Rey, Yuki, Shigeo dan Lina mati. Namun itu tak akan terulang lagi, karena ia sudah mengetahui apa rencana yang di buat oleh Shin saat ini.

"S-siapa kau sialan!? Bagaimana kau bisa ada di sini!?" Shin sangat marah, menatap Rey penuh waspada.

Mendengar itu Rey hanya terkekeh, lalu ia mulai menunjuk sebuah bunga merah yang sangat besar dan belum mekar. Bunga itu ada di belakangnya sekarang dan sedang melayang di udara sembari di selimuti aura yang begitu mengerikan.

"Bunga merah ini adalah iblis, Tapi aku penasaran, iblis seperti apa yang akan muncul jika bunga ini mekar. Aku ingin kau menjawabnya." Tanya Rey dengan begitu santainya.

"Kenapa aku harus menjawabnya!? Cepat keluar dari sini! Atau ku bunuh kau!" Shin mengancam Rey dengan serius, lalu ia mengeluarkan sebilah pisau dari sakunya dan menodongkan itu kepada Rey.

Namun Rey tak takut sama sekali, ia masih santai seperti biasa. Lalu ia mengeluarkan pedang jiwanya dan mengarahkannya ke bunga merah yang belum mekar itu.

"Jika kau menyerang, bunga ini akan ku hancurkan. Aku tahu, bunga ini akan mekar malam ini. Dan sebelum ia mekar, mudah sekali untuk menghancurkannya"

Dan saat itu, Shin menjadi begitu marah. "Singkirkan pedangmu dari tuanku!"

"Tuan? Lucu sekali." Rey tertawa dan mengejek Shin, hal itu membuatnya semakin marah.

"Brengs*k! Beraninya kau menghina tuanku!"

Ia berlari dan menghunuskan pisau tajamnya ke arah Rey. Namun itu tidak akan mengenainya, karena bagi Rey, serangan Shin itu sama saja seperti mainan anak-anak.

"Ku bunuh kau!"

Namun, sebelum serangan itu mengenai Rey. Ia langsung memotong kedua lengan Shin dalam sekelip mata, bahkan ia tak menyadari bahwa kedua lengannya telah terpotong akibat pedang tersebut.

Sring...!

"Eh?"

Darah keluar muncrat sangat banyak, lalu tak lama Shin meringkuk dan menjerit kesakitan. Darah terus mengalir deras. "AAAAAAAAAAAAAAAHKKK...! SAKIT! SAKIT! BAJ*NGAN, BERANINYA KAU----"

Dan Rey menatap tajam Shin dengan mata tajam, seakan dia marah apa yang telah di perbuat oleh Shin selama ini.

"Berapa nyawa yang kau korbankan? Berapa banyak jeritan kematian yang telah terdengar akibat ulahmu itu?! Aku tanya, apakah dengan memotong tanganmu saja itu sudah cukup?!"

Saat ini, Shin terlihat sangat pucat setelah melihat ekspresi Rey yang sangat mengerikan.

"Itu tidak akan cukup, namun nyawa manusia hanya satu. Aku tak punya pilihan lain selain membiarkanmu mati kehabisan darah. Itu pasti cukup membuatmu sangat menderita."

Lalu Rey mulai berjalan ke arah bunga merah yang ada di belakangnya, lalu menghunuskan pedangnya ke arah bunga merah yang belum mekar itu. "Akan ku hancurkan, kau iblis yang cukup merepotkan."

"J-jangan! Hentikan! Jangan hancurkan mimpiku!" Shin berusaha untuk bangkit namun ia tak bisa, ia mencoba untuk menghentikannya namun ia tak mampu karena luka yang ia terima.

Darah terus mengalir dari dua lengannya yang terpotong.

"Selamat tinggal."

Rey menebasnya menjadi dua, tak lama kemudian bunga itu mulai layu dan menghilang layaknya abu. Sementara itu terlihat Shin sangat putus asa, ia tak bisa melakukan apapun.

Ia sangat tersiksa baik itu secara fisik atau jiwa.

"A-aaaaaaaaaaaaahkkkk! Tidaaaaaaak! M-mimpiku... Mimpiku...!"

Lalu Rey pun pergi dari tempat ini, meninggalkan Shin yang sudah sekarat dan hampir mati kehabisan darah.

"Masalah desa ini telah teratasi, waktunya untuk pergi dari sini. Nikmatilah kematianmu yang sangat menyedihkan ini, Shin."

Saat Shin melihat Rey keluar, ia hanya bisa melihat. Terbaring lemas kehabisan darah di atas tanah. Ia sudah hampir mati, ia tak bisa melakukan apapun sekarang ini,

"Sial... Sial.... Sial... Aku... Tidak ingin mati..."

**************

Rey terlihat sedang berjalan melihat rumah-rumah yang tertutup rapat di sekelilingnya. 'Mungkin suasana ini akan berubah dalam beberapa minggu, karena sumber masalah telah di selesaikan. Seharusnya sudah tidak ada yang perlu di khawatirkan.'

Rey berfikir bahwa masalah dengan iblis yang berada di desa ini telah selesai. Karena Bunga Merah yang telah ia hancurkan sebenarnya adalah Iblis yang sangat kuat dan mengerikan.

Nama Iblis itu adalah kekuatannya mampu melahap desa ini dalam sekelip mata, membuat semuanya menjadi bunga untuk selamanya. Mau itu makhluk hidup ataupun benda mati sekalipun.

Dulu saat Rey, Shigeo, Yuki dan Lina melawan. Mereka berempat hampir mati dan menjadi bunga selama-lamanya. Tetapi itu tidak terjadi karena saat detik-detik terakhir, Lina membangkitkan kekuatan miliknya menjadi ke tingkat lebih tinggi.

Walaupun tindakannya kali ini akan berdampak buruk bagi perkembangan teman-temannya. Tetapi selama membuat mereka tetap aman, itu sudah cukup bagi Rey.

'Tidak akan ku biarkan siapapun mati, aku sudah tahu alasan Lina mati di masa depan. Itu karena sisa kutukan dari Iblis bunga itu, maka dari itu. Untuk mencegahnya. Aku tak boleh membuat Iblis Bunga itu bangkit.'

Walaupun Shigeo di masa depan menyangka bahwa Lina mati karena sebuah penyakit langka, namun itu tak benar. Sisa kutukan dari Iblis bunga itulah yang menyebabkannya, ia sudah tahu dari awal. Namun ia tak memberitahu Shigeo dengan alasan tertentu.

'Meski begitu, Iblis Bunga bukanlah ancaman terbesar untuk kehidupan manusia. Tapi ia adalah awal dari bangkitnya raja iblis!'

Dan tak di sangka, saat dirinya berjalan,ia berpapasan dengan ketiga teman-temannya. Namun matanya fokus ke seorang gadis yang sangat ia cintai, yaitu Yuki.

Saat itu, ia bertekad dengan jiwa yang kuat. Lalu ia bersumpah dan menggenggam tangannya 'Tidak akan ku biarkan sisi lain dari Yuki bangkit! Aku bersumpah!'

.......

"Rey! Kau dari mana saja, kami mencari mu kemana-mana loh!" Shigeo berlari ke arah Rey. Lalu ia menepuk pundaknya dengan wajah penuh senyuman.

"Hah... Shigeo, tolong jaga sikapmu di sini!"

Dan di susul oleh Yuki dan Lina, terlihat wajah Lina hanya pasrah dengan tingkah laku Shigeo. Namun di sisi lain, terlihat Yuki tersenyum lembut padanya, hal itu membuat dirinya langsung merasa senang.

Menunjukan senyuman lebar, kepada teman-temannya. 'Teman-teman, semoga kita akan terus seperti ini selamanya!'

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!