Chapter 8
Setelah beberapa hari, dimana Rey mengulangi hidupnya yang dulu. Atau dirinya kembali ke masa lalu karena ulah kucing misterius itu, pada awalnya ia sangat kebingungan, apakah ini hanyalah mimpi atau ilusi belaka. Tetapi yang penting ia dapat mengulangi apa yang sudah ia lakukan, dan ingin mengulangnya ke masa depan lebih baik lagi.
Terlihat di sebuah pedesaan yang cukup padan dengan rumah dan memancarkan aura yang sangat suram, terdapat dua laki-laki dan dua perempuan yang sedang berjalan ke dalam Desa tersebut.
Nama desa itu adalah Desa Hyoku, dulunya desa ini sering di kunjungi oleh banyak orang, desa ini sangat terkenal akan keindahan dan ekonominya. Namun setelah munculnya Iblis yang bersembunyi di dalam desa ini.
Membuat Desa Hyoku menjadi sangat sepi, sudah banyak korban jiwa akibat Iblis yang bersembunyi itu. Kali ini, Yuki, Rey, Shigeo dan Lina akan membasmi Iblis yang bersembunyi dalam desa ini.
"Pertama-tama, mari kita kunjungi rumah kepala desa." ucap Yuki kepada ketiga teman-temannya.
"Saran yang bagus, mungkin kita akan mendapatkan informasi yang berguna." Ujar Lina yang setuju.
"Aku ikut saja, kau bagaimana Rey?" Shigeo pun setuju, lalu ia bertanya kepada Rey yang ada di sampingnya namun ia sepertinya ia masih sibuk dengan pikirannya.
Sontak saat mendengar panggilan itu, Rey langsung tersadar "Kalian bertiga saja, aku akan pergi mengelilingi desa ini. Mungkin aku akan mendapatkan sebuah petunjuk."
Mendengar pendapat dari Rey, mereka setuju karena untuk cadangan jika mereka tidak mendapatkan Informasi yang tidak terlalu berguna dari Kepala Desa Hyoku.
"Baiklah, kami bertiga pergi dulu. Hati-hati ya..."
"Tentu,"
Yuki,Lina dan Shigeo pergi ke tempat kepala desa. Sedangkan Rey, ia akan pergi mencari informasinya sendiri. Jika ia memanfaatkan ingatannya, seharusnya ia akan dengan mudah menemukan iblis itu.
Terlihat, Rey sekarang ini mulai melihat di sebuah jalan kecil lalu ia pergi ke sana. Di sana terlihat begitu sepi, karena para penduduk di desa ini selalu menutup pintu dan jendela mereka saat ada orang asing datang ke sini.
Kebanyakan orang sudah lama pindah ke desa lain, walaupun begitu. Ada beberapa yang terus menetap karena masalah biaya yang di perlukan untuk pindah ke desa lain.
"Ingatanku tidak akan salah, aku ingat betul siapa iblis di desa ini. Ini akan lebih mudah."
Rey terus berjalan lurus melewati jalan kecil itu, lalu di sana terlihat sebuah rumah bobrok cukup tua. "Di sana ya?"
Lalu Rey pergi memasuki rumah bobrok tersebut, dan saat ia mencoba memasuki rumah itu. Tiba-tiba sebuah penghalang muncul menghalangi pintu masuk itu. "Sudah ku duga, ada penghalang di sini."
Lalu Rey berhenti untuk memikirkan sesuatu. "Tidak ada gunanya menghancurkan ini, hanya membuang waktu saja."
Dan Rey mulai tersenyum licik. "Jika ada cara yang lebih simple, kenapa tidak melakukannya?"
Rey sedikit melukai jarinys, dan mengeluarkan darah merah segar yang menetes di depan penghalang itu. 'Kemarilah iblis, kau sangat menyukai darah kan?'
Walaupun iblis adalah makhluk lain dari dimensi/dunia yang berbeda. Namun kesukaan mereka hampir sama dengan binatang buas, mereka sangat menyukai darah dan daging manusia. Dan yang membedakan mereka hanya satu.
"Benar, perbedaan iblis dengan binatang buas hanyalah satu..."
Tak lama kemudian, terlihat sebuah suara yang begitu bising terdengar dari dalam rumah bobrok itu. Di sana memperlihatkan sosok yang cukup besar dan mengerikan berjalan keluar dari rumah itu.
Dia adalah iblis, mulutnya mengeluarkan air liur yang terus menetes, mata merah menatap tajamnya dan bersiap untuk keluar dari penghalang untuk menyerang Rey.
"Jika ingin memakan-ku, keluarlah dari penghalang itu dan jadilah pemberani."
Swossssh!*
Iblis itu melesat dengan sangat cepat, menerjang ke depan Rey keluar penghalang. Lalu ia menyerangnya dengan cakar tajam miliknya. "ROAAAAAAR!!!"
Lalu saat ini, Rey tersenyum licik. 'Benar, perbedaan mereka hanyalah satu. Mereka jauh lebih bodoh dari pada binatang buas!'
Di saat serangan iblis itu hampir mengenai Rey, kepala iblis itu langsung lepas dari tubuhnya. Itu terjadi karena Rey lah yang memotong leher iblis itu, dan tak ada yang tahu bahwa Rey saat ini tengah memegang sebilah katana yang sangat tajam di tangannya.
'Walaupun aku tak dapat menggunakan
'
Iblis itu langsung mati, tergeletak di depan Rey. "Ya walaupun saat ini, kekuatanku belum mencapai ke tingkat itu. Untuk sekarang..."
"Baiklah, penghalangnya juga sudah menghilang. Waktunya masuk ke rumah jelek ini. Sesuatu yang sangat mengerikan, sedang menunggu di sana."
Apakah itu? Tidak ada yang tahu apa yang menunggu di dalam rumah, namun yang pasti. Rey sangat menantikan itu, karena setiap langkah yang ia ambil sekarang sudah di pastikan benar.
Karena dirinya sudah mengetahui semua masa depan, yang ia lakukan hanyalah untuk mencegah sesuatu yang tidak di inginkan olehnya, yaitu 'Aku, tidak akan membuatmu mati lagi... Yuki.'
'Aku berjanji! Aku akan membuatmu terus hidup!'
*********
Sementara di sisi Shigeo, Yuki dan Lina. Mereka sekarang sedang berada di dalam rumah kepala desa ini, mereka bertiga masih menunggu kepala desa hadir di hadapan mereka karena kepala desa sekarang ini sedang tak ada di rumah.
Menurut Cucu kepala desa, ia akan pulang sebentar lagi.
"Permisi, apakah kepala desa sudah hampir sampai?" Tanya Lina kepada anak kepala desa yang bernama Shin.
Ia pemuda remaja yang berumur 15 tahun, sedikit lebih muda dengan mereka bertiga. "Mungkin sebentar lagi beliau akan pulang, jadi mohon tunggu. Oh ya... Omong-omong kalian berasal dari mana?"
"Kalian bukan dari desa ini kan?" Tanya Shin kepada Yuki,Shigeo dan Lina.
Lalu Lina menjawab. "Kami sedang berkelana untuk membunuh iblis yang berbahaya, kami dengar desa ada sosok iblis yang mengerikan. Makannya kami datang ke sini untuk memastikan."
Mendengar hal itu, Shin mengangguk paham "Jadi begitu, kalian adalah Pemburu Iblis yang sering di kabarkan. Ya memang benar, ada iblis di sini. Walaupun aku sendiri belum pernah melihatnya."
Shin menjawab dengan cukup lugu, dan tak terlihat berbohong. "Iblis tak dapat di lihat oleh sembarang manusia, hanyalah orang-orang yang memiliki kekuatan khusus yang dapat melihatnya."
"Namun para iblis akan menunjukan wujud mereka di mata manusia biasa yang mereka targetkan. Simpelnya, mereka mirip seperti hantu." Lina menjelaskan semua tentang iblis, untuk membuatnya lebih waspada.
"Aaah... Jadi begitu, pantas saja aku tak pernah sekalipun melihatnya. Jadi apa yang kalian perlukan dari kakek ku?" Tanya Shin kepada Lina
"Yang kami inginkan hanyalah informasi tentang iblis itu, itu mungkin cukup berguna. Namun jika tuan shin memiliki informasi tentang iblis itu, kami akan sangat berterimakasih mendengarkannya." Jawab Lina dengan cukup jelas
Mendengar hal itu, Shin mulai memikirkan sesuatu. "Hm... Sebenarnya aku ingin sekali membantu kalian, tapi sayangnya informasi yang kalian ingin hanya bersifat rumor saja. Apakah tak apa?"
"Tentu saja kami akan menerimanya, jadi bagaimana?" Lina tersenyum menerimanya.
Kemudian tak lama Shin mulai memberikan rumor yang telah ia dengar dari kalangan orang. Sedangkan Shigeo sendiri, ia terus memperhatikan Lina yang ngobrol dengan Shin dengan tatapan tajam.
'Menyebalkan... Aku sangat cemburu...'
Sementara itu dengan Yuki, ia selama ini terus memperhatikan gerak-gerik Shin tanpa sepengetahuannya, ia juga memperhatikan apa yang ada di dalam rumah ini, seperti benda, aroma dan sebagainya. Ia akan terus menyelidikinya.
'Ada aroma iblis di sini.'
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments