Chapter 11
Sementara itu, di sisi Shin yang tergeletak bersimbah darah dan pucat lemas. Terlihat ia masih menatap ke depan lalu menangis melihat impiannya hancur berkeping-keping.
"Tidak... Jangan, tolong jangan menghilang..."
Semua hal yang ia rencanakan selama bertahun-tahun lamannya kini telah hancur saat mencapai klimaksnya. Hanya ulah satu orang saja, semuanya menjadi hancur, ia sangat marah namun tak bisa memperlihatkannya untuk sekarang.
"Sial... Jika terus seperti ini... Aku akan mati, dan jika itu terjadi.... Ayahku akan mati. Siapapun tolong aku, keinginanku hanya satu saja...."
Ia mulai mengungkapkan kan impiannya, dan permintaannya. "Tolong... Jangan biarkan ayahku mati karena penyaki...."
Dan kesadarannya menghilangkan sepenuhnya, mati penuh penyesalan tanpa batas. Kegagalan yang tak dapat di maafkan, kejahatan yang tak dapat di hitung lagi. Itulah yang ia lakukan selama hidupnya.
Mengabdikan dirinya pada iblis bunga, membunuh ribuan orang demi nya hanya untuk satu permintaan saja. Yaitu membuat Ayahnya terus hidup bersama dengannya untuk selama-lamanya.
Dan di saat-saat terakhir, munculah sebuah gerbang kecil di atasnya. Lalu muncul seekor kucing yang keluar dari gerbang kecil itu. Kucing yang sama yang telah membuat Rey terlempar ke masa lalu.
Apa maksudnya ini, semuanya menjadi semakin membingungkan. Dan Kucing itu mulai sigap di atas kepala Shin, lalu menatapnya "Hm... Boleh, aku akan melakukan semua yang telah kau rencanakan."
"Jadi, jangan sedih. Jangan menangis. Jangan mati begitu cepat, semuanya akan sesuai dengan rencanamu."
.......
*********
Sementara itu Rey yang sedang bersama Yuki, Lina dan Shigeo. Nampak mereka sedang berjalan di sisi jalan yang sepi di dalam desa.
Hari sudah semakin malam, namun mereka belum juga menemukan keberadaan iblis itu. Tetapi Rey sudah menghabisinya tanpa sepengetahuan mereka bertiga.
"Jadi bagaimana, apakah kau menemukan informasi tentang iblis yang bersemayam di sini?" Tanya Yuki kepada Rey.
Lalu di lanjutkan dengan pertanyaan Lina. "Aku berharap kau mendapatkannya Rey, kami sama sekali tak mendapatkan informasi yang tidak begitu berguna. Malah informasi itu sangat ambigu."
Sedangkan Shigeo sendiri, ia mencoba untuk mengikuti pembicaraan walaupun dirinya tak begitu paham untuk masalah seperti ini. "Benar-benar, apalagi yang memberikan informasi itu sangat mencurigakan, Pemuda tampan yang sangat menjengkelkan "
Ya walaupun perkataannya itu sedikit mengarah ke masalah masalah percintaannya. Mendengar hal itu, Rey hanya sedikit tertawa dan tersenyum canggung.
"Hahaha... Aku paham Shigeo.. jadi bersabarlah..."
"Sudah tentu, orang yang paling bersabar pada akhirnya yang akan menang."
"Betul be----"
Rey mencoba untuk menanggapinya, namun itu segera di hentikan oleh Lina yang mana ia terlihat menatap tajam Rey penuh kengerian. "Rey, apakah kau mendapatkannya?"
"Aku mendapatkannya, tapi sebelum itu. Bolehkan aku mendengar apa informasi yang kalian dapatkan dari kepala desa?" Ucap Rey kepada Lina.
"Tentu saja, yang kami dapatkan hanyalah tentang 'Ketika bunga merah mekar, iblis akan datang memburu manusia'. Ya walaupun aku sangat kebingungan dengan maksud dari kata-kata ini" ucap Lina yang memberitahu kepada Rey.
"Sepertinya informasinya agak berbeda dari yang aku dapatkan, walaupun agak mirip." Ucap Rey yang berpura-pura bingung.
Lalu Yuki menatapnya dari samping dan bertanya karena penasaran. "Apa maksudnya Rey? Coba katakan..."
"Sebenarnya aku melihat bunga merah itu di suatu ruangan aneh, dan karena terlihat mengganggu. Aku langsung menghancurkannya."
Setelah mendengar perkataan dari Rey, mereka bertiga sangat terkejut. "Sungguh? Kau tidak bohong kan?" Tanya Yuki kepada Rey
"Sungguh, coba kalian rasakan. Tidak ada aura ataupun aroma iblis lagi kan di desa ini? Apa kalian semua tak menyadarinya?"
Mendengar hal itu, mereka bertiga segera untuk merasakannya. Dan ternyata apa yang dikatakan Rey memang benar, mereka semua sudah tidak merasakanny lagi.
"Tidak mungkin, padahal tadi aura iblis di sini sangat kuat. Namun langsung hilang seketika?Bagaimana kau bisa menemukannya?" Ucap Lina yang masih tak percaya
"Benar, keberuntungan mu memang terlalu mengerikan Rey..." Ucap Shigeo yang agak ngeri
Rey yang mendengarnya hanya tertawa canggung. "Haha... Berarti kerjaan kita sudah selesai di sini, sebaiknya ayo kita menuju ke tempat selanjutnya. Teman-teman."
Rey berfikir bahwa masalah telah selesai karena dirinya sudah menghancurkan inti masalah itu sendiri sebelum masalah itu membesar. Tapi satu hal yang harus di ketahui, itu tidak semudah apa yang di pikirkan.
Kekacauan yang di takutkan akan kembali sebentar lagi, walaupun dirinya telah mengulang kehidupannya namun itu tidak akan membuat dirinya melalui lebih mudah
Di sebuah ruangan gelap, sepi dan kumuh. Memperlihatkan Shin mulai bangkit dari kematiannya.
"Aku hidup? Dan apa ini? Bukannya bunga iblis merah ini sudah di hancurkan?"
Iblis bunga merah kembali seperti semula, ia sebentar lagi akan mekar dari tidur lamanya. Saat melihatnya, Rey menjadi begitu tak percaya dan ia tersenyum berlinang air mata karena sangking bahagianya
"Hahahaha.... Bagus... Bagus...! Semuanya berjalan sesuai dengan keinginanku...!"
Matahari semakin terbenam, dan bulan mulai menunjukkan jati dirinya. Saat itu juga, bunga iblis merah mulai mekar sembari di iringi gelak tawa Shin yang begitu bahagia.
"HAHAHAHA! SEKARANG BANGKITLAH WAHAI IBLIS BUNGA! SEKARANG BUATLAH KONTRAK DENGANKU DAN BUATLAH AKU MENJADI BAGIAN DARI DIRIMU!"
"BANGKITLAH! BANGUN DARI TIDUR LAMAMU!"
BOOOOOOM!*
Saat itu, suasana desa menjadi sangat berubah. Aura yang sangat mengerikan tiba-tiba terasa memenuhi desa, saat itu semuanya sangat terkejut dengan apa yang terjadi saat ini.
Ledakan terjadi yang membuat puing-puing rumah hancur berterbangan kemana-mana, dan terlihat sosok iblis yang sangat mengerikan berdiri di sana, sosok yang sangat besar dengan tubuh di penuhi oleh bunga-bunga yang sudah tidak terhitung jumlahnya.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!"
Ia berteriak sangat keras hingga membuat telinga manusia sangat sakit. Bahkan ada beberapa yang kendang telinganya sampai pecah.
Dan kekacauan terjadi, semua warga desa mulai lari dari desa dengan ekspresi ketakutan. "Lari! Lari! Ada iblis!"
"Takut! Takut! Aku tidak ingin mati...!"
"Tolong! Jangan tinggalkan aku!"
Semuanya berada dalam kepanikan, berlari entah kemana dan menuju ke tempat yang selamat. Namun itu tidak berjalan semudah itu, karena iblis itu mulai bergerak menuju kerumunan.
Sementara itu di sisi Rey, ia masih berdiri menatap iblis yang sangat besar itu dengan mata tak percaya.
"T-tidak mungkin... Bagaimana bisa?"
Rey masih sangat terkejut, ia tak percaya apa yang di lihatnya sekarang. "Sial!" Saat itu, ia berlari dengan sangat cepat menuju ke arah iblis itu dengan wajah yang sangat kesal.
Dan meninggalkan teman-temannya. "T-tunggu Rey! Kau mau kemana!?"
"Teman-teman, ayo kita susul Rey! Ini sangat berbahaya!"
Yuki sangat khawatir, ia berteriak supaya Rey tidak bertindak gegabah. Dan dirinya mulai memerintahkan teman-temannya untuk menyusul Rey yang maju ke hadapan iblis sendirian.
"Baik! Ayo kita lakukan!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments
Riss.
Itu kucing siapa sih kalau dewa baru di maklumi kekuatannya
2023-05-11
0