Chapter 13
Sedangkan di sisi Lina dan Shigeo. Ia berlari mengarah pertempuran. "Yuki kita sudah dekat, segera panggil roh-roh yang kuat. Aku akan mengalihkan perhatiannya!"
"Baik! Hati-hati Shigeo!"
"Ya!"
Yuki berhenti di tempat, dan mulai mefokuskan dirinya untuk memunculkan gerbang Roh. Energi jiwanya mulai di fokuskan, lalu sedikit demi sedikit, serpihan gerbang mulai muncul.
'Aku harus cepat, semuanya sedang menungguku!'
Di masa ini, Lina masih belum sepenuhnya menguasai kekuatannya, ia sangat kesulitan untuk memunculkan gerbang roh dan memanggil roh yang kuat.
Tetapi sebentar lagi ia akan menguasainya, karena insiden tertentu yang berhubungan dengan iblis bunga.
Saat ini, Shigeo sedang fokus ke depan. Untuk melihat sebuah celah untuk menyerang iblis itu, dan ia langsung menemukannya.
"Yosh! Sudah waktunya untuk bertarung!"
Ia langsung melompat dan menyerang di sisi yang terbuka. Lalu ia menyelimuti tinjunya dengan energi jiwa yang sangat besar dan memukul tubuh iblis itu dengan sekuat tenaga.
BOOOOM!*
Tinju yang di lancarkan Shigeo sangatlah kuat, hingga membuat Iblis bunga terdorong beberapa meter. Rey yang melihatnya menjadi sangat terkejut, namun bukannya Rey menunjukan wajah senang karena sahabatnya menolongnya.
Tetapi tidak. "Rey! Aku akan membantumu, ayo kita serang bersama----"
"Apa yang kau lakukan Shigeo!? Cepat lari dari si---"
Pandangan Rey dan Shigeo teralihkan satu sama lain, tak menyadari hempasan tangan iblis bunga yang sangat besar mengarah kepada mereka berdua. Dan mereka tak bisa melakukan apapun, tak bisa menghindarinya.
"Awa----!"
Braaaak!*
"Aaaaaaaaaa!!!!"
BOOOOM!*
Mereka berdua terhempas ke puing-puing rumah yang hancur, dan mereka berdua merasakan rasa sakit yang tidak ada duanya, sangat sakit. Sangking sakitnya mereka merasa ingin mati.
"Shigeo kau tak apa!?"
"Ya... Aku sepertinya juga terkena kutukan iblis bunga."
Shigeo menunjukan lengannya yang mulai tumbuh bunga, Rey yang melihatnya langsung menebas bunga-bunga itu dengan pedang jiwanya lalu menghilangkan kutukannya.
"Sudah selesai, jadi cepat pergi dari sini. Biar aku saja yang menghadapi iblis bunga itu!" Rey menyuruh Shigeo untuk pergi dari pertempuran.
"Kenapa!? Bukannya lebih baik kita bekerjasama untuk mengalahkan iblis i----"
Sebuah serangan di lancarkan kepada mereka, namun mereka berdua langsung menghindarinya. "Berbahaya, untuk kali ini aku tidak mengizinkanmu untuk melawan iblis ini!"
"Biar aku sendirian, tolong perintahkan Yuki dan Lina untuk tidak melawannya! Mengerti Shigeo!"
Rey mengutarakan perintahnya, namun Shigeo tak dapat menerimanya. "Tidak bisa, kita akan terus bertarung bersam---"
Namun sebelum Shigeo menyelesaikan perkataannya, Rey langsung menghempaskan Shigeo begitu jauh dari lokasi pertempuran. "Maaf. Untuk kali ini, biarkan aku melawannya sendiri."
Rey tahu, bahwa bekerja sama lebih baik dari pada sendirian. Namun ia tak mau melakukannya, ia tidak ingin teman-temannya mati di sini, karena semuanya akan mati jika mereka melawan iblis bunga.
Dan alasan mereka dulu selamat karena adanya keajaiban muncul, gerbang roh yang sebenarnya muncul memilih Lina. Namun hal itu tidak akan terjadi untuk kedua kalinya, karena Gerbang Roh sendiri adalah sesuatu yang melebih ruang dan waktu.
Sehingga, Gerbang Roh tahu bahwa ada sesuatu yang janggal. Mereka tidak akan memilih Lina untuk kedua kalinya, karena sekarang. Gerbang Roh sudah berada di dalam jiwa Yui
Gerbang Roh hanya ada satu di dunia, ruang dan waktu tidak dapat menambah keberadaannya. Walau ada orang yang mampu ke masa lalu untuk mencari gerbang roh yang ada di masa itu. Gerbang Roh tidak akan ada di sana.
Yang ada hanyalah tiruannya saja.
Karena Gerbang Roh tidak dapat di manipulasi oleh waktu. Tidak akan bisa sampai kapanpun!
'Sial...! Aku harus segera mengalahkannya!'
Mata Rey menatap tajam iblis bunga, lalu ia mulai menunjukkan kuda-kuda dan bersiap menyerang balik. Dan seluruh energi jiwa yang ia miliki di fokuskan kepada pedang jiwanya.
Dengan harapan mampu menghasilkan kekuatan yang jauh melebihi serangan sebelumnya.
Namun tiba-tiba, suara Shin terdengar dari iblis bunga. "Ku dengar namamu itu Rey, benarkan?"
Rey yang mendengarnya hanya tersenyum kecut. Dan kesal mendengar suaranya "Ya, ini benar-benar menjengkelkan. Sampah sepertimu bisa-bisanya masih hidup."
"Hahaha.... Keberuntungan berpihak padaku Rey, kau tidak akan bisa menghancurkan rencana yang sudah ku buat selama bertahun-tahun!" Shin tertawa mengejek Rey.
"Cih! Aku tidak tahu siapa yang membantumu. Aku pasti akan benar-benar memastikan kau mati di sini!"
Swossssh!
Rey melesat dengan kecepatan yang jauh lebih mengerikan dari sebelumnya. Lalu ia melompat dan menyerang Iblis bunga secara horizontal dengan pedang jiwanya. "Coba saja kalau kau mampu! Rey!"
Iblis bunga menyerang Rey dengan tangan nya, serangan itu masih sama seperti sebelumnya. Melihat itu, Rey mulai menebas tangan iblis itu dengan pedang jiwanya.
"Terpotong Lah..."
Sring!*
Serangan kali ini benar-benar kejutan bagi Shin, serangan Rey kali ini dapat memotong telapak tangan iblis bunga.
"Mustahil..."
Dan serangan Rey pun berlanjut ke bagian vital iblis bunga, yang mana itu adalah tempat Shin berada. "Kau akan mati di sini, Shin!"
"Tidak akan ku biarkan!"
Tangan Iblis bunga yang baru saja di potong Rey segera tumbuh kembali. Dan sisi lain dari tangannya sisi kiri Rey lalu di ikuti dengan tangan yang lainnya.
"Akan ku hancurkan!"
Iblis bunga menepukkan tangannya, namun serangan itu langsung di hindari oleh Rey. Shin yang melihat itu sangat terkejut. 'Sangat cepat... Bagaimana dia langsung berada di sana?'
Rey benar-benar meningkatkan kekuatannya, Iblis Bunga mulai melihat ke atas. Terlihat Rey sedang berada di sana, bersiap menyerangnya dengan pedang jiwanya, tatapan Rey berfokus kepadanya.
'Darimana dia mendapatkan kekuatan sebesar ini?'
Rey menyerang dengan sangat cepat, berfokus tepat ke sisi dada iblis bunga. 'Gawat...!'
Pusat dada adalah tempat Shin berada, Rey sudah tahu dari awal. Ia berniat untuk mengeluarkan Shin dari tubuh iblis bunga lalu membunuhnya, itulah satu-satunya cara untuk menghentikan iblis bunga.
Tapi, hanya saja. Dengan kekuatan Rey sekarang yang sudah di tingkatkan, itu masih belum cukup untuk menembus bagian dimana Shin berada.
Shin sempat memejamkan matanya karena takut Rey akan membunuhnya lagi, tetapi saat melihatnya lagi. Serangan Rey tak mampu untuk menembus bagian itu,
"Sial, ternyata masih belum cukup."
Melihatnya Shin tersenyum senang, lalu segera menyerangnya dan menghempaskan Rey hingga menghantam rumah sampai hancur.
"Ghak!"
BOOOOOM!*
Kali ini Rey benar-benar terluka parah, ia mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya. Ia mengalami luka dalam di bagian organ paru-parunya, karena apa yang di lakukan Rey tadi yaitu mengorbankan semua pertahanan miliknya
Dan memfokuskannya ke kekuatan, kecepatan dan serangan yang di hasilkan. Atau bisa di bilang, semua kekuatan jiwa milik Rey telah di korbankan demi menghasilkan serangan yang mampu melukai Iblis bunga.
'Sial... Kali ini benar-benar gawat, menerima serangannya tanpa pertanahan apapun. Benar-benar menyakitkan... Jauh lebih menyakitkan dari yang aku duga...'
Rey kesulitan untuk bangkit. Masih tertunduk lemas mengeluarkan banyak sekali darah dari mulutnya.
Tak lama kemudian Iblis bunga mulai mendekat, lalu terlihat ia akan meremukkan Rey dengan salah satu kakinya. Rey yang melihat ini hanya bisa menatap tak berkedip, ia sama sekali tak bisa menggerakkan tubuhnya.
"Ini adalah akhirnya, Rey."
Tetapi saat detik-detik terakhir, sebelum injakan itu mengenai Rey. Seekor rubah raksasa muncul di hadapan Rey dan ia langsung menghalangi iblis bunga untuk membunuh Rey dengan cara menggigit dan mendorongnya ke belakang.
"Apa?"
Rey terlihat sangat terkejut melihatnya, dan tak lama seseorang datang dengan sangat cepat. Dan meneriakkan namanya "Rey! Kau baik-baik saja!? Tenang saja aku akan segera menyembuhkan mu!"
Dia adalah Yuki, sepertinya ia bergegas kemari setelah ia menyembuhkan semua orang yang terkena kutukan. Tetapi Rey sama sekali tak menginginkan ini, ia sama sekali tak mengharapkan teman-temannya datang untuk membantunya. "Kenapa?"
"Kau terluka sangat parah Rey, apa yang sebenarnya kau pikirkan Rey? Melawan iblis itu sendirian, apakah kau gila!?"
Yuki terlihat begitu khawatir setelah melihat keadaan Rey, ia segera mengerahkan kekuatan jiwanya untuk menyembuhkan semua luka yang di terima Rey.
Dan masih terlihat juga, rubah raksasa yang masih bertarung melawan iblis bunga itu, Rey langsung mengetahui dari mana rubah raksasa itu muncul.
Benar, itu adalah Roh yang di panggil oleh Lina.
"Rubah itu adalah Roh yang berhasil di panggil oleh Lina dari Gerbang Roh. Namanya adalah
"Shigeo akan segera datang untuk membantu, jadi tenang saja. Untuk sekarang, biarkan Lina menghadapi iblis bunga itu..."
Sambil berbicara, ia tetap fokus menyembuhkan luka-luka yang di terima oleh Rey ,dari matanya. Rey tahu bahwa Yuki sangat mengkhawatirkannya, jujur saja dirinya sangat senang.
Tapi ia sama sekali tak boleh larut dalam kondisi ini. Karena hal itu akan membahayakan semua teman-temannya, 'Iblis bunga semakin kuat, jika terus di biarkan.
'Aku harus segera membunuhnya bagaimanapun caranya!'
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments