Ch 04
Di sore harinya, saat jam pulang sekolah. Terlihat Yui terbangun dari pingsannya. "Dimana ini?"
Ia nampak kebingungan, juga merasa sedikit pusing. Ia mulai melihat sekeliling dan ternyata ia sedang berada dalam UKS sekolah. Lalu ia mulai mengingat kejadian sebelumnya.
"Begitu ya... Dia yang membawaku ke UKS..."
Memang benar bahwa Rey lah yang membawanya ke UKS. Lalu tak lama ia mulai berdiri juga beranjak pergi dari ranjang lalu dan pergi dari ruang UKS. "Sudah waktunya aku pulang... Oh ya, aku harus mengambil barangku dulu di kelas"
Sebelum dirinya pulang, ia pergi ke kelas untuk mengambil semua barangnya yang tertinggal di sana. Lalu setelah ia memasuki ruang kelas, ternyata di sana ada Rey yang sedang duduk di meja bangkunya.
"Rey?"
Yui agak terkejut, namun tak lama ia langsung memangilnya.
"Kau sudah bangun ya, apakah kau baik-baik saja?" Sedikit aneh, Rey mengkhawatirkan Yui yang mana ia sendiri yang telah membuatnya pingsan.
"Aku sudah baik-baik saja, terimakasih." Jawab Yui yang tersenyum.
Lalu ia berjalan ke arah Rey dan mengambil tasnya. Sesaat ia berhenti dan memandang Rey untuk mengatakan sesuatu, namun tak berselang lama setelahnya.
"Rey----"
"Mobil keluargamu sudah menunggumu, lebih baik kau pulang Yui. Tentang masalah taruhan tadi, lebih baik lupakan saja." Rey menjawabnya terlebih dahulu sebelum Yui menanyakannya.
Karena Rey tahu, bahwa dia pasti akan menanyakan hal tersebut.
"Eh? Apa kau tidak keberatan tentang itu?"
"Ya."
Yui sedikit memiringkan lehernya dan sedikit berfikir karena bingung. Namun ia tak menemukan jawabannya.
"Tak perlu bingung, kau pasti akan menemukan jawabannya suatu saat nanti." Jelas Rey
"Hm.... Kau sedikit aneh Rey... Tapi ya sudah, karena kau tak keberatan jadi tak apa. Baiklah aku pulang dulu ya, sampai jumpa."
Yui pergi dari ruang kelas meninggalkan Rey sendiri. Lalu dari dalam ruang kelas, nampak Rey melihat Yui sedang masuk ke dalam mobil keluarganya dari jendela sekolah.
Lalu salah satu penjaga melihatnya. Ia pun segera pergi dan menghilang dari kelas.
.......
Sementara itu, di sisi Yui. Ia masih sedikit bingung dengan tingkah laku Rey yang ia tunjukan tadi kepadanya. 'Aku sama sekali tak paham...!'
*********
Sementara itu di sisi Rey, memperlihatkan bahwa dirinya sedang melayang di atas dan menatap kedepan.
'Sekarang hanya tinggal menunggu saja, tidak aku sangka akan secepat ini...'
Beberapa jam yang lalu, di saat Rey baru saja mengalahkan Yui dalam duel. Memperlihatkan tubuh Yui yang pingsan karena benturan yang cukup keras di lancarkan ke arah tekuk lehernya.
'Mungkin aku terlalu keras padanya,'
Tiba-tiba....
Boooom!*
Sebuah ledakan energi begitu kuat muncul dari dalam tubuh Yui. Hal itu membuat Rey sangat terkejut dan membuatnya terdorong beberapa meter dari tempat awalnya.
"Apa itu!?"
Tubuh Yui mulai terangkat, mata Yui berubah menjadi merah dan memancarkan aura yang begitu mengerikan. Lalu ia menatapnya dengan penuh intimidasi.
Melihat hal itu, Rey merasa bahwa itu bukanlah Yui. Tetapi sesuatu yang lain yang bersemayam dalam tubuhnya. Rey menyadari hal itu... "Jangan-jangan... Kau!?"
Swosssh!*
Yui melesat begitu cepat ke arah Rey, dan melancarkan serangan ke arah tubuhnya dengan begitu kuat, tetapi itu langsung di hindari Rey.
Boooom!*
Lalu ia menolah ke belakang, yaitu ke arah Yui dengan kesadaran lain yang sedang mengendalikan tubuhnya.
"Hahaha... Tidak ku sangka, kau berada di dalam tubuh gadis itu, sudah lama sekali ya..."
Swosssh.....!
Boooom!*
Yui menyerang kembali, tetapi langsung di tahan oleh Rey dengan penuh senyuman kesal yang terlihat di wajahnya. "Aku sudah menunggumu...! Seven Eyes ini, akan ku kembalikan!"
Rey mulai memunculkan Seven Eyes, lalu menatap mata Yui dengan begitu tajam, dan tak lama kemudian, Yui segera memalingkan wajahnya lalu menendang Rey seakan ia sengaja menghindari kontak mata dengan
Bug!*
Rey terlempar begitu jauh. Dan langsung berlari mendekat ke arahnya. "Jangan buat aku kerepotan, Seven Eyes ini adalah milikm-------"
Tiba-tiba Rey merasakan rasa sakit dari kedua matanya, hal itu membuatnya terhenti karenanya "Sial... Ini lagi...!"
Dan domain buatan Rey mulai menghilang, di saat itu juga. Rey melihat Yui dari salah satu matanya yang mana ia sedang mendekat ke arahnya.
Rey pikir, dia akan menyerangnya. Namun ternyata tidak, Yui memperlihatkan wajah tersenyum kepadanya, hal itu membuatnya sangat terkejut. Lalu tangan Yui mulai memegang pipinya dengan cukup lembut.
"Belum saatnya Rey, sebentar lagi..."
Rey tercengang beberapa saat, terus menatap wajah Yui yang perlahan mulai mengingatkan seseorang yang sangat ia kenali.
Lalu Yui terjatuh, dan pingsan di dekat Rey. 'Sial... Lagi-lagi seperti ini...'
Rey nampak kesal sekarang karena gagal atau mungkin yang lainnya. Setelan beberapa saat, Rey mulai menggendong Yui yang pingsan itu dan membawanya ke ruang uks.
'Tidak ku sangka... Dia adalah wadahnya.' pikir Rey sembari menatap Yui.
'Kebetulan yang tidak masuk akal...'
Kembali ke Rey, terlihat ia mulai memikirkan sesuatu. 'Mungkin aku akan mengunjunginya sebentar...'
Setelah itu, portal ruang dan waktu muncul di depan Rey, yang mana portal itu memiliki fungsi untuk melompati ruang dan waktu. Atau bahasa singkatnya adalah "Teleportasi"
Yang mana, kemampuan itu dapat memanipulasi ruang dan waktu sesuka hati. Sebagai contohnya yaitu, Rey dapat memanipulasi ruang kosong menjadi sebuah perisai untuk melindunginya.
Atau semacamnya.
Tetapi Manipulasi ruang dan waktu hanyalah salah satu kekuatan dari
*********
Di kediaman keluarga Hayumi.
Terlihat Hayumi Shigeo sedang berada di koridor rumahnya sembari menyeruput Teh Harum dengan cukup tenang. "Hari yang indah... Menikmati masa tua seperti ini pasti sangat luar biasa..."
Swssshhh....
Tiba-tiba, sebuah portal ruang dan waktu muncul di sampingnya. Hal itu membuat dirinya meliriknya dengan sebelah mata. "Yo Shigeo, bagaimana kabarmu?"
Terlihat sosok pemuda muda muncul dari portal tersebut dan melangkah begitu tenang ke arah Pria tua itu yang bernama Shigeo.
Pemuda itu memiliki nama
"Datang juga kau Rey, wahai teman lamaku." Sapa Shigeo kepada pemuda itu.
"Heh... Kau sepertinya sudah tau aku akan ke sini," Rey sedikit tersenyum lalu ia duduk di samping Shigeo dengan begitu santai.
"Apakah kau mau teh?" Tanya Shigeo kepada Rey.
"Boleh, kebetulan aku lagi haus."
Rey segera mengambil teko yang berisi Teh juga segera menuangkannya ke dalam cangkir miliknya dan langsung meminumnya. "Aaah... Nikmatnya...!"
Rey mulai menatap langit senja yang begitu indah, seketika ia terbaring untuk mengistirahatkan tubuhnya. "Sudah 70 Tahun ya?"
"Ya, waktu yang cukup lama, tapi itu cukup menyenangkan untuk di lalui. Benar kan Rey?" Jawab dan Tanya Shigeo kepada Rey.
"Entahlah, tapi bagiku cukup membosankan dan aku merasa cukup iri padamu juga. Shigeo..." Rey menjawab sedikit lesu.
Mendengar hal tersebut, Shigeo hanya bisa menghela nafasnya.
"Kau dapat menikmati hidupmu secara normal. Seperti menikah dan memiliki istri, lalu anakmu lahir dan beberapa puluh tahun kemudian anakmu menikah hingga kau mendapatkan seorang cucu..."
"Dan... Tumbuh tua,lalu mati layaknya manusia normal... Sedangkan aku..."
Shigeo merasa sedikit tidak enak. "Rey..."
"Jangan pikirkan itu Shigeo, kau tinggal nikmati hidupmu saja. Ini adalah hasil dari keputusanku. Tidak usah khawatir." Jelas Rey sembari tersenyum santai kepada Shigeo.
"Baik-baik, sepertinya tidak ada gunanya aku mengkhawatirkan mu. Jadi ada apa? Tumben sekali kau datang ke sini?" Tanya Shigeo kepada Rey
"Ada sesuatu yang membuatku penasaran, mengenai cucu-mu yang bernama Yui. Apakah benar, dia adalah wadah Raja Iblis selanjutnya?" Tanya Rey dengan wajah serius
Mendengar hal itu, Shigeo mulai berhenti menikmati tehnya. Dan perlahan ia menghela nafasnya "Sulit untuk di terima, tapi... Iya. Kau benar..."
"Hayumi Yui adalah wadah raja iblis selajutnya,"
"Sesuai dugaanku..."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments