Chapter 05
Rey dan Shigeo masih terlihat bersama sembari membahas sesuatu di koridor rumah. Tak lama kemudian, gerbang rumah terbuka di sana memperlihatkan Yui turun dari mobilnya.
Rey dan Shigeo pun segera menyadarinya. "Rey, lebih baik kau pergi dulu. Akan aneh jika Yui melihat kita sedekat ini."
"Benar juga, aku akan kembali."
Rey memunculkan sebuah portal dan masuk ke dalamnya. Lalu menghilang tanpa jejak, tak lama kemudian Yui pun mendatangi kakeknya.
"Kakek, kau masih saja di sini. Apakah kau tidak bosan di luar terus?" Tanya Yui kepada kakeknya.
"Hahaha... Anak muda memang tak bisa memahami kesukaan orang tua. Jadi bagaimana sekolahmu?" Shigeo sedikit tertawa dan menanyakan tentang sekolah cucunya.
"Lumayan, dan cukup menyenangkan. Oh ya Kakek, mengenai tentang pemuda yang memiliki
"Tapi... Ternyata dia cukup menyenangkan, mungkin aku bisa akrab dengannya..." Yui mulai bersemangat
Melihat hal itu, Shigeo hanya tersenyum "Bagus... Bagus... Kakek akan mendukungmu..."
Mendengar hal tersebut, Yui menjadi begitu senang. "Terimakasih kakek...!"
"Hahaha... Oh ya, ayah dan ibumu sedang menunggumu. Cepat kau temui mereka di ruang tengah. Mungkin ada suatu hal penting yang akan mereka sampaikan kepadamu"
Hanya mendengarnya, Yui merasa sangat malas. Dan enggan untuk melakukan apa yang di katakan Kakeknya. "Hah... Malas sekali... Palingan mereka membicarakan sesuatu yang tidak ku suka..."
"Hahaha... Jangan seperti itu. Dan jika kau menurut, nanti kakek akan memberikan hadiah yang pasti kau suka." Shigeo mencoba membujuknya.
"Benarkah?"
"Ya."
Yui sepertinya tertarik dengan hadiahnya, itu terlihat jelas dari lirikan matanya. "Baiklah, tapi janji ya..."
"Kakek mana mungkin berbohong padamu. Jadi sana pergilah."
"Baik-baik..."
Akhirnya Yui pun mau pergi menemui kedua orang tuanya, ia masuk ke dalam rumah menuju ke ruang tengah dimana kedua orang tuanya sedang menunggunya.
Dan tak lama kemudian, Shigeo mulai menghela nafasnya dengan cukup panjang, ia mulai menatap langit dengan tatapan sayu seakan ia sedang melihat seseorang yang tak bisa ia gapai untuk selamanya
'Berat sekali... Bagaimana aku bisa bertahan tanpamu... Istriku...'
Istri Shigeo atau Nenek Yui telah meninggal sepuluh tahun lalu, saat Yui masih berumur 7 tahun. Penyebab kematiannya karena dia mengidap penyakit langka yang tidak bisa di sembuhkan.
Saat itu, perlakuan Kedua Orang Tua Yui mulai berubah kepada anaknya. Lebih tepatnya ke Yui sendiri, mereka memaksa Yui untuk mewarisi kekuatan dari
Yang mana, untuk sekarang ini. Orang yang mewarisi kekuatan supernatural milik Istri Shigeo hanyalah "Yui" seorang.
Sehingga itu membuat Yui lumayan tertekan dan semakin jauh kepada orang tuanya. Itulah yang terjadi sebenarnya, namun Shigeo yang mana ia sebagai kepala keluarga.
Berusaha untuk menengahi kesenjangan antara cucu dan anaknya.
.....
Tak lama kemudian, Rey datang kembali dengan portal ruang dan waktu miliknya. "Sepertinya Yui tidak begitu akrab dengan orang tuanya, kenapa?"
Mendengar hal itu, Shigeo hanya bisa menghela nafasnya. "Apakah kau ingat dengan kematian Lina?"
"Aku ingat, 10 tahun lalu. Jadi apa hubungannya?" Rey ikut menyaksikan bagaimana Lina meninggal. Namun ia masih bingung apa hubungannya.
"Kekuatan Lina, bisa di bilang sebuah berkah dari surga. Satu-satunya kekuatan yang mampu menahan kekuatan penuh dari Raja Iblis," Shigeo mulai menjelaskan secara perlahan
"Ya, aku ingat. 70 Tahun lalu, saat kita bertarung melawan Raja Iblis. Hanya Lina saja yang mampu berhadapan langsung dengan Raja Iblis, aku lumayan ingat dengan Nama Kekuatan itu...
"Memanggil Roh-roh dari alam lain, dan menjadikan mereka sebagai tentara untuk melawan raja Iblis. Itulah yang ku ingat..." Sambungnya
"Benar. Kekuatan yang sangat langka, dan satu-satunya yang mewarisi kekuatan itu hanyalah Yui seorang. Kedua orang tuanya memaksanya untuk mengembangkan kekuatan itu bagaimanapun caranya..."
Mendengar hal itu, Rey menjadi cukup paham. Hal itu membuatnya mengingat kata-katanya saat ia bertarung dengannya. 'Pantas saja, ia hanya menyukai teknik pedangnya. Dan pantas saja ia cukup kesal saat aku menghina jiwa pedangnya.'
"Yosh!"
Setelah itu, Rey langsung berdiri dan pergi ke dalam rumah. Hal itu membuat Shigeo cukup bertanya-tanya.. 'Ada apa dengannya?'
***********
Sementara itu di ruang tengah, atau ruang keluarga dimana Yui, ayah dan ibunya sedang bertemu. Sedang membahas sesuatu yang cukup penting.
Terlihat Yui duduk di tengah-tengah ruang dengan ayah dan ibunya sedang duduk dengan cukup serius menatap Yui.
Nama Ayah Yui adalah "Hayumi Shin" dan Ibunya "Hayumi Eri."
Ibu Yui adalah keturunan langsung dari keluarga Hayumi. Sedangkan Shin dari keluarga besar pemburu iblis dari wilayah lain.
"Yui, sudah saatnya kau menghentikan melatih jiwa pedangmu. Lebih baik kau terus meningkatkan kemampuan
Penuh wibawa layaknya bangsawan.
"Tidak mau, aku lebih menyukai pedang," namun dengan tegas, Yui menolaknya. Karena ia lebih menyukai kekuatan jiwa pedangnya dari pada kekuatan
Ayah Yui mulai berbicara dengan nada yang sama "Yui, ayah tahu dengan perasaanmu. Namun, kau tidak bisa melakukannya karena kau adalah satu-satunya yang memiliki kekuatan itu. Jadi kau tak punya pilihan lain untuk melatih kekuatan warisan dari Nenekmu itu."
"Semuanya mengharapkan itu. Apakah kau mengerti?" Sambung Ayah Yui dengan nada yang sama.
"Ayah tidak tahu dengan perasaanku, memangnya aku sendiri mau dengan kekuatan ini? Tidak. Aku sama sekali tidak menginginkannya!" Yui mulai kesal dan tetap membantah perkataan kedua orang tuanya.
Mendengar hal itu, Ibu Yui mulai berbicara "Aah.. begitu, baiklah jika itu maumu. Sepertinya Ayah dan Ibu tak punya pilihan lain untuk menjodohkan mu dengan pemuda keturunan dari klan
Mendengar hal tersebut, Yui menjadi cukup terkejut. "Apa?"
"Kau boleh melatih jiwa pedangmu. Tapi kau harus menikah dengannya---"
Yui menjadi begitu marah, ia langsung memukul meja dengan cukup keras.
Braaaak!*
"Jangan seenaknya memutuskan jodohku! Aku menolak keras dengan penjodohan itu! Jika ayah dan ibu tetap melakukannya, aku akan kabur dari sini!" Ancam Yui dengan penuh amarah
"Walaupun kau kabur, kami tetap akan menemukanmu. Dimanapun kau berada. Kau tidak bisa lari dari sini, Yui" ucap Ibu Yui yang membalik mengancam.
"T-tapi..."
"Apa pilihanmu? Di jodohkan atau menghentikan latihan jiwa pedangmu dan fokus dengan kemampuan
Yui menjadi semakin terpojok, ibunya terus memojokkan dirinya sampai ia tak bisa kabur lagi. "Kau harus menjawabnya sekarang, Yui."
Saat ini, Yui sudah menentukan pilihannya. Dengan sangat terpaksa ia pun menjawabnya "Aku memilih..."
Tiba-tiba, seseorang datang dan memecahkan situasi tak mengenakan ini. "Boom!" Ia mengatakan itu langsung di telinga Hayumi Eri atau Ibu Yui. Hingga membuatnya sangat terkejut, ia sampai terjatuh di buatnya.
Seketika, semua orang yang berada di ruangan ini sangat terkejut. Seorang pemuda berdiri di depan meraka semua dengan wajah santai penuh senyuman membuat mereka berfikir dengan tujuannya.
Mereka semua sangat mengenal pemuda itu. "Pa-pak Re----"
"Rey!?????"
Pada akhirnya, Yui berteriak menyebut namanya. Hal itu membuat Ayah dan Ibu Rey melongo karena terkejutnya.
"Yo!"
Rey menyapa Yui dengan mengangkat tangannya. Tak lama kemudian, ia mulai menatap Shin dan Eri yang sedang termenung di dekatnya.
"Sudah lama tak bertemu ya, sepertinya kalian membesarkan anak kalian dengan cukup buruk ya? Dasar, saat masih bocah sampai sekarang. Masih tak ada perubahannya..."
"Payah sekali."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments
Riss.
up om
2023-05-04
1
~The Libies ~
typo
2023-05-04
0
KajoKun
Pasti nanti berhenti pas dh dpt kontrak, Ck
2023-05-04
0