Chapter 02

Ch 02

Keesokan harinya, di sekolah Jepang yang terletak di Tokyo. Terlihat di dalam kelas 2-B, memperlihatkan Rey sedang duduk melamun memikirkan sesuatu sembari memainkan alat tulisnya di bibirnya.

'Jangan sampai aku bertemu gadis yang kemarin, aku bakal repot jika bertemu dengannya...'

Kring...

Bell masuk pelajaran berbunyi dengan keras, lalu semua siswa duduk di bangkunya. Tak lama kemudian, guru masuk ke dalam kelas dengan buku absen yang ia bawa di tangannya.

Lalu ia berdiri di depan para siswa.

"Baik! Selamat pagi anak-anak." Guru membuka dengan ucapan selamat, lalu para siswa pun menjawabnya nada yang sama.

"Selamat pagi, Pak Tatsu."

"Bagus," Pak Tatsu tersenyum, lalu melanjutkan pembahasannya.

"Mengenai tentang siswa pindahan yang guru bicarakan kemarin, apakah kalian ingat?" Tanya Pak Tatsu kepada semua siswa.

Mendengar hal itu, semuanya mulai berbisik dan penasaran, lalu mengira bahwa Siswa Pindahan itu akan datang sekarang.

"Pada awalnya, dia akan di tempatkan ke kelas 2-A. Tapi karena ruang kelas 2-A sudah penuh. Sehingga, ia harus di tempatkan di kelas ini."

Pada awalnya, siswa pindahan itu harusnya masuk kemarin. Namun karena ada urusan mendadak membuatnya tak bisa hadir. Itulah yang di katakan oleh Pak Tatsu kemarin.

"Baik, silahkan masuk."

Pak Tatsu memerintahkan siswa pindahan untuk masuk ke dalam kelas. Lalu langkah kaki terdengar dan membuat berupa irama di setiap langkahnya. Lalu terlihat, seorang gadis yang begitu cantik masuk ke dalam kelas.

Saat ia masuk, membuat suasana begitu tenang. Angin lembut muncul seakan itu menyambutnya dan mengibarkan rambut pirangnya yang mempesona.

Lalu ia berdiri di samping pak Tatsu dengan wajah penuh senyuman.

"Baik, perkenalkan dirimu." Perintah Pak Tatsu.

"Tentu,"

Lalu, ia mengambil spidol dan menuliskan namanya ke papan tulis. "Perkenalkan, namaku Hayumi Yui. Umur 17 Tahun, aku pindah dari Okinawa. Semuanya, salam kenal."

Perkenalan singat namun membekas di hati semua laki-laki yang ada di kelas. Karena senyuman yang terpancar membuat hati mereka berdebar kencang.

Namun berbeda dengan Rey, saat ia melihat dari bangkunya yang berada di barisan pojok. Ia menjadi begitu terkejut, matanya menatap tak percaya seakan dirinya tak mengharapkan bahwa Yui adalah siswa pindahan itu.

'Y-yang benar saja...'

Yui melihatnya, ia langsung tersenyum ke arah Rey. Saat semua laki-laki melihat bahwa senyuman itu di khususkan ke Rey, mereka semua langsung menatapnya dengan tatapan iri penuh niat membunuh yang begitu mencekam.

"E-eh? Apa? Bisakah kalian berhenti menatapku seperti itu!?"

"Ku bunuh...!"

Ancaman yang begitu mengerikan terdengar dan membuat sekujur tubuhnya bergetar ngeri.

Yui saat melihat suasana yang ia sebabkan, hal itu membuat dirinya sedikit tertawa. Dan langsung memecahkan suasana mencekam yang diarahkan kepada Rey.

'I-imutnya....!'

Seketika, semua laki-laki langsung pingsan karena sangking tak kuatnya melihat kecantikan dan keimutan yang di perlihatkan oleh Yui.

'I-inilah surga dunia...!'

Brukkl!*

Sedangkan Pak Tatsu sendiri, ia hanya menghela nafasnya. "Hah..., tempat duduk mu ada di belakang. Sebelahan dengan Rey."

"Baik, Pak Tatsu."

Yui berjalan ke arah bangkunya, atau bisa di bilang ia mendekat ke arah Rey. Itulah niatnya, tentu saja Rey menyadari bahwa ia pasti menyogok pihak sekolah untuk bisa sekelas dan duduk di sebelahnya.

Tidak mungkin ini semua terjadi dengan kebetulan.

'Dasar wanita rubah licik!'

Yui duduk dan sedikit menyapa Rey bersama senyuman yang memiliki arti lain "Salam kenal, Rey."

"Y-ya..."

Lalu pelajaran di mulai, Pak Tatsu melanjutkan materi yang kemarin belum selesai.

.......

Saat jam Istirahat, terlihat di atap sekolah. Memperlihatkan Yui dan Rey sedang berbicara empat mata saat ini.

"Apa tujuanmu, Yui?" tanya Rey dengan tenang.

"Entahlah, tapi bagaimana pendapatmu tentang ini. Rey?" Yui mencoba memancing emosinya, namun Rey tidak akan jatuh ke dalam jebakannya.

"Begitu ya, hmmmmm... Baiklah. Jika kau tidak ingin memberitahunya ya mau bagaimana lagi, betul kan?" Rey menyerah, dan tak mau berbicara panjang lebar dengannya.

Mendengar hal itu, Yui hanya menghela nafasnya. "Dasar laki-laki dingin, sebetulnya kau juga sudah tahu apa tujuanku kan?"

Rey sedikit tersenyum "Tentu saja, kau pasti ingin menanyakan apa yang terjadi kemarin kan? Siapa diriku? Dan bagaimana aku mendapatkan kekuatan ini?"

Rey tahu, bahwa tujuan Yui bukanlah itu saja. Namun ia hanya menyebutkan sebagian kecilnya saja untuk tidak menimbulkan kecurigaan.

"Ya, jadi cepat jawab. Kekuatan itu hanya di miliki oleh orang yang memiliki darah dari pemburu Iblis pertama, katakan. Bagaimana kau mendapatkannya."

Yui memaksa Rey untuk menjawab, namun Rey tak kunjung menjawab semua itu. Ia hanya memperlihatkan senyuman licik penuh rahasia yang tidak akan di beritahu oleh siapapun.

Melihat hal itu, Yui menyadari bahwa Rey tak akan mengatakannya hanya dengan cara ini. "Jika itu maumu, maka bertarung lah denganku! Aku akan memaksamu untuk mengatakannya!"

"Jika aku menang, kau harus mengatakan semuanya! Tanpa ada kebohongan!" Yui membuat kesepakatan dengan Rey.

"Jika aku menang, bagaimana?" Tanya Rey dengan begitu tenang.

"Aku akan menuruti semua yang kau inginkan, bagaimana. Apakah itu cukup?"

Saat mendengar hal itu, Rey tersenyum licik. "Bagus, kesepakatan yang bagus."

Lalu, terlihat Rey mulai mengangkat tangannya ke atas kepalanya. Dan menjentikkan jarinya. "Ayo mulai pertarungannya. "

Seketika, ruang dan waktu mulai berubah kekosongan. Menjadi sebuah ruang tanpa suara,waktu, cahaya dan kegelapan. Yui saat melihat hal itu, ia menjadi sedikit terkejut. "Jadi ini salah satu kekuatan , namun jika dengan bermodalkan itu. Aku bisa mengalahkan mu."

Sebuah Katana muncul dari tangannya, dan aura yang sangat kuat muncul mengelilingi tubuh Yui, dari matanya terpancar ancaman yang begitu kuat.

Tapi dalam waktu yang sama, Rey tidak menunjukan miliknya. Lalu saat Yui melihatnya, ia merasa sedikit heran.

"Jadi itu bentuk jiwamu ya, pasaran sekali." Rey sedikit tertawa.

Namun, ekspresi Yui tidak berubah dan menatap Rey dengan tatapan pasti yaitu untuk mengalahkannya.

"Semua orang mengatakan itu kepadaku, namun aku tidak peduli akan semua yang mereka katakan."

Yui memasang kuda-kuda dan menghunuskan katana nya ke Arah Rey. Lalu Yui bergerak maju, mulai menyerang.

Stap!*

Rey pikir bahwa Yui memiliki kekuatan pada umumnya, namun ternyata tidak karena dalam sekelip mata. Yui sudah ada di depan matanya, menyerangnya dengan ujung katana yang begitu tajam.

Namun untung saja, serangan itu langsung di hindari dengan gerakan kecil. Dan membuat serangan itu melewatinya "Cih, kau berhasil menghindarinya."

Yui sedikit kesal, tapi Rey tidak merubah ekspresinya sama sekali. Walaupun ia cukup terkejut dengan kecepatan yang dimiliki oleh Yui.

"Serangan selanjutnya, aku memastikan kau tidak dapat menghindarinya!" Ucap Yui penuh percaya diri.

"Jadi jangan remehkan aku Rey, jangan pikir kau bisa mengalahkan ku tanpa milikmu!" Sambungnya

"Cukup mengejutkan, ternyata kecepatan dan seranganmu sudah berada di tingkat ini. Kau pasti berasal dari salah satu keluarga Utama pemburu Iblis." Ucap Rey yang menoleh ke arah Yui dengan senyuman liciknya

"Kau pikir saja begitu!"

Yui menyerang kembali, dan saat itu Rey mulai melompat mundur sembari tersenyum lebar ke arahnya.

Terpopuler

Comments

nord

nord

bang itu di dalem domain kagak gelap kan katanya gak ada cahaya yang masuk?

2023-05-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!