Roxanne sejauh ini sudah mengantongi beberapa informasi meskipun bukan hal paling utama.
Pertama, posisi istri yang disayangi oleh Elios itu kosong dan Graean bukan sosok istimewa seperti gelarnya sebagai istri pertama.
Kedua, ada sesuatu yang besar dibalik terbuangnya Elios ke tempat ini dan hal itu memicu kemarahan Arkas luar biasa. Mungkin, salah satu cara 'menjilat' Elios adalah membantunya mengembalikan harga diri yang dipatahkan oleh Arkas.
Lalu terakhir, Elios diancam oleh Arkas dengan sesuatu yang cukup besar hingga Elios tidak akan lagi membunuh istrinya.
Mungkin, itu harus ditekankan. Mungkin.
Dengan ini, Roxanne akhirnya bisa bergerak.
Menjelang tengah malam Roxanne meninggalkan kamarnya. Berusaha sepelan mungkin naik ke lantak atas, setidaknya sekarang harus tahu di mana kamar Elios.
Ya, Roxanne tidak tahu. Tapi ini kesempatan mencari tahu karena Graean tidak berada di kediaman ini. Dia bilang lokasi pernikahan itu di Papua, jadi dia memutuskan untuk menginap semalam atas izin Arkas.
"Pasti ada di sekitar sini." Roxanne menoleh ke sekitaran, yakin betul bahwa kamar Elios pasti di lantai empat ini.
Lantai paling tinggi, jadi pasti di sini, kan?
"Pintu paling mewah. Pasti kamarnya punya pintu paling—"
"Sedang apa kamu?"
Sial!
Roxanne nyaris berteriak kaget jika tak segera menutup mulutnya sendiri dengan tangan. Ia begitu terkejut karena tiba-tiba seseorang bicara padanya, di lorong sebuah kastel aneh, tengah malam begini.
Tapi, keterkejutan Roxanne langsung berganti bingung.
Wajah asing. Kalau tidak salah, dia ada saat Roxanne pertama kali datang. Dia membungkuk pada ibunya Elios dan berkata 'kami menyambut, Nyonya'.
"Ah, kamu istri baru Tuan Muda." Perempuan itu bergumam tanpa ekspresi, nyaris sama seperti Diane. "Kamu sedang mencari kamar Tuan Muda?"
Dari mana dia tahu?
"Ada lebih dari sepuluh istri di sini, dulu, jadi bodoh jika aku tidak hafal. Tindakanmu tidak baru kulihat." Perempuan itu berbalik. "Kemari. Biar kutunjukkan arahnya. Bagian sana bukan kamar tidur."
Salah kastel ini terlalu luas. Rasanya Roxanne bisa tersesat dalam waktu dua menit saja.
Tapi, karena dia mirip dengan Diane, Roxanne mengikut saja. Toh, istri-istri Elios sejauh ini tidak pernah menunjukkan permusuhan apa-apa.
Mereka lebih seperti tidak peduli daripada cemburu.
"Siapa namamu?" tanya Roxanne, setidaknya basa-basi.
Perempuan itu menoleh sekilas. "Jangan bersuara di sekitar sini. Tuan Muda sensitif," bisik dia nyaris tak terdengar jika saja sekitaran mereka tak hening.
Roxanne patuh mengunci mulut. Memutuskan nanti saja bertanya.
Lalu setelah berjalan beberapa saat, tiba-tiba perempuan itu berhenti. Dia berbalik, sementara tangannya menunjuk ke arah depan sana.
"Cari sendiri," ucap dia, semakin tak bersuara. "Jangan membuat keributan."
Perempuan itu berbalik ke arah mereka datang tadi, pertanda dia pergi setelah menunjukkan jalan.
Aku rasa di tempat ini saling membantu adalah keharusan, tapi terlalu membantu juga tidak boleh.
Roxanne menghela napas karena sekali lagi ia dibantu cuma untuk awalan saja.
Selalu tak jelas. Tapi, ini sudah cukup baik.
Roxanne melanjutkan langkahnya sendiri ke arah yang ditunjuk perempuan tadi, pelan-pelan agar tak bersuara.
Pintu-pintu di sekitar adalah fokus perhatian Roxanne. Ia yakin pintu ruangan si Tuan Muda adalah pintu paling megah.
Mungkin ada emas di ukirannya atau bahkan berlian, ucap Roxanne dalam benaknya.
Satu pintu ke pintu lain. Terus dan terus sampai Roxanne menemukan sebuah pintu terbuka tapi begitu gelap.
Pintunya tak punya ukiran emas atau berlian. Malah terlihat seperti pintu biasa. Meski begitu, karena terbuka, Roxanne waspada.
Perlahan-lahan ia dekati pintu itu, berusaha keras tidak menimbulkan suara.
Tangannya terulur menyentuh permukaan pintu sehalus mungkin. Baru saja mencondongkan kepalanya untuk mengintip saat tiba-tiba sebuah tangan besar mencekiknya.
"Hama menyebalkan."
Detik itu juga, jeritan histeris Roxanne mewarnai seluruh kastel.
*
Sementara itu, wanita yang menuntun Roxanne ke sana sudah berada di lantai dua. Wanita itu mendongak ke atas, tersenyum halus pada udara kosong.
Sepertinya akan ada orang mati malam ini.
Setelah sekian lama.
*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments